Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

OBSERVATION PARTICLE SIZE OF MG0.8ZN0.2TIO3 BY LASER DIFFRACTION METHOD Muhammad Saukani
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.199 KB) | DOI: 10.31602/al-jazari.v1i1.466

Abstract

Observation of particle size in the sample Mg0.8Zn0.2TiO3 (MZT) calcined at 550oC with various holding time 1 hour, 2 hours, 4 hours and 6 hours has been done. The results of X-ray diffraction analysis showed that the formed phase is geikelite (MgTiO3) and rutile (TiO2), which indicates that there had been reaction between Zn and Mg. This research aim to know size distribution of particles in colloidal using laser diffraction method based on principle dynamic light scattering. The average particle diameter measurable each sample ZMT is 310.1 nm, 313.9 nm, 334.2 nm and 365.4 nm which states that the longer the holding time resulted in increase grain size particles.
PEMANFAATAN LIMBAH KELAPA SAWIT DALAM PEMBUATAN ASAP CAIR DI DESA JEJANGKIT, BARITO KUALA Muhammad Saukani; Jainal Arifin; Sobar Ihsan; Gusti Rusydi Furqon Syahrillah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 2, No 2 (2017): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.327 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v2i2.783

Abstract

Jejangkit sub-district is one of the palm oil producer with the planting area of 100 ha. It was an area covered by wood Galam previously. The negative impact of oil palm development were water quality degradation and the arrival of pests so that rice production was lowered. Palm oil waste increase the income of residents around the plantation such as by utilizing oil palm shells as liquid smoke. One of program to increase the citizens income is a community service program that aims to provide information about benefit palm oil waste and provide training on making liquid smoke from oil palm waste. The partner this program is Karang Taruna Bangkit Bersama, desa Jejangkit Muara. Implementation of this program was attended by 22 members of the youth, the youth in productive age and appropriate to follow this program. The enthusiasm is felt when the program participants asked questions and demo devices pyrolysis to produce liquid smoke.
PEMBEKALAN KETERAMPILAN LAS DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN II, BENTOK, BATI-BATI Muhammad Firman; Muhammad Saukani; Saifullah Arief; Mujiburrahman Mujiburrahman; Heri Irawan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.699 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5404

Abstract

Pondok Pesantren Al-Ikhsan II adalah Pondok Pesantren yang memiliki program pembelajaran Tahfidzh Al-Quran dan Program Alim serta program umum kurikulum kementerian agama. Tidak seperti pondok pesantren pada umumnya, di pondok pesantren ini, santri tidak diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan dengan kurikulum kementerian agama, semua keputusan diserahkan kepada santri dan orang tuanya. Sebagai upaya penikatan life skill santri, pihak pondok telah memiliki peralatan las listrik dan alat potong yang cukup lengkap, namun belum ada tenaga terampil untuk menggunakan dan melatih para santri, maka program ini belum terlaksana. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat inilah, permasalahan peningkatan life skill dalam bidang pengelasan akan diberikan. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan berupa penyampaian materi K3, Teknik pengelasan dan pemotongan. Selanjutnya pendampingan praktik pengelasan dan pemotongan dilakukan hingga santri mampu menghasilkan produk. Hasil program ini akan dipublikasikan pada jurnal MEDITEG Politeknik Negeri Tanah Laut atau Jurnal Pengabdian Masyarakat AL IKHLAS Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari.
ALTERNATIF MATERIAL BARU PENGOLAHAN DINDING BANGUNAN BERBAHAN ABU BATU DI KELURAHAN TELAGA BIRU KECAMATAN BANJARMASIN BARAT KOTA BANJARMASIN Fitria Handayani; Akhmad Gazali; Ruliana Febrianty; Muhammad Saukani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.765 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.4048

Abstract

Abu batu adalah hasil dari pengolahan batu pecah dengan menggunakan stone crusher. Abu batu saat ini merupakan bahan hasil sampingan dalam industri pemecahan batu yang jumlahnya tidak sedikit. Abu batu diupayakan pemanfaatannya sebagai bahan pengganti pasir karena harganya lebih murah jika dibandingkan dengan pasir. Abu batu dapat digunakan sebagai bahan utama pembuat beton, batako, dan perekat paving maupun sebagai pengisi (filler yang mengisi rongga-rongga kecil pada beton dan membuat beton semakin padat sehingga dapat meningkatkan mutu beton). Penggunaan abu batu dalam industri beton bisa mencapai lebih dari 50% terutama untuk pembuatan conblock, batako, dan gorong-gorong. Manfaat lain dari abu batu yaitu mampu mengikat material lebih baik, menghemat penggunaan semen, mempercepat produksi batako/beton, hamparan lapisan dasar pada pemasangan paving blok dan memperkecil pori conblock.
PENYULUHAN PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI DESA JEJANGKIT MUARA KABUPATEN BATOLA Muhammad Firman; Budi Hartadi; Idzani Muttaqin; Muhammad Saukani; Nadiya Hijriana
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 2, No 1 (2016): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.358 KB) | DOI: 10.31602/jpai.v2i1.962

Abstract

Interest Service to the public about solar power plants (PLTS) so that the public understands and knows solar power plant (SPP), increase public understanding of the importance of solar power plants (PLTS) that, while the benefits to be achieved in this activity is to society its target skills and knowledge in assembly and maintenance of a series of solar power plants (PLTS) so that when applied mistakes. Establishment of cooperation between the community, the village government and Studies Program Faculty of Engineering Uniska. As for Tim will add to the experience in training activities assembly and maintenance of solar power plants. The method will be used to achieve the goals that have been implemented are: using the training methods of assembly and maintenance of solar power plants directly with solar panels example demonstrated by the team. So with this training method is expected the participants enthusiastically followed and training materials will absorb well. From the results of the training can be concluded among other things during the training process to be followed can be absorbed 100% or all the participants, 20% of participants who attended or 3 people who want to use solar power for the consumption of their homes by asking what the price of a set of solar power until ready to use and implementation of devotion that will come can be developed into other areas in the vicinity of this devotion, of course, with a bigger budget so that citizens who join the training could be more.
PELATIHAN PENURUNAN WAKTU PRODUKSI DAN PENINGKATAN DAYA SIMPAN TELUR ASIN PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA ELDONA DAN RUMAH TELUR WAFA Irfan Irfan; Jainal Arifin; Muhammad Saukani
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v5i1.2782

Abstract

Produsen Telur Asin “Eldona” dan “Wafa” merupakan mitra dalam proram pengabdian masyarakat ini. Mitra masih menggunakan metode pemeraman konvensional dalam memproduksi telur asin yang memerlukan waktu hingga 15 hari. Selain itu, umur simpan telur asin hanya mencapai 3 minggu. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada mitra ternik percepatan proses pengasinan dan perpanjangan umur simpan telur asin. Pendekatan yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan tentang implementasi metode modifikasi osmosis untuk mempersingkat waktu pemeraman telur dan penerapan metode pengasapan untuk memperpanjang umur simpan produk telur asin. Mitra tidak hanya mendapatkan pengetahun secara teori tetapi juga langsung mempraktikan pengetahuan yang didapatkan. Penerapan metode modifikasi osmosis dapat mempercepat waktu produksi hingga 65% dibandingkan metode konvensional. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang metode modifikasi osmosis untuk mempersingkat waktu pemeraman telur.
Desiminasi Inovasi Teknologi Pemanfaatan Oli Bekas Pada Kompor Alternatif: Desiminasi Inovasi Teknologi Pemanfaatan Oli Bekas Pada Kompor Alternatif Arifin, Jainal; Herlina, Firda; Saukani, Muhammad; Sidiq, Abdurahim; Panca Asmara, Yuli; Sasmito, Agus; Arief, Saifullah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bedasarkan pengamatan pada Kecamatan Alalak desa Semangat dalam dan kecamatan mandastana desa bangkit baru, harga gas LPJ 3 Kg pada bulan Februari 2025 mencapai Rp 40.000/ tabung, harga ini jauh lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 18.500/ tabung, tentunya sangat memberatkan bagi masyarakat yang membeli gas dengan selisih harga normalnya, disamping itu yang memicu mahalnya gas 3 Kg ialah, langkanya gas yang dijual pada warung dan agen-agen Lpj. Penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar kompor sudah ditinggalkan oleh masyarakat karena harganya ikut melabung tinggi berkisar Rp 15.000/ Liter, metode kegiatan ada terdiri dari pelaksanaan persiapan dan perencanaan, desain alat dan pembuatan, selanjutnya tim mengadakan sosialisasi dan pelatihan terhadap masyarakat, terakhir implementasi dan monitoring, dengan adanya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tersebut masyarakat dapat belalih pemakaian Gas Lpj ke kompor alternatif berbahan bakar oli bekas, dalam kegiatan tersebut tim membuat pelatihan perakitan alat dan didemonstraasikan langsung kepada masyarakat, antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut sangat bagus, terlihat dengan keseriusan mengikuti kegiatan yang kami laksanakan, adapun hasil kuesioner yang telah kami bagikan menunjukan 73% mereka menilai Sangat Puas, dan penilaian puas 23% sementara 0% kurang puas, penilaian ini dengan jumlah 30 orang masyarakat, harapan kepala desa bangkit baru.
Thermally Driven Phase Transformation and Structural Evolution of Hydrothermally Synthesized MoS2 Muhammad Saukani; Yuli Panca Asmara; Lutvi Vitria Kadarwati; Sadang Husain
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 16 No. 1 (2026): Vol. 16 No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v16n1.p1-10

Abstract

Molybdenum disulfide (MoS2) is a transition-metal dichalcogenide with tunable physicochemical properties, making it highly suitable for applications in energy conversion, electronics, and environmental remediation. This study investigates the thermally driven phase transformation and structural evolution of MoS2 synthesized via the hydrothermal method. The aim is to explore the phase transition as a function of annealing temperature. XRD and Raman spectroscopy were used to monitor the crystal and phase changes, while SEM and TEM were used to analyze the material morphology. The results showed that the synthesized MoS2 predominantly exhibited the 1T phase, as evidenced by the characteristic Raman peaks. After annealing at 300°C, a complete transformation to the 2H phase occurred, with increased crystallinity and a well-defined trigonal prismatic structure. SEM and TEM analyses revealed that the phase transformation did not significantly alter the material morphology, which retained its flower-like structure. These findings emphasize the importance of controlling phase transformations to optimize material properties, contributing to a broader understanding of MoS2 in various technological fields.
Karakterisasi Stabilitas Termal Kaolin Tatakan Kalimantan Selatan: Muhammad Saukani, Izzatus Sholehah, Saifullah Arief, Sadang Husein Muhammad Saukani Muhammad Saukani; Izzatus Sholehah Izzatus Sholehah; Saifullah Arief Saifullah Arief; Sadang Husein Sadang Husein
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 1 (2020): January 2020 Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v16i1.4756

Abstract

This research is to characterize thermal stability of Kaolin from Tatakan, South Borneo. This research have been done by discussing the thermal treatment provided for kaolin clay and it used as a geopolymer base material. The FTIR, DSC-TGA, and XRD characterize the prepared kaolin clay. The DSC-TGA analysis shows that predehydroxylation occurred at temperatures of 50-120C. In addition, the dehydroxylation process started at 430-650C. However, the most stable condition is at 700-900C. Calcination temperature at kaolin clay was given at 650, 750, and 850C with dwell time of 1, 3, and 5 hours. After that, the calcination clay had characterized by FTIR and XRD. The FTIR results showed that all thermal treatments of metakaolin have formed. It was marked by the loss of the characteristic peak of kaolin with wavenumbers of 3600, and 1600 cm-1. Thermal treatment at a temperature of 750C with a holding time of 3 hours showed the largest amorphous phase formed, which was characterized by a decrease in the highest percentage of transmittance. The crystalline peak of kaolin XRD data at 750C shows that the peak of the crystalline phase of kaolinite was lost. It indicates that metakaolin has formed. Based on the results, it shows that the optimum thermal temperature that given to the kaolin Tatakan to create reactive metakaolin is 750C for 3 hours.