Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT ( QFD ) UNTUK MENGUKUR TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN KOPI BISANG DI KABUPATEN LUWU Suradi, Suradi; Syarifuddin, Rizal; Resa, Resa
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 2 No. 02 (2021): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.201 KB) | DOI: 10.47398/justme.v2i02.21

Abstract

Kopi bisang merupakan salah satu kopi yang memiliki potensi pengembangan usaha, hal ini yang membuat penulis akan menguraikan mengenai prospek pengembangan kopi bisang. Mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk kopi bisang dengan metode QFD ( Quality Function Deployment ) serta suara konsumen ( Voice Of Costumer ) terhadap kopi bisang di Kabupaten Luwu.Rancangan penelitian dengan pengumpulan data dengan memakai kuesioner dan wawancara. Kegiatan ini dilakukan di cafe kopi bisang kota Palopo . Kuesioner dan wawancara membahas mengenai kualitas layanan yang meliputi Tangible, Assurance, Responsifness, Realibility, Emphaty,dimensi mutu pelayanan Tangible, assurance, responsiveness, realibility dan emphaty. Setelah dilakukan penganalisaan data terhadap atribut yang paling berpengaruh, ditemukan bahwa harga produk yang merupakan atribut assurance merupakan faktor utama dari produk kopi bisang yang dapat menjadi pilihan dengan nilai total 216 dengan nilai indeks 43,2. Atribut cara berkomunikasi karyawan yang merupakan dimensi mutu Emphaty, memperoleh skor terendah dengan nilai 182 dengan nilai indeks 36,4 sehingga bagian ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar kualitas pelayanan prima dapat terwujud. Bisang coffee is one of the coffees that have the potential for business development, this is what makes the author describe the prospects for developing bisang coffee. Knowing the level of consumer satisfaction with bisang coffee products with the QFD (Quality Function Deployment) method and the voice of the consumer (Voice Of Customer) for bisang coffee in Luwu Regency. The research design uses data collection using questionnaires and interviews. This activity was carried out at the bisang coffee cafe, in Palopo city. Questionnaires and interviews discussed service quality which included Tangible, Assurance, Responsiveness, Reliability, Empathy, dimensions of Tangible service quality, assurance, responsiveness, reliability, and empathy. After analyzing the data on the most influential attributes, it was found that the price of the product, which is the assurance attribute, is the main factor for the coffee product that can be chosen with a total value of 216 with an index value of 43.2. The attribute of employee communication, which is the quality dimension of Empathy, gets the lowest score with a value of 182 with an index value of 36.4 so this section needs special attention so that excellent service quality can be realized.
PENENTUAN RUTE PENGIRIMAN DARI PT. HARAPAN JAYA MULTI BISNIS MAKASSAR KE AREA DISTRIBUSI DENGAN METODE SAVING MATRIX Hanafie, Ahmad; Syarifuddin, Rizal; Sofia, Sofia
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 3 No. 02 (2022): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.412 KB) | DOI: 10.47398/justme.v3i02.34

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bersaing dalam pasar yaitu dengan manejemen transportasi dan distribusi produk. fungsi dari distribusi dan transportasi secara umum adalah mengantarkan produk dari lokasi pabrik ke area distribusi untuk digunakan. Metode yang digunakan untuk menentukan rute terbaik dalam pendistribusian agar mampu menghasilkan penghematan jarak, waktu dan biaya adalah metode saving matrix yang meliputi metode nearest insert dan nearest neighbor. Rute awal perusahaan adalah 12 rute dalam wilayah dengan total jarak tempuh 2772 km setelah dilakukan usulan rute usulan yaitu rute rute A: Gudang -Wajo-Gudang dengan total jarak tempuh 440 km. Rute B: Gudang-Pare Pare-pinrang -Gudang total jarak tempuh 406 km. Rute C: Gudang-Bone -Gudang total jarak tempuh 250 Km. Rute D Gudang -Makassar-Maros-Gudang dengan total jarak tempuh 250 km. Rute E Gudang -Gowa-Takalar-Jenepomto -Baantaeng -Bulukumba – Sinjai -Gudang dengan total jarak tempuh 817 km. total jarak yang dapat di hemat perusahaan sejauh ini adalah 805 km . Alokasi kendaraan yang digunakan adalah colt diesel. kemudian dihitung besarnya biaya distribusi dari rute baru yang terbentuk dari hasil perhitungan diperoleh penghematan biaya distribusi sebesar Rp. 3.500.000 setiap 5 hari kerja atau diperoleh presentasi penghematan biaya produksi hemat 70 % sehingga mampu menghasilkan rute terbaik. One way to increase the ability to compete in the market is with transportation management and product distribution. The function of distribution and transportation in general is to deliver products from the factory location to the distribution area for use. The method used to determine the best route in the distribution in order to be able to produce distance, time, and cost savings is the saving matrix method which includes the nearest insert and nearest neighbor methods. The company's initial routes are 12 routes within the region with a total distance of 2772 km. The proposed route is proposed, namely route A: Gudang -Wajo-Gudang with a total distance of 440 km. Route B: Gudang-Pare-Pare-Pinrang-Warehouse, a total distance of 406 km. Route C: Warehouse-Bone-Gudang total distance 250 Km. Route D Gudang-Makassar-Maros-Gudang with a total distance of 250 km. Route E Warehouse -Gowa-Takalar-Jenepomto -Baantaeng -Bulukumba - Sinjai -Warehouse with a total distance of 817 km. The total distance that the company can save so far is 805 km. The allocation of vehicles used is colt diesel. then calculated the distribution costs of the new route formed from the calculation results obtained distribution cost savings of Rp. 3,500,000 every 5 working days or a 70% production cost savings presentation is obtained so as to be able to produce the best route.
REDESAIN STASIUN KERJA DENGAN PENDEKATAN LINGKUNGAN KERJA FISIK DAN 5S (STUDI KASUS BENGKEL MANDIRI TRANS MAKASSAR) Al Mubaraq, Muh Asdar; Haslindah, Andi; Syarifuddin, Rizal
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 5 No. 01 (2024): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/justme.v5i01.54

Abstract

Makassar (Sulawesi Selatan), Bengkel Mandiri trans bergerak dalam bidang perbaikan bodi, pengelasan dan pengecatan kendaraan. 5S merupakan tools manajemen dari jepang yang berfokus pada pembentukan kualitas dalam lingkungan kerja, dilingkungan para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas seperti temperatur, kelembaban, ventilasi, penerangan, kegaduhan, kebersihan tempat kerja dan tidak memadainya alat-alat perlengkapan kerja. Dengan penerapan 5s bisa meningkatkan tingkat kualitas dan pengurangan lead time. Hasil pengujian dari Maturity model yang akan digunakan akan memiliki tingkatan level, oleh karenanya maturity level 5S pada penelitian ini diperlukan sebagai acuan tingkat kematangan dan perlu didefinisikan pada tahap ini. Proses terbentuknya matriks maturity level ini dimulai dengan input berupa pengumpulan sumber-sumber yang berisi terkait tingkatan maturity level dalam maturity model, sehingga dengan adanya referensi dan data terkait dapat digunakan untuk penyusunan dan pendefinisian maturity level. Kesimpulan dari desain stasiun kerja dengan pendekatan lingkungan kerja fisik dan 5S pada Bengkel Mandiri Trans Makassar dapat peningkatan efisiensi kerja dengan menerapkan pendekatan 5S, stasiun kerja di Bengkel Mandiri Trans Makassar telah relayout ulang sehingga memungkinkan pekerja untuk lebih efisien dalam melakukan tugasnya.
PENJADWALAN SHIFT TENAGA KERJA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA TIBREWALA PHILIPE & BROWNE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA (Studi kasus PT. JFC) Ferwany, Mutiara; Hanafie, Ahmad; Syarifuddin, Rizal
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 5 No. 01 (2024): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/justme.v5i01.58

Abstract

Shift kerja adalah waktu kerja tetap atau pergantian jam kerja normal yang terjadi setiap 24 jam sekali. Selama hari kerja, pekerja shift diharuskan bekerja dengan jam kerja tetap, misalnya shift pagi, shift malam, atau shift kerja. Perusahaan PT. JFC, perusahaan ini bergerak di bidang pakan ternak terbesar yang sedang berkembang saat ini di kawasan timur Indonesia yang berlokasi di kota makassar, Sulawesi selatan. Penjadwalan shift tenaga kerja yang sekarang diterapkan di subdivisi entrance adalah 6 hari kerja dan 1 hari libur dimana hari libur tersebut juga biasanya ada satu sampai tiga orang yang lembur. Untuk meningkatkan produktivitas kerja pada masing-masing pekerja perlu menambahkan hari libur setiap pekerja di entrance dengan 5 hari kerja dan 2 hari libur membutuhkan modifikasi algoritma tibrewala philipe & browne. Metode algoritma tibrewala philipe & browne terdiri dari 5 langkah yang diulangi secara iterative hingga nilai kebutuhan tenaga kerja telah bernilai 0 atau negative. Modifikasi algoritma Tibrewala, Philippe dan Browne mengubah dan menambahkan dari tiga langkah menjadi lima langkah, antara lain mengubah format tabel tabular penjadwalan tenaga kerja untuk tiga shift serta mengubah aturan pemilihan hari libur. Hasil penjadwalan tenaga kerja 5 hari kerja dan 2 hari libur membutuhkan 19 orang pekerja perharinya dengan jumlah kelebihan tenaga kerja yang terjadi adalah 85 man-days (ekuivalen dengan 19 orang). Kelebihan tenaga tersebut dapat dimanfaatkan pada saat tenaga kerja ada yang sedang sakit, ijin, ataupun cuti. Penjadwalan ini kiranya dapat menjaga kondisi tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas kerja. Perhitungan waktu standar rata-rata stasiun kerja presampling untuk dijadikan acuan adalah 28,09 menit, dan untuk stasiun kerja unloading 81,17 menit.
Estimasi Kebutuhan Tenaga Kerja Langsung Menggunakan Workload Analysis untuk Optimalisasi Beban Produksi Syarifuddin, Rizal; Hayat, Encep Jianul; Sa’dudin Tjaptjani, Dedi
Jurnal Kalibrasi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Kalibrasi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/kalibrasi/v.23-2.3128

Abstract

This study aims to identify the optimal number of workers in the production department of a fish-processing company using the Workload Analysis (WLA) method. This method is employed to calculate labor requirements based on the measurable workload at each work station. The WLA calculations show that the total number of workers needed is 22, while the company currently employs 29 workers, indicating a surplus of 7 workers. An analysis of labor productivity from July 2022 to June 2023 reveals fluctuations in efficiency, with the highest workload recorded in February (18.1160 m³/worker/day) and the lowest in November (15.9757 m³/worker/day). In addition, the study identifies several challenges in implementing WLA, including fluctuations in market demand, uncertainties in the production process, and limitations in the data required for accurate calculations. The study recommends that the company periodically adjust its workforce, enhance its data-collection systems, and account for market fluctuations as well as the adoption of new technologies in labor planning. The findings indicate that Workload Analysis (WLA) can support more rational decision-making regarding the appropriate number of workers for production lines. The presence of a surplus of seven workers and the observed variations in productivity across periods provide empirical evidence of operational efficiency dynamics within the fish-processing industry. One practical implication of this research is that workforce levels should be regularly revised, production data recording systems should be improved, and labor planning must be strengthened to adapt to technological advancements and changing market demand. This study makes a direct contribution to ongoing efforts to enhance sustainable productivity and manufacturing efficiency.
Development of a Web-Based Accreditation System for Study Program Management using the Waterfall Model Taufiqurrahman; Junaedy; Syarifuddin, Rizal
Nusantara Journal of Artificial Intelligence and Information Systems Vol. 1 No. 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Engineering and Computer Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/nuai.v1i2.1663

Abstract

At Universitas Islam Makassar, study program accreditation is still managed manually. This slows down the process, increases the workload, and makes errors more likely. This research introduces a web-based accreditation system designed to simplify document submission, verification, and assessment. The system was developed using the Waterfall model, moving through requirement analysis, design, implementation, testing, and maintenance. Three user roles were defined: administrator, head of study program, and assessor, each with tailored access and features. Functions include structured document uploads, real-time accreditation tracking, and role-based dashboards. The system was tested using black-box testing, and all key features worked as intended. Results show the system improves process speed, reduces manual work, and helps stakeholders manage accreditation more efficiently. Further features like video uploads and automated notifications are planned for future updates.
OPTIMASI PROSES PENGOLAHAN BIJI KOPI DENGAN METODE VALUE STREAM MAPPING (VSM) UNTUK MENGURANGI PEMBOROSAN ( STUDI KASUS UD.KOPI KONDO ) Syarifuddin, Rizal; Haslindah, Andi; Valdo, Rivaldo
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 02 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i02.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan proses pengolahan biji kopi green bean di UD Kopi Kondo menggunakan pendekatan Operation Process Chart (OPC),peta aliran proses (PAP),Value stram mapping (VSM) Dan fishbone diagram untuk mengidentifikasi pemborosan (waste) serta merumuskan rekomendasi perbaikan, guna meningkatkan efisiensi produksi. Metode penelitian meliputi wawancara dan observasi, detail aktivitas pada 11 tahapan proses, mulai dari transportasi dari gudang,penjemuran biji kopi perkamen,pengadukan dan pemeriksaan biji kopi perkamen,pengisian biji kopi ke dalam karung,transportasi ke area penggilingan,penggilingan biji kopi perkamen,transportasi ke area penjemuran,penjemuran biji kopi green bean,pengadukan dan pemeriksaan biji kopi green bean,pengemasan biji kopi green bean,dan transportasi ke tempat penyimpanan, dengan total volume produksi 1 ton per siklus. Analisis OPC dan PAP menunjukkan bahwa aktivitas transportasi antar area kerja penjemuran dan penggilingan menjadi sumber utama pemborosan waktu akibat jarak yang jauh, Setelah usulan penerapan perbaikan tata letak, waktu transportasi ke area penggilingan dan penjemuran berkurang signifikan masing-masing sebesar 19,72 menit dan 19,63 menit, sehingga total waktu proses berkurang 39,3 menit. Hasil ini meningkatkan value added ratio dari 94% menjadi 95%. Cause and effect analysis mengungkapkan faktor manusia, metode, mesin, dan lingkungan sebagai penyebab pemborosan, yang diatasi dengan pelatihan, redesain layout, dan perbaikan alat transportasi. Kesimpulannya, operation proses chart (OPC),peta aliran proses (PAP),Value stream mapping (VSM) dan fishbone diagram efektif dalam mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas yang tidsk bernilai tambah (non-value added), menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengolahan kopi di UD Kopi Kondo.