Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT EFISIENSI PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG KESEHATAN TERHADAP ANGKA HARAPAN HIDUP DI INDONESIA Rahmi, Nurul; N., Zulkifli
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67302

Abstract

Peningkatan belanja pemerintah di sektor kesehatan di Indonesia belum sepenuhnya diikuti oleh perbaikan indikator kesehatan utama, seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan prevalensi stunting. Ketimpangan antara besarnya input fiskal dan capaian output kesehatan semakin nyata pada periode 2020–2022, ketika pandemi COVID-19 menimbulkan policy shock yang menekan sistem kesehatan nasional. Kondisi ini mengindikasikan pentingnya evaluasi efisiensi pengelolaan anggaran kesehatan, khususnya dalam situasi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi pengeluaran pemerintah bidang kesehatan antarprovinsi di Indonesia serta menganalisis pengaruh efisiensi tersebut terhadap Angka Harapan Hidup (AHH) sebagai outcome kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) non-parametrik dengan model BCC berorientasi output, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subtotal Kesehatan sebagai input dan indikator kesehatan dasar (stunting, AKI, dan AKB) sebagai output. Selanjutnya, analisis regresi data panel diterapkan pada 34 provinsi selama periode 2020–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi belum mencapai tingkat efisiensi optimal, ditandai dengan variasi skor efisiensi dan gap output yang besar. Analisis regresi mengindikasikan bahwa efisiensi pengeluaran kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap AHH, yang mencerminkan bahwa perbaikan outcome kesehatan jangka panjang tidak dapat dicapai semata-mata melalui efisiensi teknis belanja kesehatan dalam jangka pendek.  Increased government spending in the health sector in Indonesia has not been fully accompanied by improvements in key health indicators, such as the Maternal Mortality Rate (MMR), Infant Mortality Rate (IMR), and prevalence of stunting. The gap between the size of fiscal inputs and health output achievements became even more apparent in the 2020–2022 period, when the COVID-19 pandemic caused a policy shock that put pressure on the national health system. This condition indicates the importance of evaluating the efficiency of health budget management, especially in crisis situations. This study aims to measure the level of efficiency of government spending on health between provinces in Indonesia and analyze the effect of this efficiency on life expectancy as a long-term health outcome. The method used is non-parametric Data Envelopment Analysis (DEA) with an output-oriented BCC model, using the Health Subtotal Special Allocation Fund (DAK) as input and basic health indicators (stunting, MMR, and IMR) as output. Furthermore, panel data regression analysis was applied to 34 provinces during the 2020–2022 period. The results of the study show that most provinces have not yet achieved optimal efficiency levels, as indicated by variations in efficiency scores and large output gaps. Regression analysis indicates that health expenditure efficiency does not have a significant effect on AHH, reflecting that improvements in long-term health outcomes do not necessarily translate into improvements in health outcomes. 
STRATEGI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN KELILING DAN MOBIL PINTAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SD DI DESA RANGDUMULYA Chusnarin Haryanti, Heny; Dwi Fadilah, Bintang; Anita, Anita; Rahmi, Nurul; Amanatul Maula Salsabila, Nurul; Nuroniah, Nuroniah
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 4 No. 4 (2026): Artikel Pengabdian bulan Januari-Maret 2026
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v4i4.4745

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025 di Desa Rangdumulya dengan melibatkan hampir 100 siswa dari tiga sekolah dasar. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan minat baca melalui pengadaan perpustakaan keliling dan mobil pintar. Metode kegiatan meliputi penyediaan bahan bacaan, kegiatan membaca bersama, mendengarkan cerita, serta sesi tanya jawab seputar pelajaran dasar SD yang dikemas secara menarik. Mitra kegiatan adalah guru, siswa, dan wali murid dari ketiga SD di Desa Rangdumulya. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi siswa dan respon guru/wali murid. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa maupun guru, ditandai dengan meningkatnya keaktifan dalam membaca dan bertanya. Tidak ditemukan kendala berarti selama pelaksanaan. Kegiatan ini membuktikan bahwa layanan perpustakaan keliling dan mobil pintar dapat menjadi solusi efektif dalam membangun budaya literasi di lingkungan pedesaan.
Pelestarian Arsip Statis Tekstual Berdasarkan Peraturan Kepala Anri No. 23 Tahun 2011 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Rahmi, Nurul; Tarmizi, Nazira Wardah; Asnawi, Asnawi; Yuliana, Cut Putroe
Indonesian Journal of Library and Information Science Vol. 7 No. 1 (2026): ​Indonesian Journal of Library and Information Science
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ijlis.v7i1.9803

Abstract

Pelestarian merupakan proses penyelamatan, pelindungan suatu koleksi. Tidak hanya koleksi, arsip juga termasuk di dalamnya. Kajian ini membahas mengenai kegiatan pelestarian arsip statis tekstual berdasrkan Peraturan Kepala ANRI No. 23 Tahun 2011. Preservasi preventif, meliputi penyimpanan arsip, penanganan arsip, pengendalian hama terpadu, akses, reproduksi, dan perencanaan menghadapi bencana, sedangkan preservasi kuratif, meliputi prinsip perbaikan arsip, ruangan perbaikan arsip, perawatan arsip yaitu arsip kertas serta pengendalian hama. Dari beberapa kegiatan sudah banyak yang sesuai dengan berdasrkan Peraturan Kepala ANRI No. 23 Tahun 2011 seperti penangganan informasi, pengendalian hama terpadu, akses, reproduksi, dan perencanaan terhadap bencana. Arsip disimpan pada suhu yang sudah memenuhi standar yaitu 22-24oC dan dilakukan penangganan dengan sangat hati-hati. Begitu juga dengan preservasi kuratif sudah dilakukan sesuai dengan standar Peraturan Kepala ANRI No. 23 Tahun 2011 yaitu meliputi restorasi atau perbaikan, disimpan pada ruang khusus pada besi atau tabung alumunium yang sesuai dengan ukuran arsip.