Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Public Health Concerns

The Pelatihan resusitasi jantung dan paru (RJP): Manajemen henti jantung di luar rumah sakit untuk kader kesehatan desa Benny Arief Sulistyanto; Irnawati Irnawati; Sri Hayati; Evra Yusandra; Atika Noviyanti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.348

Abstract

Background: Cardiac arrest may occur anywhere and anytime. Therefore, everyone should know how to perform CPR to assist a victim before an ambulance arrives. Purpose: To increase knowledge about CPR, improve skills on how to do Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) correctly; and increasing the awareness of village health cadres to help residents who have stopped breathing and cardiac arrest by immediately performing CPR. Method: These activities involved checking blood pressure, pulse, oxygen saturation, and CPR training. Result: The result of this community service activity was that the compression quality among participants was very good. The average chest compression rate was 118 x/minute, which was following the recommendations of AHA 2020. The average compression depth was slightly deeper than the recommendation, which was 68 mm (6.8 cm). Conclusion: It is expected that the community will engage in cardiopulmonary resuscitation (CPR) in cardiac arrest, irrespective of the potential difficulties that may arise from the administration of CPR. Keywords: Cardiopilmonary Resuscitation; Community Service; CPR; Health Cadres Pendahuluan: Henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki kemampuan untuk melakukan RJP agar dapat menolong korban sebelum ambulan tiba. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai RJP, meningkatkan keterampilan cara melakukan Resusitasi Jantung dan paru (RJP) dengan benar; dan meningkatkan kesadaran kader kesehatan desa untuk menolong warga yang mengalami henti nafas dan henti jantung dengan segera melakukan RJP. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan pelatihan RJP. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kualitas kompresi peserta pengabdian masyarakat sudah sangat baik. Rata-rata kecepatan kompresi dada sudah sesuai dari rekomendasi rentang kecepatan kompresi dari AHA 2020 yaitu 118 x/menit. Rata-rata kedalaman kompresi peserta sedikit lebih dalam yang direkomendasikan berkisar 5-6 cm, sedangkan rata-rata kedalaman kompresi peserta adalah sebesar 68 mm (6,8 cm). Simpulan: Masyarakat diharapkan dapat segera melakukan RJP kapanpun dan dimanapun menemukan warga dengan henti nafas dan henti jantung tanpa khawatir akan resiko komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh tindakan RJP. 
The Pelatihan resusitasi jantung dan paru (RJP): Manajemen henti jantung di luar rumah sakit untuk kader kesehatan desa Arief Sulistyanto, Benny; Irnawati, Irnawati; Hayati, Sri; Yusandra, Evra; Noviyanti, Atika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.348

Abstract

Background: Cardiac arrest may occur anywhere and anytime. Therefore, everyone should know how to perform CPR to assist a victim before an ambulance arrives. Purpose: To increase knowledge about CPR, improve skills on how to do Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) correctly; and increasing the awareness of village health cadres to help residents who have stopped breathing and cardiac arrest by immediately performing CPR. Method: These activities involved checking blood pressure, pulse, oxygen saturation, and CPR training. Result: The result of this community service activity was that the compression quality among participants was very good. The average chest compression rate was 118 x/minute, which was following the recommendations of AHA 2020. The average compression depth was slightly deeper than the recommendation, which was 68 mm (6.8 cm). Conclusion: It is expected that the community will engage in cardiopulmonary resuscitation (CPR) in cardiac arrest, irrespective of the potential difficulties that may arise from the administration of CPR. Keywords: Cardiopilmonary Resuscitation; Community Service; CPR; Health Cadres Pendahuluan: Henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, setiap orang harus memiliki kemampuan untuk melakukan RJP agar dapat menolong korban sebelum ambulan tiba. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai RJP, meningkatkan keterampilan cara melakukan Resusitasi Jantung dan paru (RJP) dengan benar; dan meningkatkan kesadaran kader kesehatan desa untuk menolong warga yang mengalami henti nafas dan henti jantung dengan segera melakukan RJP. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, dan pelatihan RJP. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kualitas kompresi peserta pengabdian masyarakat sudah sangat baik. Rata-rata kecepatan kompresi dada sudah sesuai dari rekomendasi rentang kecepatan kompresi dari AHA 2020 yaitu 118 x/menit. Rata-rata kedalaman kompresi peserta sedikit lebih dalam yang direkomendasikan berkisar 5-6 cm, sedangkan rata-rata kedalaman kompresi peserta adalah sebesar 68 mm (6,8 cm). Simpulan: Masyarakat diharapkan dapat segera melakukan RJP kapanpun dan dimanapun menemukan warga dengan henti nafas dan henti jantung tanpa khawatir akan resiko komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh tindakan RJP.