Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT Remco Jambi tahun 2018 Melda Yenni; Putri Sahara Harahap; Ponco Sutanoto
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.055 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i1.188

Abstract

Latar Belakang :Penerapan SMK3 bertujuan untuk meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi, mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh; serta menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, dan efisien untuk mendorong produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SMK3 di PT. Remco Kota Jambi Tahun 2018. Metode :Penelitian menggunakan rancangan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi. Instrumen menggunakan pedoman wawancara mendalam, pedoman observasi dan pedoman telaah dokumen. Penyajian hasil ditulis dalam bentuk transkrip dan dianalisis secara naratif. Hasil : Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 di PT Remco belum optimal diterapkan hal ini disebabkan sarana yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan, motivasi pekerja dalam penggunaan APD kurang baik masih ada pekerja yang tidak menggunakan APD saat melakukan pekerjaan. Kesimpulan :PT. Remco belum mencapai target SMK3 sesuai dengan PP No. 50 Tahun 2012 yaitu zero accident. Untuk itu disarankan untuk memberikan sangsi kepada pekerja yang tidak menggunakan APD dan reward kepada pekerja yang sudah menggunakan APD dengan baik.
Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Cuci Tangan yang Baik dan Benar di SDN 37/I Kecamatan Bajubang Sugiarto Sugiarto; Novi Berliana; Melda Yenni; Cici Wuni
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.855 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v1i2.266

Abstract

Cuci tangan merupakan proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air. Akibat kurangnya kebiasaan cuci tagan, anak-anak menjadi penderita tertinggi dari penyakit diare dan pernafasan, hingga tidak jarang berujung dengan kematian. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah siswa/i mengetahui tujuh langkah mencuci tangan yang baik dan benar sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dengan memberikan edukasi kepada siswa tentang tujuh langkah mencuci tangan dengan baik dan benar. Edukasi yang dilakukan adalah pemberian informasi dengan penyuluhan mengenai pengertian cuci tangan, tujuan mencuci tangan, waktu mencuci tangan, alat-alat yang digunakan. Selain pemberian penyuluhan juga dilaksanakan demonstrasi cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini adalah siswa/i lebih mengetahui teknik mencuci tangan yang baik dan benar. Setelah pemberian domonstrasi siswa/i mengetahui cara mencuci tangan yang baik dan benar. Pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa setelah siswa/i mengetahui dan dapat menerapkan tujuh langkan cuci tangan yang baik dan benar maka dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah menerapkan cuci tangan yang baik dan benar maka dapat memutuskan rantai penularan diare.
Penyuluhan Tentang Pemberantasan Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Rawasari melda yenni; cici wuni
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.027 KB) | DOI: 10.30644/jphi.v1i1.190

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu faktor penyebab penyakit yang kini telah menyerang manusia. Salah satu faktornya adalah masyarakat kurang menjaga kesehatan lingkungan sehingga menyebabkan nyamuk dapat berkembang dengan pesat pada lingkungan. Untuk itu, agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk misalnya Demam Berdarah dengue (DBD), masyarakat dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dilingkungan masing - masing program Pemberantasan Sarang Jentik Nyamuk (PSJN) salah satunya. Pemberantasan Sarang Jentik Nyamuk (PSJN) dilakukan secara rutin terlebih setiap musim jangkitan DBD, kegiatan lain yang bisa dilakukan yaitu dengan fogging (pengasapan), abatisasi, dan pelaksanaan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) Kelurahn Rawasari salah satu kelurahan yang harus diwaspadai mengenai kebersihan lingkungannya terutama dalam pemberantasan nyamuk demam berdarah yang akhir-akhir ini mulai berjangkit, terdapat 14 kasus DBD di tahun 2018 yang kembali dan meresahkan masyarakat serta memotivas pihak –pihak terkait seperti puskesmas rawasari untuk memberantas jentik nyamuk dan melakukan pola hidup sehat. Maka dari itu perlu diadakannya penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk sebagai pengetahuan tentang upaya Mencegah terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue melalui penyuluhan pentingnya pemberantasan jentik nyamuk dan sarang nyamuk demak berdarah di Puskesmas Rawasari Jambi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADUPENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA SUNGAI TAWAR KECAMATAN MENDAHARA TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2022 Siti Almar’atus Sholehah; Melda Yenni; Renny Listiawaty
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 10: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-communicable diseases have been the leading cause of death in the world since the third millennium. Deaths due to non-communicable diseases amounted to 29 million. In order for non-communicable diseases to continue to increase, the Indonesian government created a program, namely the non-communicable disease guidance post, in order to prevent non-communicable diseases in the community. Sungai Tawar Village is a village with the lowest coverage of integrated coaching posts at 29.7%. The purpose of the study was to determine the factors associated with the utilization of the integrated coaching post program for non-communicable diseases. This study used a cross sectional approach. The research sample was the community in Sungai Tawar Village with a sample size of 80 people. Sampling technique with quota sampling technique. Data were analyzed by chi square test. The results showed that there was a relationship between knowledge, attitudes and the role of cadres with the utilization of the integrated coaching post program for non-communicable diseases in Sungai Tawar Village (p-value <0.03). It is expected that families should always provide encouragement, direction, motivation and guidance to families about the benefits and objectives of the non-communicable disease integrated coaching post for people with non-communicable diseases
SURVEILANS GIZI DI TEMPAT KERJA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN LINGKUNGAN KERJA YANG SEHAT DAN PRODUKTIF Sugiarto Sugiarto; Melda Yenni; Cici Wuni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.1985-1990

Abstract

Gizi merupakan salah satu factor yang mempengaruhi produktivitas kerja. Jika pekerja memiliki gizi yang berlebih maka akan berisiko untuk mengalami keluhan seperti low back pain, kelelahan kerja, hipertensi dan diabetes mellitus. Maka dari itu sebuah perusahaan harus memenuhi kebutuhan gizi pekerja. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan surveilans gizi pada pekerja sehingga dapat dijadikan bahan pembuatan kebijakan bagi perusahaan dalam pemenuhan gizi bagi pekerja. Metode yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian adalah pengukuran indeks massa tubuh, pengukuran tekanan darah dan konseling tentang gizi pada pekerja. Jumlah peserta sebanyak 22 orang pekerja bagian kantor PT. Sungai Bahar Pasifik Utama. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki indeks massa tubuh kategori obesitas sebesar 9,1% dan berat badan berlebih sebesar 40,9%. Rata-rata tekanan darah pekerja adalah 132,2 mmHg. Setelah dilakukan konseling kepada pekerja diketahui bahwa pengetahuan pekerja mengalami peningkatan dimana rataa-rataa skor sebelum diberikan konseling sebanyak 12,53 meningkat menjadi 14,26 setelah diberikan konseling tentang gizi. Diharapkan kepada perusahaan untuk memasang poster tentang gizi di tempat kerja sehingga pekerja dapat membaca poster tersebut dan melakukan pengecekan rutin terkait kesehatan pekerja dan yang paling utama adalah menyediakan makanan yang bergizi.
Factor Analysis of Musculoskeletal System Complaints on Horticultural Farmers Spraying Pesticides in Sako Duo Village, Kerinci Melda Yenni; Novi Berliana; Mila Mustika
Riset Informasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v11i2.669

Abstract

Background: The agricultural sector is a high-risk occupation, health problems that are often experienced by farmers are MSDs complaints. The results of the initial survey of BPS (Central Bureau of Statistics) found that 80% of farmers suffer from back pain. The purpose of this study was to determine the relationship between work posture, workload, length of work and body size with complaints of the musculoskeletal system when spraying pesticides on horticultural farmers in Sako Dua village. Metode: This study is a quantitative study using a cross sectional design. The research population was all members of the farmer group as many as 191 farmers and the research sample was 51 farmers who sprayed pesticides. The sampling technique used was the purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire and measurement sheets. The research technique used interviews and measurements with REBA, Nhon Hoa sitting scales, Electronic Personal Scale, and Stature Meters. Data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. Results : 60.8% of respondents experienced high MSDs complaints, 68.6% of respondents experienced high risk work postures, 94.1% of respondents had additional workloads in the heavy category, 72.5% of respondents had long work durations, and 41.2% of respondents had Obese BMI. Bivariate results show that there is a relationship between work posture and MSDs complaints (p-value = 0.000), there is no relationship between additional workload (p-value = 0.315), there is a relationship between length of work (p-value = 0.000), and there is no relationship between BMI (p-value=0.398) with MSDs complaints. Conclusion : MSDs disorders can occur due to several factors such as inappropriate body posture, heavy workload coupled with a spraying equipment load that weighs more than 10 kg, long working hours that are not accompanied by adequate rest and other risk factors. tendency to fatigue, illness, accidents and an increased risk of MSDs. Farmers have received counseling every 3 months but not from health workers and not counseling related to ergonomics or work postures.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR (BAYI BERAT LAHIR RENDAH) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH HAJI ABDOEL MADJID BATOE MUARA BULIAN Suroso Suroso; Melda Yenni
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 3: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i3.2752

Abstract

Masih tingginya kejadian bayi berat lahir rendah di Kabupaten Batang Hari termasuk kota Muara Bulian khususnya RSUD HAMBA. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD HAMBA Muara Bulian yang dilakukan pada bulan Juli 2009 sampai dengan bulan Agustus 2009, factor tersebut adalah umur, jumlah banyaknya melahirkan (paritas) dan kadar Hb. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian BBLR dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR meliputi umur ibu, paritas dan kadar Hb kejadian berat badan bayi lahir di RSUD HAMBA Muara Bulian. Hasil penelitian akan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-square, untuk melihat besarnya risiko variabel independen akan digunakan analisis Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 220 responden 24.55% termasuk dalam kelompok umur berisiko, 53.18% termasuk dalam kelompok Hb responden berisiko dan 57.27% termasuk dalam kelompok paritas responden berisiko.Terdapat hubungan yang signifikan antara umur responden (p-value = 0.008), kadar Hb responden (p-value= 0.015), paritas responden (p-value= 0.010) dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Dari tiga variabel yang paling berpengaruh adalah umur (dilihat dari angka Odds Ratio terbesar yaitu 2,345). Disarankan diberikan pemahaman kepada ibu-ibu dan remaja puteri (usia produktif) dalam hal umur yang paling baik untuk hamil dan akibat yang akan terjadi bila kehamilan terjadi < 20 tahun atau >35 tahun tidak dianjurkan untuk hamil dan pemahaman tentang kehamilan yang paling baik adalah 2 dan 3 kehamilan dan persalian lebih dari 3 kali akan mempunyai dampak yang buruk terhadap kesehatan ibu dan janin. Melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC secara berkala, minimal 4 kali selama masa kehamilan, mengkonsumsi makanan yang bergizi dan menjaga kondisi kesehatan dan aktivitas sehari-hari
Hubungan Beban Kerja dan Shift Kerja dengan Gejala Stres Kerja Perawat di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi Nila Kurnia Ilahi; Melda Yenni; Suroso Suroso
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 2 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.2.141-152

Abstract

Stres di tempat kerja merupakan perhatian yang tumbuh pada keadaan ekonomi sekarang, di mana para karyawan menemui kondisi-kondisi kelebihan kerja, ketidaknyamanan kerja, tingkat kepuasan kerja yang rendah, ketiadaan otonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan beban kerja dan shift kerja dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Sampel penelitian adalah perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi sebanyak 61 perawat. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Anova. Sebanyak 68,9% responden mengalami stres kerja rendah, 57,4% memiliki beban kerja ringan, dan 47,5% bekerja shift malam. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan beban kerja dan shift kerja dengan stres kerja pada perawat di ruang rawat inap RS Jiwa Daerah Provinsi Jambi (p<0,05). Jika perawat mengalami beban kerja yang berat sebaiknya istirahat sejenak atau merilekskan diri, agar terhindar dari stres kerja dan pada saat melaksanakan tugas perawat akan merasa nyaman. Perawat hendaknya beristirahat / tidur yang cukup setelah bekerja pada shift malam dengan memperhatikan kuantitas dan kualitas tidur, jangan beraktifitas berlebih dipagi hari.
Metode Digital Health sebagai Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melda Yenni; Isti Harkomah; Rasmala Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17567

Abstract

ABSTRAK Stunting  pada  anak  memiliki  banyak  dampak  negatif  yang  berpengaruh  pada seluruh aspek kehidupan dan kualitas hidup. Metode Digital Health Sebagai Salah Satu Upaya Percepatan Penurunan Stunting memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi stunting dalam suatu komunitas. Dari Segi permasalahan masyarakat ditemukan tingginya anggka stunting di wilayah kerjasama Tanjung Pinang sebanyak 314 kasus data Desember 2023 dan ditemukan kejadian ektrem miskin yaitu 174 kasus . Menambah atau merubah tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi dan stunting sebelum dan setelah mengikuti program, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sanitasi pembuangan, Masyarakat bisa melakukan pemantauan kesehatan anak secara mandiri dan konsultasi kesehatan  melalui platform digital. Perapan IPTEKS berupa pembuatan media edukasi aplikasi metode digital helath. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode strategi kolaborasi tenaga kesehatan, kader kesehatan, ibu balita, dan mahasiswa dengan Instrumen pertanyaan terkait dengan pengetahuan, akses pelayanan, sarana dan prasara serta peran kader. Dari kegiatan Pengabdian didapatkan hasil, Peningkatan pengetahuan ibu balita dan kader posyandu terkait stunting mengalami peningkatan menjadi 62,80% yang sebelumnya sebesar 58,10% hasil pengabdian yang telah dilakukan terkait dengan kesadaran ibu balita dalam menjaga lingkungan rumah dan sanitasi pembuangan menunjukan bahwa sebelum diberikan edukasi Penyuluhan dalam menjaga lingkungan dan sanitasi pembuangan Sebagian besar yakni 60,5% memiliki kesadaran kurang baik dan setelah diberikan penyuluhan Sebagian besar memiliki kesadaran baik yakni 72,10%. Sudah terbentuknya aplikasi metode digital health dengan webe : https://giziuntukmasadepan.com/. Kegiatan sosialisasi media edukasi kreatif berbasis digital dinilai cukup efektif dalam peningkatan pengetahuan ibu balita dan memberikan kemudahan bagi  kader-kader posyandu dalam penyimpanan data balita.  Strategi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas di Provinsi Jambi.  Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Metode Digital Health, Perkembangan Balita  ABSTRACT Stunting in children has many negative impacts that affect all aspects of life and quality of life. The Digital Health Method as an Effort to Accelerate Stunting Reduction requires a deep understanding of the conditions and factors that influence stunting in a community. In terms of community problems, it was found that the high rate of stunting in the Tanjung Pinang cooperation area was 314 cases in December 2023 data and extreme poverty was found, namely 174 cases. Purpose: Increase or change the level of knowledge of parents about nutrition and stunting before and after participating in the program, increase public awareness in protecting the environment and sanitation of disposal, the community can carry out independent monitoring of children's health and health consultations via digital platforms. The application of science and technology takes the form of creating educational media for the application of digital health methods. This community service is carried out using a collaborative strategy method of health workers, health cadres, mothers of toddlers, and students with question instruments related to knowledge, access to services, facilities and infrastructure as well as the role of cadres. From the service activities, results were obtained, the increase in knowledge of mothers of toddlers and posyandu cadres regarding stunting increased to 62.80%, which was previously 58.10%. The results of the service that had been carried out were related to the awareness of mothers of toddlers in maintaining the home environment and sanitation of disposal. education, counseling in protecting the environment and sanitation, disposal. The majority, namely 60.5%, had poor awareness and after being given counseling, the majority had good awareness, namely 72.10%. A digital health method application has been established using the website: https://giziuntukmasadepan.com/. Digital-based creative educational media socialization activities are considered quite effective in increasing the knowledge of mothers of toddlers and making it easier for posyandu cadres to store toddler data.  This strategy can be implemented on a wider scale in Jambi Province. Keywords: Health Education, Digital Health Methods, Toddler Development
ANALISIS SAFETY INDUCTION PADA PEKERJA PT. X Yenni, Melda; Hilal, T. Samsul; Parman, Parman; Mirsiyanto , Eko
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19518

Abstract

Penomena yang terjadi di perusahaan, para pekerja belum melaksanakan perilaku keselamatan dan kesehatan kerja, dimana sebagian besar pekerja tidak menggunakan masker, tidak terdapat banyak spanduk keselamatan kerja, hal lain yang ditemukan pada saat kunjungan belum dilakukan  Safety induction kepada tamu yang datang ke perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada perusahaan dan pekerja tentang pentingnya program Safety induction dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan variabel Safety induction, Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan / tenaga kerja subkontrak yang merupakan keseluruhan sampel penelitian yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada .Teknik penarikan sampel menggunakan proportional cluster random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara dan pengisian kuesioner. Data dianalisa secara deskriptif. : Berdasarkan beberapa pertanyaan yang diajukan    kepada responden PT. X tentang penerapan Safety induction didapat bahwa dari 30 responden sebesar 23 (76,7%) tidak memahami kepatuhan dalam memakai alat pelindung diri (APD),  Ketidakpahaman pekerja tentang penggunaan APD Sesuai SOP sebesar 20 (66,7%).  Dalam pertanyaan Safety induction Meningkatkan Produktivitas sebesar 18 (60,0%), dan 18 (60,0%) pekerja tidak paham dengan manfaat safety induction, pemahaman pemeriksaan kesehatan berkala sebesar 17 (56,7%) . Safety induction belum dijadikan suatu program yang harus dilaksanakan dengan pembentukan SOP. Dalam kepatuhan pekerja dalam pemakaian alat pelindung diri masih dikatakan menunjukan nilai persentasi yang cukup rendah, karena masih kurangnya pengetahuan pekerja tentang pentingnya alat pelindung diri bagi pekerja, SOP yang ada belum sepenuhnya diterapkan di perusahaan