Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA PEKERJA KULINER Sulidah Sulidah; Sultan Rudolf Ananta; Nurul Syamira
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3368

Abstract

Pada periode 2020 sampai 2021, wabah COVID-19 di Indonesia semakin mengganas. Penemuan kasus baru terus meningkat dengan lonjakan kasus tertinggi terjadi pada bulan Juli-Agustus 2021 yang mencapai angka lebih dari 35 ribu kasus dalam sehari. Lemahnya penerapan protokol kesehatan diduga merupakan faktor penting penyebab melonjaknya penemuan kasus baru, selain karena masih rendahnya cakupan vaksinasi COVID-19. Tempat makan mempunyai risiko penularan yang tinggi sehingga perilaku pencegahan yang dilakukan oleh pekerja kuliner mempunyai peran strategis menekan penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap dan perilaku pencegahan COVID-19 oleh pekerja kuliner di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan kajian kuantitatif yang berbentuk cross sectional. Populasi dalam penelitian mencakup pekerja bidang usaha kuliner di Kota Tarakan dengan besar populasi yang tidak diketahui secara pasti. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi 354 responden dengan teknik pengambilan secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang memiliki Cronbach Alpha 0,84. Hasil kajian teridentifikasi  sebagian besar responden (84,5%) memiliki pengetahuan yang tinggi tentang COVID-19; 77,1% mempunyai sikap positif dalam pencegahan COVID-19; dan 64,1% mempunyai perilaku yang baik dalam pencegahan COVID-19. Hasil analisis korelasi Spearman Rho memberi gambaran adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang COVID-19 dengan sikap pencegahan COVID-19, pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid, serta sikap terhadap perilaku pencegahan Covid dengan p0,05. Kesimpulan penelitian ini: Perilaku pencegahan COVID-19 oleh pekerja kuliner di Kota Tarakan umumnya sudah baik, tetapi masih terdapat resiko penularan dari sebagian kecil pekerja kuliner yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan. 
Edukasi Terapi Pencegahan TB dan Pemberian Bantuan Bagi Penderita TB Kurang Mampu di Kota Tarakan Sulidah sulidah; Ririn Ariyanti; Haris Haris
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 2 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i2.3545

Abstract

Abstrak.Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang. Tujuan penemuan dan penaggulangan TB dilakukan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB. TB menjadi isu strategis nasional, sehingga muncul upaya agar masyarakat memiliki komitmen untuk mengobati dirinya sampai sembuh sehingga tidak menyebarkan TB kepada individu lain. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna memberikan edukasi terapi pencegahan TB dan pemberian pemberian bantuan bagi penderita TB yang kurang mampu di kota Tarakan. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Maret 2023 bertepatan dengan Hari TB Sedunia (HTBS) di berikan kepada penderita TB kurang mampu yang ada di kota Tarakan, setelah dilakukan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan mengenai terapi pencegahan TB bagi penderita, Kasus TB membutuhkan penanganan yang lama dan merupakan infeksi menular, maka diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dalam penganggulangan kasus tersebut. Kata Kunci: edukasi, pencegahan, tuberkulosis Abstrak.Tuberkulosis (TB) saat ini masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang. Tujuan penemuan dan penaggulangan TB dilakukan guna menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB. TB menjadi isu strategis nasional, sehingga muncul upaya agar masyarakat memiliki komitmen untuk mengobati dirinya sampai sembuh sehingga tidak menyebarkan TB kepada individu lain. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna memberikan edukasi terapi pencegahan TB dan pemberian pemberian bantuan bagi penderita TB yang kurang mampu di kota Tarakan. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Maret 2023 bertepatan dengan Hari TB Sedunia (HTBS) di berikan kepada penderita TB kurang mampu yang ada di kota Tarakan, setelah dilakukan pengabdian masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan mengenai terapi pencegahan TB bagi penderita, Kasus TB membutuhkan penanganan yang lama dan merupakan infeksi menular, maka diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak dalam penganggulangan kasus tersebut. Kata Kunci: edukasi, pencegahan, tuberkulosis    AbstractTuberculosis (TB) is still a health problem in developing countries. The purpose of TB discovery and treatment is to reduce morbidity and mortality from TB. TB has become a national strategic issue, so efforts have emerged so that people have a commitment to self-medication until they recover so they don't spread TB to other individuals. The purpose of this community service is carried out to provide education on TB prevention therapy and provide assistance for underprivileged TB sufferers in the city of Tarakan. The activity was carried out on March 24, 2023 to coincide with World TB Day (HTBS) which was given to underprivileged TB sufferers in the city of Tarakan, after this community service there was an increase in knowledge about TB prevention therapy for sufferers, TB cases require long treatment and are infection is contagious, it requires a strong commitment from all parties in handling the case. Keyword: education; prevention ; tuberculosis
Self Esteem dan Tantangan Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 Rosnawati Rosnawati; Donny Tri Wahyudi; Sulidah Sulidah; Nurman Hidaya; Hasriana Hasriana
Jurnal Medika Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Mei: Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v1i2.348

Abstract

The care of Covid-19 patients with personal protective equipment is still a doubt not to contract the disease. This condition causes concern for nurses when going to carry out nursing care efforts in the Covid-19 isolation room. The purpose of the study was to explore nurses' self esteem experiences and challenges in caring for Covid-19 patients in the Covid-19 isolation room at RSUD dr. H. Jusuf SK. Qualitative research method with a phenomenological study approach. The research participants amounted to 10 nurses who had treated Covid-19. The results of this study indicate that the factors that affect nurses' self esteem when working in the Covid-19 isolation room are other people avoiding being placed in the isolation room. The conclusion of supporting factors is to work sincerely, want to give the best and be satisfied with the results of work as well as compliance with procedures and work motivation. It is hoped that increased support for facilities, incentives, praise can improve services more optimally.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Kesiapan Family Caregiver dalam Merawat Pasien Stroke di Rumah Fadli, Fadli; Wijayanti, Dewi; Sulidah, Sulidah; Paridah, Paridah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i2.22710

Abstract

Abstrak: Stroke adalah suatu keadaan ditemukannya tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memperberat dan berlangsung selama 24 jam bahkan dapat menyebabkan kematian. Stroke merupakan masalah utama kesehatan di beberapa negara maju maupun, stroke bahkan telah menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung di dunia dan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. family caregiver adalah anggota keluarga, kerabat, teman atau tetangga yang memiliki kedekatan yang signifikan dan bersedia memberikan berbagai bantuan untuk dengan kondisi kronis atau cacat. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke di rumah, desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan teknik purposive sampling. Total sampel sebesar 30 responden yang terdiri dari 15 reponden kelompok kontrol dan 15 responden kelompok intervensi, kedua kelompok diberikan pre test dalam bentuk kuisioner, kemudian kelompok intervensi diberi edukasi sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan edukasi kemudian setelah 24 jam kedua kelompok diberi kembali kuisioner post test, data dianalisis dengan meggunakan Wilcoxon Signed Ranked Test. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke di rumah dengan p-value sebesar 0,001. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke di rumah.Abstract: Stroke is a condition where rapidly developing clinical signs are found in the form of focal and global neurological deficits, which can worsen and last for 24 hours and can even cause death. Stroke is a major health problem in several developed countries and has even become the second cause of death after heart disease in the world and the main cause of disability in adults. Family caregivers are family members, relatives, friends or neighbors who have significant closeness and are willing to provide various assistance for chronic conditions or disabilities. This study aims to analyze the effect of health education on the knowledge and readiness of family caregivers in caring for stroke patients at home. The research design used was quasi-experimental with a purposive sampling technique. The total sample was 30 respondents consisting of 15 control group respondents and 15 intervention group respondents, both groups were given a pre-test in the form of a questionnaire, then the intervention group was given education while the control group was not given education, then after 24 hours both groups were given another post-test questionnaire, data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranked Test. The research results show that there is an influence of health education on the knowledge and readiness of family caregivers in caring for stroke patients at home with a p-value of 0.001. Based on the research results, it can be concluded that health education influences the knowledge and readiness of family caregivers in caring for stroke patients at home.
Efektifitas Penemuan Kasus Baru Tuberkulosis Berdasarkan Waktu Pengambilan Sputum: Studi Kasus Di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara Fitri, Fitri; Sulidah, Sulidah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 11 No. 1 (2024): Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.218

Abstract

Tujuan: Penemuan kasus TBC terkonfirmasi bakteriologis merupakan kunci untuk memutus rantai penularan tuberkulosis di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas waktu pengambilan sputum terduga tuberkulosis pada penemuan kasus baru terkonfirmasi bakteriologis di Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental static group comparison. Populasi penelitian sebesar 79 orang yang merupakan terduga tuberkulosis kontak serumah dan kontak erat dengan pasien tuberkulosis terkonfirmasi bakteriologis. Seluruh populasi digunakan sebagai sampel  penelitian dan dibagi dalam dua kelompok berdasarkan waktu pengambilan sputum, yaitu pengambilan sputum pagi sebesar 39 responden dan kelompok pengambilan sputum sewaktu sebesar 40 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan skala Guttman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann Whitney U-Test. Hasil: Penelitian ini menghasilkan temuan kasus baru tuberkulosis terkonfirmasi bakteriologis sebanyak 5 kasus dari kelompok pengambilan sputum pagi dan 2 kasus dari kelompok pengambilan sputum sewaktu. Hasil analisis statistic diperoleh p-value 0,134 (α > 0,05). Simpulan: Secara statistic tidak terdapat perbedaan efektifitas penemuan kasus baru tuberculosis terkonfirmasi bakteriologis; tetapi penelitian ini juga membuktikan kuantitas temuan kasus baru yang lebih besar pada pengambilan sputum pagi dibandingkan sputum sewaktu.
Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Pasien Lansia Dengan Katarak Di RSUD dr. H. Jusuf SK Maryam Sribayani; Donny Tri Wahyudi; Sulidah Sulidah; Ana Damayanti; Darni Darni
Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.238

Abstract

Cataract patients may experience anxiety due to a decrease in the sense of vision of the eye. coupled with surgery to overcome cataracts can increase anxiety in patients. Relaxation is an alternative to reducing anxiety. Relaxation is often used to describe a pleasant exercise with relaxation techniques used. One of the relaxations that can be used is Benson relaxation, which is a relaxation approach that involves patient trust. This study aims to analyze the benson relaxation of elderly patients with cataracts at RSUD dr. H Jusuf SK. The research method is quasi-experiment design one group pretest-posttest with a total research sample of 20 respondents. The results of the Wilcoxon test with p <0.005 that there is a difference in the anxiety level of elderly patients with cataracts at RSUD dr H Jusuf SK with p <0.05. The conclusion of the study is that there is a difference in giving Benson relaxation to the anxiety of elderly patients with cataracts.
Hubungan Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Poli Umum Puskesmas Mamburungan Kota Tarakan Renna Youfristiya Sari; Sulidah Sulidah; Donny Tri Wahyudi; Maria Imaculata Ose; Fitriya Handayani; Gusni Fitri
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 2 No. 3 (2024): July : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v2i3.510

Abstract

Satisfying excellent service will definitely have an impact on achieving a standard value of satisfaction for patients or service recipients. Patient satisfaction is the best assessment of the description of the diversity of service quality received by patients. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between service quality and patient satisfaction at the general polyclinic at the Mamburungan Health Center, Tarakan City, by applying the RATER concept, namely responsiveness, assurance, tangible, empathy, and reliability. This research is descriptive quantitative using the Cross Sectional Study method conducted on 165 respondents, using a questionnaire, with the result that the quality of service is good, and patient satisfaction at the Mamburungan Health Center is satisfied. The results of the data analysis test Rho Spearman's P value (Sig. (2-tailed) 0.00 and α 0.05 which proves that there is a significant relationship between service quality and patient satisfaction in the general polyclinic at the Mamburungan Health Center, Tarakan City. It is hoped that the Mamburungan Public Health Center can further improve quality services by creating separate examination rooms so that patient privacy can be better maintained, not combining multiple services so that patient privacy and comfort can be increased, and building cleanliness, service rooms, tidiness, and the appearance of officers so that they can be further improved so that maximum patient satisfaction can be achieved.
Pengaruh Relaksasi Nafas dalam Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Fraktur Banjarnahor, Purnama; Sulidah, Sulidah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14780

Abstract

ABSTRACT Fracture surgery is an invasive procedure that induces anxiety in patients. Preoperative anxiety has a negative impact on the success of the procedure and treatment; it can even lead to the postponement or cancellation of the surgery. Concrete efforts are needed to manage preoperative anxiety in patients to prevent further harm. This study aims to identify the level of preoperative anxiety in fracture patients, before and after practicing deep breathing relaxation; and to analyze the effect of deep breathing relaxation on preoperative anxiety in fracture patients. This research is a quantitative study with a pre-experimental design of the One Group Pre Test-Post Test Design. The population of this study is all preoperative fracture patients, with a known population size from medical record data in the last 3 months of 79 people. The sample was calculated using the Slovin formula, resulting in 45 respondents selected using accidental sampling technique. Respondents' anxiety was measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety instrument developed by the Jakarta Biological Psychiatry group in the form of an Anxiety Analog Scale with a Cronbach's Alpha value of 0.794. This study was able to identify preoperative fracture patients experiencing anxiety; anxiety decreased after practicing deep breathing relaxation. Statistical analysis using Pearson product-moment correlation showed that deep breathing relaxation had a positive effect in reducing preoperative anxiety in fracture patients. Keywords: Anxiety, Fracture, Deep Breathing Relaxation, Preoperative  ABSTRAK Operasi fraktur merupakan prosedur invasif yang menimbulkan perasaan cemas pada pasien. Kecemasan pre operasi mempunyai pengaruh negative terhadap keberhasilan prosedur dan perawatan; bahkan dapat menyebabkan ditunda atau dibatalkannya prosedur operasi. Perlu upaya konkrit mengelola kecemasan pasien pre operasi agar tidak menimbulkan kerugian lebih jauh bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien pre operasi fraktur, sebelum dan sesudah melakukan relaksasi nafas dalam; serta menganalisis pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan pasien pre operasi fraktur. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain pre eksperimental rancangan One Group Pre Test-Post Test Desaign. Populasi penelitian ini ialah seluruh pasien pre operasi fraktur dengan besar populasi diketahui dari data rekam medis 3 bulan terakhir sebesar 79 orang. Sampel dihitung dengan rumus Slovin diperoleh 45 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Kecemasan responden di ukur dengan instrumen Hamilton Rating Scale for Anxiety yang sudah dikembangkan oleh kelompok Psikiatri Biologi Jakarta dalam bentuk Anxiety Analog Scale dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,794. Penelitian ini mampu mengidentifikasi pasien pre operasi fraktur mengalami kecemasan; kecemasan menurun setelah melakukan relaksasi nafas dalam. Analisis statistic dengan person product moment terbukti relaksasi nafas dalam berpengaruh positif  dalam menurunkan kecemasan pasien pre operasi fraktur. Kata Kunci: Fraktur, Kecemasan, Pre operasi, Relaksasi Nafas Dalam.
Hubungan Antara Perilaku Pencegahan dan Kepatuhan Pengobatan dengan Prevalensi Penularan Tuberkulosis di Kota Tarakan Sulidah, Sulidah; Irwan, Muhammad; Elmania, Elmania
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15198

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis is a global and national problem. TB patients can play a crucial role as a source of transmission, but they can also help accelerate the interruption of the TB transmission chain through preventive behavior and compliance with treatment programs. This study aims to identify the preventive behavior and treatment compliance of TB patients and analyze their relationship with TB transmission prevalence. This research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The study population consists of all Pulmonary TB patients registered and undergoing treatment programs at first-level health care facilities in Tarakan City. The sample size was 84 respondents taken using purposive sampling technique. The inclusion criteria for this study are: pulmonary TB patients, registered and undergoing TB treatment process at Community Health Centers in Tarakan City, willing to participate as respondents, and aged over 17 years. The research instrument was adopted from Juliati (2019) with a Cronbach Alpha of 0.88. The results of this study showed that most TB patients have poor preventive behavior but high compliance with treatment programs. Statistical analysis using Binary Logistic Regression obtained sig. = 0.014 with OR = 24.416 for TB prevention behavior and sig. = 0.086 with OR = 2.032 for treatment compliance; it is concluded that preventive behavior has a significant relationship with TB transmission but the opposite applies to TB treatment compliance. Keywords: Compliance, Preventive Behavior, Transmission, Tuberculosis  ABSTRAK Tuberkulosis merupakan masalah global dan nasional. Penderita TB dapat berperan penting sebagai sumber penularan, tetapi ia juga dapat membantu mempercepat memutus rantai penularan TB melalui perilaku pencegahan dan kepatuhan pada program pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pencegahan dan kepatuhan pengobatan oleh penderita TB serta menganalisis hubungan keduanya dengan prevalensi penularan TB. Penelitian ini merupakan kajian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita TB Paru yang terdaftar dan mengikuti program pengobatan pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kota Tarakan. Besar sampel sebanyak 84 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu: pasien TB Paru, terdaftar dan mengikuti proses pengobatan TB di Puskesmas di Kota Tarakan, bersedia menjadi responden, dan berusia lebih dari 17 tahun.  Instrumen penelitian di adopsi dari Juliati (2019) dengan Cronbach Alpha 0,88. Hasil penelitian ini diperoleh sebagian besar penderita TB mempunyai perilaku pencegahan yang buruk tetapi memiliki kepatuhan yang tinggi pada program pengobatan. Analisis statistik menggunakan Regression Binary Logistic diperoleh sig. = 0,014  dengan OR = 24,416 untuk perilaku pencegahan TB dan sig. = 0,086 dan OR  = 2,032 untuk kepatuhan pengobatan; sehingga disimpulkan bahwa perilaku pencegahan mempunyai hubungan yang bermakna terhadap penularan TB tetapi berlaku sebaliknya untuk kepatuhan pengobatan TB. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, Penularan, Kepatuhan, Tuberculosis
Pengaruh tindakan pencegahan terhadap kejadian dekubitus pada lansia imobilisasi Sulidah, Sulidah; Susilowati, Susilowati
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2081

Abstract

Latar Belakang: Dekubitus merupakan masalah yang sering ditemukan pada lansia imobilisasi. Dekubitus berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Seringkali dekubitus menimbulkan komplikasi infeksi yang bila pengelolaanya tidak adekuat bisa mengakibatkan bakteriemia hingga menyebabkan kematian. Tindakan pencegahan penting dilakukan guna mempertahankan kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh tindakan pencegahan terhadap kejadian dekubitus pada lansia imobilisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pre test – post test design. Populasi penelitian ini adalah lansia yang mengalami imobilisasi di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Besar populasi tidak diketahui secara pasti sehingga pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling dengan metode consecutive sampling. Besar sampel 18 subjek yang diperoleh selama tiga bulan. Subjek diberikan intervensi berupa tindakan pencegahan dekubitus yang dilakukan oleh peneliti dan tim teknis. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk membandingkan kondisi kulit sebelum dan sesudah intervensi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Wicoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang dilakukan dapat menghindarkan lansia imobilisasi dari kejadian dekubitus. Terjadi perbaikan kondisi kulit setelah tindakan pencegahan dibanding sebelumnya dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini mampu membuktikan manfaat tindakan pencegahan terhadap kejadian dekubitus pada lansia imobilisasi.