Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI KPU UNTUK MENDORONG PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI DESA SUNGAI GARONG KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Putra, Irwan; Suparno, Suparno; Mardawani, Mardawani; Verawati, Ade; Fadilah, Nurul
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i2.4147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini mencakup Sekretariat KPU, KPPS, dan pemilih pemula di Desa Sungai Garong.Untuk mengatasi hal ini, disarankan agar KPU Kabupaten Sintang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan terus melakukan kampanye kesadaran politik yang menarik bagi generasi muda. Kesimpulan penelitian ini yaitu strategi KPU dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula perlu ditingkatkan Penggunaan teknologi digital, pelibatan lebih aktif dari tokoh masyarakat, serta peningkatan frekuensi sosialisasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran dan minat pemilih pemula.Kata Kunci: KPU, Partisipasi Politik, Pemilih Pemula, Pemilu 2024, Desa Sungai Garong.
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN ELEKTRONIK DALAM PEMBELAJARAN DI SDN 11 UMIN PADA PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 8 Cahayani, Sartika; Fadhila, Rahmi; Kurniawan, Pandu; Seran, Eliana Yunitha; Mardawani, Mardawani
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Edisi Nopember
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i2.4424

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang berupa asistensi mengajar untuk memberdayakan mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran di Sekolah Dasar di berbagai Desa/Kota, salah satunya adalah SDN 11 Umin yang bertempat di Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pada program ini, mahasiswa yang terlibat memiliki tanggung jawab dalam membantu  guru dalam teknologi pendidikan dalam proses pengajaran, memfasilitasi adaptasi teknologi termasuk pemanfaatan media pembelajaran elektronik, serta mendukung mendukung kegiatan operasional sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran mahasiswa daalam meningkatan media pembelajaran elektronik di SDN 11 Umin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran elektronik dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa, memfasilitasi pemahaman materi, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif. Program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 8 dalam mengembangkan keterampilan mengajar dan beradaptasi dengan teknologi.Kata Kunci : Kampus Merdeka, Kampus Mengajar, Pemanfaatan Media PembelajaranElekronik.
Penguatan Nilai Toleransi melalui Kegiatan Camp Moral sebagai Implementasi Proyek MKWK pada Masyarakat Multikultural di Desa Ransi Dakan Suparno, Suparno; Mardawani, Mardawani; Hartini, Agnesia; Fusnika, Fusnika; Sejunsi, Bortniansky
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3505

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan dan memperkuat nilai-nilai toleransi melalui kegiatan Camp Moral sebagai implementasi Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) pada masyarakat multikultural di Desa Ransi Dakan, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat Indonesia yang sangat majemuk, termasuk di Desa Ransi Dakan, yang dihuni oleh berbagai etnis, agama, dan budaya, namun tetap menjunjung tinggi harmoni sosial. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan model pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dalam kegiatan Camp Moral. Dalam kegiatan ini, peserta mempraktikkan empat indikator nilai toleransi, yaitu: kemampuan masyarakat melindungi warganya, partisipasi dalam organisasi sosial, pencegahan konflik, dan pelestarian kearifan lokal. Keempat indikator tersebut dirumuskan ke dalam dua sikap utama, yaitu sikap sadar kerukunan dan sikap toleransi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Camp Moral secara efektif memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman. Hal ini menegaskan bahwa prinsip Bhinneka Tunggal Ika masih menjadi nilai rujukan utama dalam membangun kehidupan bersama di Desa Ransi Dakan. Program ini juga membuka ruang dialog lintas budaya yang mendorong empati dan kerja sama antarwarga. Model pengabdian seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakter masyarakat yang serupa.
Peran Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab pada Siswa Mardawani, Mardawani; Hartini, Agnesia; Ekaristi, Dalita
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v13i1.31571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran PPKn dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Sintang. Metode penelitian adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan tenik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Siswa tidak dilakukan saat proses pembelajaran akan tetapi dilakukan diluar jam pelajaran. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai karakter tanggung jawab adalah keinginan untuk mewujudkan visi misi sekolah, mewujudkan program 7 K, adanya kebijakan dari kepala sekolah. Masih kurangya efektivitas guru dalam proses pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa terhadap nilai karakter tanggung jawab, 3) Upaya yang dilakukan untuk membentuk nilai karakter tanggung jawab yaitu memberikan pemahaman pentingnnya nilai karakter tanggung jawab. Dapat disimpulkan bahwa Peran PPKn dalam membentuk nilai karakter tanggung jawab terlaksana dengan baik yang ditunjukkan bahwa guru memberikan arahan pentingnya nilai karakter tanggung jawab.
PENGELOLAAN HUTAN ADAT DENGAN PRINSIP KEARIFAN LOKAL (STUDY DI HUTAN ADAT RIAM BATU, KECAMATAN TEMPUNAK, KABUPATEN SINTANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT) Purba, Daud Prihatinro; Mardawani, Mardawani
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i1.2359

Abstract

The granting of forest management rights through customary forests is a form of state recognition for indigenous peoples in Indonesia to manage and protect their forests with the principles of local wisdom. The granting of these rights is carried out through an agrarian reform mechanism, one of which is the social forestry program launched in 2015 by the Ministry of Environment and Forestry. This research was conducted to find out how the Seberuang Dayak indigenous people of Riam Batu Village manage and protect the forest with the principles of local wisdom that have long been passed down from generation to generation. Data collection was carried out through interviews, discussions (FGD), and field observations. Meanwhile, data analysis was done descriptively. From this study, it shows that the Dayak Seberuang indigenous people of Riam Batu Village have a close relationship with the forest, so the authors obtain the following results: (1). In managing customary forests, the Riam Batu Customary Law Community is guided by customary rules that have been in force for generations, namely bodily customs and base customs. (2). With the customary forest, it provides benefits for the life of the people of Riam Batu Village.Keywords: Customary Forest, Indigenous Peoples (MHA), Local Wisdom, Social Forestry.
IMPLEMENTASI NILAI SILA KETIGA PANCASILA DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEBANGSAAN PADA TARIAN ZAPIN MELAYU DI DESA MADANG PERMAI KECAMATAN SUHAID KABUPATEN KAPUAS HULU Mardawani, Mardawani; Juri, Juri; Anjenie, Sarah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i1.2360

Abstract

This research examines the implementation of the value of the third precept of Pancasila in developing national character in the preservation of Zapin Melayu in Desa Madang Permai, Kecamtan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. This research uses Qualitative methods and Ethnographic research forms. Data collection techniques using direct observation techniques, interviews and documentation studies. The data collection tool uses observation sheets, interview guidelines, and documentation study guidelines. The results showed that: 1) the impelemation of the value of the third precept of pancasila in the implementation of Zapin Melayu (belangkah) in Desa Madang Permai that is: (a) Pre-Implementation of Zapin Melayu, which includes preparing the equipment used, preparing the forging of the implementation, preparation of dance members. (b) the core performance of the Malayu Zapin dance, namely the gambus player and drummer, entered the first time to the area of the Malayu Zapin dance, then the gambus players plucked the gambus and the dance members. 2) the value of national character in the preservation of Malayu Zapin includes: religious values, social care, creativity, friendship, and love of the motherland. 3) supporting factors and obstacles to the implementation of Zapin Melayu are supported by the village government and support from the community. Desa Madang Permai Kecamatan Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu. Keywords: The Third Precept of Pancasila, Malayu Zapin Dance, Nationality Character.
PERAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU PPKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA SMP NEGERI 2 SATU ATAP SEBERUANG Suparno, Suparno; Fusnika, Fusnika; Mardawani, Mardawani; Supriata, Angga
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4713

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya perilaku kurang disiplin. Karakter disiplin adalah suatu hal yang mendorong untuk harus melakukan perbuatan yang sesuai dengan aturan-aturan yang telah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dan guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah  kepala sekolah dan guru PPKn. Objek pada penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang memiliki lima peran, yaitu kepala sekolah sebagai pemimpin, kepala sekolah sebagai manajer, kepala sekolah sebagai administrasi, kepala sekolah sebagai pendidik, dan kepala sekolah sebagai supervisior. Sedangkan peran guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang memiliki tiga peran, yaitu guru PPKn sebagai pengajar dan pendidik, guru PPKn sebagai pembimbing, dan guru PPKn sebagai teladan. Adapun kerjasama kepala sekolah dan guru PPKn dalam membentuk karakter disiplin siswa SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang, yaitu kerjasama melalui kegiatan dan program penguatan pendidikan karakter (PPK) dan kerjasama membuat perangkat pembelajaran di sekolah. Secara keseluruhan peran kepala sekolah dan guru PPKn di SMP Negeri 2 Satu Atap Seberuang sudah di terapkan dengan baik sehingga dapat memberikan contoh teladan yang baik, menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggungjawab. Dengan demikian maka  kedepannya diharapkan untuk kepala sekolah dan guru-guru terutama guru PPkn dapat menanamkan nilai-nilai pancasila dan tanggungjawab nya didalam menjalankan perannya sebagai kepala sekolah dan guru PPKn.Kata Kunci: Kepala Sekolah, Guru PPKn, Karakter Disiplin
PERAN PENDIDIKAN PANCASIL DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK NILAI KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 SINTANG Mardawani, Mardawani; Hartini, Agnesia; Ekaristi, Dalita; Yuniar, Fitriani
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran PPKn dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Sintang. Metode penelitian adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan tenik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam Membentuk Nilai Karakter Tanggung Jawab Pada Siswa tidak dilakukan saat proses pembelajaran akan tetapi dilakukan diluar jam pelajaran. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai karakter tanggung jawab adalah keinginan untuk mewujudkan visi misi sekolah, mewujudkan program 7 K, adanya kebijakan dari kepala sekolah. Masih kurangya efektivitas guru dalam proses pembelajaran, kurangnya kesadaran siswa terhadap nilai karakter tanggung jawab, 3) Upaya yang dilakukan untuk membentuk nilai karakter tanggung jawab yaitu memberikan pemahaman pentingnnya nilai karakter tanggung jawab. Dapat disimpulkan bahwa Peran PPKn dalam membentuk nilai karakter tanggung jawab terlaksana dengan baik yang ditunjukkan bahwa guru memberikan arahan pentingnya nilai karakter tanggung jawab.Kata Kunci: Pembelajaran, PPKn, Karakter, Tanggung Jawab  
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) UNTUK PENANGGULANGAN KEMISKINAN SEBAGAI BENTUK PERWUJUDAN PASAL 34 AYAT (1) DI DESA NANGA TEKUNGAI KECAMATAN SERAWAI KABUPATEN SINTANG Suparno, Suparno; Mardawani, Mardawani; Yahya, Alvonsius Helmi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5766

Abstract

Kemiskinan masih menjadi tantangan struktural di desa-desa pedalaman Indonesia, termasuk Desa Nanga Tekungai, Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pemerintah Indonesia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berupaya menanggulangi kemiskinan sekaligus menunaikan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 tentang perlindungan bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi PKH di Desa Nanga Tekungai, meliputi pelaksanaan, mekanisme penyaluran, serta dampak ekonominya bagi masyarakat penerima manfaat (KPM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu melalui wawancara mendalam kepada pendamping sosial, pelaksana program, serta keluarga penerima manfaat, dilengkapi dokumentasi kebijakan dan laporan pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Nanga Tekunga berjalan sesuai pedoman, namun masih terdapat kendala yang dihadapi, di antaranya: keterbatasan pemahaman sebagian penerima manfaat terhadap tujuan program, keterlambatan proses pencairan bantuan, serta intensitas pendampingan yang masih perlu. Meski demikian, PKH terbukti mampu meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta mulai mendorong kemandirian ekonomi. Implementasi PKH di desa ini secara nyata telah memenuhi amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 dan menjadi instrumen penting perlindungan sosial di tingkat lokal Kesimpulannya, PKH memberikan dampak positif nyata dalam pengentasan kemiskinan di Desa Nanga Tekungai, meskipun masih memerlukan optimalisasi beberapa aspek teknis dan pemberdayaan penerima manfaat. Harapannya, penguatan kapasitas pendamping sosial dan peningkatan literasi masyarakat akan membuat program ini semakin efektif dalam kemiskinan secara berkelanjutan.Kata kunci:  Implementasi, Program Keluarga Harapan, Penanggulangan Kemiskinan, Pasal 34 Ayat (1)