Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi KB Pasca Persalinan Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kesiapan Penggunaan KB Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Deby, Deby; Handayani, Fitriya; Sulidah, Sulidah; Wahyudi, Donny Tri; Hasriana, Hasriana; Najihah, Najihah; Ose, Maria Imaculata
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5055

Abstract

Kesadaran gizi ibu dan hubungannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah yang mengindikasikan malnutrisi disana berhubungan dengan asupan gizi yang diterima anak dari mereka, dan hal ini berdampak pada prevalensi stunting. Pasangan dapat mencegah stunting dengan mengikuti program keluarga berencana (di bawah dua tahun). KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu KB yang sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Sumber Kasih pada saat edukasi dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Uji  analisa data yang digunakan adalah uji Non parametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian ini  yaitu terdapat pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kontrasepsi pasca persalinan dengan nilai p value 0.000 (α0.05), dan terdapat pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting dengan nilai p value 0.001 (α0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting, maka disarankan kepada pihak puskesmas untuk melakukan edukasi secara teratur oleh bidan dan perawat terlatih mengenai kontrasepsi pasca persalinan.
Edukasi Tentang ASI Ekslusif Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Yusnia, Yusnia; Zulfia, Rahmatuz; Alfianur, Alfianur; Sulidah, Sulidah; Handayani, Fitriya; Pujianto, Ahmat
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5057

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Salah satu penyebab stunting pada balita yaitu pemberian ASI eksklusif yang tidak diberikan selama 6 bulan karena ASI sangat dibutuhkan dalam masa pertumbuhan bayi agar kebutuhan gizinya tercukupi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang ASI ekslusif terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil sebagai upaya dalam pencegahan stunting di Posyandu Sumber Kasih Kelurahan Tanjung Selor Hilir. Penelitian ini berbentuk penyuluhan edukasi tentang ASI ekslusif menggunakan rancangan pra experimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan sebanyak 15 soal dan sikap sebanyak 5 soal. Hasil uji Wilcoxon dari 20 responden didapatkan rata-rata tingkat pengetahuan post test (2,90) lebih tinggi dari pada nilai rata-rata pre test (1,30) dengan nilai p value 0,000 atau p 0,005 dan nilai rata-rata sikap post test (14,85) lebih tinggi dari nilai rata-rata pre test (8,85) dengan nilai p value 0,077 atau p 0,005. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan signifikasi p = 0.000 atau p0.005. Terdapat pengaruh mengenai edukasi ASI ekslusif terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan isi dari kuesioner penelitian dan menambah jumlah sampel yang digunakan agar lebih bervariasi, sehingga peningkatan nilai pengetahuan dan kesiapan ibu hamil mengenai ASI ekslusif dapat lebih signifikan.
Upaya Pencegahan Stunting di Daerah Pesisir Sulidah, Sulidah; Ningrum, Iyasha Sulistia; Manalu, Irpan
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 5 NOMOR 1 TAHUN 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v5i1.5752

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan anak-anak di bawah usia tiga tahun, dan disebabkan oleh berbagai faktor risiko yang saling terkait. Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara komprehensif dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu serta perbaikan lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini menawarkan solusi pencegahan stunting secara terpadu yang meliputi enam kegiatan pokok yaitu: rembug stunting, penyuluhan tentang stunting, sosialisasi nilai gizi ikan, kerja bakti bersih lingkungan, dan sosialisasi, sosialisasi Teknik cuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar, dan demonstrasi pengolahan makanan berbahan ikan. Program pengabdian masyarakat ini berkolaborasi dengan mahasiswa KKN di Desa Tengkapak Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Program pengabdian masyarakat ini bersesuaian dengan program kerja KKN sehingga pelaksanaannya menjadi lebih mudah, efektif dan efisien. Seluruh program kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Meskipun hasil kegiatan tersebut tidak dirasakan secara instan tetapi diyakini akan memberi dampak positif dalam pencegahan stunting bagi masyarakat dalam jangka Panjang
Keuntungan Ekonomi, Munculnya Problem Lingkungan, dan Kesehatan Pada Kawasan Pesisir Penghasil Rumput Laut di Pulau Tarakan : Studi Kasus Sugiyatmi, Tri Astuti; Sulidah, Sulidah; Wartiningsih, Minarni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41694

Abstract

Pendahuluan: Rumput laut adalah komoditas  khas yang bernilai ekonomi tinggi  di wilayah pesisir dan  memberikan berbagai dampak  terhadap kesejahteraan dan kesehatan untuk  para pekerjanya.  Botol plastik, sebagai bahan produksi rumput laut menghiasi  lingkungan pemukiman petani rumput laut baik yang masih dipakai maupun yang sudah menjadi sampah. Berbagai problem kesehatan  akan muncul mengiringi  menumpuknya  sampah,  buruknya sanitasi  serta adanya berbagai vektor penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk  mengeksplorasi tentang kasus budidaya rumput laut beserta dampak positif dari sisi ekonomi serta potensi  munculnya permasalahan lingkungan dan kesehatan.  Metode: Jenis penelitian ini adalah studi kasus eksploratif dengan rancangan desain kasus tunggal. Unit analisis adalah kawasan pemukiman penghasil rumput laut. Subyek penelitian adalah  data-data kesehatan puskesmas yang membawahi kawasan pemukiman tempat budidaya rumput laut.  Data kualitatif diperoleh dari wawancara. Informan terbagi menjadi para petani rumput laut beserta pemangku kebijakan terkait yaitu dari pihak kelurahan dan puskesmas. Hasil Penelitian: Banyak temuan penyakit menular di wilayah pemukiman pesisir. Ada kecenderungan petani rumput laut terserang beberapa  jenis penyakit seperti dermatitis, diare, dan demam berdarah. Kualitas kesehatan  lingkungan pemukiman petani rumput laut cukup memprihatinkan, kotor dan cenderung kumuh.  Kualitas kehidupan petani rumput laut membutuhkan perhatian yang lebih baik. Kesimpulan: Budidaya rumput laut menimbulkan dampak positif yang perlu dikelola  dan dampak negatif yang perlu dimitigasi dengan baik. Saran, disarankan agar dilakukan kajian yang lebih luas dengan memperhatikan faktor-faktor lain, seperti dukungan stakeholder khususnya terkait regulasi guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap pembudidaya rumput laut.
Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-36 Months Among Seaweed Farmers in Coastal Areas Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Elmania, Elmania
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.364

Abstract

Stunting constitutes a formidable challenge within public health development, necessitating integrated, cross-sectoral strategies for its effective mitigation. A heightened prevalence of stunting is observed in the coastal regions of Tarakan City. This study was designed to elucidate the determinants of stunting among children aged 6–36 months within seaweed farming communities in Tarakan City to inform the formulation of targeted prevention and control policies. An analytical observational study employing a cross-sectional design was conducted from July to September 2023. The target population comprised 200 mothers engaged in seaweed farming in the coastal areas of Tarakan City with children aged 6–36 months. A purposive sampling method was utilized to recruit a sample of 151 participants. Binary logistic regression analysis revealed that stunting was significantly associated (p<0.05) with several variables. Key maternal determinants included the level of knowledge regarding stunting, household income, and residential sanitation conditions. Child-specific determinants encompassed the history of exclusive breastfeeding, morbidity from infectious diseases, and daily protein intake. In conclusion, the prevalence of stunting among children of seaweed farmers in this coastal setting is multifactorial, with significant determinants originating from both maternal and child-related factors. Although certain variables did not yield statistical significance in this analysis, their established role in pediatric health is undeniable. Therefore, it is recommended that comprehensive public health interventions continue to address all investigated factors, given their scientific foundation for promoting optimal child growth and development
Evaluasi Media Whatsapp Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Hamidah, Siti; Tri Wahyudi, Donny; Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Hidaya, Nurman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10197

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi ancaman kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius. Upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang efektif adalah kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Pemahaman yang lebih baik mengenai faktor risiko dan peran masyarakat dalam mencegah penularan TBC juga menjadi bagian penting dari strategi global untuk mengatasi penyakit ini. Menerapkan edukasi melalui WhatsApp sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya selama pengobatan TB di rumah mengenai efek samping obat anti-TB merupakan cara praktis untuk membangun komunikasi yang berkesinambungan dalam upaya pemantauan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan WhatsApp sebagai alat bantu media bagi pasien TB terkait tingkat kepatuhan pengobatan. Penelitian deskriptif ini melibatkan total sampling sebanyak 21 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 81% menganggap WhatsApp sebagai alat yang efektif untuk memberikan informasi mengenai kepatuhan pengobatan pasien TB. Selanjutnya, pengembangan aplikasi media sosial lainnya dapat dieksplorasi sebagai pilihan media alternatif untuk mendukung pengobatan, pencegahan, dan perawatan di rumah bagi suspek TB.
Pengaruh Pemberian Modifikasi Non-Nutritive Sucking (NNS) Terhadap Nilai Premature Infant Pain Profil–Revised (PIPP-R) Pada Neonatus yang Diberikan Vaksin Hepatitis B Indrasari, Neneng; Zulfia, Rahmatuz; Alfianur, Alfianur; Sulidah, Sulidah; Hasriana, Hasriana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14734

Abstract

ABSTRACT There are various kinds of non-pharmacological pain management that can be applied to neonates, including Non-Nutritive Sucking (NNS). NNS is a method of stimulating the neonate’s sucking reflex, providing relief from acute pain. Premature Infant Pain Profile-Revised (PIPP-R) is a neonatal pain assessment that has validity, reliability, and feasibility. This research aimed to describe the process of determining non-pharmacological pain management that was applied with non-pharmacological techniques or management using NNS or finger sucking to reduce pain. The method used was a quasi-experimental design to assess the effect of NNS modification on the value of PIPP-R. The sample was taken from the respondents who were giving the Hepatitis B vaccine. The results showed that there was an effect of giving the NNS modification on the value of PIPP-R in neonates who were given the Hepatitis B vaccine at H. Jusuf S.K Tarakan Hospital, North Kalimantan Province, as evidenced by a p-value <0.05. The mean values after administrating the Hepatitis B vaccine intervention showed that there was a difference in the mean value in the intervention group which was more effective in reducing the scale based on the PIPP-R scale with NNS modification compared to the control group. Granting the NNS modification on the value of PIPP-R in neonates was more effective in the intervention group than that in the control group. Keywords: Hepatitis B, Neonates, NNS, Pain, PIPP-R  ABSTRAK Ada berbagai macam manajemen nyeri non farmakologis yang dapat diterapkan pada neonatus, diantaranya adalah Non-Nutritive Sucking (NNS). NNS adalah metode untuk merangsang refleks mengisap neonatus, memberikan bantuan dari nyeri akut. Prematur Infant Pain Profile Revised (PIPP-R) merupakan pengkajian nyeri neonatus yang memiliki validitas, reliabilitas, dan kelayakan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penentuan manajemen nyeri non farmakologis yang dapat diterapkan dengan teknik atau manajemen non farmakologis menggunakan NNS atau hisap jari untuk mengurangi nyeri. Desain yang digunakan yaitu desain Quasi eksperimental untuk menilai pengaruh pemberian modifikasi NNS terhadap nilai PIPP-R. Pengambilan sampel pada responden yang diberikan vaksin Hepatits B. Data yang diperoleh yaitu ada pengaruh pemberian modifikasi NNS terhadap nilai PIPP-R pada neonatus yang diberikan vaksin Hepatitis B di Rumah Sakit H. Jusuf S.K Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dibuktikan dengan nilai p <0.05. Nilai rata-rata setelah pemberian tindakan vaksin Hepatitis B menunjukkan terdapat perbedaan nilai rata-rata pada kelompok intervensi lebih efektif dalam menurunkan skala nyeri berdasarkan skala PIPP-R dengan modifikasi NNS dibandingkan kelompok kontrol. Pemberian modifikasi NNS terhadap nilai PIPP-R pada neonatus lebih efektif pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kata Kunci: Hepatitis B, Neonatus, NNS, Nyeri, PIPP-R
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Discharge Planning Pada Pasien Rawat Inap Marwah, Marwah; Sulidah, Sulidah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.14863

Abstract

ABSTRACT Discharge planning is the process of planning a patient's discharge from the hospital. Effective discharge planning can reduce the risk of readmission to the hospital and increase public trust in hospital services. Ideally, discharge planning should be carried out collaboratively, with nurses playing a major role. This study aims to identify the level of knowledge and compliance of nurses in implementing discharge planning and to analyze the relationship between the two. This research is an analytic-correlational study with a cross-sectional approach. The study population consisted of all nurses at RSUD dr. H. Jusuf SK who were on duty in the inpatient unit, with a total population of 258 people. The sample size was obtained using the Slovin formula, resulting in 110 respondents selected through purposive sampling. The results of this study identified that nurses' knowledge about discharge planning was categorized as sufficient, with most respondents being compliant in implementing discharge planning. The data analysis using the Chi Square test yielded a p-value of 0.005 < 0.05, indicating a significant relationship between knowledge and compliance in implementing discharge planning with a moderate strength of association.Top of Form Keywords: Discharge Planning, Compliance, Knowledge  ABSTRAK Discharge planning merupakan perencanaan pemulangan pasien dari rumah sakit. Discharge planning yang baik dapat mengurangi risiko readmisi ke rumah sakit dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Idealnya discharge planning dilaksanakan secara kolaboratif dengan perawat mempunyai peran besar didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan discharge planning serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian ini merupakan kajian analitic-correlational dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua perawat RSUD dr. H. Jusuf SK yang bertugas di unit rawat inap dengan besar populasi 258 orang. Besar sampel diperoleh dengan rumus Slovin sebesar 110 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini teridentifikasi pengetahuan perawat tentang discharge planning pada kategori cukup dengan sebagian besar responden patuh melaksanakan discharge planning. Analisis data menggunakan uji Chi Square diperoleh p-value sebesar 0,005 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan discharge planning dengan kekuatan hubungan sedang. Kata Kunci: Discharge Planning, Kepatuhan, Pengetahuan
Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Terhadap Kepatuhan Kontrol Dirumah Sakit Umum Kota Tarakan Murliana, Murliana; Sulidah, Sulidah; Damayanti, Ana; Darni, Darni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14635

Abstract

ABSTRACT Hypertension is often referred to as the silent killerbecause the symptoms are not visible and are only seen when the problems arise. The higher the blood pressure, the greater the risk of complications accuring. The complication can occur, if it is not detected early nor treated adequately. Compliance with treatment and routinecontrol can minimize the risk of complications. This research aimed to determine the relationship between the knowledgelevef of hypertension patients and compliance control. This research was quantitative using a quasi-expeimental design with a pretest-posttest control group design. The number of sample was 36 respondents chosen by using systematicsampling technique where 18 respondents as the intervention groupand the 18 respondents as the control group. The data on patientsknowledge were obtained using a questionnaire and the control compliance using observation sheet. The result showed that intervention group obtained p=0.005 which indicated that there was a relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patients, where as  control group obtained p=0.549 which meant that there was no relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patients. The level of knowledge was mostly good.the level of contrl compliance of hypertension patients from both the intervention group and the control group was mostly compliant. The conclusion from this research was that in the intervention group, there was a relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patient, while in the control group, there was no relationship between the knowledge level and control compliance of hypertension patientsat General Hospital of Tarakan City. Keywords: Control Compliance, Hypertension, Knowledge  ABSTRAK Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak terlihat dan baru terlihat saat masalah muncul. Semakin tinggi tekanan darah semakin besar risiko terjadi komplikasi, komplikasi dapat terjadi bila tidak dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai. Kepatuhan pengobatan dan kontrol secara rutin dapat meminimalisirkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Jumlah sampel 36 responden,18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol dengan teknik  sampling sistematis. Pengambilan data pengetahuan dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk kepatuhan kontrol. Hasil pada kelompok intervensi diperoleh hasil p=0.005, artinya  ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p=0.549, artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap  kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Pengukuran tingkat pengetahuan sebagian besar adalah baik. Tingkat kepatuhan pasien hipertensi dari kelompok intervensi maupun kelompok  kontrol sebagian besar adalah patuh. Kesimpulan  dari penelitian pada kelompok intervensi, ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi pada kelompok kontrol tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap  kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Kontrol, Pengetahuan