Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pembuatan Komposter Dan Pendampingan Masyarakat Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Kota Banjarmasin Firda Herlina; Mujiburrahman; Yuli Panca Asmara; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar; Jainal Arifin; Idzani Muttaqin; Faisal Rahman; Rendi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 7 : Agustus (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga merupakan salah satu persoalan lingkungan yang terus mengalami peningkatan akibat pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, serta rendahnya tingkat pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti sisa makanan, limbah dapur, kulit buah, dan dedaunan memiliki proporsi yang besar, namun sebagian besar masih dibuang secara langsung sehingga menyebabkan peningkatan volume sampah di tempat pembuangan akhir serta berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui penerapan teknologi tepat guna berupa komposter sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan mitra, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pelatihan pembuatan komposter, praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pendampingan dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah organik menggunakan komposter. Masyarakat mampu memahami prinsip kerja komposter, melakukan proses pengisian bahan organik, melakukan pemeliharaan selama proses dekomposisi, serta memanfaatkan kompos yang dihasilkan untuk tanaman. Penerapan teknologi komposter sederhana memberikan alternatif solusi pengurangan sampah rumah tangga sekaligus mendukung terciptanya perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU-IBU PKK DESA BABIRIK MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG BERAS DAN SERBUK SERAI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI KELUARGA Dyah Sri Wulandari; Yassyir Maulana; Agus Wiramsya Oscar; Siti Fatimah; Maslina Maslina; Ferlan Maulana; Selpia Agustina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61645

Abstract

Desa Babirik memiliki potensi sumber daya alam berupa beras dan tanaman serai (Cymbopogon citratus) yang melimpah, serta didukung oleh potensi sumber daya manusia yang aktif, khususnya kelompok Ibu-ibu PKK. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah (added value), serta minimnya pemahaman mengenai teknik pengemasan yang higienis, menarik, dan strategi pemasaran dasar. Selama ini, komoditas tersebut hanya dikonsumsi untuk kebutuhan dapur sehari-hari tanpa adanya inovasi pengolahan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui program pelatihan dan praktik langsung pembuatan tepung beras dan serbuk serai, serta pelatihan pengemasan dan dasar kewirausahaan. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 65% yang diukur melalui instrumen pre-test dan post-test. Luaran dari kegiatan ini yaitu terciptanya produk tepung beras dan serbuk serai dalam kemasan, publikasi ilmiah, dan video kegiatan. Melalui program ini, kelompok Ibu-ibu PKK diharapkan mampu bertransformasi menjadi mitra ekonomi produktif yang merintis usaha skala rumah tangga (UMKM) guna meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Evaluasi Kesiapan dan Strategi Akselerasi Adopsi Smart Green Technology pada UMKM Manufaktur di Kota Banjarmasin Dyah Wulandari; Yassyir Maulana; Agus Wiramsya Oscar; Sonia Putri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i8.7061

Abstract

The adoption of Smart Green Technology (SGT) is crucial for enhancing the competitiveness of manufacturing MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) to support Indonesia's green economic transformation and industrial downstreaming. However, the readiness level of these manufacturing MSMEs, particularly within Banjarmasin City, has never been comprehensively measured. This study aims to analyze SGT adoption readiness using the Technology Organization Environment (TOE) framework and formulate acceleration strategies. An explanatory sequential mixed-methods approach was employed, surveying 100 manufacturing MSMEs across five districts in Banjarmasin City, followed by structured stakeholder interviews. Principal Component Analysis (PCA) constructed the SGT Readiness Index, while qualitative data informed the acceleration strategies. Results showed eight indicators met factor analysis requirements, with a KMO value of 0.628 and a significant Bartlett's Test (p<0.001). PCA generated three main factors explaining 56.6% of the data variance: organizational readiness, operational and financial aspects, and technical and human resources. Based on the Readiness Index, North Banjarmasin MSMEs showed the highest readiness level (59.78), whereas Central Banjarmasin had the lowest (40.36). Additionally, textile and craft MSMEs, alongside businesses operating for 5-10 years, demonstrated higher readiness compared to the food and beverage sector. These findings indicate that organizational factors are the primary determinants of successful SGT adoption. Therefore, acceleration strategies must focus on strengthening organizational capacity, providing green financing, improving human resource competencies, and fostering government policy support to develop green industry ecosystems.
Pencegahan Korosi pada Permukaan Baja Menggunakan Bio-Inhibitor yang Diekstrak dari Kulit Nanas Yuli Panca Asmara; Mujiburrahman; Irawan Noor; Ihwan Ghazali; Agus Wiramsya Oscar; Firda Herlina; Muhammad Renaldy Syahputra
Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 12 No 2 (2026): August
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/st.vol12.no2.a23548

Abstract

Corrosion is a major problem affecting the durability of steel materials, creating a need for effective and environmentally friendly corrosion-control methods. This study evaluated the effectiveness of pineapple peel extract as a corrosion inhibitor for ST 42 steel in rainwater at immersion durations of 7 and 20 days. The gravimetric weight-loss method was used to determine the corrosion rate based on the mass loss of the steel specimens. Six ST 42 steel specimens were used individually for the experimental conditions, with one specimen representing each condition. Uninhibited specimens were immersed in rainwater and seawater for comparison, while pineapple peel extract was evaluated as an inhibitor only in rainwater. The uninhibited ST 42 specimens immersed in rainwater showed corrosion rates of 0.0952 and 0.1000 g/(cm²·day) after 7 and 20 days, respectively. In contrast, the specimens treated with pineapple peel extract showed no measurable mass loss, resulting in a calculated corrosion rate of 0.0000 g/(cm²·day) at both immersion durations. The calculated inhibition efficiency of the pineapple peel extract was therefore 100% at both 7 and 20 days. The uninhibited specimens in seawater showed corrosion rates of 0.0952 and 0.1000 g/(cm²·day) after 7 and 20 days, respectively, which were identical to those observed in rainwater. These results indicate the potential of pineapple peel extract as a plant-based corrosion inhibitor for ST 42 steel in rainwater under the tested conditions. However, the results should be interpreted cautiously because each condition was represented by a single specimen and the resolution of the digital scale was not documented.