Articles
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA pada Penyelesaian Fungsi Invers
Yuli Amalia
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan koneksi matematis siswa SMA pada penyelesaian materi Fungsi Invers. Kemampuan koneksi matematis dalam belajar matematika dan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal penting. Siswa kesulitan dalam memahami, memecahkan masalah, serta kurang terampil mengoperasikan soal fungsi invers. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kelas X MIPA-1 dan Kelas X MIPA-2 sebanyak 72 orang siswa . Objek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 orang siswa yang terdiri dari 1 orang siswa kelas X MIPA-1 dan 1 orang siswa dari Kelas X MIPA-2. Penentuan objek dilakukan secara random. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, metode angket, tes, dan wawancara dari sumber data yang valid. Indikator kemampuan koneksi matematis siswa yang penelitian gunakan, yaitu: mengenali koneksi ide-ide matematika, memahami antara hubungan matematika, dan mengaitkan ide-ide matematika pada kehidupan sehari-hari. Hasil angket diperoleh, 50% siswa suka dan setuju bahwa mereka mampu memenuhi 3 kriteria kemampuan koneksi matematis yang dirumuskan oleh NCTM. Hasil penelitian yang diperoleh hanya 1 orang siswa yang dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematis pada 5 soal tes yang diberikan. Sedangkan 1 orang siswa lagi hanya dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematis pada soal nomor 1-3, namun pada soal nomor 4 hanya 2 indikator yang mampu dipenuhi dan pada soal nomor 5 hanya 1 indikator yang dapat dipenuhi.
EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAMATIGA
Faizah;
Yuli Amalia
MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Selama ini guru sering menggunakan metode ceramah yang mana siswa merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pelajaran sehinnga hasil belajar siswa rendah. Agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik perlu digunakan model pembelajaran kooperatif karena pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Karena dengan adanya model ini siswa lebih aktif dalam belajar sehingga model make a match ini efektif. Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model mencari pasangan(make a match) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif dimana dalam model ini siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Siswa disuruh untuk mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran mencari pasangan (make a match) terhadap hasil belajar siswa pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 2 Samatiga. Dalam penelitian ini pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran mencari pasangan (make a match) dikatakan efektif jika hasil belajar siswa sudah mencapai nilai di atas KKM yang telah ditentukan di SMP Negeri 2 Samatiga yaitu 65. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain one-shot case study.Waktu penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Mei 2016 sampai dengan tanggal 27 Mei 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Samatiga, sedangkan sampel diambil satu kelas secara purposive sampling yaitu kelas VIII-A. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan Lembar Observasi Kemampuan Guru (LOKG). Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis serta dilakukan pengujian hipotesis, diperoleh thitung= 2.37 dan ttabel dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 19 sebesar 1.73, sehingga thitung> ttabel atau 2.37> 1.73 maka H0 ditolak dan H1diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi kubus dan balok efektif terhadap hasil belajar siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Samatiga
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI STATISTIKA KELAS X MIPA 2 SMA NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA
Suhardini;
Yuli Amalia
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika dalam pembelajaran statistika pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuala melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya pada semester II tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuala dan objek penelitiannya adalah kelas X SMA Negeri 2 Kuala dengan jumlah 30 siswa, yang terdiri dari 11 siswa dan 19 siswi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, satu siklus terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian terdiri dari lembar soal tes, lembar angket dan lembar observasi. Data hasil penelitian diperoleh dari tes hasil belajar siswa, hasil observasi selama kegiatan pembelajaran menggunakan lembar observasi aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT), lembar observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika yaitu dilihat dari hasil tes persiklus, dengan nilai ratarata kelas siklus I sebesar 56,6% dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase siswa yang tuntas sebesar 93,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi statistika.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP GEOMETRI TRANSFORMASI PADA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA
Mardiana;
Yuli Amalia
Jurnal Maju Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL MAJU
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam memahami konsep geometri transformasi pada kelas VII SMP Negeri 2 Kuala Kabupaten Nagan Raya yang terdiri dari 23 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, angket dan tes. Teknik analisis data dengan menggunakan rumus persentase. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar soal tes, lembar wawancara guru, dan lembar angket. Dari hasil analisis yang telah peneliti lakukan diperoleh siswa yang tuntas sebanyak 9 orang siswa, dengan persentase hasil belajar siswa yaitu 61,30% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 14 orang siswa. Hasil penelitian pada kelas VII SMP Negeri 2 Kuala menunjukkan bahwa: siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi geometri transformasi adalah; (1) kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa yaitu; siswa belum memahami materi geometri transformasi, tidak teliti dalam menjawab soal, tidak meguasai sepenuhnya materi yang telah diajarkan; (2) faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami geometri transformasi adalah; (a) siswa tidak menguasai konsep, kurang menguasai teknik dalam menyelesaikan soal; (b) kesulitan siswa disebabkan karena kurang perhatian saat guru menjelaskan, minat dan motivasi siswa dalam belajar, dan siswa tidak mempelajari kembali pelajaran yang telah diajarkan.
Middle School Students' Mathematical Representational Ability: A Case Study of the Development of Students' Cognitive Ability through the Realistic Mathematics Education Approach
Intan Kemala Sari;
Ahmad Nasriadi;
Yuli Amalia;
Musfiya Musfiya;
Farida Agus Setiawati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.2556
Kemampuan representasi matematis sangat penting untuk dimiliki dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa, serta bentuk representasi matematis yang muncul. Penelitian ini menggunakan studi kasus terhadap empat siswa SMP Kelas VII dengan kemampuan sedang, yang dilaksanakan dalam pembelajaran Mengenal Bentuk Aljabar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil pada tahun ajaran 2022/2023 sebanyak tiga kali pertemuan. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket, wawancara, dan lembar analisis pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII merupakan siswa tahap abstraksi awal sehingga kemampuan representasi matematis belum banyak muncul dan berkembang dengan baik. Adapun bentuk representasi yang muncul yaitu representasi simbolik dengan tipe rendah dimana masih terdapat Gap antara berpikir konkrit dengan kemampuan abstraksi awal. Beberapa hal yang mempengaruhi munculnya kemampuan representasi adalah motivasi yang tinggi dalam memecahkan masalah, metode belajar yang disajikan, dan kemampuan siswa dalam belajar matematika.Mathematical representation ability is very important to have and develop. This study aims to analyze students' mathematical representation abilities, as well as the forms of mathematical representations that appear. This study used case studies of four Grade VII junior high school students with moderate abilities, which were carried out in Recognizing Algebraic Shapes. The research was carried out in the odd semester of the 2022/2023 academic year in three meetings. The data collection techniques used are questionnaires, interviews, and problem solving analysis sheets. The results showed that class VII students were students at the early abstraction stage, so their mathematical representation abilities had not emerged and developed well. The form of representation that appears is symbolic representation with a low type where there is still a gap between concrete thinking and initial abstraction abilities. Some of the things that influence the emergence of representational abilities are high motivation in solving problems, the learning methods presented, and students' abilities in learning mathematics.
THE APPLICATION OF PROBLEM-BASED LEARNING MODEL TO THE LEARNING OUTCOMES ON EXPONENT FUNCTION OF FIRST GRADE STUDENTS IN KRUENG BARONA JAYASENIOR HIGH SCHOO
Rahmat Fitra;
Nurul Ariescha;
Yuli Amalia
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46244/iconesth.vi.176
The lack of teacher creativity in implementing learning results in low student learning outcomes. One way to improve student learning outcomes is to use a learning model that focuses on student activeness. This study aims to determine the effect of applying the Problem Based Learning learning model on student learning outcomes in exponent functions in first grade students at Krueng barona Jaya senior high school. The type of research used is quasi-experimental with Pretest Posttest Control Group Design. Sampling based on purposive sampling technique, obtained X1 class students (N = 24) as an experimental class that applies learning with Problem Based Learning model and X2 class students (N = 28) as a control class that applies conventional learning. Data collection techniques using observation, tests and documentation. Based on the results of the t-test analysis of two independent samples through the average value of the posttest of student learning outcomes, obtained t-count > t-table (4.49> 2.00). So it can be concluded that there is an effect of learning using the Problem Based Learning model on student learning outcomes on exponent function.
INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SCIENCE TECHNOLOGY AND HEALTH
Yuli Amalia;
Ahmad Nasriadi;
Akmalia Khairunnisa
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46244/iconesth.vi.217
Students experience difficulties in working on and solving non-routine problems. This means that students' high-level thinking abilities are still relatively low. One solution isto use HOTS-based LKPD through the problem[1]based learning model. The aim of this research is to find out whether HOTS[1]based LKPD through the PBL model is effective in reducing absolute value inequality. This research is a type of quantitative research. The method used in this research is quasi-experimental design in the form of a nonequivalent control group design. The sample in this study was determined using the purposeful sampling technique. The experimental class was given treatment using HOTS-based LKPD via the PBL model, while the control class used a conventional learning model. The techniques and tools for collecting data for this research are through tests and documentation. The data analysis technique was tested through descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis, as well as the N-Gain Score test. The results of this research show that learning using HOTS-based LKPD through the PBL model in the experimental class is within the effective criteria with a percentage level of effectiveness of 81.21%, while learning using the conventional model in the control class is within the criteria of being quite effective with a percentage level of effectiveness of 54.47 percent. The conclusion is that the HOTS-based LKPD through the PBL model is effective in reducing absolute value inequality material.
THE USE OF MATHWAY APPLICATION ON DERIVATIVE MATERIAL ON MATHEMATICS LEARNING MOTIVATION IN HIGH SCHOOL
Yuli Amalia;
Mik Salmina;
Siti Zahara
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2024: The 2nd ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46244/iconesth.vi.517
Mathematics learning is one of the learning that is difficult for high school students to understand, both in understanding the material and when solving problems such as in derivative material so that students need high learning motivation and are able to help students become more confident in learning mathematics. The purpose of this study was to determine the use of the mathway application on derivative material in mathematics learning for high school students. The method in this study is quantitative quasi-experimental. The data collection techniques used were pretest and posttest tests, as well as questionnaires. The population in this study were all students of grade XI. However, the samples were: students of grade XI IPA 3 (36 people) as the experimental class and students of grade XI IPA 2 (32 people) as the control class. The results of this study showed the provision of pretest and posttest in the experimental class (XI IPA 3) through treatment with the use of the mathway application so that the difference in pretest and posttest values was obtained to see their learning motivation. The learning motivation of the experimental class was 52.61 and for the control class (XI IPA 2) it was 46.31. Furthermore, for the analysis of the questionnaire given to students in the experimental class, the average value of the questionnaire was 74.25 with a good category. The conclusion of this study is that the use of the Mathway application has an effect on the learning motivation of high school students in the derivative material as evidenced by the difference in the pretest-posttest scores of the experimental class and the control class and the average value of the questionnaire. The suggestion in this study is that there needs to be an adjustment to the use of the Mathway application in mathematics learning and it is necessary to conduct a re-examination of the use of the Mathway application to see students' learning motivation in mathematics learning using different materials and methods.
Peningkatan Kreativitas melalui Pelatihan Microsoft Word dan PowerPoint kepada Siswa XI IPA Madrasah Aliyah Pekanbaru
Oni Sawitri;
Destia Destia;
Neng Solihat;
Yuli Amalia
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62951/inovasisosial.v2i1.1245
Student creativity in processing information and presenting it interestingly is an important skill in the world of modern education. This service aims to increase the creativity of class XI Science students at Madrasah Aliyah Pekanbaru through training in the use of Microsoft Word and Microsoft PowerPoint. This training includes the delivery of material and direct practice. This training provides an in-depth understanding of the features of these two applications, such as text processing, presentation design, and the function and use of CTRL A-Z in Microsoft Word. This training contributes to developing students' creativity while increasing their readiness to face academic and professional challenges in the future.
Efektivitas mikroorganisme lokal antara nasi basi dan tapai singkong terhadap laju kematangan kompos sampah organik
Amalia, Yuli;
Firman, Firman
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1641
Latar Belakang: Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2022, sekitar 55,15% sampah berasal dari aktivitas rumah tangga. Larutan MOL dapat dibuat menggunakan sampah organik rumah tangga. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi MOL nasi basi dan tapai singkong terhadap laju kematangan kompos.Metode: Penelitian quasi eksperimen, pengomposan aerob Dimana perlakuan menggunakan 3 kg sampah yang diberikan kombinasi MOL (X = tapai singkong-nasi basi). dengan variasi kombinasi mengggunakan perbandingan 50:50, 40:60, 30:70, 20:80, 10:90. kemudian dianalisis dengan uji Anova, untuk mengetahui perbedaan laju kematangan kompos antara perbandingan kombinasi MOLHasil: Uji One Way Anova mendapatkan p-value <0,05 artinya terdapat perbedaan laju kematangan kompos yang signifikan antara kombinasi MOL.Kesimpulan: Laju kematangan kompos variasi tercepat kombinasi X1 (50:50) 9 hari dibandingkan dengan perbandingan kombinasi lainnya. penelitian membuktikan bahwa Kombinasi MOL dapat menjadi alternatif pengganti bioaktivator pabrikan untuk pengomposan skala rumah tangga.