Ari Widyarni
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin, Indonesia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Bakso Rendah Lemak dan Berprotein pada Kader PKK di Cempaka 12 Kelurahan Mawar Kota Banjarmasin Inayah, Husnul Khatimatun; Netty, Netty; Noorhidayah, Noorhidayah; Anggraeni, Septi; Octaviana, Elsi Setiandari Lely; Widyarni, Ari
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.1001

Abstract

Wrong diet is one of the risk factors that increase cardiovascular disease in the life phase of 45 to 60 years old which is characterized by the emergence of chronic diseases such as hypertension, type 2 diabetes, obesity and heart disease. At this stage of age, a low-fat and high-protein diet is essential for maintaining health, as low fat can prevent cardiovascular disease and protein consumption helps maintain muscle mass as well as improve the body's metabolism. The lack of information and awareness about pre-elderly health checks, especially the problem of excess fat in the blood that can cause cardiovascular disease is still a problem for PKK Cadre mothers in Cempaka 12, Banjarmasin City. The purpose of the Community Service Implementation (PkM) is to increase knowledge and provide skills in making low-fat and high-protein meatballs to PKK Cadre women in Cempaka 12, Banjarmasin City. The method of this activity consists of several stages, including: preparation, namely survey of the location of the activity, preparation of tools and materials, preparing the material to be delivered, pretest, counseling with lectures and discussions, posttest and demonstration and the target of the participants of the activity is 20 PKK women of Cempaka 12 Village. The PkM activity was held on August 13, 2025 at the house of the PKK Cadre Chairman. The results of the training showed a difference in the average knowledge score before and after the training, where the results of the pretest showed that the average of 10 questions was only able to answer between 3-4 questions correctly and the results of the posttest showed a significant increase with an average score of 9.4. It is hoped that after being given training, PKK cadres will contribute to increasing public knowledge about the consumption of animal and plant protein sources in daily life. Increasing the activeness of the role of Cadres in the implementation of Germas and periodic public health monitoring in the Cempaka 12 environment, Banjarmasin City.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Penerapan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) pada Petugas Lapangan di PLN ULP Kota Banjarbaru Ari Widyarni; Muhammad Akbar; Akhmad Fauzan; Hikmah Yusida
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i5.399

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan masalah utama dalam pengelolaan suatu sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. International Labour Organization (ILO) menyebutkan bahwa 2 (dua) juta pekerja meninggal karena kecelakaan kerja setiap tahunnya akibat kelelahan kerja dan berdasarkan penelitian sebanyak 58.155 sampel menunjukan sebanyak 32,8% pekerja mengalami kelelahan kerja. Di Indonesia pada tahun 2018 tidak kurang dari 6 pekerja meninggal dunia setiap hari akibat kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Adapun kendala pada petugas lapangan yang menyatakan kesalahan manusia yang dapat terjadinya kecelakaan kerja, kecelakaan kerja tidak hanya mengakibatkan luka namun juga berdampak pada kerusakan alat bahkan bisa menghilangkan nyawa karyawan lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan K3 pada petugas lapangan di PLN ULP Kota Banjarbaru. Sampel berjumlah 43 orang. Teknik analisis yang digunakan uji Chi-Square Test. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar penerapan K3 baik sebanyak 31 responden (72,1%), pengetahuan dalam kategori baik 30 responden (69,8%), dan sikap responden sebagian besar memiliki sikap baik sebanyak 33 responden (76,7%). Tidak ada hubungan pengetahuan dengan penerapan K3pada karyawan lapangan yaitu p-value = 0,290, dan tidak ada hubungan sikap dengan penerapan K3 yaitu p-value = 0,237. Disarankan pemberian pelatihan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan sikap pada karyawan lapangan dalam menerapan K3 dalam menjalankan pekerjaan di PLN ULP Kota Banjarbaru.
Training on Preparing a Balanced Nutritional Food Menu During Fasting for Cheerful Mutiara Cadres of Sungai Andai, Banjarmasin City Ari Widyarni; Elsi Setiandari Lely Octaviana; M. Bahrul Ilmi; Edy Ariyanto; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah; Noorhidayah Noorhidayah; M. Febriza Aquarista
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/r2qm7b25

Abstract

Fasting is practiced by Muslims, especially during the month of Ramadan. Fasting is believed tohave numerous benefits and is a form of therapy (fasting therapy) for curing several degenerativediseases. People in Banjarmasin City often eat foods high in fat and sugar during fasting, andmany use excessive amounts of food coloring and flavoring. Lack of knowledge about healthyeating habits during fasting is a factor that can affect health. This has resulted in an increase indegenerative diseases such as hypertension, cholesterol, heart disease, and diabetes mellitus. Thiscommunity service program aims to improve the knowledge and skills of mothers, who play a rolein providing food for their families and developing nutritious diets, based on the awareness of theimportance of balanced nutrition according to the "isi piringku" guidelines established to reducethe morbidity rate of degenerative diseases. The implementation method includes a pretest,nutrition education, and training in developing balanced nutritional menus during fasting,followed by a posttest to measure the success of the activity. The community service programinvolved mothers from the Mutiara Ceria Integrated Health Post (Posyandu) and several elderlypeople at risk of developing degenerative diseases. The results showed an increase in knowledgeabout balanced nutrition, from 17% to 82%. The skills of cadres can be improved through trainingin preparing balanced nutritional meals during fasting. Optimizing health and nutrition education,especially regarding food menus during fasting, thereby increasing public understanding andawareness in preventing degenerative diseases and improving public health status.
Analisis Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Dr. R Soeharsono Banjarmasin Ari Widyarni; Elsi Setiandari L. O
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.536 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v3i2.1079

Abstract

Diabetes Mellitus disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat beker-ja secara normal. Insulin mempunyai peran utama mengatur kadar glukosa di dalam darah, yaitu (pada orang normal) sekitar 60-120 mg/dl waktu puasa, dan di bawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah makan. Penderita Diabetes Mellitus akan melonjak dua kali lipat setiap tahunnya. Di Indonesia dari jumlah 5 juta pada tahun 2010 akan menjadi 10 juta pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus sebanyak 40 orang. Pengambilan data penelitian menggunakan kuesioner terstruktur pada pasien Dia-betes Mellitus di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit DR. R. Soeharsono Banjarmasin. Analisis data ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan bantuan komputerisasi nilai kemaknaan (a) 0,05. Hasil penelitian bahwa karakteristik umur responden seba-gian besar berkisar antara umur 36-50 tahun dan >50 tahun,, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan dan menurut diet Diabetes Mellitus responden sebagian besar responden diet 1900 kkal sebanyak 67,5%. Kategori kepatuhan diet Diabetes Mellitus responden sebagian besar tidak mematuhi konsumsi diet Diabetes Mellitus yang ditetapkan oleh Rumah Sakit, kategori tingkat pendidikan responden sebagian besar berpendidikan dasar yang terdiri dari lulusan SD dan SLTP, kategori tingkat penge-tahuan responden sebagian besar memiliki pengetahuan kurang dan kategori jenis pekerjaan responden sebagian besar responden bekerja baik sebagai PNS maupun swasta. Hasil analisis didapatkan bahwa ketiga variable (tingkat pendidikan, tingkat penge-tahuan dan pekerjaan) ada hubungan yang bermakna (signifikan) terhadap kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit DR. R. Soeharsono Banjarmasin, dengan kekuatan hubungan ketiga variabel sangat kuat. Disarankan bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan sebagai data dasar dan diharapkan dapat meneliti dengan menggunakan variabel lain dan metode penelitian yang berbeda.
Factors Associated with the Nutritional Status of Pregnant Women in Banjarmasin City: A Cross-Sectional Analytical Study Ari Widyarni; M. Bahrul Ilmi; Netty Netty; Elsi Setiandari Lely Octaviana; M. Febriza Aquarista; Edy Ariyanto; Husnul Khatimatun Inayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.8925

Abstract

Introduction: The nutritional status of pregnant women is a critical indicator of maternal and fetal health. Chronic Energy Deficiency (CED) during pregnancy increases the risk of obstetric complications, low birth weight, stunting, and contributes indirectly to maternal mortality. Indonesia continues to report one of the highest maternal mortality ratios in Southeast Asia. This study aimed to analyze factors associated with the nutritional status of pregnant women in Banjarmasin City. Methods: This analytical cross-sectional study involved 100 pregnant women selected using accidental sampling. Nutritional status was assessed based on mid-upper arm circumference (MUAC), with MUAC <23.5 cm indicating CED. Independent variables included maternal knowledge, parity, maternal age, and toothbrushing habits. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Effect sizes were reported as prevalence ratios (PR) with a significance level of 0.05. Results: The prevalence of CED among pregnant women was 52%. The majority of respondents had low levels of knowledge (59%), risk parity (88%), risk maternal age (63%), and bad toothbrushing habits (58%). Bivariate analysis showed significant associations between maternal knowledge (PR=2.08; p=0.001), maternal age (PR=1.59; p=0.012), and toothbrushing habits (PR=1.95; p=0.000) with nutritional status. Parity was not significantly associated with nutritional status (p=0.076). Conclusion: Maternal knowledge, age, and toothbrushing habits were significantly associated with the nutritional status of pregnant women in Banjarmasin City. Strengthening nutrition education and healthy lifestyle behaviors through Posyandu services and antenatal education programs is essential to prevent CED and improve maternal and fetal health outcomes.
Hubungan Kualitas Layanan Dengan Kepuasan Peserta JKN Pada Kanal Layanan BPJS Kesehatan Keliling Di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara Mario Seftriadi; Ari Widyarni; Edy Ariyanto; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18827

Abstract

BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi terhadap beberapa kanal layanan administrasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta JKN. Salah inovasi layanan BPJS Kesehatan ialah BPJS Kesehatan Keliling. Saat ini, peserta menghadapi kesulitan akses ke kantor BPJS Kesehatan karena jarak tempuh yang jauh, antrean panjang, dan kesibukan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas layanan dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross-sectional, melibatkan 137 peserta yang pernah menggunakan layanan administrasi BPJS Kesehatan minimal satu kali. Sampel terdiri dari 58 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui, Kabupaten Barito Utara. Mayoritas responden (91,4%) menyatakan puas terhadap pelayanan administrasi, dengan dimensi keandalan (96,6%) baik, daya tanggap (94,8%) baik, jaminan (96,6%) baik, empati (94,8%) baik dan bukti fisik (94,8%) baik. Analisis data menggunakan chi-square menunjukkan adanya hubungan kualitas layanan dimensi keandalan (p=0,006), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,006), empati (p=0,001) dan bukti fisik (p=0,001) dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan serta sarana prasarana BPJS Kesehatan Keliling dan dapat menjadi bahan rujukan untuk diteliti kembali pada tingkatan yang lebih spesifik oleh peneliti selanjutnya. Kata Kunci          : BPJS Kesehatan, JKN, Kepuasan, KualitasKepustakaan      : 52 (2012 – 2024)
PENGARUH ANSIETAS DAN GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN SINDROM DISPEPSIA FUNGSIONAL Elsi Setiandari Lely Octaviana; Ari Widyarni; Noorhidayah Noorhidayah; Hilda Irianty; Mahmudah Mahmudah; Norfai Norfai
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.416

Abstract

Pendahuluan: Pengalaman menempuh pendidikan yang penuh dengan perjuangan, membuat siswa rentan mengalami gangguan cemas dan perubahan pada pola tidur. Salah satu masalah kesehatan fisik yang timbul dari efek kecemasan dan gangguan pola tidur yang dialami seseorang adalah masalah pada fungsi pencernaan yang menimbulkan sindrom dispepsia fungsional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ansietas dan gangguan pola tidur terhadap sindrom dispepsia fungsional. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan besar sampel 55 responden. Instrumen yang digunakan  yaitu kuesioner ansietas dan pola tidur. Analisis data menggunakan uji t. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa secara parsial ansietas berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,193 > t tabel 2,007. Gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dimana t hitung 2,168 > t tabel 2,007. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel ansietas dan gangguan pola tidur berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional dengan Fhitung 4,321 > Ftabel 3,17. Kesimpulan: Ansietas dan gangguan pola tidur yang dialami siswa berpengaruh terhadap sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan. Saran: Kepada siswa agar dapat menghindari terjadinya ansietas dan menjaga pola tidur agar tidak menimbulkan sindrom dispepsia fungsional selama menjalani pendidikan.