Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK RUMPUT LAUT BAGI WANITA DI TANJUNG BELE, SUMBAWA Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Suprianto, Suprianto; Handayani, Fitri; Nurwahidah, Siti
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2050

Abstract

Seaweed is one of Tanjung Bele's potential resources, but the macroalgae have not been able to improve the community's economy. This is because seaweed is only sold as dried seaweed. Lack of community knowledge and skills means that seaweed cannot be processed into products with economic value. Therefore, the purpose of this program is to improve the knowledge and skills of the Tanjung Bele community in diversifying seaweed into products with high economic value. This program is carried out in Tanjung Bele Hamlet, Olat Rawa Village, Moyo Hilir District, Sumbawa, West Nusa Tenggara. The target community is the wives of fishermen. The number of people involved in this program is 10 people who are members of the Ai Manis group. The methods used in this activity are counseling, training with active participation methods, evaluation of results using the pretest-posttest method and observation of partner products. This program starts with coordination, continues with counseling and training and ends with evaluation activities. Jelly and seaweed chips are two products made by fishermen's wives. The results of the pretest and posttest showed that most of the target community did not understand the material related to seaweed diversification. This is because most of the community are elementary school graduates and some others have not graduated from elementary school. There are two products produced by partners, namely jelly and seaweed chips.
INVESTIGASI PENYEBAB PENGEBOMAN IKAN DI PERAIRAN TELUK SALEH BERDASARKAN PERSEPSI DAN PRINSIP NELAYAN TERHADAP DESTRUCTIVE FISHING Kautsari, Neri; Diahpebila, Tasya Ayu; Mardhia, Dwi; Iskandar, Syaifuddin; Bahri, Syamsul
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.1.398

Abstract

Fishing with explosives (fish bombs) is one of the cases of destructive fishing that occurs every year on the coast of Saleh Bay, Sumbawa, West Nusa Tenggara. The government has implemented several strategies to reduce destructive fishing, but these cases still occur on the coast of Saleh Bay. This research aims to determine fishermen's perceptions and principles regarding fishing using bombs. This research was conducted from June to August 2023 in Prajak Hamlet, Batu Bangka Village, Sumbawa, West Nusa Tenggara (NTB). The method used in this research is a survey. The survey was conducted through in-depth interviews with respondents. The number of respondents in this study was 50 people. Data were analyzed using descriptive analysis. Data is displayed with graphs. The research results show that there are still 2% of fishermen who think that bombs are a cheap fishing tool, produce abundant fish and are easy to operate. There were 2% of respondents who stated that there was nothing wrong with using bombs. The act of bombing fish was imitated by previous people. As many as 4% of fishermen are not sure that their actions will have an impact on the ocean. The majority of fishermen (72%) have a high level of confidence in using fishing gear recommended by the government, but there are 8% who feel unsure about using fishing gear recommended by the government. The results of this research indicate that there is still potential for fish bombing in the waters of Saleh Bay. Therefore, outreach activities are needed for fishermen regarding the impacts of using fish bombs.
EFFECT OF HARVEST TIME ON GROWTH PERFORMANCE, BIOMASS AND PRODUCTIVITY OF Kappaphycus alavarezii IN WAWORADA BAY Ardiansyah; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bachri, Syamsul; Abdillah, Didit
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v2i1.1377

Abstract

Waworada Bay is a water in Bima Regency which has long been used by some people for seaweed cultivation. Currently, seaweed farmers do not know the exact harvest period. This causes differences in the harvest period between farmers. So far, research on the harvest period in Waworada Bay is not yet available. The experiments aimed to assess the ideal period for harvest among the different growth periods (35, 45, and 55 days). This research was conducted in Waworada Bay, Langgudu District, Bima Regency, West Nusa Tenggara from November 2021 to January 2022. Observation variables were absolute growth, growth rate, wet and dry biomass, productivity and water quality (temperature, dissolved oxygen, salinity, pH, brightness, current). The seaweed cultivation method uses the longline method. The results showed that the highest absolute growth was found in the 55-day harvest period (115.70±1.71 g) and the lowest was in the 35-day harvest period (55.10±6.62 g). There was a significant difference in absolute growth between treatments. The growth rate was not significantly different between treatments with a value range of 1.09±0.24 to 3.55±1.39%day-1. Wet biomass ranged from 10,022±397.22 g 12m-1 (harvest period 55 days) to (6.306±149.92 g 12m-1) (harvest period 35 days). Dry biomass ranged from 670±34.12 g 12m-1 to 1.016±53.78 g 12m-1. Productivity ranges from 0.04 to 0.07 g dry weight m−2 days−1. The average water quality values are temperature 32.40 0C, dissolved oxygen 5.84 mg l-1, salinity 32 ppt, pH 7.30, brightness 2.50 m and current 14 cm sec-1.
Penerapan Ekowisata Berbasis Keramba Jaring Apung (Eko-Kja) di Dusun Prajak Mardhia, Dwi; Hasani, Febri Jumati; Rhismanda, Agum
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Batu bangka termasuk dalam gugusan Teluk Saleh yang arah pembangunannya sebagai daerah wisata pesisir. Kondisi wisata desa Batu Bangka belum dikembangkan secara optimal. Permasalahan utama adalah masih maraknya illegal fishing yang berdampak pada rusaknya terumbu karang, berkurangnya hasil tangkapan nelayan serta terancamnya keberlanjutan ikan. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan melalui program Eko-KJA (ekowisata berbasis Keramba Jaring Apung). Tujuan Eko-KJA adalah menjaga kelestarian sumberdaya laut, meningkatkan pengembangan pariwisata dan membantu perekonomian nelayan. Adapun tujuan program adalah (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Eko-KJA, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya KJA mulai pembenihan hingga pembesaran, (3) Tersedianya KJA di perairan desa Batu Bangka (4) Terciptanya Eko-KJA (Ekowisata berbasis keramba jarring apung) dan (5) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Eko-KJA. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan bantuan unit KJA. Hasil kegiatan adalah tersedianya KJA dengan kondisi sesuai desain teknis, ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya KJA sebesar > 50 %, terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak meliputi Pokdarwis Bunga Karang, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata dan WCS, serta adanya alternatif mata pencaharian masyarakat sehingga adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Eko-KJA.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ramadhan, Naufal Gumilang; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.22756

Abstract

Ikan Nila merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak digemari di Sumbawa sehingga mendorong tingginya minat budidaya untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Usaha pembenihan ikan Nila merupakan ujung tombak keberhasilan usaha budidaya. Salah satu usaha pembenihan yang cukup berhasil di Sumbawa adalah usaha Bina Mandiri Sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembenihan ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada usaha Bina Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah observasi melalui kegiatan magang. Pelaksanaan magang selama 4 bulan dengan pengamatan pada 2 kolam. Hasil observasi menunjukkan bahwa teknik pembenihan ikan Nila di usaha Bina Mandiri Sejahtera menggunakan teknik alami dengan tahapan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, pemeriksaan kualitas air, pemanenan dan pemasaran. Ikan Nila jantan dan betina yang sudah berumur 8 bulan, bobot 500 gram dan Panjang 30 cm sudah bisa dipilih untuk melakukan pemijahan. Perbandingan jantan dan betina ikan Nila yaitu 1 : 3 dengan jumlah indukan 32 induk. Hasil pengukuran kualitas air masih optimal untuk kegiatanpembenihan meliputi pH (6-8), suhu (26-30C) dan TDS (400-600 ppm).
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Prayoga, Ananda Gempar; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.36233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) diUsaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil diwilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam,seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalahsurvei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolampemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dangeografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, denganbobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasioinduk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah teluryang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benihhidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektifuntuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skalabesar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien danadaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi inidiharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengansumber daya terbatas.
Teknik Pembenihan dan Potensi Stok Benih Lele Mutiara (Clarias gariepenus) pada Usaha Pembenihan Mina Mandiri, Sumbawa Rizqi, Firman Thoha; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45573

Abstract

Ikan lele mutiara adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian terkait evaluasi teknik pemijahan hingga jumlah populasi yang dihasilkan oleh setiap usaha pembenihan ikan lele mutiara belum banyak dilakukan. Penelitian tersebut sangat penting dilakukan untuk menilai keberhasilan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketersedian benih ikan lele khususnya lele mutiara. Tujuan penelitian ini ialah mengvaluasi teknik pemijahan dan potensi stok benih ikan lele pada usaha Mina Mandiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah performance induk yang dipijahkan (bobot induk dan ciri morfologis induk) oleh usaha Mina Mandiri, teknik pemijahan (rasio jantan betina, waktu pemijahan dan metode pemijahan), jumlah telur yang dilepaskan oleh induk betina pada setiap pemijahan dan jumlah telur yang dibuahi. Pengamatan dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa induk yang digunakan adalah induk matang gonad yang dicirikan oleh bagian genital induk membesar baik pada jantan maupun betina, bobot induk berkisar antara 900-1500 gr, pemijahan mulai dilakukan pada pukul 15.40 WITA, jumlah telur yang dilepaskan oleh induk adalah 85.000-187.000, jumlah telur yang terbuahi dan menetas berkisar antara 80.000-167.000. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele mutiara dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui pemijahan alami pada bulan Desember. Rasio jantan betina 1:2 atau 1:3 dengan bobot jantan dan betina berkisar antara 900-1500 gr berpotensi meghasilkan 180.00 hingga 167.000 stok benih ikan lele mutiara. Pemijahan ikan lele mutiara secara konvensional dapat diterapkan pada usaha pembenihan skala kecil dan menengah.
Mengeksplorasi Disparitas: Analisis Mendalam Persepsi Mahasiswa Terhadap Efektivitas Evaluasi Pembelajaran Daring Di Era Pandemi Covid-19 Hermansyah, Hermansyah; Mardhia, Dwi; Yahya, Fahmi; Gunawan, Gunawan; Sahidu, Hairunnisyah
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic necessitated a rapid shift from traditional face-to-face learning to online modalities, including student evaluations. This study delves into the disparity between the perceived effectiveness of online learning evaluations and actual student experiences during the pandemic, drawing insights from existing data that highlighted student disagreement regarding the ability of online evaluations to measure material mastery, foster creativity, and enhance thinking skills. While previous research often focuses on quantitative correlations, this qualitative-dominant analysis aims to explore the underlying reasons for student dissatisfaction. It investigates how factors such as technical issues, time pressure, and the design of online assessment tools contribute to these perceptions. By understanding the nuances of student perspectives, this paper seeks to provide valuable insights for educators and policymakers in designing more effective, equitable, and student-centric online evaluation strategies that move beyond mere digital replication of traditional methods.
Analisis Kendala dan Peluang Inovasi Dalam Evaluasi Daring Pasca-Pandemi Mardhia, Dwi; Gunawan, Gunawan; Hermansyah, Hermansyah; Yahya, Fahmi; Sahidu, Hairunnisyah
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic necessitated an abrupt shift to online learning, including its evaluation, presenting both challenges and opportunities for innovation in higher education. This study, originally conducted at Universitas Samawa, explored lecturers' and students' profiles and perceptions of online learning evaluations during the pandemic. Findings revealed that WhatsApp was the most dominant platform (76.7%) due to its ease of use, practicality, and accessibility. However, significant obstacles emerged, primarily unstable internet connectivity, especially for students in rural areas, and suboptimal understanding of online learning materials often due to lecturers merely sharing content without in-depth explanations. While online evaluations were perceived as more objective and capable of fostering creativity and critical thinking, concerns regarding academic integrity due to insufficient supervision were also noted. This paper analyzes these identified constraints, juxtaposing them with potential avenues for innovation in online evaluation practices. It argues that addressing connectivity gaps, enhancing pedagogical design for online content delivery, and implementing robust integrity measures are crucial for developing a more effective, equitable, and sustainable online evaluation system in the post-pandemic era.