Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diferensiasi dan kinerja operasional layanan Gadai Emas Syariah serta membandingkan implementasinya pada Bank Nagari Syariah, Bank Syariah Indonesia, dan Pegadaian Syariah di Kota Bukittinggi. Secara khusus, penelitian ini mengkaji karakteristik kelembagaan, bentuk implementasi strategi diferensiasi, tingkat kinerja operasional, perbedaan antar lembaga, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas strategi dalam meningkatkan kinerja operasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi pada layanan Gadai Emas Syariah lebih difokuskan pada aspek non-produk, meliputi kecepatan layanan, efisiensi biaya, kualitas layanan, aksesibilitas, dan inovasi. Pegadaian Syariah unggul dalam kecepatan layanan dan efisiensi operasional, Bank Syariah Indonesia menonjol dalam aksesibilitas dan inovasi digital, sedangkan Bank Nagari Syariah memiliki keunggulan pada pendekatan layanan berbasis kearifan lokal. Kinerja operasional antar lembaga menunjukkan variasi yang dipengaruhi oleh karakteristik kelembagaan, struktur organisasi, serta tingkat regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas strategi diferensiasi sangat ditentukan oleh kesesuaian antara strategi yang diterapkan dengan kapasitas internal lembaga. Integrasi antara strategi diferensiasi dan sistem operasional menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja operasional dan daya saing layanan Gadai Emas Syariah secara berkelanjutan. Kata Kunci: Strategi Diferensiasi, Kinerja Operasional, Gadai Emas Syariah, Studi Komparatif