Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MAKNA PENDIDIKAN FORMAL BAGI ORANG TUA SISWA DI PULAU POTERAN MASITHA, DEWI
Paradigma Vol 4, No 1 (2016): Vol 4 Nomer 1 (2016)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Orangtua harus memiliki kualitas diri yang memadai sehingga anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang makna pendidikan formal bagi orangtua siswa di Pulau Poteran Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Shcutz, untuk menganalisis realitas sosial yang ada secara utuh.  Hasil dari penelitian ini terdapat tiga faktor yang mempengaruhi adanya pergeseran makna pendidikan formal yaitu  kondisi ekonomi dalam keluarga orangtua siswa, faktor budaya dan aksesibilitas. Alasan individu khususnya orangtua siswa memberi dampak terhadap persepsi orangtua terhadap pendidikan formal dikarenakan tingginya rasa malu  terhadap lingkungan dan untuk meningkatkan status sosial keluarga. Kata Kunci: Makna, Pendidikan Formal, Orangtua, Siswa   ABSTRACT Education is responsibility together between family, society and government. Parents must haves acceptable it-self quality, until child will expand in accordance with expectation. This research purposed to review about of the meaning formal education for parents on the island of Poteran Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep . this research using qualitative descriptive methode phenomenology alfred shcutz, to analyze social reality that is full. The result of this research there are three factor that influences a result of the shift meaning formal education that is economic conditions in family parents , cultural factors and accessibility .Reason individual especially parents make an impact on perception parents to education formal to the high shame with the environment and to increase the social family . Keyword: Meaning, Education Formal Parent Student
MAKNA PENDIDIKAN FORMAL BAGI ORANG TUA SISWA DI PULAU POTERAN MASITHA, DEWI
Paradigma Vol 4, No 1 (2016): Vol 4 Nomer 1 (2016)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Orangtua harus memiliki kualitas diri yang memadai sehingga anak akan berkembang sesuai dengan harapan. Penelitian ini bertujuan mengkaji tentang makna pendidikan formal bagi orangtua siswa di Pulau Poteran Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Shcutz, untuk menganalisis realitas sosial yang ada secara utuh.  Hasil dari penelitian ini terdapat tiga faktor yang mempengaruhi adanya pergeseran makna pendidikan formal yaitu  kondisi ekonomi dalam keluarga orangtua siswa, faktor budaya dan aksesibilitas. Alasan individu khususnya orangtua siswa memberi dampak terhadap persepsi orangtua terhadap pendidikan formal dikarenakan tingginya rasa malu  terhadap lingkungan dan untuk meningkatkan status sosial keluarga. Kata Kunci: Makna, Pendidikan Formal, Orangtua, Siswa   ABSTRACT Education is responsibility together between family, society and government. Parents must haves acceptable it-self quality, until child will expand in accordance with expectation. This research purposed to review about of the meaning formal education for parents on the island of Poteran Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep . this research using qualitative descriptive methode phenomenology alfred shcutz, to analyze social reality that is full. The result of this research there are three factor that influences a result of the shift meaning formal education that is economic conditions in family parents , cultural factors and accessibility .Reason individual especially parents make an impact on perception parents to education formal to the high shame with the environment and to increase the social family . Keyword: Meaning, Education Formal Parent Student
STUDI PERBANDINGAN SISTEM PERJANJIAN BAGI HASIL MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1960 DENGAN HUKUM ADAT YANG BERLAKU DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA - A01111079, SITI MASITHA DEWI
Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura Vol 3, No 3 (2015): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN
Publisher : Jurnal Hukum Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untan (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjanjian bagi hasil ini merupakan suatu perjanjian yang diadakan antara Pemilik dengan petani Penggarap dipihak lain. Di mana Pemilik memberikan izin kepada Penggarap tanahnya, dengan perjanjian bahwa hasil dari tanah tersebut dibagi di antara mereka menurut imbangan yang telah disepakati. Alasan terjadinya perjanjian bagi hasil adalah pemilik tanah karena tidak dapat mengerjakan sendiri tanahnya tetapi ia ingin memungut hasil dari tanahnya itu dengan mengadakan suatu perjanjian atau transaksi dengan pihak lain, agar orang tersebut mengerjakan atau mengusahakan tanahnya, dengan perjanjian bahwa yang diberi izin mengusahakan atau mengerjakan tanahnya harus membagi atau memberikan sebagian dari panennya kepada pemilik tanah. Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1960 Pasal 3 perjanjian bagi hasil harus dibuat secara tertulis. Kenyataannya pelaksanaan perjanjian bagi hasil secara tertulis tidak dapat terlaksana secara keseluruhan di daerah Indonesia. Khususnya di daerah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Hal tersebut tentunya memiliki perbedaan dan persamaan dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960. Dilihat dari  sisi imbang perjanjian bagi hasil, untuk tanaman Padi imbangannya 60:40 dan untuk tanaman Sawit imbangannya 80:20. Ketentuan perjanjian bagi hasil di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya memiliki perasamaan maupun perbedaan dengan ketentuan yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 tentang Perjanjian Bagi Hasil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif dan wawancara sebagai data penunjang. Persamaan sistem perjanjian bagi hasil menurut Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 dengan Hukum  adat yang berlaku di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya terletak pada imbangan pembayaran hasil tanah dan hak serta kewajiban para pihak dalam perjanjian bagi hasil. Sedangkan perbedaannya terletak pada bentuk perjanjian, tata cara atau prosedur pelaksanaan perjanjian bagi hasil dan jangka waktu perjanjian. Kelebihan dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 adalah aturan dalam Undang-undang tersebut adil dalam pembagian bagi hasil serta melindungi hak dan kewajiban para pihak. Kelebihan dari hukum adat di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya adalah tata cara pelaksanaan yang mudah sehingga aturan hukum adat lebih efektif dan melindungi hak serta kewajiban para pihak.Kelebihan lainnya adalah imbangan pembayaran hasil tanah telah sesuai dengan aturan Undang-undang.  Kekurangan dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 1960 adalah tata cara atau prosedur perjanjian bagi hasil yang berbelit membuat Undang-undang ini tidak efektif. Kekurangan dari hukum adat di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya adalah bentuk perjanjian yang tidak tertulis dan tidak adanya saksi dalam pembuatan perjanjian bagi hasil membuat kurangnya kekuatan hukum perjanjian tersebut.   Keyword: Perjanjian Bagi Hasil, Pemilik Tanah, Penggarap, Hukum Adat
KEJADIAN DISFAGIA, KESESUAIAN DIET, DAN KEJADIAN MALNUTRISI PADA PASIEN STROKE USIA MUDA DI RSUP DR KARIADI SEMARANG Dewi Masitha; Annta Kern Nugrohowati; Aryu Candra; Hertanto Wahyu Subagio; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 1 (2021): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.1.2021.1-14

Abstract

Latar belakang: Stroke pada usia dibawah 50 tahun tidak sebanyak usia tua, namun angka kejadiannya terus meningkat, dan usia dibawah 50 tahun merupakan usia produktif yang dapat memberikan dampak besar bila mengalami stroke. Salah satu komplikasi stroke adalah disfagia dan malnutrisi. Data prevalensi disfagia di Indonesia belum ada, dan penelitian tentang kejadian kejadian disfagia, kesesuaian diet, dan kejadian malnutrisi pada stroke usia muda di RSUP Dr Kariadi Semarang belum ada.Metode: penelitian ini menggunakan metode Deskriptif untuk menggambarkan kejadian disfagia, kesesuaian diet, dan kejadian malnutrisi pasien stroke usia muda di RSUP Dr Kariadi Semarang. Pemeriksaan disfagia menggunakan skor GUSS. Penilaian kesesuaian diet menggunakan skor Kesesuaian Diet. Pemeriksaan status gizi menggunakan Kriteria Malnutrisi menurut ASPEN.Hasil: dari 5 hari pengamatan yaitu hari pertama perawatan, hari ketiga, dan hari kelima, subyek lebih banyak mengalami disfagia dan malnutrisi, dan diet lebih banyak yang tidak sesuai. Kejadian disfagia lebih tinggi pada hari pertama. Jumlah kesesuaian diet meningkat pada hari kelima. Kejadian malnutrisi lebih tinggi pada hari kelima.Simpulan: pada stroke usia muda, kejadian disfagia lebih tinggi pada hari pertama, sedangkan kesesuaian diet dan kejadian malnutrisi lebih tinggi pada perawatan hari kelima, hal ini disebabkan adanya faktor selain disfagia dan diet yang mempengaruhi kejadian malnutrisi, yaitu neuropsyhiologial deficits, terapi, paralysis, aspirasi, dan imobilisasi.Kata kunci:Kejadian Disfagia, Kesesuaian diet, Kejadian Malnutrisi, Stroke usia muda.
Pengaruh Penerapan Diet Rendah Glikemik Pada Perubahan Manifestasi Klinis Dan Penanda Inflamasi Wanita Dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Syafa Danissa Maulitanti; Uning Marlina; Yudith Annisa Ayu Rezkitha; Dewi Masitha
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 05 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i05.1838

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal pada wanita. Sebanyak 38-88% wanita PCOS diseluruh dunia memiliki berat badan berlebih, dan diet dapat merubah gejala klinis dan penanda inflamasi pada wanita PCOS. Melalui telaah literature ini akan menyampaikan hasil pengkajian terhadap pengaruh penerapan diet rendah glikemik pada perubahan manifestasi klinis dan penanda inflamasi wanita dengan polycystic ovary syndrome (PCOS). Penulisan literature review ini mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel penelitian yg dicari menggunakan format free full text, dari tahun 2012 s.d. 2023, dengan platform Google Schoolar, Bahasa Indonesia dan Inggris, dan menggunakan kata kunci; Low glycemic index diet, polycystic ovary syndrome, body mass index, menstruation, pregnancy, inflammatory markers. Didapatkan 20 jurnal yang berkaitan dengan kata kunci tersebut. Terdapat perubahan manifestasi klinis dan penanda inflamasi pada wanita dengan PCOS setelah melakukan diet rendah indkes glikemik. Penurunan indeks massa tubuh pada wanita PCOS mulai terjadi pada minggu ke-12 s.d. 27  setelah melakukan diet rendah indeks glikemik. Menstruasi pada wanita PCOS mulai terjadi pada minggu ke-12 s.d. 24 setelah melakukan diet rendah indeks glikemik. Kehamilan pada wanita PCOS mulai terjadi pada minggu ke-8 s.d. 32 setelah melakukan diet rendah indeks glikemik. Penurunan kadar CRP, IL-6, dan TNF-α pada wanita PCOS mulai terjadi pada minggu ke-10 s.d. 12 setelah melakukan diet rendah indeks glikemik. Penerapan diet rendah glikemik berpengaruh pada perubahan manifestasi klinis dan penanda inflamasi wanita dengan PCOS.
Pengaruh Penerapan Diet Anti Inflamasi Pada Perubahan Manifestasi Klinis Dan Penanda Inflamasi Wanita Dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Uning Marlina; Syafa Danissa Maulitanti; Yudith Annisa; Dewi Masitha
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 05 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v4i05.1821

Abstract

Banyaknya angka kejadian wanita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yang memiliki berat badan berlebih (38-88% wanita) menyebabkan salah satu terapi dari PCOS ialah dengan mengubah cara hidupnya dengan diet. Diet mampu mengubah bmi, manifestasi klinis, dan penanda inflamasi pada wanita PCOS. Peradangan kronik tingkat rendah dapat terjadi pada obesitas. Penderita PCOS dengan obesitas juga dapat terjadi peradangan ini. Oleh karena itu, mengontrol jalur inflamasi pada wanita dengan PCOS melalui diet antiinflamasi adalah salah satu caranya. Melalui telaah literature ini akan menyampaikan hasil pengkajian terhadap pengaruh penerapan diet anti inflamasi pada perubahan manifestasi klinis dan penanda inflamasi wanita dengan polycystic ovary syndrome (PCOS). Jenis literature yang ini ialah narrative literature review, database yang digunakan untuk mencari sumber yaitu PubMed, Research Gate, dan Google Scholar menggunakan kata kunci. Hasil pencarian artikel tersebut dibatasi dari tahun 2012–2023 menggunakan free full text bahasa inggris. Berdasarkan hasil review article, makanan yang sangat disarankan untuk diet antiinfamasi ini ialah makanan yang mengandung kaya akan antioksidan. Penerapan diet antiinflamasi pada perubahan manifestasi klinis dan penanda inflamasi wanita dengan PCOS berpengaruh dalam menurunkan BMI, mengembalikan siklus menstruasi, menyebabkan kehamilan spontan, dan menurunkan penanda inflamasi.
Implementation of problem-based learning model in learning biology in the equality program Ari Estiana, Nilna Tintan; Lestari, Gunarti Dwi; Yulianingsih, Wiwin; Masitha, Karina Dewi
Edukasi Vol 17, No 2 (2023): Educational Theory and Practice, Educational policy and reform
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/edukasi.v17i2.48376

Abstract

Realizing the importance of learning, SKBN Surabaya tries to design a learning process that can meet the learning needs of students, especially the SKBN Surabaya Package C equivalency program, which consists of various ages. One learning model that provides opportunities for students to have the experience of discovering a concept and increasing their understanding and requires students to be more active in learning is the PBL (Problem-Based Learning) model. This study aimed to describe implementing the problem-based learning (PBL) model in learning biology in the package C equivalency program at SKBN Surabaya. This research used a qualitative descriptive approach. Data was collected by interviewing biology tutors and randomly selected students and observing during the learning process. The subjects used were all package C class X students, totaling 11 students. The data analysis model used included data collection, data condensation, data presentation, and conclusion/verification. The results showed that students were actively involved using the problem-based learning model during the learning process. In its application, the tutor has followed the five phases in the problem-based learning model: orienting students to the problem, organizing students, guiding individual and group investigations, developing and presenting results, and analyzing and evaluating the problem-solving process. 
THE USE OF PICTURE MEDIA TO IMPROVE WRITING NARRATIVES OF GRADE V STUDENTS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT MIN BIMA CITY Nurhaidah, Siti; Syarifuddin, Syarifuddin; Masitha, Dewi
Waniambey: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 2 (2024): Desember, Waniambey: Journal of Islamic Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the lack of student interest and motivation, which when examined further through initial observations turned out to be caused by several factors. Generally, researchers found several problems when the learning was taking place. Some students have a delay in responding to the material provided by the teacher, there are some students who have different thinking abilities and interest talents, low absorption and most students do not understand narrating what they think so that it affects their thinking power and are reluctant to try so that it causes laziness in receiving learning and not focusing on what the teacher says. This research is a grade action research conducted in two cycles with the stages of planning, action implementation, observation and reflection. Data collection techniques are observation method, test method, interview method, documentation method. The purpose of this study was to determine the use, ability of writing narratives and the effect of using image media in improving writing narratives of VD grade students in Indonesian language learning subjects at MIN Kita Bima. The results showed that the use of image media can improve writing narratives in students. in this activity, students have been able to write narratives in accordance with the rules of narrative writing. The implementation of learning by using this image media in cycle II is better than in cycle I. The shortcomings in cycle I have been improved in cycle II, namely the allocation of students can increase their imagination so that they can easily narrate their writing well. The use of image media is very suitable and effective to improve the ability of writing narratives for VD grade students at MIN Bima City.
KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 25 SANTI KOTA BIMA Lusiana, Lusiana; Salam, Agus; Masitha , Dewi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.5095

Abstract

This research aims to describe planning, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as solutions in differentiated learning in the Merdeka curriculum in science and science subjects at SDN 25 Santi. This research uses qualitative research with a case study design. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The informants in the research consisted of the school principal, class IV teacher, and three class IV students. Test the validity of the data using triangulation of techniques and sources. Then the data was analyzed using the Miles and Hubermen technique with three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained were that teachers made learning plans by mapping learning needs through diagnostic assessments and then creating teaching modules based on the results of the mapping. It is known that class IV students consist of visual, auditory and kinesthetic learning styles. In its application, teachers carry out learning differentiation of content, processes and products. Supporting factors come from enthusiastic students, a pleasant learning atmosphere, students feeling safe and comfortable, and adequate infrastructure. Meanwhile, the main inhibiting factor is that learning takes longer. The solution taken by the principal and teachers is to reflect together every week. ABSTRAKTujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mendeskripsikan perencanaan, penerapan, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi dalam pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum Merdeka pada mata pelajaran IPA di SDN 25 Santi Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru kelas IV, dan tiga siswa kelas IV. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Kemudian data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubermen dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh yaitu guru membuat perencanaan pembelajaran dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar melalui asesmen diagnostik kemudian membuat modul ajar berdasarkan hasil pemetaan tersebut. Diketahui bahwa siswa kelas IV terdiri dari gaya belajar visual, audiotori, dan kinestetik. Dalam penerapannya guru melakukan pembelajaran diferensiasi konten, proses, dan produk. Faktor pendukung berasal dari siswa yang antusias, suasana belajar yang menyenangkan, siswa merasa aman dan nyaman, dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat utama dalam pembelajaran ini membutuhkan waktu lebih lama. Solusi yang dilakukan kepala sekolah dan guru yaitu melakukan refleksi bersama di setiap minggunya.
Active Learning Based on Educational Games in Increasing Students Interest in Learning at SDN 28 in Bima City Daniah, Ainun Rahma; Masitha, Dewi; Fuaddudin, Fuaddudin
Fitrah Vol 16 No 1 (2025): June
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i1.984

Abstract

This study aims to describe the application of active learning methods based on educational games in increasing the learning interest of second-grade students at SDN 28 Melayu Kota Bima. The background of this study stems from the low learning motivation of students caused by the use of monotonous and less interactive learning strategies. This study employs a qualitative approach with a case study design, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results indicate that educational games can create a fun and engaging learning environment, increase student active participation, and foster positive interaction between teachers and students. Activities such as interactive quizzes, card games, and group work help students become more focused and enthusiastic in their learning. This approach is also tailored to students' diverse learning styles and needs, thereby creating a more inclusive learning process. Thus, active learning through educational games has proven to be an effective and practical strategy in increasing students' interest in learning at the elementary school level.