Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Tingkat Kebugaran Perawat di Ruang Rawat Inap Sajodin, Sajodin; Dadang, Dadang; Alfin, Riandi
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.31105

Abstract

Perawat menjadi ujung tombak rumah sakit sangat rentan terhadap kelelahan yang dapat menurunkan kapasitas dan ketahanan kerja perawat, sehingga perlunya tingkat kebugaran yang baik dimiliki oleh perawat agar dapat melaksanakan tugas secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kebugaran perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling, besar sampel untuk penelitian ini adalah 42 orang. Kriteria inklusi yang akan diteliti adalah: perawat rawat inap yang bekerja 3 shift. Adapun kriteria Eksklusi : perawat yang tidak bersedia, perawat yang sedang hamil, perawat yang sedang sakit, perawat memiliki riwayat sakit jantung/ asma, perawat memiliki cedera, gangguan muskuloskeletal, rentang usia. Instrumen untuk mengukur tingkat kebugaran menggunakan Harvard Step Test. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dengan teknik distribusi frekuensi. Hasil penelitian diperoleh hampir seluruh perawat dengan usia ≤ 30 tahun, setengahnya perawat dengan jenis kelamin laki-laki, sebagian besar perawat dengan kebiasaan olahraga, dan sebagian besar perawat dengan tingkat kebugaran kurang. Simpulan dari hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat dengan tingkat kebugaran kurang, oleh karena itu disarankan agar pihak rumah sakit dapat memberikan inovasi dan strategi dalam upaya meningkatkan kebugaran perawat-perawat yang dapat dilakukan dengan cara melakukan rutinitas dan terprogram kegiatan-kegiatan aktivitas jasmani.
Profil Swamedikasi: Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pengobatan Mandiri Penyakit Gastritis pada Mahasiswa Wilandika, Angga; Sajodin, Sajodin; Apriliani, Vera
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/w9h0t466

Abstract

Gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di kalangan mahasiswa.Mahasiswa cenderung melakukan swamedikasi untuk mengatasi gastritis karenamerasa bahwa penyakit tersebut merupakan penyakit ringan. Studi ini bertujuanuntuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan swamedikasi penyakit gastritispada mahasiswa keperawatan. Studi ini menggunakan desain cross-sectional denganmelibatkan mahasiswa keperawatan pada salah satu perguruan tinggi di Kota Bandungsebanyak 80 orang. Variabel diukur menggunakan kuesioner pengetahuan swamedikasi,sikap dalam melakukan swamedikasi, dan tindakan swamedikasi. Analisis deskriptifmenggunakan distribusi frekuensi digunakan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap,dan tindakan swamedikasi. Temuan studi menunjukkan pengetahuan mahasiswa mengenaiswamedikasi gastritis dalam kategori tinggi sebesar 50%. Sikap mahasiswa dalammelakukan swamedikasi gastritis tergolong baik sebesar 67,5% dengan tindakan terkaitswamedikasi dalam kategori tinggi mencapai 56,3%. Temuan studi merekomendasikanbahwa tindakan swamedikasi dalam pengobatan gastritis oleh dapat dilakukan sesuaibatasan yang dianggap wajar disertai dengan peningkatan kesadaran dan pemahamanmengenai praktik swamedikasi yang bertanggung jawab. Strategi peningkatan pemahamandan kesadaran dapat dikembangkan dengan berbasis literasi dan perubahan sikap yangmendukung kewaspadaan dalam pengobatan mandiri yang dilakukan mahasiswa
Penerapan Teknik Pijat Effleurage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Saat Menstruasi (Dismenorea) Pada Siswi Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung Lestari, Astri Dwi; Sajodin, Sajodin; Nugraha, Nandang jamiat; Kurniawan, Heri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.358 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.14

Abstract

ABSTRAK Dismenorea merupakan nyeri haid yang disebabkan oleh kram atau adanya kontraksi uterus dengan iskemia dan pelepasan prostaglandin yang berlebih. Massage effleurage merupakan teknik relaksasi yang aman tidak memiliki efek samping dan dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain. Pijat effleurage juga membantu meningkatkan aliran darah dan getah bening serta dapat memberikan efek relaksasi untuk otot. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Penurunan Skala Nyeri Saat Menstruasi (Dismenorea) Dengan Penerapan Teknik Pijat Effleurage Pada Siswi Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dan berjenis Pra-eksperimental,dengan pendekatan yang digunakan adalah one-group pre-post test design. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling, yaitu dengan menggunakan insidental sampling dengan jumlah sample 31 responden. Hasil penelitian ini menunjukan dengan penerapan teknik pijat effleurage ada penurunan yang signifikan terhadap skala nyeri saat menstruasi (Disemenorea) pada siswi kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung, dengan nilai P< 0,000. Saran terhadap penelitian selanjutnya yaitu mencari suatu metode sebagai pembanding serta menambahkan variabel penelitian seperti siklus menstruasi, keteraturan menstruasi, serta pengaruh dismenore terhadap tumbuh kembang anak pada usia remaja.
Efektifitas Mindfulness Islami terhadap Intensitas Mual pada Pasien Tuberkulosis Sajodin, Sajodin; Surya, Rodiah; Dewi, Inggriane Puspita
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.618

Abstract

Side effects of tuberculosis (TB) treatment with anti-tuberculosis drugs (ATDs) often include nausea. To address this symptom, an Islamic mindfulness approach is needed. Therefore, this study aimed to assess the effectiveness of Islamic mindfulness in reducing nausea intensity among TB patients undergoing ATD therapy. The research followed a quasi-experimental design with a pre-post test control group design. The study included TB patients experiencing nausea symptoms during ATD therapy. The sample of 38 participants was selected through consecutive sampling, which 19 individuals assigned to the intervention group receiving an Islamic mindfulness program consisting of meditation exercises and Islamic reflection, while the remaining 19 individuals formed the control group receiving standard care. Nausea intensity was measured using the Index Nausea Vomiting and Retching (INVR) scale before and after the intervention. The results demonstrated that the intervention group experienced a significantly greater reduction in nausea intensity compared to the control group (p<0.0001), with a Cohen's-d effect size of 2.04. Over 98.0% of patients in the intervention group showed a reduction in nausea intensity surpassing the control group's average. In conclusion, this study indicated that Islamic mindfulness is effective in alleviating nausea intensity among TB patients undergoing ATD therapy.
The Effect of Combining Isometric Handgrip Exercise with Sundanese Degung Instrumental Music on Blood Pressure Changes in Elderly People with Hypertension Sopiani, Riscka; Jamiat, Nandang; Sajodin, Sajodin
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 17 No. 1 (2024): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v17i1.3209

Abstract

Hypertension is defined as a condition that blood pressure is more than 140/90 mmHg. Because the aging process causes blood vessels to stiffen and the elasticity of the ventricular walls to decrease, the elderly are categorized as a health susceptible category. This disorder can lead to hypertension, which can have catastrophic effects such as stroke and even death. The purpose of this study was to determine isometric handgrip exercise (IHE) therapy accompanied by degung instrumental music affects blood pressure changes in elderly people with hypertension. A quantitative design with a quasi-experimental approach, pretest and post-test methodologies, and a control group was used for the study. The sample strategy employed in this study will be non-probability sampling (purposive sampling). 59 samples were collected and divided into intervention and control groups. This study lasted 2 × 2 minutes, was interrupted by 3 minutes of rest, and was conducted on three consecutive days. The result of study showhed that the Sig (2-tailed) value was 0.00, indicating that there is an influence between the Isometric Handgrip Exercise intervention accompanied by Sundanese degung instrumental music on blood pressure changes in elderly people with hypertension. The IHE intervention accompanied by Sundanese degung instrumental music is recommended as IHE in decreasing blood pressure in hypertension patients
Implementasi Fungsi Keluarga Dan Self Care Behavior Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Cijagra Lama Bandung Salami, Salami; Dewi, Inggriane Puspita; Sajodin, Sajodin
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.515 KB) | DOI: 10.33867/jka.v4i2.45

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh lansia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, hipertensi menduduki urutan pertama penyakit yang diderita lansia. Prevalensi hipertensi pada lansia di Puskesmas Cijagra Lama Kota Bandung berdasarkan data terbaru pada bulan Maret 2016, hipertensi menduduki rangking kedua dengan jumlah kunjungan lansia hipertensi rata-rata sebesar 150-170 orang. Perubahan perilaku merupakan kunci utama manajemen pengendalian tekanan darah pada lansia. Faktor lain yang mendukung keberhasilan pengelolaan penyakit adalah keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan self care lansia penderita hipertensi. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi keluarga adalah berdasarkan Family Assessment Device (FDA). Sedangkan untuk mengukur self care behaviour pada lansia hipertensi dengan menggunakan instrumen Hypertension –Scale (H-Scale). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasi. Untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dengan self care, analisis yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil penelitian terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan self care lansia dengan α = 0,040. Berdasarkan analisis uji regresi komponen fungsi keluarga yang berhubungan dengan self care adalah fungsi afektif dan fungsi kontrol perilaku. Sedangkan yang memiliki hubungan yang kuat adalah kontrol perilaku dengan p value 0,005 nilai OR kontrol prilaku 0.272 lebih besar dari perilaku mengontrol tekanan (0,030). Oleh karena itu, upaya penguatan program perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas) melalui home visit kepada keluarga lansia dengan hipertensi perlu ditingkatkan.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Caregiver Penderita Skizofrenia Di Klinik Rahmawati, Ratna Eka; Jodin, Sajodin; Widianti, Anggriyana Tri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.018 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i1.93

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit kronis berupa gangguan mental yang ditandai dengan gangguan dalam proses pemikiran dan mempengaruhi perilaku. Hal tersebut membuat orang dengan skizofrenia menggantungkan kehidupannya pada orang lain. Tanggung jawab ini akan menimbulkan tekanan dan beban tersendiri bagi caregivernya karena merawat penderita psikotik bukanlah hal yang mudah. Stres yang dirasakan caregiver merupakan tantangan bagi caregiver untuk mengkondisikan kekuatan yang ada pada diri mereka melalui resiliensi untuk mengurangi tekanan dibutuhkan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi caregiver penderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelatif dan menggunakan pendekatan cross sectional, Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling, menggunakan purposive sampling. Responden merupakan caregiver penderita skizofrenia di Klinik sebanyak 101 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan Dukungan Sosial dan Resilience Scale (RS). Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi caregiver penderita skizofrenia di Klinik Utama Kesehatan Jiwa Nur Ilahi Bandung. Hubungan antara dukungan sosial terhadap resiliensi caregiver (r = -0,255, p-value = 0.010). Hasil dari penelitian ini menunjukan besarnya peran dukungan sosial terhadap resiliensi caregiver penderita skizofrenia. Disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya kesehatan jiwa untuk memberikan penyuluhan kepada caregiver pentingnya mendapatkan dukungan sosial.