Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Manfaat Dan Promosi Terhadap Minat Dalam Berasuransi (Studi Pada Pengguna Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Di Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone) Iranas, Astrid; Amir, Muhammad Fakhri; Munawarah, Munawarah
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menguji secara empiris pengaruh Manfaat Asuransi dan Promosi Produk BPJS terhadap Minat Masyarakat dalam Berasuransi, dengan latar belakang pentingnya peran BPJS sebagai jaminan sosial serta kebutuhan memahami faktor-faktor pendorong partisipasi masyarakat. Dilakukan pada pengguna BPJS di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berbasis survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda, termasuk Uji-t (parsial) dan Uji-F (simultan). Hasil menunjukkan bahwa Manfaat Asuransi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat masyarakat (koefisien regresi 0,464; signifikansi 0,002), begitu pula Promosi Produk BPJS (koefisien regresi 0,421; signifikansi 0,002), sementara secara simultan kedua variabel juga signifikan (F-hitung 58,175; signifikansi 0,000). Kesimpulannya, meningkatkan kualitas manfaat asuransi dan intensitas promosi merupakan strategi utama untuk memperkuat minat masyarakat berasuransi melalui BPJS.
ANALISIS LITERASI KEUANGAN PADA KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM SYARIAH GEN MILENIAL & ZILENIAL KAB. BONE A.Wulandari; Wildayana, Wildayana; M.Ikbal Wijaya; Muhammad Fakhri Amir
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 4 No. 1: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v4i1.8184

Abstract

Penelitian ini mengkaji literasi keuangan dan keputusan investasi saham syariah di kalangan generasi milenial dan zilenial dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui wawancara. Literasi keuangan terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan. Saham syariah adalah investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Hasil penelitian menunjukkan generasi milenial memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang saham syariah dibandingkan generasi zilenial yang umumnya memperoleh pengetahuan dari media elektronik internet. Generasi milenial mengambil keputusan investasi dengan mencari informasi matang terkait produk saham dan mempertimbangkan risiko, sedangkan generasi zilenial cenderung mengikuti tren pasar modal dan aplikasi saham populer di media sosial dengan analisis yang kurang. Sikap keuangan generasi milenial memiliki tujuan investasi yang jelas dan siap menghadapi risiko dengan strategi matang, sementara generasi zilenial lebih cenderung mencoba-coba berinvestasi untuk mendapatkan pengalaman, seringkali tanpa pertimbangan risiko matang. Terkait perspektif syariah, penting memperhatikan pengetahuan yang minim, pertimbangan yang kurang matang, dan niat dalam investasi untuk menghindari risiko tinggi dan perilaku boros. Hasil penelitian menyimpulkan meskipun keduanya memiliki pengetahuan tentang saham syariah, ada perbedaan signifikan dalam cara mereka mengambil keputusan investasi. Generasi milenial cenderung lebih matang dan terinformasi, sedangkan generasi zilenial lebih impulsif dan mengikuti tren. Kesadaran prinsip syariah dalam investasi perlu ditingkatkan untuk meminimalisir risiko dan memaksimalkan kesejahteraan
Peran Audit Internal dalam Meningkatkan Kinerja Laporan Keuangan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yapit Taretta Kec. Amali, Kab. Bone Jarnen, Erra Cherina; Mutalib, Ahmad Abdul; Amir, Muhammad Fakhri
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit internal dalam meningkatkan kinerjalaporan keuangan pada Madrasah Tsanawiyah (MTS) YAPIT Taretta Kecamatan AmaliKabupaten Bone. Audit internal memiliki fungsi penting dalam memastikan keandalan laporankeuangan melalui pengawasan dan evaluasi terhadap sistem pengendalian internal serta kepatuhanterhadap standar akuntansi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptifkualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa audit internal di MTS YAPIT Taretta berkontribusi signifikandalam peningkatan transparansi dan akurasi laporan keuangan. Temuan ini memperlihatkan bahwaadanya audit internal yang efektif dapat membantu manajemen madrasah dalam mendeteksikesalahan pencatatan, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keuangan, serta memberikanrekomendasi perbaikan yang konstruktif. Dengan demikian, audit internal berperan strategis dalammendukung akuntabilitas dan kualitas pelaporan keuangan di lingkungan pendidikan
Analisis Komparatif Regulasi dan Pertumbuhan Pasar Takāful: (Studi Kasus Indonesia, Malaysia, Dan Pakistan) Hamjan, Andi Lisa Aryani; Hasanah, Hasanah; Amir, Muhammad Fakhri; Kamiruddin, Kamiruddin
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 6 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v6i2.3850

Abstract

Takāful merupakan instrumen proteksi utama dalam keuangan syariah yang berlandaskan prinsip taʿāwun dan tabarruʿ serta bebas dari gharar, maysir, dan riba. Studi ini mengkaji secara deskriptif-komparatif regulasi dan pertumbuhan pasar takāful di Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Temuan menunjukkan bahwa Malaysia unggul melalui kerangka regulasi terintegrasi seperti IFSA 2013 dan Value-Based Intermediation (VBI). Indonesia menunjukkan kemajuan lewat kebijakan spin-off dan penguatan peran OJK, namun masih menghadapi kendala koordinatif dan struktural. Sementara Pakistan menawarkan model fleksibel (full-fledged dan window), tetapi kurang harmonisasi syariah dan dukungan kebijakan. Faktor utama keberhasilan mencakup kepastian hukum, literasi publik, dan inovasi produk. Penelitian ini merekomendasikan reformasi regulasi berkelanjutan dan sinergi antarlembaga guna memperkuat ekosistem takāful yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan
Pengaruh Fluktuasi Harga Padi Terhadap Tingkat Pendapatan Petani (Studi Kasus di Kecamatan Barebbo) Ramadani, Sintaputri; Hafid, ABD.; Amir, Muhammad Fakhri
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 3 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga padi terhadap pendapatan petani khususnya dikalangan di Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan, untuk jumlah sampel dalam penelitian ini mengambil sebanyak 100 responden yang dijadikan sampel penelitian berdasarkan hasil perhitungan rumus infinate population yang digunakan. Structural Equation Modeling (SEM) adalah teknik analisis data berbasis komponen yang memanfaatkan alat analisis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh fluktuasi harga padi yang signifikan terhadap pendapatan petani di Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone.
Efektivitas Manajemen Pembiayaan Ijarah Multijasa pada Layanan Pembiayaan FIF Group Andi Lisa Aryani Hamjan; Hasanah; Muhammad Fakhri Amir
Journal of Islamic Economic Studies Vol. 1 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Yayasan Darussalam Patalassang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ijarah Multijasa financing has become one of the essential instruments in the development of Islamic financial services in Indonesia, particularly in supporting the financing needs of pilgrimage activities such as Hajj and Umrah. However, the effectiveness of financing management within non-bank institutions such as FIF Group has received limited scholarly attention. This study aims to analyze the effectiveness of Ijarah Multijasa financing management for Hajj and Umrah advance funds provided through the Amitra unit of FIF Group. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation, involving Amitra employees and customers as key informants. The findings indicate that the financing implementation adheres to sharia principles, as shown by the proper analysis of customer eligibility, the absence of late payment penalties, the non-imposition of early settlement penalties, and the transparent explanation of the contract prior to signing. The reminder system implemented by Amitra also contributes to timely installment payments. Nonetheless, customer understanding of sharia contractual concepts still requires improvement. This study offers theoretical implications concerning the importance of sharia compliance in financing management and practical recommendations to strengthen customer education and communication for enhancing the quality of Islamic financing services.
Mengungkap Tabir Kejahatan Promosi Digital Produk Kesehatan dan Kecantikan Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Andi Rezky Nur Aziza; Nurlisa Safitri; Muhammad Fakhri Amir
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/iqtis.v7i2.4233

Abstract

Perkembangan teknologi pada era digital ini telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha di bidang kesehatan dan kecantikan untuk memasarkan produknya secara lebih luas, cepat, dan efektif. Melalui media sosial, marketplace, dan platform digital lainnya, strategi promosi menjadi semakin variatif dan agresif. Namun, kemajuan ini juga disertai dengan munculnya praktik-praktik promosi yang tidak etis seperti overclaim (klaim berlebihan) dan penggunaan testimoni palsu, yang dapat mengarah pada bentuk penipuan (tadlīs) dan ketidakjelasan informasi (gharar) dalam transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kejahatan promosi digital dalam sektor kesehatan dan kecantikan, serta menganalisisnya dari perspektif ekonomi syariah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada pelaku usaha, konsumen, dan pakar ekonomi syariah, serta didukung oleh studi pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik promosi yang menyesatkan tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi dan psikologis, tetapi juga menyalahi prinsip-prinsip dasar dalam ekonomi Islam. Nilai-nilai seperti kejujuran (ṣidq), kejelasan informasi (bayān), dan tanggung jawab (amānah) harus dijadikan dasar dalam setiap kegiatan promosi. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari lembaga keagamaan, pemerintah, dan akademisi dalam melakukan edukasi, pengawasan, serta pembinaan terhadap pelaku usaha dan influencer agar praktik promosi dapat berjalan secara etis, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.   Abstract. The advancement of digital technology has opened significant opportunities for entrepreneurs in the health and beauty sectors to market their products more broadly, quickly, and effectively. Through social media, online marketplaces, and other digital platforms, promotional strategies have become increasingly varied and aggressive. However, this progress is also accompanied by the emergence of unethical promotional practices such as overclaiming and the use of fake testimonials, which may lead to fraud (tadlīs) and information ambiguity (gharar) in transactions. This study aims to identify various forms of digital promotional misconduct in the health and beauty industry and analyze them from the perspective of Islamic economics. A descriptive qualitative method was used, involving in-depth interviews with business actors, consumers, and Islamic economics experts, supported by relevant literature studies. The results show that misleading promotional practices not only harm consumers economically and psychologically but also violate the fundamental principles of Islamic economics. Values such as honesty (ṣidq), clarity of information (bayān), and trustworthiness (amānah) must serve as the foundation for all marketing activities. Therefore, active roles from religious institutions, government bodies, and academics are needed to provide education, supervision, and guidance for business actors and influencers so that product promotion can be conducted ethically, transparently, and in accordance with Islamic values.      
INTEGRASI PRINSIP ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE PADA INVESTASI BANK SYARIAH INDONESIA DI PASAR MODAL SYARIAH Sardina, Sardina; Nikmawati, Nikmawati; Amir, Muhammad Fakhri
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i2.11307

Abstract

Abstrak: Prinsip ESG merupakan pendekatan strategis dalam investasi berkelanjutan yang memiliki keselarasan nilai dengan prinsip dasar syariah, seperti keadilan, kemaslahatan, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam konteks pasar modal syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada BSI, berbasis data sekunder melalui studi pustaka dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan analisis konten dan analisis tematik dengan perspektif maqashid syariah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan ESG di BSI memperkuat kepatuhan terhadap maqashid syariah, meningkatkan reputasi global, memperluas basis investor, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Tantangan penerapan ESG pada BSI, seperti ketiadaan standar ESG berbasis syariah yang terstruktur, minimnya fatwa DSN-MUI terkait ESG, serta potensi greenwashing dalam instrumen keuangan syariah. Urgensi penyusunan kerangka regulasi dan fiqh ESG yang terintegrasi menjadi semakin kuat dalam mendorong keselarasan antara prinsip syariah dan keberlanjutan. Sinergi antara OJK, DSN-MUI, dan pelaku industri keuangan perlu diwujudkan untuk menciptakan pasar modal syariah yang tidak hanya patuh syariah, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang nyata. Pendekatan berbasis maqashid syariah dapat menjadikan ESG sebagai instrumen utama dalam transformasi keuangan syariah yang etis, inklusif, dan berkelanjutan. Kata Kunci: esg, bank syariah indonesia, pasar modal syariah, maqashid syariah. Abstract: The ESG (Environmental, Social, and Governance) principle is a strategic approach to sustainable investment that aligns with core Islamic values such as justice, public interest (maslahah), and sustainability. This study aims to analyze the integration of ESG principles within Bank Syariah Indonesia (BSI) in the context of the Islamic capital market. This research adopts a descriptive qualitative methodology utilizing a case study design at BSI. The study is grounded in secondary data gathered through systematic literature review and document analysis, and the data were examined using content analysis and thematic analysis, framed within the analytical perspective of maqashid shariah. The analysis reveals that the implementation of ESG at BSI enhances compliance with maqashid sharia, boosts global reputation, broadens the investor base, and supports the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, challenges remain, such as the absence of a structured sharia-based ESG standard, the limited issuance of ESG-related fatwas by the DSN-MUI, and the potential risk of greenwashing in Islamic financial instruments. The urgency of developing an integrated ESG regulatory and fiqh framework is becoming increasingly critical to harmonize sharia principles with sustainability. A synergistic collaboration between the Financial Services Authority (OJK), the National Sharia Council (DSN-MUI), and industry players is essential to establish an Islamic capital market that is not only sharia-compliant but also socially and environmentally impactful. A maqashid sharia-based approach can position ESG as a key instrument in the ethical, inclusive, and sustainable transformation of Islamic finance. Keywords: esg, bank syariah indonesia, islamic capital market, maqashid sharia
AMANAH IN INVENTORY MANAGEMENT FOR FOOD WASTE REDUCTION IN CULINARY MSMEs Aziza, Andi Rezky Nur; Safitri, Nurlisa; Amir, Muhammad Fakhri
Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/tadayun.v6i2.524

Abstract

This study examines the role of the Islamic ethical value of amānah in controlling food waste as a preventive measure against tabdzir through inventory management practices at Café Teras, a local culinary business in Bone Regency. From the perspective of Islamic Economic Law, food waste is not merely regarded as operational inefficiency but is also understood as a form of resource misuse that is explicitly discouraged. The research aims to analyze how the integration of amānah with contemporary inventory management principles functions as an operational mechanism to reduce food waste while maintaining compliance with Sharīʿah principles. This study employs a qualitative field research approach, utilizing in-depth interviews and direct observations involving the owner, cashier, and kitchen and bar staff. The findings indicate that the internalization of amānah fosters discipline, carefulness, and accountability in inventory control, thereby strengthening the implementation of FIFO, daily procurement of perishable ingredients, and the contextual adaptation of EOQ and JIT models in response to limited business capital. The study concludes that inventory management grounded in the value of amānah not only enhances operational efficiency but also serves as an effective instrument for preventing tabdzir within culinary business practices based on Islamic Economic Law. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran nilai etika Islam berupa amānah dalam pengendalian food waste sebagai upaya pencegahan praktik tabdzir melalui manajemen persediaan di Café Teras, sebuah usaha kuliner lokal di Kabupaten Bone. Dalam perspektif Hukum Ekonomi syariah, food waste tidak hanya dipandang sebagai inefisiensi operasional, tetapi juga sebagai bentuk pemborosan sumber daya yang dilarang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana integrasi nilai amānah dengan prinsip manajemen persediaan modern berfungsi sebagai mekanisme operasional untuk menekan food waste sekaligus menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pemilik, kasir, serta staf dapur dan bar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai amānah mendorong disiplin, ketelitian, dan akuntabilitas dalam pengelolaan persediaan, serta memperkuat penerapan FIFO, pembelian harian bahan perishable, dan adaptasi EOQ serta JIT sesuai keterbatasan modal usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen persediaan berbasis nilai amānah tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pencegahan tabdzir dalam praktik usaha kuliner berbasis Hukum Ekonomi syariah.
PARTNERSHIP STRATEGY IN THE DEVELOPMENT OF THE HALAL INDUSTRY BASED ON LOCAL WISDOM FROM THE PERSPECTIVE OF SHARIA COMPLIANCE Martawati, Irma; Kamiruddin, Kamiruddin; Amir, Muhammad Fakhri
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 19 No 1 (2026): JOURNAL OF MANAGEMENT Small and Medium Enterprises (SME's)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jom.v19i1.24251

Abstract

This study aims to analyze partnership strategies, challenges, and obstacles in developing a halal industry grounded in local wisdom and sharia compliance principles. The research employs a qualitative design with a phenomenological approach, focusing on understanding the lived experiences and perspectives of business actors in implementing partnership strategies. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that partnership strategies in developing the halal industry include: (a) enhancing the knowledge and skills of business actors, (b) involving local farmers in the supply chain, (c) increasing the number of employees, (d) expanding business networks, (e) broadening marketing channels, (f) fostering collaboration with relevant stakeholders, and (g) strengthening competitiveness. However, several challenges were identified, including limited availability of raw materials, the absence of halal certification, and the lack of formal partnership agreements. In addition, key obstacles consist of: (a) rapid technological changes, (b) limited understanding among farmers regarding raw material quality standards, (c) difficulty in recruiting skilled workers, (d) limited business networks or relationships, (e) minimal promotional budgets—particularly for digital marketing, (f) ego or individualistic attitudes among stakeholders, and (g) insufficient innovation. From a sharia compliance perspective, halal industry development must avoid practices such as maisir, tadlis, gharar, haram, riba, ihtikar, and bathil. Keywords: Partnership Strategy; Local-Based Halal Industry Development; Sharia Compliance