Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda

Upacara Seren Taun Dalam Perspektif Etnopedagogi Rohaedi, Edi; Nurjanah, Nunuy
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 1 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i1.2489

Abstract

Upacara seren taun memiliki fungsi dan tujuan untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas bangsa, serta ungkapan syukur dan do’a masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama ini. Etnopedagogi merupakan pendidikan berbasis budaya lokal yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pemertahanan dan pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa. Etnopedagogi Sunda memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang unggul atau jalma nu masagi. Kebudayaan Sunda memiliki nilai-nilai yang meliputi (1) Perilaku Nyunda Tri-silas; (2); Catur Jati Diri Insan; (3) Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya); jeung (4) Moral Kemanusiaan. Berdasarkan hasil kajian terhadap setiap rangkaian upacara seren taun, setiap gerak yang dihadirkan dalam upacara seren taun itu memiliki makna yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai kehidupan itu tergambar jelas dengan apa yang disebut dengan etnopedagogi kesundaan (tri silas, gapura panca waluya, jati diri insan, gapura panca waluya, dan moral kemanusiaan. Dengan adanya nilai etnopedagogi Sunda dapat juga mengangkat citra Sunda itu sendiri tidak hanya di lingkup Jawa Barat namun di lingkup nasional dan juga internasional.
UPACARA SEREN TAUN DALAM PERSPEKTIF ETNOPEDAGOGI Rohaedi, Edi; Nurjanah, Nunuy
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 8 No 2 (2022): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v8i2.2493

Abstract

Upacara seren taun memiliki fungsi dan tujuan untuk menjaga dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas bangsa, serta ungkapan syukur dan do’a masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di bidang pertanian selama ini. Etnopedagogi merupakan pendidikan berbasis budaya lokal yang memiliki fungsi dan tujuan sebagai pemertahanan dan pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya lokal sebagai identitas jati diri bangsa. Etnopedagogi Sunda memiliki tujuan untuk menghasilkan manusia yang unggul atau jalma nu masagi. Kebudayaan Sunda memiliki nilai-nilai yang meliputi (1) Perilaku Nyunda Tri-silas; (2); Catur Jati Diri Insan; (3) Panca Rawayan (Gapura Panca Waluya); jeung (4) Moral Kemanusiaan. Berdasarkan hasil kajian terhadap setiap rangkaian upacara seren taun, setiap gerak yang dihadirkan dalam upacara seren taun itu memiliki makna yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai kehidupan itu tergambar jelas dengan apa yang disebut dengan etnopedagogi kesundaan (tri silas, gapura panca waluya, jati diri insan, gapura panca waluya, dan moral kemanusiaan. Dengan adanya nilai etnopedagogi Sunda dapat juga mengangkat citra Sunda itu sendiri tidak hanya di lingkup Jawa Barat namun di lingkup nasional dan juga internasional.
Urgensi Penggunaan Bahasa Sunda dalam Proses Pendidikan di Pesantren Modern sebagai Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah Gandaresmi, Tri Agustini Gandaresmi; Rohaedi, Edi
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern memiliki tingkat urgensi yang tinggi sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Selain itu, urgensi penggunaan bahasa Sunda juga menjadi penting sebagai bentuk menjaga kekayaan budaya daerah dan pemertahanan identitas kultural. Oleh sebab itu, maka urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern menjadi hal yang vital.bahasa sunda; pendidikan;pondok pesantren;
Tradisi Ngubur Bali di Desa Cikalong, Kecamatan Pajawan Kidul, Kabupaten Kuningan Rahmawati, Ira; Ruhaliah; Rohaedi, Edi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 1 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i1.4461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada leluhur dan sebagai bentuk rasa syukur atas segala berkah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa tradisi ngubur bali di Desa Cikalong, Kecamatan Pajawan Kidul, Kabupaten Kuningan, merupakan upacara adat yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat setempat. Proses upacara ini melibatkan berbagai ritual, mulai dari persiapan sesajen hingga pemakaman dengan penuh doa dan harapan agar bayi mendapatkan kedamaian. Selain sebagai ritual keagamaan, Ngubur Bali juga berfungsi sebagai pengikat sosial yang mempererat tali persaudaraan antarwarga desa. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini memperlihatkan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kehilangan dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya sebagai pemakaman fisik, tetapi juga sebagai sarana spiritual dan sosial yang memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Cikalong.
Urgensi Penggunaan Bahasa Sunda dalam Proses Pendidikan di Pesantren Modern sebagai Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah Gandaresmi, Tri Agustini Gandaresmi; Rohaedi, Edi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern memiliki tingkat urgensi yang tinggi sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Selain itu, urgensi penggunaan bahasa Sunda juga menjadi penting sebagai bentuk menjaga kekayaan budaya daerah dan pemertahanan identitas kultural. Oleh sebab itu, maka urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern menjadi hal yang vital.bahasa sunda; pendidikan;pondok pesantren;
Tradisi Ngubur Bali di Desa Cikalong, Kecamatan Pajawan Kidul, Kabupaten Kuningan Rahmawati, Ira; Ruhaliah; Rohaedi, Edi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 1 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i1.4461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada leluhur dan sebagai bentuk rasa syukur atas segala berkah yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa tradisi ngubur bali di Desa Cikalong, Kecamatan Pajawan Kidul, Kabupaten Kuningan, merupakan upacara adat yang memiliki makna spiritual mendalam bagi masyarakat setempat. Proses upacara ini melibatkan berbagai ritual, mulai dari persiapan sesajen hingga pemakaman dengan penuh doa dan harapan agar bayi mendapatkan kedamaian. Selain sebagai ritual keagamaan, Ngubur Bali juga berfungsi sebagai pengikat sosial yang mempererat tali persaudaraan antarwarga desa. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini memperlihatkan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi kehilangan dan menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, tradisi ini tidak hanya sebagai pemakaman fisik, tetapi juga sebagai sarana spiritual dan sosial yang memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Cikalong.
ANALISIS STRUKTUR DAN NILAI MORAL DALAM KOLEKSI CERPEN ANAK JADAH KARYA CECEP BURDANSYAH Suryaningrat1, Abas; Rohaedi, Edi
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 11 No 2 (2025): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v11i2.5082

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, struktur, dan nilai moral yang ada pada Cerpen Anak Jadah karya Cécép Burdansyah dengan analisis struktur dan nilai moral. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif Analisis. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik telaah pustaka. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Hasil dari penelitian ini adalah pertama adalah struktur cerita yang ada dalam Cerpen. Tema dalam Cerpen ini adalah kehidupan sosial dan pendidikan serta perubahan kehidupan masyarakat; alur yang digunakan dalam Cerpen ini adalah alur maju dan campuran; pelaku dalam Cerpen ini berjumlah 17 pelaku. Terdiri dari pelaku utama, pelaku kedua yang mendampingi pelaku utama, dan pelaku tambahan; latar yang terdapat dalam Cerpen ini meliputi 21 gambaran tempat dan waktu. Kedua, nilai moral yang terdapat dalam Cerpen tersebut ada 27 meliputi 4 ajen moral manusia terhadap Tuhan, 6 moral manusa terhadap diri pribadinya, 6 moral manusia terhadap manusia lain, 4 moral manusia terhadap alam, 5 moral manusia terhadap waktu dan 2 moral manusia Kepuasan Lahir Batin. Luaran dari penelitian ini adalah menghasilkan artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional