Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Keterkaitan Demensia dan Penyakit Parkinson pada Manusia Fadli Kamuli; Faiz Yunsar Hammam; Haikal Al Hafidz; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p104-109

Abstract

Dementia is a disease that can have lasting effects on sufferers. The vulnerable group for dementia is the elderly. Based on the scale, the elderly aged 70 years and over occupy the second highest position at 5.4%. Dementia has a progressive nature for the sufferer, where this can cause disturbances to the sufferer, such as cognitive decline to disturbances in the motor system so that in the end it will cause a disease called Parkinson's. The purpose of this study is to examine the relationship between dementia and Parkinson's in individuals. The method used is through a literature review. The results show that Parkinson's itself is a disease caused by a disturbance of the brain's nerves which triggers motor disturbances which are triggered by a dead or disrupted neuron system. Usualy Parkinson's disease is synonymous with symptoms of tremor when resting, rigidity, bradykinesia, and reduced or even loss of reflexes from body posture. The patient's risk of dementia and PD (Parkinson Disease) can be predicted by reviewing the visual size and retinal GCL (glion cell layer) and IPL (inner plexiform layer) volume. This examination includes an eye examination, retinal imaging with optical coherence tomography, visual assessments such as acuity and contrast sensitivity, visuoperception measures high levels of tilt tolerance and biologic movements. AbstrakDemensia merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan efek berkelanjutan pada penderitanya. Kelompok rentan terhadap penyakit demensia ialah lansia. Lansia berdasarkan skala di usia 70 tahun ke atas menduduki posisi kedua tertinggi senilai 5,4%. Demensia memiliki sifat progresif bagi para penderitanya yang di mana hal ini dapat memberikan gangguan pada penderitanya seperti adanya penurunan kognitif hingga gangguan terhadap sistem motorik sehingga pada akhirnya nanti akan menyebabkan salah satu penyakit bernama Parkinson. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji keterkaitan antara demensia dan parkinson pada individu. Metode yang digunakan ialah melalui kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa Parkinson sendiri merupakan sebuah penyakit yang disebabkan adanya gangguan saraf otak yang memicu adanya gangguan motorik yang dipicu karena adanya sistem neuron yang mati atau terganggu. Biasanya penyakit Parkinson identik dengan gejala tremor ketika beristirahat, rigiditas, bradikinesia, dan berkurang atau bahkan hilangnya refleks dari postural tubuh. Risiko demensia dan PD (Parkinson Disease) pasien dapat diprediksi melalui peninjauan ukuran visual dan GCL (lapisan sel glion) retina dan volume IPL (lapisan pleksiform dalam). Pemeriksaan ini dilalui dengan diantaranya pemeriksaan mata, pencitraan retina dengan tomografi koherensi optik, penilaian visual seperti ketajaman dan sensitivitas kontras, ukuran visuoperception tingkat tinggi toleransi miring dan gerakan biologis.
PMO dan Kaitannya dengan Otak dan Perilaku: Sebuah Kajian Literatur Melia Rahma Syafitri; Mochamad Rafianto Syahputra; Muhamad Yudha Nugraha; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p125-132

Abstract

PMO (Porn, Masturbation, and Orgasm) is an activity related to self-gratification through various sexual activities, such as watching pornography, masturbating, or imagining a certain person in order to satisfy sexual arousal. The number of news reports about sexual harassment cases and sexual activities or those related to pornography and the adverse effects caused are factors in conducting this research. The purpose of this literature review on PMO (Porn, Masturbation, and Organism) is to collect, synthesize, present, and include a comprehensive summary of existing research findings, identify emerging impacts, and be able to obtain newer information in existing research. The method used in this research is a literature review. A literature review is a literature search and research by reading books, journals, and other publications related to the research topic. The results showed that higher pornography consumption indicates smaller right caudate striatum GM volume. This has the possibility of a person having slowness in responding to motor stimuli. This study also produces several ways to avoid pornography, among others, by using information technology information media as well as possible, supporting government programs in implementing positive internet and applying the principle that pornography is a mistake. Abstrak PMO (Porn, Masturbation, dan Orgasm) merupakan sebuah aktivitas yang berhubungan dengan kepuasan diri melalui berbagai aktivitas seksual, seperti menonton pornografi, masturbasi, ataupun dengan membayangkan seorang tertentu guna untuk memuaskan gairah seksual. Banyaknya pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual serta aktivitas seksual atau yang berkaitan dengan pornografi serta dampak buruk yang disebabkan menjadi faktor dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari adanya literatur review mengenai PMO (Porn, Masturbation, dan Orgasm) ini adalah guna untuk mengumpulkan, menyintensis, dan menyajikan serta mencakup ringkasan yang komprehensif tentang temuan penelitian yang ada, mengidentifikasi dampak yang muncul, serta dapat memperoleh informasi yang lebih baru dalam penelitian yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Kajian literatur merupakan penelusuran dan penelitian kepustakaan dengan cara membaca buku, jurnal, dan terbitan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pornografi yang lebih tinggi mengindikasikan volume GM kaudat kanan striatum lebih kecil. Hal ini memiliki kemungkinan seseorang untuk memiliki kelambatan dalam merespon rangsangan motorik. Penelitian ini juga menghasilkan beberapa cara untuk terhindar dari pornografi antara lain, dengan menggunakan media informasi teknologi informasi sebaik-baiknya, dukung program pemerintah dalam penerapan internet positif, dan menerapkan prinsip bahwa pornografi adalah sebuah kesalahan.
Kelainan Down Syndrome Ditinjau dari Aspek Neurobiological dan Intelligence Nasywa Achmad; Putri Damayanti Sulistyo; Ranita Arindra Rosanti; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p145-151

Abstract

Down syndrome is a disorder caused by the presence of trisomy on the 21st chromosome. People with this disorder show differences in physical characteristics, general intelligence, and other aspects. Research shows that the risk factors for Down syndrome vary between regions and demographic characteristics. Genetic disorders are one of the causes of intellectual disability, which can also lead to the risk of developing infections, autoimmune disorders, and hematological and oncological abnormalities. This study aims to explore more deeply related to Down syndrome from a neurobiological and intelligence perspective. By writing this research, it is hoped that the general public will be able to understand Down syndrome, starting from the causes and effects. The method used in making this article is a literature review, by searching on Google Scholar with several keywords that match the research objectives. The results of the data collection show that neurobiologically, Down syndrome has many dysfunctions in the organs of the body that impact many aspects, one of which is an abnormality in the aspect of intelligence. AbstrakDown syndrome merupakan kelainan yang disebabkan oleh adanya trisomi pada kromosom ke-21. Penderita kelainan ini menunjukkan perbedaan ciri fisik, kecerdasan secara umum, dan aspek-aspek lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko dari kelainan down syndrome ini beragam antarwilayah dan karakterisitik demografis. Kelainan genetik menjadi salah satu penyebab dari adanya disabilitas intelektual, yang juga dapat berisiko akan perkembangan infeksi, gangguan autoimun, dan abnormalitas hematologi serta onkologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait down syndrome jika ditinjau dari aspek neurobiologis dan intelegensi. Dengan dituliskannya penelitian ini, diharapkan bahwa khalayak umum mampu memahami terkait down syndrome mulai dari penyebab dan akibat. Metode yang digunakan dalam pembuatan artikel ini ialah literature review, melalui pencarian pada Google Scholar dengan beberapa kata kunci yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari pengumpulan data menunjukkan bahwasanya secara neurobiologis, down syndrome memiliki banyak disfungsi pada organ-organ tubuh yang berdampak pada banyak aspek, salah satunya kelainan pada aspek inteligensi.