Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : wahana peternakan

PERFORMA KUANTITATIF SAPI KRUI DI PETERNAKAN RAKYAT KECAMATAN PESISIR SELATAN KABUPATEN PESISIR BARAT PROVINSI LAMPUNG INDONESIA: Quantitative Performance of Krui Cattle in Traditional Farmers in Pesisir Selatan District, Pesisir Barat Regency, Lampung Province, Indonesia Kurniawati, Dian; Dakhlan, Akhmad; Adhianto, Kusuma; Rafian, Teguh
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 1 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i1.1419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tampilan kuantitatif 24 ekor sapi Krui betina berusia 18 hingga 24 bulan di peternakan rakyat Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pengamatan dilakukan menggunakan metode survei dan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Peubah yang diamati meliputi ukuran-ukuran tubuh, seperti berat badan (BB), panjang badan (PB), tinggi pundak (TP), tinggi pinggul (TPing), lebar dada (LebD), lingkar dada (LD), dalam dada (DD), lingkar pinggul (LP), lebar kepala (LK), dan panjang kepala (PK). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BB, PB, TP, TPing, LebD, LD, DD, LP, LK, dan PK sapi Krui betina berturut-turut adalah 154,23±65,70 kg, 110,64±9,36 cm, 103,72±24,28 cm, 103,43±5,57 cm, 24,86±5,15 cm, 120,80±11,2 cm, 47,67±5,33 cm, 132,73±17,27 cm, 41,00±5,00 cm, dan 17,64±1,36 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa performa kuantitatif sapi Krui di Peternakan Rakyat Kecamatan Krui Selatan lebih kecil dibandingkan dengan performa kuantitatif sapi lokal lainnya (sapi Bali dan sapi Madura) di Indonesia   Kata kunci: Performa Kuantitatif, Kabupaten Pesisir Barat, Peternakan Rakyat, Sapi Krui
STRUKTUR POPULASI, PERFORMA REPRODUKSI, DAN PRODUKSI KAMBING PERAH DI KABUPATEN PESAWARAN DAN LAMPUNG TIMUR PROVINSI LAMPUNG: Population Structure, Reproductive Performance, and Dairy Goat Production in Pesawaran and East Lampung Districts, Lampung Province Saputri, Rafida Bela; Dakhlan, Akhmad; Hartono, Madi; Qisthon, Arif
Wahana Peternakan Vol. 8 No. 2 (2024): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v8i2.1469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur populasi, performa reproduksi, dan produksi kambing perah di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur, Provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan dari Januari hingga April 2023. Penelitian survei studi kasus ini menggunakan sampel yang ditentukan secara snowball sampling. Peubah yang diamati yaitu struktur populasi, angka kebuntingan, litter size, service per conception, mortalitas pascapartus dan pra-sapih, serta produksi susu. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian di Kabupaten Pesawaran menunjukkan bahwa struktur populasi kambing perah yaitu anak jantan 0,00%, anak betina 100,00%, kambing jantan muda 0,00%, kambing betina muda 100,00%, kambing dewasa jantan 0,00% dan kambing dewasa betina 100,00%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa angka kebuntingan, litter size, mortalitas pascapartus dan pra sapih, serta service per conception berturut-turut yaitu 100,00%, 2,00, 14,29%, 7,14%, dan 1,00; produksi susu kambing PE dan Jawarandu berturut-turut yaitu 0,97 dan 0,53 liter/ekor/hari. Di Kabupaten Lampung Timur struktur populasi kambing perah yaitu anak jantan 66,67%, anak betina 33,33%, kambing jantan muda 20,00%, kambing betina muda 80,00%, kambing dewasa jantan 12,70%, dan kambing dewasa betina 87,30%. Angka kebuntingan, litter size, mortalitas pascapartus, mortalitas pra sapih, dan service per conception berturut-turut yaitu 83,7%; 1,8; 3,3%; 39,1%; dan 1,1; dan produksi susu kambing Sapera, kambing Saanen, Anglo Nubian, Alpine, dan PE berturut-turut yaitu 1,2; 2,0; 1,2; 1,0; dan 0,58 liter/ekor/hari. Kata kunci: Kambing perah, produksi, reproduksi, struktur populasi
EVALUASI KUALITAS SEMEN DOMBA EKOR TIPIS BERDASARKAN VARIASI WAKTU KOLEKSI SEMEN DI TEACHING FARM JURUSAN PETERNAKAN, FAKULTAS PERTANIAN, UNIVERSITAS LAMPUNG: Evaluation of Semen Quality in Thin-Tailed Sheep Across Different Collection Times at the Teaching Farm, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung Zenix, Aulia Putri; M. Yazid Izza Setiawan; Sirat, Muhammad Mirandy Pratama; Dakhlan, Akhmad
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2520

Abstract

Evaluasi kualitas semen merupakan parameter penting dalam menentukan potensi fertilitas pejantan serta keberhasilan penerapan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan pada ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen domba ekor tipis dengan membandingkan dua waktu koleksi semen, yaitu pagi hari (T1, 07.00–09.00 WIB, n=8) dan sore hari (T2, 15.00–17.00 WIB, n=8). Penelitian dilaksanakan pada November–Desember 2023 berupa studi kasus di Teaching Farm Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Parameter makroskopik meliputi volume, warna, konsistensi, dan pH semen, sedangkan parameter mikroskopik meliputi gerakan massa, motilitas individu, dan konsentrasi spermatozoa. Data disajikan sebagai rataan ± standar deviasi dan dianalisis menggunakan uji t Independent Sample dengan perangkat lunak SPSS 24 untuk mengetahui perbedaan antarpelakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume semen pada koleksi pagi dan sore hari masing-masing sebesar 1,19±0,55 mL (T1) dan 1,24±0,56 mL (T2). Warna semen pada kedua perlakuan adalah putih susu dengan skor 2,00±0,00 (T1) dan 1,88±0,35 (T2), sedangkan konsistensi semen berkisar antara sedang hingga kental dengan nilai 2,63±0,52 pada kedua perlakuan. Nilai pH semen adalah 7,00±0,00 (T1) dan 7,50±0,53 (T2). Evaluasi mikroskopik menunjukkan nilai gerakan massa spermatozoa sebesar 1,50±0,53 (T1) dan 1,63±0,52 (T2), motilitas spermatozoa 60,00±5,35% (T1) dan 61,25±12,46% (T2), serta konsentrasi spermatozoa sebesar 3.006,3±124,66 ×10⁶ sel/mL (T1) dan 2.625±140,45 ×10⁶ sel/mL (T2). Analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh parameter selain pH tidak berbeda nyata (P>0,05), sedangkan pH semen pada koleksi sore hari (T2) lebih alkali dibandingkan dengan koleksi pagi hari (T1) (P<0,05), namun masih berada dalam kisaran fisiologis normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa koleksi semen domba ekor tipis dapat dilakukan baik pada pagi maupun sore hari tanpa menurunkan kualitas semen, sehingga memberikan fleksibilitas dalam manajemen reproduksi dan penjadwalan koleksi semen.   Kata kunci: domba ekor tipis, kualitas semen, studi kasus, waktu koleksi, variasi