Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Di RSUD Sultan Imanuddin Menggunakan Metode Gyssens Muzdalifah, Siti; Irawan, Yogie; Makani, Mawaqit
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.995

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri tersering yang membutuhkan terapi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi dan menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISK di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun menggunakan metode Gyssens. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif terhadap data rekam medik pasien ISK rawat inap tahun 2024. Sampel sebanyak 83 pasien diambil dengan purposive sampling. Evaluasi rasionalitas dilakukan menggunakan metode Gyssens berdasarkan ketepatan indikasi, dosis, interval, rute, dan durasi. Hasil: Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin (95,0%) dengan Ceftriaxone (70,4%) sebagai jenis terbanyak, diikuti Cefotaxime (16,0%) dan Cefixime (4,9%). Berdasarkan metode Gyssens, sebanyak 41 pasien (49,6%) tergolong rasional (kategori 0) dan 42 pasien (50,4%) tidak rasional, dengan ketidaktepatan terutama pada lama pemberian dan pemilihan antibiotik. Simpulan: Pola penggunaan antibiotik pada pasien ISK masih didominasi sefalosporin. Berdasarkan metode Gyssens, tingkat rasionalitas penggunaan antibiotik sebesar 49,6%, menunjukkan perlunya peningkatan pengawasan terapi antibiotik di rumah sakit.
Analisis Pengetahuan Dan Persepsi Remaja Terhadap Paparan Sinar Matahari Dan Suplementasi Vitamin D Sebagai Upaya Preventif Rakitis Makani, Mawaqit; Efendi, Harun; Irawan, Yogie; Citra Jaluri, Poppy Dwi; Dwiannur, Febriandi Ramadhan
Jurnal Borneo Cendekia Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v9i2.695

Abstract

Defisiensi vitamin D pada masa remaja merupakan masalah kesehatan global yang dapat meningkatkan risiko rakitis dan gangguan imunitas. Kurangnya paparan sinar matahari dan penggunaan tabir surya berlebih menjadi faktor risiko utama di kalangan remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan vitamin D dengan persepsi remaja terhadap paparan sinar matahari serta suplementasi sebagai upaya preventif rakitis. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 150 remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Kotawaringin Barat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang tervalidasi mencakup aspek pengetahuan dan persepsi. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas (rhitung > 0.159) dan reliabilitasnya (? = 0.765). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (? = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (23,4%), cukup (37.3%), dan kurang (39.3%). Sebanyak 51.9% responden memiliki persepsi negatif terhadap paparan sinar matahari karena kekhawatiran terhadap perubahan warna kulit (estetika). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja dalam pemenuhan vitamin D (p<0,05). Hasil uji Odds Ratio (OR) didapatkan hasil sebesar 7.8 (95% CI:4,2-14,5) yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan merupakan faktor determinan yang signifikan terhadap persepsi remaja dalam upaya pencegahan rakitis.