Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Ruined or Accessible? TikTok and Stakeholder Narratives of the Kelingking Beach Elevator Ni Kadek Swandewi; Nina Indra Kristiana; Fransiska Fila Hidayana; Leily Suci Rahmatin; I Gede Sumadi
Jurnal Pariwisata Pesona Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpp.v11i1.16479

Abstract

Social media has become a crucial arena where such debates are produced and amplified. This study examines how the Kelingking Beach elevator project in Nusa Penida is constructed and contested through digital and local visual narratives. Using a qualitative-dominant design, the research combines TikTok netnography, manual stance coding, Multinomial Naive Bayes classification, and photo-elicitation interviews with five local stakeholders. TikTok comments were collected from one international and one national news account, cleaned, coded into pro-elevator, contra-elevator, and neutral or ambiguous categories, and transformed into TF-IDF features for classification. The results show that opposition dominates the online discourse: 513 comments were classified as contra, 122 as pro, and 39 as neutral or ambiguous. Contra narratives frame the elevator as environmental degradation, visual damage, overtourism, weak governance, and unequal tourism benefits. Supportive narratives, although smaller, emphasise accessibility, visitor safety, and modern tourism infrastructure. Photo-elicitation findings largely confirm these tensions, while adding place-based concerns about legality, investment certainty, local economic justice, and misplaced infrastructure priorities. The study concludes that the elevator is perceived less as a neutral access facility than as a symbolic arena where conflicting visions of sustainable tourism, social inclusion, and landscape protection in Bali are negotiated.
PENDAMPINGAN BRANDING DAN LEGALITAS USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH KELURAHAN TEMBOK DUKUH Salsabila Shofirana; Afinatus Nur Aisyah; Eka Maurita; Shofiyyah Nuur Ganinda; Leily Suci Rahmatin
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4788

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk di Kelurahan Tembok Dukuh, Surabaya. Namun, para pelaku UMKM di wilayah ini masih menghadapi kendala dalam penguatan branding dan pemenuhan legalitas usaha. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok 5 KKNT Bela Negara SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui rangkaian pendampingan berbasis kebutuhan lapangan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi survei awal, penyuluhan, pelatihan tatap muka, serta pendampingan teknis individual. Melalui pendekatan ini, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya identitas usaha, strategi pemasaran digital, dan cara membuat konten promosi yang efektif. Selain itu, diberikan bimbingan langsung mengenai proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS hingga peserta berhasil menyelesaikan tahap administrasi. Aspirasi pelaku UMKM terkait sertifikasi halal juga ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama Dinas Koperasi dan UMKM. Program ini membuktikan bahwa pelatihan terpadu dan pendampingan berkelanjutan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi inklusif