Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KEEFEKTIFAN PENGUNAAN MODUL TEKA-TEKI SILANG MATEMATIKA PADA MATERI STATISTIKA UNTUK SMA KELAS XI Yuli Amalia; Dazrullisa Dazrullisa
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2022): MAJU : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari modul tetak-teki silang matematika pada materi statistika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif yang berorientasi pada pengembangan produk. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap analisis dilakukan analisis kurikulum dan karakteristik siswa. Pada tahap perancangan dilakukan perancangan storyboard modul pembelajaran. Penyusunan modul dan instrumen penelitian, beserta validasi dilakukan pada tahap pengembangan.Pada tahap implementasi dilakukan uji coba.Pada tahap evaluasi dilakukan perhitungan data yang telah dikumpulkan selama penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul teka-teki silang matematika pada materi statistika ini layak digunakan pada pembelajaran matematika.Kelayakan modul dapat dilihat dari aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Pada aspek kevalidan, rata-rata skor yang diperoleh dari ahli media adalah 4 dan ahli materi3,9 sehingga modul termasuk ke dalam kategori valid. Berdasarkan angket respon siswa, rata-rata yang diperoleh adalah 3,6 sehingga modul ini dikatakan praktis. Rata-rata aktivitas guru dan siswa, angket respon siswa, beserta hasil belajar siswa adalah 4,03 dengan kategori efektif. Kata-kata kunci: Pengembangan, Modul, Statistika
ANALISIS KESALAHAN KONSEP LOGIKA PADA BUKU AJAR Yuli Amalia
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Buku ajar merupakan salah satu sumber bacaan yang digunakan oleh para calon pendidik maupun pendidik sebagai bahan ajar dalam memahami suatu materi sebelum diajarkan. Penelitian ini menganalisa tentang penyajian terhadap konsep logika yang keliru sehingga terdapat  kesalahan serta berusaha untuk memperbaiki konten buku teks matematika untuk PGSD yang dapat digunakan pada beberapa pergururan tinggi dengan jurusan/program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Aceh ataupun perpustakaan-perpustakaan sebagai koleksinya terhadap bahan bacaan. Kesalahan penyajian dalam hal ini adalah kesalahan berdasarkan pengungkapan objek matematika, yaitu fakta, keterampilan, konsep dan prinsip. Dari hasil analisa didapatkan kesalahan dalam menyajikan materi biimplikasi, yaitu ketidaksingkronan antara keterangan dengan konten dalam tabelnya. Kesalahan ini berubungan dengan fakta, konsep, dan prinsip. Kesalahan dalam buku ajar matematika harus diperhatikan dengan seksasama agar terhindar dari kekeliruan dalam penyampaian materi pelajaran. Matematika merupakan ilmu yang sarat dengan materi-materi yang dapat memicu berkembangnya kemampuan berpikir khususnya kemampuan penalaran . Guru adalah sebuah profesi yang sangat vital dalam kehidupan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Peneliti menganalisa tentang penyajian konsep logika dengan mengkaji dan membandingkan penyajian materi tersebut dalam beberapa sumber bacaan (buku ajar) lainnya. Oleh karena itu, disarankan baik bagi calon pendidik, pendidik maupun anak didik yang ingin menggunakan buku teks yang telah dianalisis dapat merujuk hasil penelitian ini. Kata-kata kunci: Analisis, Kesalahan, Konsep, Buku
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA Finariyati Finariyati; Arief Aulia Rahman; Yuli Amalia
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2020): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Kevalidan Modul Matematika Berbasis Etnomatematika yang dikembangkan, Kepraktisan Modul Matematika Berbasis Etnomatematika yang dikembangkan, Efektivitas modul matematika berbasis etnomatematika yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama pengembangan modul matematika berbasis etnomatematika menggunakan model Borg and Gell, dan tahap kedua mengujicobakan modul matematika berbasis etnomatematika yang dikembangkan di kelas X IIS 2 SMA Negeri 1 Kaway XVI untuk melihat efektivitasnya. Dari hasil uji coba I dan uji coba II diperoleh: Modul Matematika Berbasis Etnomatematika yang dikembangkan memenuhi kriteria valid yaitu rata-rata skor 4,5 dengan tingkat kevalidan 4 16≤Va<5">  berdasarkan hasil validasi para ahli, Modul Matematika Berbasis Etnomatematika yang dikembangkan efektif ditinjau dari ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 85% melalui uji Coba II dan ketuntasan tujuan pembelajaran, kepraktisan modul matematika melalui angket respon positif siswa terhadap modul matematika berbasis etnomatematika yang dikembangkan mendapatkan respon postif. Kata Kunci :  Pengembangan Modul, Model Borg and Gall, Etnomatematika, Pemecahan Masalah.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMA NEGERI I MEUREBO Lutfi Rhofiqah; Yuli Amalia
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2019): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan penalaran matematik siswa terhadap kemampuan penlaran matematik siswa kelas xi SMAN I Meurebo; 2) Untuk mengetahui seberapa besar oengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan penalaran matematik siswa kelas XI SMAN I Meurebo.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian level treatment by level disingn. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dengan sampel siswa kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen I dengan menggunakan model RME dan kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen II dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Hasil analisis data didapatkan rata-rata nilai kelas kontrol 77,80 dan rata-rata kelas eksperimen adalah 86,27. Berdasarkan uji regresi linier sederhana yang dilakukan diperoleh pengaruh model pembelajaran RME sebesar 15,21 % dan pengaruh model pebelajran PBL sebesar 33,96 %.Kata kunci : Problem Based Learning (PBL) dan Kemampuan Penalaran
PERAN GURU DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI SMA NEGERI 1 MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT Deka Syuhada; Khairil Hadi; Yuli Amalia
Bionatural : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : STKIP BINA BANGSA MEULABOH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran guru dalam memotivasi belajar siswa pada pembelajaran Biologi di kelas XIMIAI SMA Negeri 1 Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif (descriptive research). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan September 2020. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIMIAI yang berjumlah 20 orang dan seorang guru Biologi di kelas XIMIAI SMA Negeri 1 Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi, lembar wawancara, lembar angket dan lembar validasi. Hasil penelitian adalah Peran guru dalam memotivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Meureubo adalah sudah maksimal karena guru sudah melaksanakan perannya dengan baik untuk memotivasi belajar siswa, adapun peran guru dalam motivasi belajar siswa pada pembelajaran Biologi antara lain guru menjadikan siswa yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, guru mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif, guru menciptakan metode pembelajaran yang bervariasi, guru meningkatkan antusias dan semangat dalam mengajar, guru memberikan penghargaan kepada siswa bisa berupa nilai, hadiah, pujian, dan sebagainya agar siswa termotivasi akan belajar dan selalu ingin menjadi yang terbaik, dan guru mampu menciptakan aktivitas yang melibatkan siswa dalam kelas. Kata Kunci          :     Peran Guru, Motivasi Belajar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROBLEM BASED LEARNING KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI SPLTV Sri Ayu Harani Tanjung; Yuli Amalia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Al Qalasadi Vol 3 No 1 (2019): JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA AL QALASADI
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/qalasadi.v3i1.894

Abstract

Bahan ajar dikembangkan berdasarkan karakteristik siswa, sehingga kompetensi yang ditetapkan dapat dicapai. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa masih sangat rendah, siswa belum bisa memahami soal, sehingga terkendala dalam menentukan model penyelesaian soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan, keefektifan, dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis Problem Based Learning berkemampuan pemecahan masalah yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek Penelitan dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Meureubo kelas X Mia2 sebanyak 23 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respon siswa, dan tes. Dari hasil uji coba, pada uji coba I dan II diperoleh bahan ajar berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan efektif ditinjau dari 70% siswa yang mengikuti tes kemampuan pemecahan masalah memperoleh nilai minimal 75 dan tercapainya ketuntasan belajar tes kemampuan pemecahan masalah 75% dan respon positif siswa terhadap bahan ajar berbasis Problem Based Learning untuk kemampuan pemecahan masalah yang dikembangkan. Teaching materials are developed based on the characteristics of students, so that the specified competencies can be achieved. In general, students' problem solving abilities are still very low, students have not been able to understand the problem, so it is constrained in determining the mathematical problem solving model. This study aims to describe the validity, effectiveness, and response of students to Problem Based Learning-based teaching materials that are problem-solving skills developed. This research is a development research using ADDIE models namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects in this study were 23 students of Meureubo High School 1 in class Mia2 as many as 23 students. The research instruments were validation sheets, student response questionnaires, and tests. From the results of the trials, in the first and second trials obtained teaching materials based on Problem Based Learning that were developed effectively in terms of 70% of students taking the test of problem solving skills obtained a minimum score of 75 and achievement of learning completeness 75% problem solving ability tests and positive responses for Problem Based Learning based teaching materials for problem solving abilities developed.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA pada Penyelesaian Fungsi Invers Yuli Amalia
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan koneksi matematis siswa SMA pada penyelesaian materi Fungsi Invers. Kemampuan koneksi matematis dalam belajar matematika dan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal penting. Siswa kesulitan dalam memahami, memecahkan masalah, serta kurang terampil mengoperasikan soal fungsi invers. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari  kelas X MIPA-1 dan Kelas X MIPA-2 sebanyak 72 orang siswa . Objek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 orang siswa yang terdiri dari 1 orang siswa  kelas X MIPA-1 dan 1 orang siswa dari  Kelas X MIPA-2. Penentuan objek dilakukan secara random. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, metode angket, tes, dan wawancara dari sumber data yang valid. Indikator kemampuan koneksi matematis siswa yang penelitian gunakan, yaitu: mengenali koneksi ide-ide matematika, memahami antara hubungan matematika, dan mengaitkan ide-ide matematika pada kehidupan sehari-hari. Hasil angket diperoleh, 50% siswa suka dan setuju bahwa mereka mampu memenuhi 3 kriteria kemampuan koneksi matematis yang dirumuskan oleh NCTM. Hasil penelitian yang diperoleh hanya 1 orang siswa yang dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematis pada 5 soal tes yang diberikan. Sedangkan 1 orang siswa lagi hanya dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematis pada soal nomor 1-3, namun pada soal nomor 4 hanya 2 indikator yang mampu dipenuhi dan pada soal nomor 5 hanya 1 indikator yang dapat dipenuhi.
EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAMATIGA Faizah; Yuli Amalia
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini guru sering menggunakan metode ceramah yang mana siswa merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pelajaran sehinnga hasil belajar siswa rendah. Agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik perlu digunakan model pembelajaran kooperatif karena pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Karena dengan adanya model ini siswa lebih aktif dalam belajar sehingga model make a match ini efektif. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model mencari pasangan(make a match) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dimana dalam model ini siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran mencari pasangan (make a match) terhadap hasil belajar siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 2 Samatiga. Dalam penelitian ini pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran mencari pasangan (make a match) dikatakan efektif jika hasil belajar siswa sudah mencapai nilai di atas KKM yang telah ditentukan di SMP Negeri 2 Samatiga yaitu 65. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain one-shot case study.Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2016 sampai dengan tanggal 27 Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Samatiga, sedangkan sampel diambil satu kelas secara purposive sampling yaitu kelas VIII-A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan Lembar Observasi Kemampuan Guru (LOKG). Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis serta dilakukan pengujian hipotesis, diperoleh thitung= 2.37 dan ttabel dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 19 sebesar 1.73, sehingga thitung> ttabel atau 2.37> 1.73 maka H0 ditolak dan H1diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi kubus dan balok efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Samatiga
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI STATISTIKA KELAS X MIPA 2 SMA NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA Suhardini; Yuli Amalia
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam pembelajaran statistika pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuala melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya pada semester II tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuala dan objek penelitiannya adalah kelas X SMA Negeri 2 Kuala dengan jumlah 30 siswa, yang terdiri dari 11 siswa dan 19 siswi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari lembar soal tes, lembar angket dan lembar observasi. Data hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar siswa, hasil observasi selama kegiatan pembelajaran menggunakan lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT), lembar observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika yaitu dilihat dari hasil tes persiklus, dengan nilai ratarata kelas siklus I sebesar 56,6% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 93,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI TRANSFORMASI PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA Mardiana; Yuli Amalia
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam memahami konsep geometri transformasi pada kelas VII SMP Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya yang terdiri dari 23 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data dengan menggunakan rumus persentase. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar soal tes, lembar wawancara guru, dan lembar angket. Dari hasil analisis yang telah peneliti lakukan diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 9 orang siswa, dengan persentase hasil belajar siswa yaitu 61,30% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 14 orang siswa. Hasil penelitian pada kelas VII SMP Negeri 2 Kuala menunjukkan bahwa: siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi geometri transformasi adalah; (1) kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa yaitu; siswa belum memahami materi geometri transformasi, tidak teliti dalam menjawab soal, tidak meguasai sepenuhnya materi yang telah diajarkan; (2) faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami geometri transformasi adalah; (a) siswa tidak menguasai konsep, kurang menguasai teknik dalam menyelesaikan soal; (b) kesulitan siswa disebabkan karena kurang perhatian saat guru menjelaskan, minat dan motivasi siswa dalam belajar, dan siswa tidak mempelajari kembali pelajaran yang telah diajarkan.