Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PAMEKASAN: GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM FOR CAPTURE FISHERIES IN PAMEKASAN REGENCY Hanafi; Iswahyudi, Ary
HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal HOAQ - Teknologi Informasi
Publisher : STIKOM Uyelindo Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52972/hoaq.vol16no2.p130-135

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan memetakan sebaran potensi wilayah perikanan tangkap di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan kombinasi data spasial dan non-spasial. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung aktivitas nelayan serta wawancara mendalam di lapangan, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen statistik perikanan, peta administratif, dan citra satelit. Analisis data dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), melalui teknik overlay untuk menghasilkan representasi spasial wilayah potensi tangkap. Temuan menunjukkan bahwa Kecamatan Tlanakan menjadi wilayah dengan hasil tangkapan tertinggi sebesar 15.585,10 ton. Selanjutnya, Kecamatan Pademawu mencatatkan 3.509,19 ton, diikuti Pasean dengan 3.451,95 ton, Batumarmar sebesar 1.103,33 ton, Galis 805,65 ton, Larangan 506,64 ton, dan Kadur sebagai wilayah dengan volume tangkapan terendah sebesar 23,74 ton. Berdasarkan jenis ikan, hasil tangkapan didominasi ikan demersal sebanyak 11.251,10 ton, disusul ikan pelagis kecil (7.008,30 ton), pelagis besar (4.828,11 ton), binatang air lunak (1.705,99 ton), binatang air keras (726,8 ton), dan ikan karang (95,3 ton). Pemetaan menunjukkan konsentrasi potensi tangkapan yang tinggi di kecamatan pesisir seperti Tlanakan, Pademawu, dan Pasean. Kondisi ini menegaskan pentingnya faktor geografis serta perlunya pengelolaan berbasis spasial untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan tangkap.   This study aims to identify and map the distribution of capture fisheries potential in Pamekasan Regency, East Java Province, in 2024. A descriptive qualitative approach was applied by utilizing both spatial and non-spatial data. Primary data were collected through direct field observations and in-depth interviews with local fishermen, while secondary data were obtained from fishery statistics, administrative maps, and satellite imagery. Data analysis was conducted using Geographic Information Systems (GIS) through an overlay technique to spatially visualize potential fishing zones. Findings indicate that Tlanakan District recorded the highest fish catch volume, totaling 15,585.10 tons. This was followed by Pademawu (3,509.19 tons), Pasean (3,451.95 tons), Batumarmar (1,103.33 tons), Galis (805.65 tons), Larangan (506.64 tons), and Kadur, which had the lowest catch volume at 23.74 tons. In terms of fish types, demersal fish dominated the total catch at 11,251.10 tons, followed by small pelagic fish (7,008.30 tons), large pelagic fish (4,828.11 tons), mollusks (1,705.99 tons), hard-shelled aquatic animals (726.8 tons), and reef fish (95.3 tons). The spatial mapping revealed that coastal districts such as Tlanakan, Pademawu, and Pasean have a high concentration of fishing potential. These results highlight the significant role of geographic factors in determining fishery productivity and emphasize the importance of spatial-based management to support sustainable capture fisheries development.
Pelatihan pembuatan sumber belajar berbasis Augmented Reality (AR) bagi guru SDIT ABFA Pamekasan Wildani, Arin; Iswahyudi, Ary; Budiyono, Agus; Hotimah, Hosnol
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.248-253

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif. Metode pelaksanaan meliputi pretest, workshop intensif dengan pendekatan praktik langsung, dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dengan nilai rata-rata pretest 35,3 meningkat menjadi 95,3 pada posttest. Analisis data mengungkapkan bahwa kombinasi antara penggunaan tools AR yang user-friendly, pendampingan intensif, dan metode pembelajaran berbasis proyek menjadi faktor kunci keberhasilan program. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan juga teridentifikasi selama pelaksanaan. Artikel ini memberikan kontribusi praktis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui integrasi teknologi AR, sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan program pelatihan sejenis di masa depan.
Pemberdayaan Kelompok Asman Toga Gandaria Melalui Pembinaan Pemanfaatan dan Pengolahan TOGA Sampai Pemasaran Produk Secara Digital Alrosyidi, Ach Faruk; Dewi, Ika Oktaviana; Iswahyudi, Ary
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.313-320

Abstract

Pemberdayaan kelompok Asman Toga Gandaria dirancang untuk meningkatkan wawasan mitra terkait pemanfaatan bagian tanaman obat, diversifikasi produk, pendampingan SPP-IRT dan sertifikat halal, serta membekali mitra dengan keterampilan pemasaran digital. Permasalahan utama mitra yaitu pengetahuan mitra mengenai pemanfaatan tanaman obat masih rendah, produk yang dihasilkan masih dua jenis, produk belum memiliki SPP-IRT maupun sertifikasi halal, pemahaman terkait pemasaran digital masih rendah. Pelaksanaan program dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan penerapan teknologi QR code berbasis aplikasi android. Dari hasil penyuluhan dihasilkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai pemanfaatan Toga sebesar 38% dan mengenai pemasaran digital sebesar 43%. Jumlah produk mitra sekarang bertambah menjadi enam produk dan sudah memiliki SPP-IRT dan sertifikat halal. Secara keseluruhan, Program ini berhasil memberdayakan mitra dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan ini telah memberikan dampak nyata terhadap kualitas dan kuantitas produk.
Pemetaan dan Analisis Sebaran Tanaman Tembakau Berbasis Sistem Informasi Geografis Defilia Fatikasari; Ary Iswahyudi
Jurnal Telematika Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v20i2.794

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini adalah kurangnya pemetaan dan analisis sebaran tanaman tembakau di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, yang akurat untuk mendukung perencanaan pertanian dan pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis pola persebaran tanaman tembakau berdasarkan faktor lingkungan dan penggunaan lahan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data atau fitur-fitur yang digunakan meliputi citra satelit dari Google Earth Engine, data spasial administratif, dan atribut lahan. Analisis dilakukan dengan teknik overlay intersect untuk menghitung luas lahan berdasarkan batas administratif serta perhitungan indeks Moran untuk mendeteksi pola spasial distribusi tanaman tembakau. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak QGIS 3.40. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total area tembakau mencapai 3.335,344 hektare dengan pola persebaran yang cenderung acak, terutama di wilayah utara dan timur, meskipun terdapat indikasi awal pengelompokan (clustered) di beberapa wilayah barat dan tengah. Nilai Moran’s I sebesar 0,436 menunjukkan kecenderungan pengelompokan, namun belum signifikan secara statistik. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa visualisasi sebaran tanaman tembakau berbasis SIG yang dapat mendukung perencanaan pertanian dan pengelolaan lahan berbasis data spasial.
Optimalisasi Keterampilan Digital Guru SD Islam Terpadu melalui Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Canva untuk Media Pembelajaran Kreatif Arin Wildani; Agus Budiyono; Ary Iswahyudi
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i4.9550

Abstract

The increasing demand for innovative and interactive learning media in education highlights the importance of enhancing teachers' digital competencies. This community service program, conducted under the Community Partnership Program (PKM), aimed to improve the digital skills of teachers at Integrated Islamic Elementary Schools in Pamekasan, particularly in utilizing Canva to create engaging and effective learning materials. The primary challenge identified was the low proficiency of teachers in using technology for developing creative and up-to-date media. To address this, a participatory approach was employed, combining theoretical instruction with hands-on practice. The training was implemented in stages, starting with basic hardware literacy and progressing to the application of Canva features for classroom-appropriate learning media. Strategies included providing training modules, live demonstrations, and group discussions to foster collaborative idea-sharing. The program's outcomes revealed a significant improvement in teachers' digital competence. Pre- and post-training assessments demonstrated an increase in hardware proficiency from 57.4% to 73.4%, alongside notable enhancements in Canva-related skills, such as creativity, usage frequency, and diversity of learning materials produced. Despite challenges posed by the limited digital literacy of senior teachers, the program successfully equipped participants with the skills to develop more engaging and diverse digital learning resources, ultimately fostering greater student participation and motivation..