Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

INVESTIGASI PENYEBAB PENGEBOMAN IKAN DI PERAIRAN TELUK SALEH BERDASARKAN PERSEPSI DAN PRINSIP NELAYAN TERHADAP DESTRUCTIVE FISHING Kautsari, Neri; Diahpebila, Tasya Ayu; Mardhia, Dwi; Iskandar, Syaifuddin; Bahri, Syamsul
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.1.398

Abstract

Fishing with explosives (fish bombs) is one of the cases of destructive fishing that occurs every year on the coast of Saleh Bay, Sumbawa, West Nusa Tenggara. The government has implemented several strategies to reduce destructive fishing, but these cases still occur on the coast of Saleh Bay. This research aims to determine fishermen's perceptions and principles regarding fishing using bombs. This research was conducted from June to August 2023 in Prajak Hamlet, Batu Bangka Village, Sumbawa, West Nusa Tenggara (NTB). The method used in this research is a survey. The survey was conducted through in-depth interviews with respondents. The number of respondents in this study was 50 people. Data were analyzed using descriptive analysis. Data is displayed with graphs. The research results show that there are still 2% of fishermen who think that bombs are a cheap fishing tool, produce abundant fish and are easy to operate. There were 2% of respondents who stated that there was nothing wrong with using bombs. The act of bombing fish was imitated by previous people. As many as 4% of fishermen are not sure that their actions will have an impact on the ocean. The majority of fishermen (72%) have a high level of confidence in using fishing gear recommended by the government, but there are 8% who feel unsure about using fishing gear recommended by the government. The results of this research indicate that there is still potential for fish bombing in the waters of Saleh Bay. Therefore, outreach activities are needed for fishermen regarding the impacts of using fish bombs.
EFFECT OF HARVEST TIME ON GROWTH PERFORMANCE, BIOMASS AND PRODUCTIVITY OF Kappaphycus alavarezii IN WAWORADA BAY Ardiansyah; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bachri, Syamsul; Abdillah, Didit
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v2i1.1377

Abstract

Waworada Bay is a water in Bima Regency which has long been used by some people for seaweed cultivation. Currently, seaweed farmers do not know the exact harvest period. This causes differences in the harvest period between farmers. So far, research on the harvest period in Waworada Bay is not yet available. The experiments aimed to assess the ideal period for harvest among the different growth periods (35, 45, and 55 days). This research was conducted in Waworada Bay, Langgudu District, Bima Regency, West Nusa Tenggara from November 2021 to January 2022. Observation variables were absolute growth, growth rate, wet and dry biomass, productivity and water quality (temperature, dissolved oxygen, salinity, pH, brightness, current). The seaweed cultivation method uses the longline method. The results showed that the highest absolute growth was found in the 55-day harvest period (115.70±1.71 g) and the lowest was in the 35-day harvest period (55.10±6.62 g). There was a significant difference in absolute growth between treatments. The growth rate was not significantly different between treatments with a value range of 1.09±0.24 to 3.55±1.39%day-1. Wet biomass ranged from 10,022±397.22 g 12m-1 (harvest period 55 days) to (6.306±149.92 g 12m-1) (harvest period 35 days). Dry biomass ranged from 670±34.12 g 12m-1 to 1.016±53.78 g 12m-1. Productivity ranges from 0.04 to 0.07 g dry weight m−2 days−1. The average water quality values are temperature 32.40 0C, dissolved oxygen 5.84 mg l-1, salinity 32 ppt, pH 7.30, brightness 2.50 m and current 14 cm sec-1.
Penerapan Ekowisata Berbasis Keramba Jaring Apung (Eko-Kja) di Dusun Prajak Mardhia, Dwi; Hasani, Febri Jumati; Rhismanda, Agum
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Batu bangka termasuk dalam gugusan Teluk Saleh yang arah pembangunannya sebagai daerah wisata pesisir. Kondisi wisata desa Batu Bangka belum dikembangkan secara optimal. Permasalahan utama adalah masih maraknya illegal fishing yang berdampak pada rusaknya terumbu karang, berkurangnya hasil tangkapan nelayan serta terancamnya keberlanjutan ikan. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan melalui program Eko-KJA (ekowisata berbasis Keramba Jaring Apung). Tujuan Eko-KJA adalah menjaga kelestarian sumberdaya laut, meningkatkan pengembangan pariwisata dan membantu perekonomian nelayan. Adapun tujuan program adalah (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Eko-KJA, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya KJA mulai pembenihan hingga pembesaran, (3) Tersedianya KJA di perairan desa Batu Bangka (4) Terciptanya Eko-KJA (Ekowisata berbasis keramba jarring apung) dan (5) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Eko-KJA. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan bantuan unit KJA. Hasil kegiatan adalah tersedianya KJA dengan kondisi sesuai desain teknis, ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya KJA sebesar > 50 %, terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak meliputi Pokdarwis Bunga Karang, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata dan WCS, serta adanya alternatif mata pencaharian masyarakat sehingga adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Eko-KJA.
Tingkat Pemahaman Dan Persepsi Masyarkat Terhadap Konservasi Penyu Di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Khairunnisa, Khairunnisa; Mardhia, Dwi; Bachri, Syamsul; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9023

Abstract

Keberhasilan upaya konservasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat sebagai aktor utama di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di desa Emang Lestari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan metode likert dan dijelaskan secara deskriptif untuk mengukur tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap konservasi penyu tergolong tinggi dengan rerata skor sebesar 4,03, yang mencerminkan bahwa masyarakat telah mengetahui aspek perlindungan hukum, larangan eksploitasi, serta pentingnya kerja sama dalam upaya pelestarian. Selain itu, persepsi masyarakat juga berada pada kategori tinggi dengan rerata skor 4,00 yang menunjukkan sikap positif terhadap konservasi penyu, termasuk dukungan terhadap pelestarian, kesadaran akan manfaat ekonomi melalui ekowisata, serta pentingnya perlindungan penyu bagi generasi mendatang. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Emang Lestari memiliki tingkat pemahaman dan persepsi yang baik terhadap konservasi penyu, sehingga berpotensi mendukung keberhasilan program konservasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: Konservasi, Masyarakat pesisir, Pemahaman, Persepsi, Penyu
Penangkapan, Pengolahan, Dan Rantai Pemasaran Teripang (Stichopus herrmanni) Di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa Apriansa, Risman; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penangkapan, pengolahan pascapanen, dan rantai pemasaran teripang (Stichopus herrmanni) di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode survei dengan melibatkan 18 responden yang terdiri atas 17 nelayan dan 1 pengepul yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan teripang dilakukan secara tradisional melalui metode memungut langsung saat air surut, menggunakan snorkel, dan menyelam bebas (free diving), serta berlangsung secara musiman pada periode Juni hingga Oktober. Sebagian besar nelayan menjadikan penangkapan teripang sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengolahan pascapanen dilakukan melalui tahapan eviscerasi, perebusan, penggaraman, dan pengeringan yang berfungsi meningkatkan daya simpan dan nilai ekonomi produk. Rantai pemasaran melibatkan nelayan, pengepul desa, pengepul kota, hingga pedagang besar di luar daerah. Meskipun pengolahan memberikan nilai tambah ekonomi, panjangnya rantai pemasaran dan keterbatasan akses pasar menyebabkan nilai farmer’s share yang diterima nelayan relatif rendah dan posisi tawar nelayan masih lemah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan kapasitas pengolahan, dan perluasan akses pasar langsung untuk meningkatkan efisiensi pemasaran serta kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.  Kata kunci: teripang, Stichopus herrmanni, penangkapan, pengolahan, rantai pemasaran