Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Manajemen Perawatan Kebersihan Diri dan Pengobatan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Sadar Kebiasaan Hidup Baru (New normal) di Masa Pandemi Covid 19 di Desa Pedawang Kabupaten Pekalongan I Irnawati; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.83 KB)

Abstract

Community service activities had a purpose to make the community have a proficiency in: (1) to improve knowledge about personal hygiene and covid 19 prevention protocols to realize newnormal habits aware village in the covid-19 pandemic; (2) awareness of the disease; (3) awareness of seeking treatment for disease. The target audience for these activities were communities in pedawang village in Pekalongan District were 67 participants. This activity was preceded by conducting an analysis of the needs of through interviews and surveys of public health issues. The implementation of the activities carried out was health education about personal hygiene and covid 19 prevention protocols, medical examinations by doctors, and blood tests. Forms of activity are designed using health education strategies to ensure participants’ knowledge in treatment disease and preventing spread of covid 19 can be mastered well. Results from health education showed 66% of participants had good knowledge about personal hygiene and covid 19 prevention protocols (more than 70% of participants' answers were correct). In conclusion the level of knowledge of the community is quite good. The advice is to provide health education with small groups.
Comparison of Music Therapy with Aromatherapy on Reducing Anxiety Levels in Preoperative Patients with Spinal Anesthesia Mutiara Wulandari; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.317 KB)

Abstract

Background: Patients who will undergo surgery have a high risk of anxiety, therefore the need for intervention in reducing anxiety before surgery. Objective: This study aims to compare Music Therapy with Aromatherapy on Reducing Anxiety Levels in Preoperative Patients With Spinal Anesthesia. Sample: The sampling technique used Accidental Sampling technique which was conducted for 2 weeks with a total sample of 40 respondents consisting of 20 respondents with Music Therapy and 20 respondents with Aromatherapy. Methods: This research method uses Quasy Experiment with pre test and post test group design methods. Response level of anxiety using APAIS. Results: The results showed that the difference between music therapy and aromatherapy on reducing anxiety levels in preoperative patients with spinal anesthesia obtained p value of 0.012 (< 0.05). Conclusion: In this study, it was concluded that the effect of music therapy with aromatherapy was significant to reduce anxiety levels in preoperative patients Suggestion: Hospitals are expected to improve the quality of health services, especially in the applica-tion of music with aromatherapy so as to reduce the level of anxiety in preoperative patients with spi-nal anesthesia in general hospitals.
Gambaran Kualitas Resusitasi Jantung Paru dengan Memakai Masker Bedah pada Perawat Rumah Sakit H.A Zaky Djunaid Pekalongan M Mukahar; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.187 KB)

Abstract

Background: good quality CPR has been proven to increase the patient's survival rate, so that even in the use of masks, nurses must be able to perform CPR with good quality. Objective: This study aims to provide an overview of the quality of CPR using a surgical mask for nurs-es at H.A Zaky Djunaid Hospital Pekalongan. Sample: The sampling technique used the total sampling technique of all nurses at H.A Zaky Djunaid Pekalongan Hospital with a total sample of 59 respondents (Response Rate = 100%). Methods: Data collection tools using Ambu CPR Mannequins and Ambu CPR Software with American Heart Association (AHA) 2020 standards. The stiffness level in the lowest set (Low) or about 6 N/mm (0.6 kg/mm). Respondents were asked to give continuous chest compressions for two minutes while wearing a surgical mask. Results: The results showed that the average compression speed of respondents was 110 x/minute, the average compression depth was 54.95 mm, Hand Position 59 respondents (100%) were in correct hand position, Chest recoil was 59 respondents (100%) correct in chest recoil and Fatigue Level, the results showed that 31 respondents (52.5%) experienced moderate fatigue, 23 respondents (39%) experienced severe fatigue and 5 respondents (8.5%) experienced mild fatigue in cardiac and pulmonary resuscitation by wearing a mask. surgery. Suggestion: Nurses may take turns doing chest compressions if feeling tired (not having to wait the standard two minutes).
Pendidikan Kesehatan Manajemen Henti Jantung pada Pegawai Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan I Irnawati; Benny Arief Sulistyanto; Nurul Iklima; Yani Maidelwita; Evra Yusandra; Laelatul Magfiroh Dia Rustianingsih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang manajemen henti jantung bertujuan untuk : (1) meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen henti jantung; (2) meningkatkan kesadaran pegawai puskesmas terhadap pentingnya menolong klien dengan henti nafas dan henti jantung segera dimanapun dan kapanpun untuk menyelematkan jiwa. Pelaksanaan kegiatan yaitu pendidikan kesehatan mengenai manajemen henti jantung, pemeriksaan tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagian besar pengetahuan pegawai Puskesmas Kusuma Bangsa meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen henti jantung dibuktikan dengan responden menjawab benar sebelum pendidikan kesehatan 13,25% dan setelah pendidikan kesehatan meningkat mejadi 22,75%. Diharapkan pegawai puskesmas baik yang tenaga kesehatan maupun bukan tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam menolong klien yang mengalami henti jantung dan henti nafas dimanapun dan kapanpun.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Amalia Ardi Anti; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang mengharuskan penderita menjalani pengobatan dalam kurun waktu yang relatif lama sehingga memerlukan Self Efficacy. Dengan self efficacy yang baik akan meningkatkan keyakinan individu untuk patuh dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kedungwuni I. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner yaitu Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES-UK) untuk mengukur Self efficacy dan Morisky Medication Adherences (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata skor Self efficacy adalah 42,66 (±11,534) dan kepatuhan minum obat kategori patuh sebanyak 12 responden (17,1%) serta kategori tidak patuh 58 responden (82,9%). Hasil regresi sederhana menunjukkan nilai R2=0,714 dengan skor β=3,722, serta memiliki p-value 0,01<0,05. Setiap kenaikan setiap unit self efficacy menaikkan 3,7 unit kepatuhan minum obat. Model ini menjelaskan sekitar 71,4%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa semakin tinggi nilai Self efficacy maka semakin tinggi pula nilai kepatuhan minum obat. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu diberikan berbagai intervensi untuk meningkatkan self efficacy sehingga penderita diabetes dapat patuh dalam program pengobatan diabetes secara rutin.
Gambaran Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) tentang Pencegahan Penularan Penyakit TB Paru Naelly Nur Fauziyah; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB Paru menular melalui percikan droplet dan salah satu komponen pencegahan TB Paru adalah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Pengawas Menelan Obat (PMO). Tugas PMO selain mengawasi pengobatan pasien TB adalah memberikan edukasi terhadap orang-orang terdekat yang meliputi gejala tuberkulosis, cara pencegahan dan cara penularan. Hal ini sangat penting bagi PMO untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyakit TB. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 35 responden. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian diperoleh karakteristik PMO antara lain mayoritas umur didapatkan minimal umur responden 20 tahun dan maksimal umur responden yaitu 56 tahun, mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (80%), mayoritas pendidikan terakhir SMA sebanyak 16 responden (45,7%) dan mayoritas pekerjaan Buruh sebanyak 18 responden (51,4%). Tingkat pengetahuan PMO antara lain 34 responden (97,1%) berpengetahuan baik dan 1 (2,9%) berpengetahuan cukup. Pengetahuan PMO sebagian besar baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi bagi pelayanan kesehatan khususnya dalam menunjuk PMO bagi pasien TB berdasarkan karakteristik PMO sehingga peran dan tugas sebagai PMO akan terlaksana dengan baik.
Gambaran Kesepian pada Remaja Putri di Pondok Pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan Yayuk Dwi Astuti; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja yang tinggal di pondok pesantren akan meninggalkan teman sebaya dan berpisah dengan orang tua. Di pondok menuntut untuk hidup secara mandiri dan taat terhadap peraturan-peraturan yang ada. Keadaan tersebut mungkin akan membuat remaja merasa asing dengan lingkungan barunya dan merasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesepian pada remaja putri di pondok pesantren Internatonal Muhammadiyah Boarding School Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan. Penelitian ini menggunakan deskriptif survey dengan teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah 123 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner UCLA (University California of Los Angeles) Lonliness scale version 3 sebagai alat ukur dari variabel yang diteliti. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yang mencakup distribusi frequensi dan persentase variabel kesepian. Setelah dilakukan pengolahan data didapatkan hasil dari 123 responden dengan tingkat kesepian rendah sebanyak 63 responden (51,2%), tingkat kesepian sedang sebanyak 39 responden (31,7%), tingkat kesepian berat sebanyak 5 responden (4,1%), dan responden yang tidak kesepian sebanyak 16 responden (13%). Dari total 123 responden yang diteliti tingkat kesepian responden berada pada tingkat kesepian rendah dengan presentase 51,2 %.
Gambaran Kualitas Tidur pada Penduduk Usia Dewasa di Daerah Rob Kota Pekalongan Aulia Fara Dhila; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana rob dapat berdampak pada psikologis korban bencana. Gangguan psikologis yang paling banyak diderita oleh korban rob adalah gangguan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada penduduk usia dewasa di daerah rob Kelurahan Pasirkratonkramat Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Sampel pada penelitian ini adalah korban rob di Kota Pekalongan yang pernah mengungsi sebanyak 94 responden (response rate 94%). Penelitian ini bersifat deskripsi menggunakan pendekatan survey. Instrument yang digunakan yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk (68,1%), kualitas tidur baik (31,9%). Penelitian ini menyarankan kepada pihak terkait untuk bisa meningkatkan pendidikan kesehatan terutama pada gangguan psikologis kualitas tidur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas penduduk pasca bencana rob masih mengalami kualitas tidur yang buruk.
Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Dipondok Pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftakhul Ulum Pekajangan Pekalongan Rifka Maulida Syafrina; Benny Arief Sulistyanto
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia sering terjadi pada remaja putri usia 13-15 tahun karena pada masa itu remaja mengalami masa-masa awal menstruasi, sehingga remaja membutuhkan asupan zat besi yang adekuat. Anemia pada remaja putri akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian anemia pada remaja putri dipondok pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftakhul Ulum Pekajangan Pekalongan. Sampel penelitian ini adalah 66 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling, dan instrument yang digunakan saat pengecekan kadar Hemoglobin adalah Easy Touch. Kejadian anemia pada remaja putri dipondok pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftakhul Ulum Pekajangan Pekalongan mayoritas mengalami anemia (56,1%) atau 37 responden. Dari total 66 responden (36,4%) mengalami anemia ringan, (15,2%) anemia sedang, (4,5%) anemia berat dan sisanya (43,9%) tidak mengalami anemia. kejadian anemia pada remaja putri dipondok masih tinggi. Diharapkan pengelola pondok pesantren dapat mencegah dan mengatasi anemia dengan melibatkan instansi kesehatan.
Manajemen Perawatan Kebersihan Diri dan Pengobatan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Sadar Kebiasaan Hidup Baru (New normal) di Masa Pandemi Covid 19 di Desa Pedawang Kabupaten Pekalongan Irnawati, I; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities had a purpose to make the community have a proficiency in: (1) to improve knowledge about personal hygiene and covid 19 prevention protocols to realize newnormal habits aware village in the covid-19 pandemic; (2) awareness of the disease; (3) awareness of seeking treatment for disease. The target audience for these activities were communities in pedawang village in Pekalongan District were 67 participants. This activity was preceded by conducting an analysis of the needs of through interviews and surveys of public health issues. The implementation of the activities carried out was health education about personal hygiene and covid 19 prevention protocols, medical examinations by doctors, and blood tests. Forms of activity are designed using health education strategies to ensure participants’ knowledge in treatment disease and preventing spread of covid 19 can be mastered well. Results from health education showed 66% of participants had good knowledge about personal hygiene and covid 19 prevention protocols (more than 70% of participants' answers were correct). In conclusion the level of knowledge of the community is quite good. The advice is to provide health education with small groups.