Palawi, Ari
Unknown Affiliation

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : JIM Sendratasik

PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KESENIAN NANDONG DI SANGGAR SAFAKAT DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE Ulfa, Maryulan; Palawi, Ari; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31377

Abstract

Penelitian ini berjudul Perubahan Dan Keberlanjutan Kesenian Nandong Di Sanggar Safakat Desa Lugu Kabupaten Simeulue. Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana perubahan seni nandong dalam masyarakat Simeulue dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi serta keberlanjutannya saat ini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, subjek penelitian ini adalah ketua sanggar safakat Desa Lugu dan juga beberapa seniman nandong yang ada di Kabupaten Simeulue, sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah seni nandong yang akan dilihat perubahan apa yang terjadi dan bagaimana keberlanjutannya pada saat ini. . Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa perubahan yang terjadi pada senin nandong. Perubahan ini disebabkan adanya faktor internal dan juga faktor eksternal. Kurangnya minat kalangan muda terhadap kesenian nandong pada saat ini menjadi kekawatiran bagi keberlanjutan kesenian nandong. Adapun, beberapa upaya pengembangan yang dapat dilakukan untuk keberlanjutan seni nandong diantaranya adalah dikemas dalam bentuk hiburan pariwisata, disebarkan melalui media sosial, elektronik, dan cetak, kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah, serta pemeliharaan rutin yang diselenggarakan di kabupaten Simeulue. Kata Kunci : Perubahan, Keberlanjutan, Kesenian Nandong
EFEKTIVITAS PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 1 MATANGKULI Jannah, Raudhatul; Palawi, Ari; Supadmi, Tri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 9, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v9i1.31366

Abstract

Pengimplementasi kurikulum merdeka masih bersifat baru, hal ini efektivitas kurikulum merdeka perlu di lihat dari beberapa indikator. Fokus penelitian ini adalah bagaimana efektivitas kurikulum merdeka belajar di SMP N 1 Matangkuli pada mata pelajaran Seni Budaya dengan melihat 4 indikator efektivitas keberhasilan terhadap Input, Proses, Output, Outcome (IPOO). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran seni budaya dapat berjalan dengan baik atau cukup baik. Hasil penelitian ini menunjukkan efektivitas kurikulum merdeka pada pembelajaran seni budaya sudah terlaksana dengan cukup baik, perencanaan pembelajaran dengan mencantumkan Capaian Pembelajaran (CP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta modul yang disusun sudah sesuai dengan keputusan Kemendikbudristek NO 262/M/2022 meskipun memerlukan banyak penyempurnaan karena berbagai pihak yang terkait masih dalam proses penyesuaian.Kata Kunci : Efektivitas , Kurikulum Merdeka Belajar, Pembelajaran Seni Budaya
PERSPEKTIF KESENIAN ANDALAS DI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE Jelika, Raki; Palawi, Ari; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 8, No 4 (2023): NOVEMBBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v8i4.31343

Abstract

Penelitian ini berjudul Perspektif kesenian andalas di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue. Mengangkat masalah tentang bagaimana sebaiknya kesenian andalas di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue dipersepsikan dan bagaimana mendiseminasikan nilai karya dan pengetahuan tentang kesenian andalas secara baik kepada khalayak. Bertujuan untuk mengukuhkan persepsi yang benar terhadap kesenian andalas di Kecamatan Simeulue Timur Kabupaten Simeulue dan Mendiseminasikan nilai karya dan pengetahuan kesenian andalas secara baik dan benar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, subjek penelitian ini adalah masyarakat dan pelaku seni, objek penelitian adalah kesenian andalas. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang diberikan masyarakat dipengaruhi dua faktor, faktor internal: latar belakang, pengalaman, sistem nilai dan penerimaan diri, faktor eksternal: intesitas, kontras, gerakan dan keakraban. Sebaiknya masyarakat dapat mempersepsikan kesenian andalas sebagai suatu media yang wajib digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan warisan budaya identitas daerah Simeulue. Memperkenalkan bentuk dan nilai-nilai yang terkandung pada kesenian andalas secara mendalam kepada masyarakat juga generasi muda.Kata Kunci : Perspektif, Persepsi, Masyarakat, Kesenian Andalas
PROSES KREATIF PENCIPTAAN TARI AER ULAK KARYA REZKY KURNIA PUTRI Noviati, Tia; Palawi, Ari; Hartati, Tengku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i4.23445

Abstract

Tari Aer Ulak ini terinspirasi dari sebuah tradisi zaman dahulu yang telah punah. Karya tari ini diciptakan oleh Rezky Kurnia Putri pada tahun 2018. Rezky Kurnia Putri mengangkat sebuah garapan tari dengan tema tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak karya Rezky Kurnia Putri melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi. Objek penelitian ini adalah tari Aer Ulak yang dikaji dari proses kreatif yang meliputi elemen-elemen komposisi tari seperti tema, gerak, tata rias, tata busana, iringan, pola lantai, properti dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tema Tari Aer Ulak pada awalnya yaitu berupa ritual yang menggambarkan tentang budaya yang menampilkan kembali budaya yang telah hilang dalam sebuah gerakan seni tari. Urutan gerak yang dilakukan dimulai dari salam pembuka, membawa perasap, ngerajah, mencak, menurunkan lancang serta menanti firasat. Tari ditampilkan dengan menggunakan properti sajen, memakai tata rias wajah yang tegas serta bernuansa seram, serta diiringin oleh keyboard, gendang melayu, biola,bamba, ketipung, dan akordion. Sumber data penelitian ini adalah Rezky Kurnia Putri, selaku koreografer atau pencipta Tari Aer Ulak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data,dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Oleh karena itu, didapatkan hasil penelitian berupa tahap-tahap yang dilakukan oleh Rezky dalam proses kreatif meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan tahap komposisi yaitu proses penyusunan gerak yang telah didapatkan dari proses eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi menjadi satu tarian yang utuh. Selain itu proses kreatif penciptaan Tari Aer Ulak juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti faktor lingkungan, sarana atau fasilitas, keterampilan atau skill, identitas atau gaya (style), originalitas atau keaslian,dan apresiasi atau penghargaan.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI SENI TARI DI KELAS VIII-1 SMP NEGERI 1 BAITUSSALAM Safriyani, Lia; Palawi, Ari; Lindawati, Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 2 (2022): MEI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i2.22601

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Pemanfaatan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Aktifitas Belajar Siswa pada Materi Seni Tari di Kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan media audio visual untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa pada materi seni tari di kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pemanfaatan media audio visual di kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Sumber data dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Baitussalam. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari proses pembelajaran menggunakan media audio visual melalui tayangan video untuk menumbuhkan keaktifan siswa selama proses belajar berlangsung dan untuk meningkatkan pemahaman materi, dalam penggunaan media audio visual juga terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan namun di samping hal tersebut penggunaan media audio visual dalam proses belajar mengajar siswa dapat melihat secara jelas dari bentuk gerakan, pakaian dan iringan musik tari yang ditayangkan melalui video, beberapa siswa mengikuti kembali gerakan tari yang sedang ditayangkan. Sedangkan proses pembelajaran dengan menggunakan metode buku materi seni budaya sebagian siswa tidak dapat memahami secara keseluruhan hal tersebut disebabkan siswa merasa jenuh dengan penjelasan panjang yang disampaikan oleh guru dan pemaparan materi yang ada di buku materi seni budaya sukar untuk dipahami oleh siswa.Kata Kunci: Pembelajaran, Metode Media Audio Visual
KAJIAN KOREOGRAFI TARI NYAK CUT DI SANGGAR BANDA BEUTARI KOTA LANGSA Rahmi, Alfiya; Supadmi, Tri; Palawi, Ari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v7i1.22590

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kajian Koreografi Tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa adapun yang menjadi masalah pada penelitian ini adalah Bagaiamana Kajian Koreografi tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Koreografi tari Nyak Cut di Sanggar Banda Beutari Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan teknik observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah koreografer sanggar Banda Beutari, ketua sanggar Banda Beutari, penari dan pemusik sanggar Banda Beutari. Objek dalam penelitian ini adalah tari Nyak Cut.Teknik analisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tari ini termasuk ke dalam tari kreasi yang berpola tradisi. Indikator dari koreografi tari Nyak Cut ini adalah menentukan tema, eksplorasi dan improvisasi gerak, komposisi, menentukan musik pengiring tari, properti tari, tempat pertunjukan, tata cahaya, merancang tata busana dan tata rias tari.Tema tari Nyak Cut ini yaitu heroik yang artinya kepahlawanan. Eksplorasi atau penjelajahan gerak dilakukan dengan terstruktur sehingga terwujudnya keterampilan gerak yang menjadi ciri khas identitas tari Nyak Cut tersebut. Gerakan yang dieksplorasi menggunakan rangsangan eksternal yaitu melalui pengamatan karya Boh Hatee Cut Nyak Dhien garapan Tri Supadmi, pada ajang PEKSIMINAS tahun 2008 yang diselenggarakan di Riau. Sedangkan bagan pada karya tari Nyak Cut koreografer membagi 7 segmen, hasil dari bacaan sebuah buku yang berjudul Perempuan Aceh Dalam Lintas Sejarah Abad VIII-XXI. Penulis Hj. Pocut Haslinda Syahrul, MD 2008. Dimana tahap improvisasi pada segmen ini banyak menggunakan gerak-gerak maknawi namun tetap tidak meninggalkan esensi dari ragam gerak tradisi Aceh.Kata kunci: koreografi, tari Nyak Cut
ANALISIS STILASI DALAM PROSES PEMBUATAN RANUP HIAS ACEH YANG DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP DESAIN MASTURA, FADHILA; Palawi, Ari; Ismawan, Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v6i4.22584

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Analisis Stilasi dalam Proses Pembuatan Ranup Hias Aceh yang ditinjau dari prinsip-prinsip desain, ini mengangkat masalah bagaimana teknik stilasi dalam proses pembuatan Ranup Hias Aceh yang ditinjau dari prinsip-prinsip desain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan stilasi dalam proses pembuatan Ranup hias Aceh mulai dari bentuk hasil stilasi Ranup hias, proses stilasi Ranup hias, alat dan bahan yang digunakan, pengolahan bahan serta penerapan prinsip-prinsip desain. Sumber data dalam penelitian ini adalah pembuat Ranup hias di Desa Keude Lapang dan di Desa Blang Me. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini menggunakan jenis deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Aceh Jeumpa (Bireuen), tepatnya di Desa Keude Lapang dan Desa Blang Me. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan pada bentuk dan teknik pembuatan Ranup hias di daerah Bireuen. Bentuk kreasi baru Ranup hias yang dihasilkan menggunakan teknik stilasi dengan metode pembentukan distorsi, deformasi dan transformasi. Bentuk-bentuk yang menjadi acuan adalah bentuk Burung Merak, Buah Nenas, Kupiyah Meuketop, Pinto Aceh dan Bungoeng Jeumpa. Pada proses pembuatannya, pembuat Ranup hias di Desa Keude Lapang dan pembuat Ranup hias di Desa Blang Me memiliki tahapan yang sama, yang membedakan adalah tingkat kreatifitas yang dimiliki oleh setiap pembuat Ranup hias. Perbedaan ini sangat berpengaruh pada hasil akhir yang dihasilkan. Sehingga setiap Ranup hias yang dihasilkan memiliki nilai estetika dan gaya artistik yang berbeda. Prinsip desain dalam teknik stilasi Ranup hias terdiri atas kesatuan, proporsi, keseimbangan, pengulangan, irama, dominan dan aksen.Kata Kunci: Stilasi, Ranup, Distorsi, Deformasi, Tranformasi.
KARAKTERISTIK ALAT MUSIK TRADISIONAL SULING GAYO Muazin, Muazin; Palawi, Ari; Ramdiana, Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i4.22557

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Karakteristik Alat Musik Tradisional Suling Gayo, mengangkat masalah bagaimana karakteristik alat musik tradisional suling gayo yang ada di bagian uken (hulu) dan toa (hilir). Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan karakteristik alat musik tradisional suling gayo yang ada di bagian uken (hulu) dan toa (hilir). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah suling gayo sedangkan objek dalam penelitian ini adalah karakteristik suling gayo khususnya daerah uken dan toa. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah, di dua desa yaitu desa uken dan toa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suling gayo merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup yaitu melalui lubang yang telah disediakan dari suling tersebut tergantung bentuk karakter suling itu sendiri. Pada umumnya suling gayo saat ini ditiup dari samping bagian kepala suling. Karakter nada suling gayo bagian uken sering disebut dengan kata loteng yang berarti melenting karena karakter nada ini berasal dari suara wanita yang tinggi sedangkan Karakter nada suling gayo bagian toa sering disebut dengan kata lungun yang berarti merdu karena karakter nada ini berasal dari suara lelaki yaitu rendah. Yang membedakan karakteristik peniupan yaitu yang pertama dari tinggi atau rendah nada dan yang kedua adalah dari bentuk dan jenis suling itu sendiri. Tergantung dari besar, sedang dan kecil bentuk suling. Nada suling ini tidak pasti cukup menggunakan rasa atau feeling sehingga mendapatkan karakter nada yang diinginkan. Suling uken memiliki panjang kurang lebih 25 cm dan menghasilkan suara yang melenting. Pada umumnya suling loteng berawal dari pepongoten dan memiliki alunan-alunan sering disebut denang (lagu) ditambah lagi dengan sarik (teriakan). Suling toa memiliki panjang kurang lebih 40 cm yang menghasilkan suara yang rendah. Pada umumnya suling lungun berawal dari sebuku yang memiliki alunan denang (lagu) yang merdu.Kata kunci: Karakteristik, Alat Musik, Suling Gayo.
PERKEMBANGAN SENI RAPAI BUBEE DI KABUPATEN PIDIE JAYA Rosya, Fatma; Palawi, Ari; Zuriana, Cut
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v5i3.22551

Abstract

ABSTRAKPenelitian dengan judul perkembangan seni Rapai Bubee di Pidie Jaya mengangkat masalah bagaimana perkembangan seni Rapai Bubee di Pidie Jaya dan cara melestarikannya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perkembangan seni Rapai Bubee dan cara melestarikannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Narasumber dalam penelitian ini seniman sekaligus Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) yaitu Syeh Husni. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan seni Rapai Bubee berdasarkan lima generasi dan perkembangannya dapat dilihat dari bentuk penyajian serta kendala-kendala yang ada seiring perkembangan seni Rapai Bubee tersebut. Cara melestarikan seni Rapai Bubee dapat dilakukan oleh faktor masyarakat dan pemerintah. Masyarakat harus melestarikan seni Rapai Bubee secara turun-temurun kepada generasi berikutnya. Sedangkan pemerintah harus mengapresiasikan seni Rapai Bubee dengan cara mendorong, membina serta mengalokasikan anggaran untuk sarana dan prasarana pertunjukan seni agar seni Rapai Bubee dapat berkembang dan dikenal oleh masyarakat luas.Kata Kunci: Perkembangan, Seni Rapai Bubee, Pelestarian
TATA TEKNIK SUARA MUSIK GARAPAN ETNIK DALAM SEREMONIAL PEMBUKAAN PKA 7 Oskandar, Dahri; Palawi, Ari; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sendratasik Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidkan Seni Drama, Tari dan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/sendratasik.v4i3.15289

Abstract

Penelitian ini berjudul Tata Suara Musik Garapan Etnik dalam Seremonial Pembukaan PKA 7 mengangkat masalah Bagaimanakah teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7 . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknik tata suara musik garapan teknik dalam seremonial pembukaan PKA 7. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian adalah penata musik pekan kebudayaan Aceh ke 7 2018, sound enginer/sound man fam studio, orang yang dituakan di Aceh. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) adalah sebuah acara yang dilakukan 4 tahun sekali. Pekan kebudayaan Aceh ini dilakukan untuk memperkenalkan ke anekaragaman budaya dan tradisi Aceh ke seluruh masyarakat Aceh. Di dalam pembukaan PKA ke 7 2018 terdapat sebuah penampilan yaitu gabungan musik tradisi Aceh yang dikolaborasikan dengan musik kreasi dan menjadi sebuah penampilan yang ditampilkan pada saat seremonial pembukaan PKA yang ke 7. Untuk menyukseskan acara dan agar informasi suara bisa terdengar oleh banyak orang, maka dibutuhkan pengeras suara berupa sound system begitu juga dalam musik garapan etnik PKA. Dalam beberapa perangkat yang harus diperhatikan guna menghasilkan suara dan kualitas maksimal.Kata Kunci: tata suara, musik garapan etnik, PKA 7