Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-36 Months Among Seaweed Farmers in Coastal Areas Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Elmania, Elmania
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.364

Abstract

Stunting constitutes a formidable challenge within public health development, necessitating integrated, cross-sectoral strategies for its effective mitigation. A heightened prevalence of stunting is observed in the coastal regions of Tarakan City. This study was designed to elucidate the determinants of stunting among children aged 6–36 months within seaweed farming communities in Tarakan City to inform the formulation of targeted prevention and control policies. An analytical observational study employing a cross-sectional design was conducted from July to September 2023. The target population comprised 200 mothers engaged in seaweed farming in the coastal areas of Tarakan City with children aged 6–36 months. A purposive sampling method was utilized to recruit a sample of 151 participants. Binary logistic regression analysis revealed that stunting was significantly associated (p<0.05) with several variables. Key maternal determinants included the level of knowledge regarding stunting, household income, and residential sanitation conditions. Child-specific determinants encompassed the history of exclusive breastfeeding, morbidity from infectious diseases, and daily protein intake. In conclusion, the prevalence of stunting among children of seaweed farmers in this coastal setting is multifactorial, with significant determinants originating from both maternal and child-related factors. Although certain variables did not yield statistical significance in this analysis, their established role in pediatric health is undeniable. Therefore, it is recommended that comprehensive public health interventions continue to address all investigated factors, given their scientific foundation for promoting optimal child growth and development
Evaluasi Media Whatsapp Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Hamidah, Siti; Tri Wahyudi, Donny; Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Hidaya, Nurman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10197

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi ancaman kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius. Upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang efektif adalah kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Pemahaman yang lebih baik mengenai faktor risiko dan peran masyarakat dalam mencegah penularan TBC juga menjadi bagian penting dari strategi global untuk mengatasi penyakit ini. Menerapkan edukasi melalui WhatsApp sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya selama pengobatan TB di rumah mengenai efek samping obat anti-TB merupakan cara praktis untuk membangun komunikasi yang berkesinambungan dalam upaya pemantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan WhatsApp sebagai alat bantu media bagi pasien TB terkait tingkat kepatuhan pengobatan. Penelitian deskriptif ini melibatkan total sampling sebanyak 21 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% menganggap WhatsApp sebagai alat yang efektif untuk memberikan informasi mengenai kepatuhan pengobatan pasien TB. Selanjutnya, pengembangan aplikasi media sosial lainnya dapat dieksplorasi sebagai pilihan media alternatif untuk mendukung pengobatan, pencegahan, dan perawatan di rumah bagi suspek TB.
Pengaruh Pemberian Modifikasi Non-Nutritive Sucking (NNS) Terhadap Nilai Premature Infant Pain Profil–Revised (PIPP-R) Pada Neonatus yang Diberikan Vaksin Hepatitis B Indrasari, Neneng; Zulfia, Rahmatuz; Alfianur, Alfianur; Sulidah, Sulidah; Hasriana, Hasriana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14734

Abstract

ABSTRACT There are various kinds of non-pharmacological pain management that can be applied to neonates, including Non-Nutritive Sucking (NNS). NNS is a method of stimulating the neonate’s sucking reflex, providing relief from acute pain. Premature Infant Pain Profile-Revised (PIPP-R) is a neonatal pain assessment that has validity, reliability, and feasibility. This research aimed to describe the process of determining non-pharmacological pain management that was applied with non-pharmacological techniques or management using NNS or finger sucking to reduce pain. The method used was a quasi-experimental design to assess the effect of NNS modification on the value of PIPP-R. The sample was taken from the respondents who were giving the Hepatitis B vaccine. The results showed that there was an effect of giving the NNS modification on the value of PIPP-R in neonates who were given the Hepatitis B vaccine at H. Jusuf S.K Tarakan Hospital, North Kalimantan Province, as evidenced by a p-value <0.05. The mean values after administrating the Hepatitis B vaccine intervention showed that there was a difference in the mean value in the intervention group which was more effective in reducing the scale based on the PIPP-R scale with NNS modification compared to the control group. Granting the NNS modification on the value of PIPP-R in neonates was more effective in the intervention group than that in the control group. Keywords: Hepatitis B, Neonates, NNS, Pain, PIPP-R  ABSTRAK Ada berbagai macam manajemen nyeri non farmakologis yang dapat diterapkan pada neonatus, diantaranya adalah Non-Nutritive Sucking (NNS). NNS adalah metode untuk merangsang refleks mengisap neonatus, memberikan bantuan dari nyeri akut. Prematur Infant Pain Profile Revised (PIPP-R) merupakan pengkajian nyeri neonatus yang memiliki validitas, reliabilitas, dan kelayakan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penentuan manajemen nyeri non farmakologis yang dapat diterapkan dengan teknik atau manajemen non farmakologis menggunakan NNS atau hisap jari untuk mengurangi nyeri. Desain yang digunakan yaitu desain Quasi eksperimental untuk menilai pengaruh pemberian modifikasi NNS terhadap nilai PIPP-R. Pengambilan sampel pada responden yang diberikan vaksin Hepatits B. Data yang diperoleh yaitu ada pengaruh pemberian modifikasi NNS terhadap nilai PIPP-R pada neonatus yang diberikan vaksin Hepatitis B di Rumah Sakit H. Jusuf S.K Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dibuktikan dengan nilai p <0.05. Nilai rata-rata setelah pemberian tindakan vaksin Hepatitis B menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata pada kelompok intervensi lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri berdasarkan skala PIPP-R dengan modifikasi NNS dibandingkan kelompok kontrol. Pemberian modifikasi NNS terhadap nilai PIPP-R pada neonatus lebih efektif pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kata Kunci: Hepatitis B, Neonatus, NNS, Nyeri, PIPP-R
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Discharge Planning Pada Pasien Rawat Inap Marwah, Marwah; Sulidah, Sulidah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14863

Abstract

ABSTRACT Discharge planning is the process of planning a patient's discharge from the hospital. Effective discharge planning can reduce the risk of readmission to the hospital and increase public trust in hospital services. Ideally, discharge planning should be carried out collaboratively, with nurses playing a major role. This study aims to identify the level of knowledge and compliance of nurses in implementing discharge planning and to analyze the relationship between the two. This research is an analytic-correlational study with a cross-sectional approach. The study population consisted of all nurses at RSUD dr. H. Jusuf SK who were on duty in the inpatient unit, with a total population of 258 people. The sample size was obtained using the Slovin formula, resulting in 110 respondents selected through purposive sampling. The results of this study identified that nurses' knowledge about discharge planning was categorized as sufficient, with most respondents being compliant in implementing discharge planning. The data analysis using the Chi Square test yielded a p-value of 0.005 < 0.05, indicating a significant relationship between knowledge and compliance in implementing discharge planning with a moderate strength of association.Top of Form Keywords: Discharge Planning, Compliance, Knowledge  ABSTRAK Discharge planning merupakan perencanaan pemulangan pasien dari rumah sakit. Discharge planning yang baik dapat mengurangi risiko readmisi ke rumah sakit dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Idealnya discharge planning dilaksanakan secara kolaboratif dengan perawat mempunyai peran besar didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan discharge planning serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian ini merupakan kajian analitic-correlational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua perawat RSUD dr. H. Jusuf SK yang bertugas di unit rawat inap dengan besar populasi 258 orang. Besar sampel diperoleh dengan rumus Slovin sebesar 110 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini teridentifikasi pengetahuan perawat tentang discharge planning pada kategori cukup dengan sebagian besar responden patuh melaksanakan discharge planning. Analisis data menggunakan uji Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,005 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan discharge planning dengan kekuatan hubungan sedang. Kata Kunci: Discharge Planning, Kepatuhan, Pengetahuan
Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Terhadap Kepatuhan Kontrol Dirumah Sakit Umum Kota Tarakan Murliana, Murliana; Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Darni, Darni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14635

Abstract

ABSTRACT Hypertension is often referred to as the silent killerbecause the symptoms are not visible and are only seen when the problems arise. The higher the blood pressure, the greater the risk of complications accuring. The complication can occur, if it is not detected early nor treated adequately. Compliance with treatment and routinecontrol can minimize the risk of complications. This research aimed to determine the relationship between the knowledgelevef of hypertension patients and compliance control. This research was quantitative using a quasi-expeimental design with a pretest-posttest control group design. The number of sample was 36 respondents chosen by using systematicsampling technique where 18 respondents as the intervention groupand the 18 respondents as the control group. The data on patientsknowledge were obtained using a questionnaire and the control compliance using observation sheet. The result showed that intervention group obtained p=0.005 which indicated that there was a relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patients, where as  control group obtained p=0.549 which meant that there was no relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patients. The level of knowledge was mostly good.the level of contrl compliance of hypertension patients from both the intervention group and the control group was mostly compliant. The conclusion from this research was that in the intervention group, there was a relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patient, while in the control group, there was no relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patientsat General Hospital of Tarakan City. Keywords: Control Compliance, Hypertension, Knowledge  ABSTRAK Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak terlihat dan baru terlihat saat masalah muncul. Semakin tinggi tekanan darah semakin besar risiko terjadi komplikasi, komplikasi dapat terjadi bila tidak dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai. Kepatuhan pengobatan dan kontrol secara rutin dapat meminimalisirkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Jumlah sampel 36 responden,18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol dengan teknik  sampling sistematis. Pengambilan data pengetahuan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk kepatuhan kontrol. Hasil pada kelompok intervensi diperoleh hasil p=0.005, artinya  ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p=0.549, artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap  kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan sebagian besar adalah baik. Tingkat kepatuhan pasien hipertensi dari kelompok intervensi maupun kelompok  kontrol sebagian besar adalah patuh. Kesimpulan  dari penelitian pada kelompok intervensi, ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi pada kelompok kontrol tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap  kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Kontrol, Pengetahuan
PENGENALAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) KEPADA MASYARAKAT DESA TANJUNG HULU KABUPATEN NUNUKAN Sulidah; Ratno Achyani; Anang Sulistyo; Ramli; Abil Kurniawan; Woro Kusmaryani
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.8878

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini menguraikan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada budidaya ikan menggunakan sistem ember (Budikdamber) di Desa Tanjung Hulu, Kabupaten Nunukan. Dengan keterbatasan akses terhadap sumber daya akuakultur skala besar, metode budidaya ikan ember menawarkan alternatif yang praktis, murah, dan hemat ruang untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan teknik akuakultur berkelanjutan dengan menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dan kesadaran lingkungan. Dengan melatih warga dalam praktik-praktik akuakultur dasar, termasuk pengelolaan kualitas air, optimalisasi pakan, dan pemantauan kesehatan ikan, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi. Tahap program pengenalan ini meletakkan dasar bagi pengembangan jangka panjang, inovasi, dan kewirausahaan lokal dalam akuakultur skala kecil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme masyarakat terhadap budikdamber, yang berpotensi meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan budidaya ikan yang mudah diterapkan dan berkelanjutan di daerah tersebut.
Keuntungan Ekonomi, Munculnya Problem Lingkungan, dan Kesehatan Pada Kawasan Pesisir Penghasil Rumput Laut di Pulau Tarakan : Studi Kasus Tri Astuti Sugiyatmi; Sulidah Sulidah; Minarni Wartiningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41694

Abstract

Pendahuluan: Rumput laut adalah komoditas  khas yang bernilai ekonomi tinggi  di wilayah pesisir dan  memberikan berbagai dampak  terhadap kesejahteraan dan kesehatan untuk  para pekerjanya.  Botol plastik, sebagai bahan produksi rumput laut menghiasi  lingkungan pemukiman petani rumput laut baik yang masih dipakai maupun yang sudah menjadi sampah. Berbagai problem kesehatan  akan muncul mengiringi  menumpuknya  sampah,  buruknya sanitasi  serta adanya berbagai vektor penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk  mengeksplorasi tentang kasus budidaya rumput laut beserta dampak positif dari sisi ekonomi serta potensi  munculnya permasalahan lingkungan dan kesehatan.  Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus eksploratif dengan rancangan desain kasus tunggal. Unit analisis adalah kawasan pemukiman penghasil rumput laut. Subyek penelitian adalah  data-data kesehatan puskesmas yang membawahi kawasan pemukiman tempat budidaya rumput laut.  Data kualitatif diperoleh dari wawancara. Informan terbagi menjadi para petani rumput laut beserta pemangku kebijakan terkait yaitu dari pihak kelurahan dan puskesmas. Hasil Penelitian: Banyak temuan penyakit menular di wilayah pemukiman pesisir. Ada kecenderungan petani rumput laut terserang beberapa  jenis penyakit seperti dermatitis, diare, dan demam berdarah. Kualitas kesehatan  lingkungan pemukiman petani rumput laut cukup memprihatinkan, kotor dan cenderung kumuh.  Kualitas kehidupan petani rumput laut membutuhkan perhatian yang lebih baik. Kesimpulan: Budidaya rumput laut menimbulkan dampak positif yang perlu dikelola  dan dampak negatif yang perlu dimitigasi dengan baik. Saran, disarankan agar dilakukan kajian yang lebih luas dengan memperhatikan faktor-faktor lain, seperti dukungan stakeholder khususnya terkait regulasi guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap pembudidaya rumput laut.
Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Pasien Lansia Dengan Katarak Di RSUD dr. H. Jusuf SK Maryam Sribayani; Donny Tri Wahyudi; Sulidah Sulidah; Ana Damayanti; Darni Darni
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.238

Abstract

Cataract patients may experience anxiety due to a decrease in the sense of vision of the eye. coupled with surgery to overcome cataracts can increase anxiety in patients. Relaxation is an alternative to reducing anxiety. Relaxation is often used to describe a pleasant exercise with relaxation techniques used. One of the relaxations that can be used is Benson relaxation, which is a relaxation approach that involves patient trust. This study aims to analyze the benson relaxation of elderly patients with cataracts at RSUD dr. H Jusuf SK. The research method is quasi-experiment design one group pretest-posttest with a total research sample of 20 respondents. The results of the Wilcoxon test with p <0.005 that there is a difference in the anxiety level of elderly patients with cataracts at RSUD dr H Jusuf SK with p <0.05. The conclusion of the study is that there is a difference in giving Benson relaxation to the anxiety of elderly patients with cataracts.
Pengalaman Keluarga dalam Perawatan Anak di Rumah Sakit Perbatasan:  Studi Fenomenologi di Garis Batas Negara Nurman Hidaya; Sulidah; M. Akbar Nugraha; Najihah; Nur Fadila
Window of Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v7i1.3067

Abstract

Sebatik is an island in the Nunukan district of North Kalimantan Province. Sebatik Island is owned by 2 countries, namely Indonesia and Malaysia. Sebatik has a primary hospital and is far from several villages. This study aims to explore the experiences of paediatric patients and their families when receiving health services at border hospitals. Methods: Qualitative content analysis was conducted using data collected through observation, in-depth interviews, and field notes in the hospital environment. A total of 6 informants were selected purposively from patient families. Results: This study identified three main themes that reflect the satisfaction of paediatric patients and their families when treated at border hospitals, including 1. Implementation of family-centred care through communication and education 2. Quality of medical services and 3. Availability and completeness of facilities. Conclusion: This study highlights the experiences of paediatric patients and their families when treated at border hospitals, amidst limited human resources (HR) and health service facilities. This study emphasises the importance of HR, facilities, equipment, and access to health services in border areas. 
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Kesiapan Family Caregiver dalam Merawat Pasien Stroke di Rumah Fadli Fadli; Dewi Wijayanti; Sulidah Sulidah; Paridah Paridah
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 7, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v7i2.22710

Abstract

Abstrak: Stroke adalah suatu keadaan ditemukannya tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memperberat dan berlangsung selama 24 jam bahkan dapat menyebabkan kematian. Stroke merupakan masalah utama kesehatan di beberapa negara maju maupun, stroke bahkan telah menjadi penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung di dunia dan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. family caregiver adalah anggota keluarga, kerabat, teman atau tetangga yang memiliki kedekatan yang signifikan dan bersedia memberikan berbagai bantuan untuk dengan kondisi kronis atau cacat. Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke di rumah, desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan teknik purposive sampling. Total sampel sebesar 30 responden yang terdiri dari 15 reponden kelompok kontrol dan 15 responden kelompok intervensi, kedua kelompok diberikan pre test dalam bentuk kuisioner, kemudian kelompok intervensi diberi edukasi sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan edukasi kemudian setelah 24 jam kedua kelompok diberi kembali kuisioner post test, data dianalisis dengan meggunakan Wilcoxon Signed Ranked Test. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke di rumah dengan p-value sebesar 0,001. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan dan kesiapan family caregiver dalam merawat pasien stroke di rumah.Abstract: Stroke is a condition where rapidly developing clinical signs are found in the form of focal and global neurological deficits, which can worsen and last for 24 hours and can even cause death. Stroke is a major health problem in several developed countries and has even become the second cause of death after heart disease in the world and the main cause of disability in adults. Family caregivers are family members, relatives, friends or neighbors who have significant closeness and are willing to provide various assistance for chronic conditions or disabilities. This study aims to analyze the effect of health education on the knowledge and readiness of family caregivers in caring for stroke patients at home. The research design used was quasi-experimental with a purposive sampling technique. The total sample was 30 respondents consisting of 15 control group respondents and 15 intervention group respondents, both groups were given a pre-test in the form of a questionnaire, then the intervention group was given education while the control group was not given education, then after 24 hours both groups were given another post-test questionnaire, data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranked Test. The research results show that there is an influence of health education on the knowledge and readiness of family caregivers in caring for stroke patients at home with a p-value of 0.001. Based on the research results, it can be concluded that health education influences the knowledge and readiness of family caregivers in caring for stroke patients at home.