Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KOLABORASI BHAYANGKARI, PKK, DAN UNIVERSITAS GARUT DALAM DIVERSIFIKASI PANGAN MELALUI INOVASI MIE BAYAM PADA PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) Rostiena Pasciana; ieke sartika iriany; Mochammad Iqbal Fadhlurrohman; Dadi Nurdiana; Meli Amelia
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/zkp0d464

Abstract

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan. Namun, keberhasilan program memerlukan kolaborasi antarpemangku kepentingan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara Bhayangkari, Tim Penggerak PKK, dan Universitas Garut dalam implementasi P2L sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui diversifikasi pangan berbasis bayam menjadi mie hijau sehat. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, edukasi kolaborasi, penyuluhan, pelatihan, praktik, serta pendampingan. Mitra kegiatan meliputi Bhayangkari dan Tim Penggerak PKK di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman peserta mengenai pentingnya kolaborasi yang ditandai dengan adanya kesepakatan yang dibangun melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Bhayangkari dan PKK. Selain itu, peserta memperoleh pengetahuan mengenai diversifikasi pangan dan mampu mempraktikkan pembuatan mie bayam secara mandiri. Analisis usaha sederhana menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,67, yang mengindikasikan bahwa produk berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro berbasis pangan lokal. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan keluarga, diversifikasi pangan lokal, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan peluang ekonomi masyarakat.