Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Saluran Drainase Pengendali Limpasan Permukaan Ruas Jalan Dusun Telaga Piru Kabupaten Seram Bagian Barat Tuhelelu, Juraidah Lili Yanti; Hamkah, Hamkah; Kakaly, Sulastri
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 2 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v2i1.4017

Abstract

In the drainage channel analysis of the Telaga-Piru Hamlet section in West Seram District, West Seram Regency, Maluku Province. The research location road is 3 km long and 4 m wide. This surface runoff is caused by high intensity rain, so that the Telaga Piru road has a damaged surface, some of which is even covered by sediment and water that is carried onto the road. From the results of the 10 year return period calculation, the design rainfall was 192.518 mm, with an average water requirement of 125 liters and a water usage time of 24 hours/day from the water requirement discharged each day, namely 85% with population plant presentations of 0,21% peryear. So that the population of telaga hamlet in 2029 was 659 people/person.Then the discharge that enters the channel is 0,006 m³/hour/day. So the results of the analysis of the amount of runoff entering the Telaga Hamlet road section, Qᵣ = 0.522 m³/second and Qₛ = 0.527 m³/second, show that the channel on the Telaga Hamlet road section can accommodate the runoff discharge.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Pekerjaan Antara Box Culver Convensional dan Box Culver Pra Cetak Pada Proyek Pembangunan Jalan Oma – Wassu Pulau Haruku Hattu, Glen Michell; Lewakabessy, Godfried; Kakaly, Sulastri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i1.4107

Abstract

In the thesis research analysis of the comparative cost and time of work between conventional box culverts and precast box culverts in the Oma – Wassu Road Construction Project, Haruku Island, there are two concrete work methods used, namely the conventional method and the precast method. If it is in the field, printing or casting area is needed, but if it is done in a factory, it does not require land, but requires transportation, transportation. For precast construction, the implementation is faster than conventional construction because the production process can be carried out simultaneously with the implementation of the structure.Through this study, an analysis of the cost and time required for Box Culvert work will be carried out to determine the level of efficiency and effectiveness between the conventional method and the precast method, as a reference for consideration and input for companies in making decisions related to project implementation methods. Through this study, an analysis of the cost and time required for Box Culvert work will be carried out to determine the level of efficiency and effectiveness between the conventional method and the precast method, as a reference for consideration and input for companies in making decisions related to project implementation methods. From the results of the research on the cost budget comparison plan that has been carried out, it can be concluded, first, that the cost for the implementation of conventional box culvert work is Rp. 200,154,452,000, while for the implementation of precast box culvert work is Rp. 1,520,908,000. The second is for the implementation time of conventional concrete box culvert work on the Oma – Wassu Road Construction Project for mobilization for 9 weeks plus Divisions 3 and 7 for 2 weeks, then the total is 11 weeks of work and the implementation of pre-cast box culverts is 15 weeks of work.
Evaluasi Saluran Drainase dan Rencana Anggaran Biaya Ruas Jalan Sumeith Pasinaro – Watui Kabupaten Seram Bagian Barat Hattu, Alfredo Yefta; Hamkah, Hamkah; Kakaly, Sulastri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i5.602

Abstract

Saluran drainase pada ruas jalan Sumeith Pasinaro - Watui yang tentunya mempengaruhi aktivitas di wilayah ini akibat longsor yang sering terjadi, menyebabkan banjir dan aliran air, sehingga saluran drainase tidak mampu menampung aliran air hujan. Dalam evaluasi saluran drainase pada ruas jalan Sumeith Pasinaro - Watui, tujuan utamanya adalah untuk menentukan volume aliran air, agar dapat merencanakan dimensi saluran dan menganalisis berapa anggaran yang dibutuhkan dalam evaluasi saluran drainase. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan dan analisis data yang terdiri dari data primer dan data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Log Pearson Tipe III dan Gumbel berdasarkan analisis hidrologi, kemudian mengevaluasi saluran yang ada dengan volume aliran yang direncanakan, dan memperkirakan anggaran biaya dengan menggunakan AHSP 2022. Berdasarkan hasil perhitungan debit aliran permukaan pada ruas jalan Sumeith Pasinaro - Watui sebesar 0,337 m³/detik dan debit saluran sebesar 0,066 m³/detik, sehingga ditemukan bahwa saluran drainase tidak dapat menampung debit aliran permukaan. Oleh karena itu, dalam perancangan ulang dimensi saluran drainase dengan panjang 250 m, lebar atas saluran 2 m, lebar bawah saluran 1,5 m, dan tinggi saluran 1,1 m dengan debit saluran 0,372 m³/det, ditemukan bahwa dimensi saluran baru dapat menampung debit aliran permukaan. Dan nilai Anggaran Biaya Rencana adalah Rp 492.594.000
Perencanaan Saluran Drainase Untuk Mengurangi Limpasan Permukaan Jalan Pada Ruas Jalan Dusun Tapinalu – Ulatu Desa Luhu Kecamatan Huamual Belakang Loklomin, Nur Alda; Betaubun, Renny James; Kakaly, Sulastri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i5.603

Abstract

Jalan di dusun Tapinalu – Ulatu adalah jalan yang terdapat di desa Luhu, Ruas jalan ini menghubungkan antara dusun – dusun Huamual lainnya. Ada beberapa titik yang sudah memiliki saluran drainase, sedangkan pada sebagian besar titik belum memiliki saluran drainase. Ini menjadi sebuah permasalahan, seiring berjalannya waktu terjadi genangan air di jalan pada saat curah hujan yang tinggi, akan menjadi faktor yang mempengaruhi struktur jalan, upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan perencanaan saluran drainase. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengumpulan dan analisis data. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, kemudian dianalisis menggunakan metode Log Person III berdasarkan analisa hidrologi dan analisa hidrolika serta perencanaan berdasarkan besarnya debit saluran eksisting. Berdasarkan hasil perhitungan untuk kala ulang 10 tahun diperoleh curah hujan rencana sebesar 326,587 mm, dengan presentase pertumbuhan penduduk sebesar 0,04% pertahun sehingga jumlah penduduk Dusun Ulatu di tahun 2029 adalah 1.629 jiwa. Dari hasil analisa jumlah debit limpasan (Qr) yang masuk pada saluran drainase Ruas Jalan Dusun Tapinalu – Ulatu adalah 0,089 m³/detik, dan untuk debit saluran (Qs) drainase adalah 1,486 m³ detik. Dari hasil perencanaan dimensi saluran diperoleh lebar bagian atas 58 cm, lebar dasar saluran 40 cm, dan  ketinggian saluran 74 cm.
KINERJA OPERASIONAL SIMPANG TAK BERSINYAL BATU MERAH - MARDIKA Maitimu, Anthoneta; Wairatta, Frets Axl; Kakaly, Sulastri
JURNAL SIMETRIK Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Simetrik (Sipil, Mesin, Listrik)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v14i2.2776

Abstract

Simpang tak bersinyal Batu Merah-Mardika Kota Ambon perlu di analisis tingkat kinerja operasionalnya. Kapasitas dasar jalan, perilaku lalu lintas, volume arus lalu lintas, beragam jenis kendaraan, hambatan samping yang tinggi, pertumbuhan perekonomian maupun perniagaaan menjadi penyebab utama kemacetan sering terjadi. Untuk mengetahui kinerja opersional simpang maka perlu dilakukan penelitian atau analisis pada simpang tak bersinyal Batu Merah – Mardika Kota Ambon .Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data arus lalu lintas, hambatan samping, kecepatan,geometrik jalan serta jumlah penduduk. Data kemudian dianalisis menggunakan MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia) Tahun 1997 dan MS Excel. Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui Jl. Jenderal Sudirman – Jl. Kesatrian pada jam puncak pada hari Rabu 31 Juli 2024 pukul 17.00 – 18.00 WIT memiliki DS = 2.16 dengan Qtot = 5573 C= 2575 dengan hambatan samping yang sangat tinggi serta kecepatan rata-rata 11.76 km/jam dan Jl. Rijali – Jl. Mutiara pada jam puncak 17.00 – 18.00 WIT dengan DS= 2.14 per arus lalu lintas 5585 smp/jam dan kapasitas sebesar 2613 serta hambatan samping yang sangat tinggi. Faktor yang mempengaruhi kinerja operasional simpang adalah tingginya hambatan samping, besarnya volume arus lalu lintas dari kapasitas simpang yang tersedia, banyaknya pelanggaran lalu lintas seperti melawan arah dan parkir pada badan jalan.  
Analisis Debit Limpasan Pada Ruas Jalan Nasional Sultan Hasanuddin – Kapten Piere Tendean Negeri Hative Kecil, Kota Ambon Madi, La; Betaubun, Renny James; Kakaly, Sulastri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 6 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i6.624

Abstract

Jalan Sultan Hasanuddin – Jalan Kapten Piere Tendean adalah Ruas jalan Nasional yang berada di Negeri Hative Kecil. Pada saluran drainase yang berada di dalam Gang pemukiman masyrakat terdapat sedimen yang mengurangi kapasitas saluran drainase. Ketika terjadi hujan, volume air yang mengalir ke sistem drainase meningkat sehingga terjadinya genangan air akibat limpasan. Genangan di ruas jalan sultan hasanuddin terjadi di Apotek Krisna sampai belakang MCM akibat limpasan permukaan air dari Gang KPU.Selain itu, terdapat genangan di ruas jalan kapten piere tendean, yang berada di Alfamidi Hative Kecil sampai Pertokoan disebabkan limpasan permukaan air dari Gang Smp 3 sehingga menggangu pengguna jalan. Debit saluran dalam Gang KPU Jalan Sultan Hasanuddin diperoleh sebesar 0,100 m³/detik dan dalam Gang SMP 3 Jalan Kapten Piere Tendean sebesar 0,104 m³/detik. Dimensi saluran drainase pada Gang KPU Jalan Sultan Hasanuddin memiliki tinggi 50 cm, lebar atas 45 cm, dan lebar bawah 35 cm, sedangkan pada Gang SMP 3 Jalan Kapten Piere Tendean memiliki tinggi 52 cm, lebar atas 45 cm, dan lebar bawah 35 cm. Debit limpasan di Gang KPU Jalan Sultan Hasanuddin adalah 0,063 m³/detik dan di Gang SMP 3 Jalan Kapten Piere Tendean sebesar 0,066 m³/detik. Selain itu, debit buangan air pada batas kota untuk 10 tahun dengan laju pertumbuhan penduduk 0,31% adalah 0,023 m³/detik per orang.
DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR PADA ABUTMEN JEMBATAN WAI RAHWAEN DI PULAU BURU PROVINSI MALUKU Hamkah, Hamkah; Paais, Enjelita; Lewakabessy, Godfried; Huwae, David Daniel Marthin; Latar, Sjafrudin; Kakaly, Sulastri
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/4spd2f69

Abstract

Abstract The foundation is the most crucial element of a bridge structure, as it plays a role in supporting the load and transmitting it to the harder soil layers. The Wai Rahwaen Bridge, located on Buru Island, Maluku Province, was built using bored pile foundations, to provide effective bearing capacity for the structure above it. The analysis of the foundation bearing capacity in this study was conducted using a pre- and post-installation approach. This is very important to ensure that the foundation can support the stability of the appropriate abutment load. Before the foundation was installed, the foundation bearing capacity was estimated based on data from 2 points from the Standard Penetration Test and using 2 empirical methods, namely the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method. After the foundation was installed, the foundation bearing capacity was determined using data from 4 points from the Pile Driving Analyzer test. The Reese and Wright Method produced an ultimate bearing capacity of 272.5 tons, while the Reese and O'Neill Method produced an ultimate bearing capacity of 309.4 tons. After the foundation was installed, the ultimate bearing capacity determined based on Pile Driving Analyzer test data was 316.2 tons. This study shows that the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method produced estimates of the ultimate bearing capacity of a single pile by 13.8% and 2.2%, respectively, when compared to the ultimate bearing capacity obtained using the Pile Driving Analyzer test results. Keywords: foundation; bridge structure; bearing capacity; bored pile foundation; bridge abutment Abstrak Fondasi merupakan elemen paling krusial dari struktur jembatan, karena fondasi berperan menahan beban dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang lebih keras. Jembatan Wai Rahwaen, yang terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor, untuk memberikan daya dukung yang efektif bagi struktur di atasnya. Analisis daya dukung fondasi pada studi ini dilakukan dengan pendekatan sebelum dan setelah pemasangan fondasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa fondasi itu dapat menopang stabilitas beban abutmen yang sesuai. Sebelum fondasi dipasang, daya dukung fondasi diestimasi berdasarkan data 2 titik hasil uji Standard Penetration Test serta menggunakan 2 metode empiris, yaitu Metode Reese and Wright dan Metode Reese and O’Neill. Setelah fondasi terpasang, daya dukung fondasi ditentukan dengan menggunakan data 4 titik hasil uji Pile Driving Analyzer. Metode Reese and Wright menghasilkan daya dukung ultimit fondasi sebesar 272,5 ton, sedangkan Metode Reese and O’Neill menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 309,4 ton. Setelah fondasi terpasang daya dukung ultimit yang ditentukan berdasarkan data uji Pile Driving Analyzer adalah sebesar 316,2 ton. Studi ini menunjukkan bahwa Metode Reese dan Wright serta Metode Reese dan O’Neill menghasilkan nilai estimasi daya dukung ultimate tiang tunggal yang lebih rendah, masing-masing 13,8% dan 2,2%, bila dibandingkan dengan daya dukung ultimate yang dihasilkan dengan menggunakan hasil uji Pile Driving Analyzer Kata-kata kunci: fondasi; struktur jembatan; daya dukung; fondasi tiang bor; abutmen jembatan
Evaluasi Implementasi Motor Listrik Berkecepatan Variabel pada Industri Manufaktur Anggun Angkasa Bela Persada; Fatmawati Sabur; Jeffrey Payung Langi; Sulastri Kakaly; Joni Wilson Sitopu; Rudy Max Damara Gugat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5946

Abstract

Motor listrik merupakan salah satu komponen utama yang banyak digunakan dalam berbagai proses produksi di sektor industri manufaktur dan berkontribusi besar terhadap konsumsi energi listrik. Tingginya kebutuhan energi pada sistem motor listrik mendorong perlunya penerapan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Salah satu teknologi yang banyak dikembangkan adalah motor listrik berkecepatan variabel atau Variable Speed Drive (VSD) yang memungkinkan pengaturan kecepatan motor sesuai dengan kebutuhan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi motor listrik berkecepatan variabel pada industri manufaktur berdasarkan berbagai hasil penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu dengan mengkaji dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan seperti artikel jurnal dan prosiding konferensi yang membahas tentang efisiensi energi, kinerja motor listrik, serta penerapan teknologi VSD dalam sistem industri. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu identifikasi topik penelitian, pengumpulan literatur, seleksi sumber yang relevan, analisis dan sintesis temuan penelitian, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa implementasi motor listrik berkecepatan variabel mampu meningkatkan efisiensi energi secara signifikan dibandingkan dengan sistem motor berkecepatan tetap, terutama pada aplikasi industri yang memiliki variasi beban seperti pompa, kipas, dan kompresor. Selain itu, penggunaan VSD juga memberikan manfaat lain seperti peningkatan stabilitas operasi sistem, pengurangan keausan mekanis pada peralatan, serta kontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca akibat penurunan konsumsi energi. Dengan demikian, penerapan motor listrik berkecepatan variabel dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mendukung efisiensi energi, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan operasional pada sektor industri manufaktur.
Performance Evaluation of Fiber Optic versus Copper Cable Networks: A Comparative Study Muhammad Bitrayoga; Evan Haviana; Jeffrey Payung Langi; Sulastri Kakaly; Apriani Riyanti
Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems Vol 6, No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/jessi.v6i4.11443

Abstract

This study presents a comparative performance evaluation of Fiber Ethernet and copper Ethernet (Cat6) using a controlled testbed to quantify differences in throughput and Quality of Service (QoS). Identical endpoints are connected through a managed switch, and the physical medium is alternated between a fiber link and a Cat6 link. Traffic is generated under TCP and UDP at three utilization levels (10%, 50%, and 90%) and three distance conditions (10 m, 50 m, and 90–100 m for Cat6). The evaluation uses application-level and interface-level measurements, including TCP/UDP throughput, round-trip latency, jitter, packet loss, and reliability counters such as CRC/FCS errors and TCP retransmissions. Results show that both media can achieve near line-rate throughput at short distance and low load, but fiber exhibits consistently lower latency and jitter and near-zero loss across conditions. As utilization increases, Cat6 displays larger variability in delay and a higher tendency toward UDP loss, indicating reduced timing stability under stress. At longer copper runs (90–100 m), the gap widens: Cat6 shows higher jitter and loss and increased error-related counters, while fiber remains stable. These findings suggest that the main advantage of fiber is not only peak capacity but also QoS predictability and link integrity, which are critical for real-time and high-utilization services. The study provides practical guidance for selecting media in campus and building networks where distance, load, and service requirements must be balanced. Future work will include electromagnetic-noise trials, different switch/NIC models, and statistical tests to validate effect sizes across repetitions in diverse building environments
Pengaruh Penambahan Serbuk Cangkang Kerang Terhadap Stabilisasi Tanah Ode, Wirahadi Putra; Latar, Sjafrudin; Kakaly, Sulastri
Jurnal Teknik Indonesia Vol 7, No 1 (2026): JTI (Jurnal Teknik Indonesia)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jti.v7i1.944

Abstract

This study examines the effect of adding shell powder on the stabilization of clay soil in Taeno Hamlet, Ambon City, Maluku. The clay soil in this area has low bearing capacity, making it unsuitable for construction. Therefore, efforts are needed to improve soil quality through stabilization using oyster shell powder, which has the potential to improve the physical and mechanical properties of the soil. This study aims to determine the effect of adding Strombus luhuanus shell powder on the stabilization of clay soil. The method used was a laboratory experiment with variations in shell powder addition of 0%, 8%, 16%, and 24%, as well as curing periods of 0, 7, and 14 days. The tests conducted included moisture content, bulk density, specific gravity, Atterberg limits, sieve analysis, compaction test, and CBR test. The results of the study showed that the effect of adding oyster shell powder on the CBR test was highest at 0% (5.31%), followed by 8% (6.19%), 16% (6.92%), and 24% (7.50%). From the results obtained, the effect of adding oyster shell powder on soil stabilization showed an increase in CBR values starting from 0 days through the curing period of 7 to 14 days.