Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Debit Limpasan Pada Ruas Jalan Nasional Sultan Hasanuddin – Kapten Piere Tendean Negeri Hative Kecil, Kota Ambon Madi, La; Betaubun, Renny James; Kakaly, Sulastri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 6 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i6.624

Abstract

Jalan Sultan Hasanuddin – Jalan Kapten Piere Tendean adalah Ruas jalan Nasional yang berada di Negeri Hative Kecil. Pada saluran drainase yang berada di dalam Gang pemukiman masyrakat terdapat sedimen yang mengurangi kapasitas saluran drainase. Ketika terjadi hujan, volume air yang mengalir ke sistem drainase meningkat sehingga terjadinya genangan air akibat limpasan. Genangan di ruas jalan sultan hasanuddin terjadi di Apotek Krisna sampai belakang MCM akibat limpasan permukaan air dari Gang KPU.Selain itu, terdapat genangan di ruas jalan kapten piere tendean, yang berada di Alfamidi Hative Kecil sampai Pertokoan disebabkan limpasan permukaan air dari Gang Smp 3 sehingga menggangu pengguna jalan. Debit saluran dalam Gang KPU Jalan Sultan Hasanuddin diperoleh sebesar 0,100 m³/detik dan dalam Gang SMP 3 Jalan Kapten Piere Tendean sebesar 0,104 m³/detik. Dimensi saluran drainase pada Gang KPU Jalan Sultan Hasanuddin memiliki tinggi 50 cm, lebar atas 45 cm, dan lebar bawah 35 cm, sedangkan pada Gang SMP 3 Jalan Kapten Piere Tendean memiliki tinggi 52 cm, lebar atas 45 cm, dan lebar bawah 35 cm. Debit limpasan di Gang KPU Jalan Sultan Hasanuddin adalah 0,063 m³/detik dan di Gang SMP 3 Jalan Kapten Piere Tendean sebesar 0,066 m³/detik. Selain itu, debit buangan air pada batas kota untuk 10 tahun dengan laju pertumbuhan penduduk 0,31% adalah 0,023 m³/detik per orang.
DAYA DUKUNG FONDASI TIANG BOR PADA ABUTMEN JEMBATAN WAI RAHWAEN DI PULAU BURU PROVINSI MALUKU Hamkah, Hamkah; Paais, Enjelita; Lewakabessy, Godfried; Huwae, David Daniel Marthin; Latar, Sjafrudin; Kakaly, Sulastri
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/4spd2f69

Abstract

Abstract The foundation is the most crucial element of a bridge structure, as it plays a role in supporting the load and transmitting it to the harder soil layers. The Wai Rahwaen Bridge, located on Buru Island, Maluku Province, was built using bored pile foundations, to provide effective bearing capacity for the structure above it. The analysis of the foundation bearing capacity in this study was conducted using a pre- and post-installation approach. This is very important to ensure that the foundation can support the stability of the appropriate abutment load. Before the foundation was installed, the foundation bearing capacity was estimated based on data from 2 points from the Standard Penetration Test and using 2 empirical methods, namely the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method. After the foundation was installed, the foundation bearing capacity was determined using data from 4 points from the Pile Driving Analyzer test. The Reese and Wright Method produced an ultimate bearing capacity of 272.5 tons, while the Reese and O'Neill Method produced an ultimate bearing capacity of 309.4 tons. After the foundation was installed, the ultimate bearing capacity determined based on Pile Driving Analyzer test data was 316.2 tons. This study shows that the Reese and Wright Method and the Reese and O'Neill Method produced estimates of the ultimate bearing capacity of a single pile by 13.8% and 2.2%, respectively, when compared to the ultimate bearing capacity obtained using the Pile Driving Analyzer test results. Keywords: foundation; bridge structure; bearing capacity; bored pile foundation; bridge abutment Abstrak Fondasi merupakan elemen paling krusial dari struktur jembatan, karena fondasi berperan menahan beban dan meneruskan beban tersebut ke lapisan tanah yang lebih keras. Jembatan Wai Rahwaen, yang terletak di Pulau Buru, Provinsi Maluku, dibangun dengan menggunakan fondasi tiang bor, untuk memberikan daya dukung yang efektif bagi struktur di atasnya. Analisis daya dukung fondasi pada studi ini dilakukan dengan pendekatan sebelum dan setelah pemasangan fondasi. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, untuk memastikan bahwa fondasi itu dapat menopang stabilitas beban abutmen yang sesuai. Sebelum fondasi dipasang, daya dukung fondasi diestimasi berdasarkan data 2 titik hasil uji Standard Penetration Test serta menggunakan 2 metode empiris, yaitu Metode Reese and Wright dan Metode Reese and O’Neill. Setelah fondasi terpasang, daya dukung fondasi ditentukan dengan menggunakan data 4 titik hasil uji Pile Driving Analyzer. Metode Reese and Wright menghasilkan daya dukung ultimit fondasi sebesar 272,5 ton, sedangkan Metode Reese and O’Neill menghasilkan daya dukung ultimit sebesar 309,4 ton. Setelah fondasi terpasang daya dukung ultimit yang ditentukan berdasarkan data uji Pile Driving Analyzer adalah sebesar 316,2 ton. Studi ini menunjukkan bahwa Metode Reese dan Wright serta Metode Reese dan O’Neill menghasilkan nilai estimasi daya dukung ultimate tiang tunggal yang lebih rendah, masing-masing 13,8% dan 2,2%, bila dibandingkan dengan daya dukung ultimate yang dihasilkan dengan menggunakan hasil uji Pile Driving Analyzer Kata-kata kunci: fondasi; struktur jembatan; daya dukung; fondasi tiang bor; abutmen jembatan