Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERSALINAN DENGAN SECTIO CAESARIA DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK CEMPAKA AZ-ZAHRA BANDA ACEH TAHUN 2021-2023 Sirajul Muna; Suriani; Saumy Rizma
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 3: JULY 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i3.219

Abstract

Cesarean section is performed due to specific medical indications, divided into indications for the mother and the baby. However, it has also become an alternative delivery method without medical indications, as it is considered more convenient. Approximately 25% of cesarean deliveries are performed without medical necessity. Data from Cempaka Az-Zahra Mother and Child Hospital shows that cesarean deliveries numbered 130 in 2021, 137 in 2022, and 110 in 2023. This study aims to analyze the factors causing cesarean deliveries at the hospital during 2021–2023. The research used a descriptive retrospective method with a total sample of 377 mothers who delivered via cesarean section, analyzed using univariate analysis with SPSS. Results showed that most mothers were in the non-risk age group (70.6%), multiparous (55.4%), and had term pregnancies (57.6%). The main causes were abnormal fetal position (46.7%) and premature rupture of membranes (35.9%). Conclusion: the dominant factors were non-risk maternal age, multiparity, term pregnancy, abnormal fetal position, and early membrane rupture. It is recommended that health workers improve maternal care with appropriate approaches.
Factors Influencing Compliance with Triple Elimination Examination Aryani, Roza; Muna, Sirajul; Elyza, Elyza
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4489

Abstract

The impact of non-compliance by pregnant women in carrying out triple elimination examinations is the cause of increasing high risk rates in pregnant women (bleeding, infectious diseases, etc.). Knowledge, attitudes, beliefs, beliefs, perceptions and traditions are important components as predisposing factors for health behavior. The triple elimination examination is intended to help reduce the fairly high maternal mortality rate in Indonesia. Objective to conduct an analysis of factors influencing compliance with triple elimination examinations in the Krueng Sabee Community Health Center Work Area, Aceh Jaya Regency in 2023. This quantitative research has a cross sectional design. The population of this study was all pregnant women with a gestational age of more than 20 weeks. Total sampling technique was used in this research (30 people). Data collection for this research was carried out by distributing questionnaires that had been tested for validity (> 0.361) and reliability (0.801). Data analysis used the chi square test. Shows that there is an influence between maternal knowledge (p=0.000), maternal attitude (p=0.009) and husband's support (p=0.001) on triple elimination examination. There is an influence of husband's knowledge, attitudes and support on triple elimination examinations in the Krueng Sabee Community Health Center Work Area, Aceh Jaya Regency.
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DI DESA PALOH TINGGI KECAMATAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE Muna, Sirajul; Aryani, Roza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41907

Abstract

Pengaturan dan kualitas makanan yang diberikan kepada bayi sangat tergantung kepada pendidikan dan pengetahuan ibu dan ketersediaan bahan makanan di tingkat rumah tangga. kesadaran ibu terhadap gizi yang baik diberikan kepada anak memegang peranan yang penting dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan. Hasil studi pendahuluan data dari Dinas Kesehatan Pidie, dari 26 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pidie, pada tahun 2019 balita yang mengalami stunting sebanyak 17,2%, pada tahun 2021 sebanyak 12,3% dan tahun 2022 semakin meningkat menjadi 14,9% (Dinkes Kabupaten Pidie, 2022). Tujuan untuk membantu ibu dan keluarga dalam meningkatkan pengetahuan tentang Stunting yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Metode Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan melalui pretest dan mengukur status gizi balita, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan tanggal 11 Juli 2024. Peserta yang hadir saat kegiatan sebanyak 53 orang. Hasil : Menunjukkan bahwa mayoritas peserta yang hadir memiliki pengetahuan yang kurang tentang Stunting dan setelah dilakukan post test didapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 45 %. Kesimpulan : Pengetahuan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kejadian stunting, karena ibu tidak mengetahui dengan benar tentang gizi balita dan tidak mengetahui bagaimana mengelola makanan dan cara memilih bahan makanan yang bergizi, membersihkan bahan pangan yang baik dan benar dan cara memasak yang benar sehingga zat gizinya tidak hilang serta kurang mengetahui dalam mengatur menu seimbang yang bergizi.
Hubungan Kelas Ibu Hamil Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie Muna, Sirajul; Kurniawati, Evi; Aryani, Roza
JKEMS- Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fiddunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jkems.v2i1.639

Abstract

Latar Belakang: Masalah pada pelayananan antenatal atau asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. kegiatan kelas ibu hamil adalah bentuk intervensi pada tahap awal siklus hidup manusia. Diharapkan kelas ibu hamil mampu membentuk generasi yang sehat dan kuat namun dan demikiankeberhasilan pelaksanaan kelas ibu hamil masih banyak kendala. Berdasarkan survey awal yang didapatkan dari Puskesmas Peukan Baro, bulan Januari sampai Desember 2021 terdapat jumlah ibu hamil sebanyak 245 jiwa, jumlah kunjungan kehamilan K1 sebanyak 162 jiwa, jumlah kunjungan kehamilan K4 sebanyak 130 jiwa, Dan survey awal Januari sampai Juni 2023 didapatkan jumlah ibu hamil sebanyak 102 jiwa, jumlah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil sebanyak 61 jiwa (Puskesmas Peukan Baro, 2022).Tujuan: untuk mengetahui pengetahuan dengan kelas ibu tentang kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Peukan Baro Kabupaten Pidie.Metode penelitian : penelitian ini merupakan penelitian Survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil yaitu sebanyak 64 orang ibu hamil pada trimester ke III. Sampel dalam penelitian ini yaitu 64 orang ibu hamil di trimester ke III. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 s/d 20 Juli 2023. Metode pengumpulan datanya menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS Window 25. Hasil penelitian: Menunjukan bahwa ada terdapat hubungan yang bermakna kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu tentang kehamilan dengan Pvalue (P-Value 0,000) Kesimpulan : terdapat hubungan yang bermakna kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu tentang kehamilan dengan Pvalue = 0,000. Saran : Padapenelitian ini diharapkan bahwa tenaga kesehatan perlu melaksanakan kelas ibu hamil supaya ibu hamil tidak terlalu jauh menuju ke kelas ibu hamil dan bidan harus melengkapi fasilitas kelas ibu hamil yang masih kurang,
Postpartum Maternal Mental Health: Identification of Risk Factors and Holistic Intervention Approaches Zakiyah; Irma Fitria; Sri Wahyuni; Grace Carol Sipasulta; Sirajul Muna
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 2 (2025): May, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i2.122

Abstract

Postpartum maternal mental health is a critical issue that directly affects maternal well-being and child development. Postpartum Depression (PPD) is the most common disorder, often accompanied by anxiety, stress, and other psychological problems that can hinder recovery, bonding, and parenting.Risk factors for postpartum mental health disorders include role adjustment stress, previous mental health history, childbirth complications, unplanned pregnancy, hormonal imbalance, limited social support, fatigue, and sleep disturbances. Identifying these factors is essential to guide prevention and intervention strategies.This study applies a qualitative review with thematic analysis of existing findings. Results highlight the effectiveness of holistic interventions, such as psychosocial support, cognitive behavioral therapy (CBT), mindfulness, prenatal and postnatal education, balanced nutrition for hormonal stability, and pharmacological treatment when necessary. Partner and family involvement also play a crucial role in maternal recovery.In conclusion, comprehensive and holistic approaches are needed to address postpartum maternal mental health, ensuring optimal physical and emotional outcomes for mothers and children.
Improving Newborn Care Knowledge and Practices through Training for Mothers and Posyandu Cadres in Rural Areas Sirajul Muna; Yayuk Sri Rahayu; Wibowo Hanafi Ari Susanto
Sustainable Applied Modification Evidence Community (SAMEC) Vol 2 No 1 (2025): June, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/samec.v2i1.157

Abstract

Background. Inappropriate newborn care practices (NBW) contribute significantly to neonatal morbidity and mortality. This study aims to evaluate the effectiveness of training in improving knowledge and practice of newborn care among mothers and Posyandu cadres in rural areas. Methods. A quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach without a control group was used. Data were collected through structured questionnaires and observation sheets, which had been validated by experts and tested for reliability before use. Results. The results of the study indicate that a two-day intensive training has proven effective in improving mothers' and cadres' knowledge and practices regarding newborn care. The training, which was designed interactively and applicatively, was able to encourage significant improvements, especially in the aspects of Kangaroo Mother Care (KMC) and the ability to recognize neonathal danger signs. Conclusion. The findings suggest that simple yet structured interventions can be a potential strategy in supporting efforts to reduce newborn mortality in areas with limited access to professional health services.
EDUKASI POLA MAKAN TINGGI PROTEIN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS DARUL IMARAH ACEH BESAR Muna, Sirajul; Aryani, Roza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.52888

Abstract

Status gizi masih menjadi permasalahan utama pada bayi dan anak di bawah lima tahun (balita) secara global. Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menunjukkan 5,7% balita di dunia mengalami gizi lebih, 6,7% mengalami gizi kurang dan gizi buruk, serta 22,2% atau 149,2 juta menderita stunting. Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah pada tahun 2023, dari 3.117 balita terdapat 7,2% balita dengan wasting, 6,2% stunting, 7,4% balita gizi kurang dan 1,2% balita gizi buruk. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membantu ibu dan keluarga dalam meningkatkan pemahaman tentang Pola Makan Tinggi Protein Terhadap Status Gizi Balita Di Puskesmas Darul Imarah Aceh Besar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan  melalui pretest dan mengukur pemahaman orang tua tentang pola makan tinggi protein, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan tanggal 04 Juni 2025. Peserta yang hadir saat kegiatan sebanyak 53 orang.Hasil  Menunjukkan bahwa mayoritas peserta yang hadir  memiliki pengetahuan yang kurang tentang pola makan tinggi protein dan setelah dilakukan post test didapatkan peningkatan pengetahuan sebanyak 43 %.Kesimpulan : Pengetahuan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap  pemahaman orang tua tentang pola makan tinggi protein terutama bagaimana mengelola makanan dan cara memilih bahan makanan yang bergizi, membersihkan bahan pangan yang baik dan benar dan cara memasak yang benar sehingga zat gizinya tidak hilang serta kurang mengetahui dalam mengatur menu seimbang yang bergizi.Saran: Bagi ibu dan keluarga diharapkan agar lebih memperhatikan makanan yang diberikan kepada anak balita termasuk pemilihan jenis makanan tinggi protein dan ibu dianjurkan juga untuk rutin melakukan penimbangan berat badan pada anak balita ke fasilitas kesehatan dan posyandu terdekat untuk memantau keadaan tumbuh kembang serta status kesehatan pada balita , sehingga balita dapat tumbuh dan berkembang dengan normal sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya gizi buruk atau gizi kurang pada balita.
Influential Factors Contributing to Stunting in Toddlers Hermita Bus Umar; Dina Ayuning Tyas; Erma Herdyana; Sirajul Muna; Yayuk Sri Rahayu
Sustainable Applied Modification Evidence Community (SAMEC) Vol 2 No 2 (2025): December, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/samec.v2i2.277

Abstract

This study aimed to investigate the relationship between family socio-economic factors, environmental sanitation, and household physical conditions with the occurrence of stunting among toddlers in densely populated areas of Padang City, West Sumatra. In 2025, a cross-sectional study employing quantitative methods was conducted. The study population included all children aged 24 to 59 months. Using purposive sampling, 75 toddlers were selected based on the following inclusion criteria: measurable anthropometry, possession of a complete KIA/KMS record, and absence of chronic illnesses. Height measurements of toddlers followed the WHO 2006 anthropometric standards, household environmental conditions were assessed through observation, and data were collected via structured interviews. Bivariate analysis indicated a significant association between stunting and specific social and environmental factors. Toddlers from low-income families, with mothers of lower educational attainment, and living in substandard physical environments were found to be more susceptible to growth and development disorders compared to their better-off peers. Both univariate and multivariate analyses demonstrated that stunting is a multifaceted issue influenced by the interplay of the child’s biological age, maternal education level, household physical environment, and family socio-economic status. These findings highlight the necessity of ongoing health education programs to enhance family awareness and capabilities in fulfilling children’s nutritional needs, particularly in environments that are at higher risk for stunting, such as the home setting.
The Relationship Between Low Birth Weight (LBW) and Basic Immunization Status with the Incidence of Stunting in Toddlers Grace Carol Sipasulta; Dahniar Dahlan; Sirajul Muna; Resty Noflidaputri
Bulletin of Inspiring Developments and Achievements in Midwifery Vol. 2 No. 2 (2025): December, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/bidan.v2i2.329

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that has a serious impact on children's growth and development. This study aims to determine the relationship between low birth weight (LBW) and basic immunization status with the incidence of stunting in toddlers in the Selayo Public Health, Solok Regency in 2019. The study used a case-control design with 58 respondents (29 stunted, 29 not stunted) selected by purposive sampling. Data were obtained through interviews and observations of KIA books, analyzed using the Chi-Square test at a 95% confidence level. The results showed a significant relationship between LBW and the incidence of stunting (p = 0.047; OR = 3.9) and between incomplete basic immunization status and stunting (p = 0.029; OR = 4.1). It was concluded that LBW and basic immunization status play an important role in increasing the risk of stunting. The implications of this study encourage increased nutrition education for pregnant women and the implementation of complete basic immunization to reduce the prevalence of stunting.