Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

THE UTILIZATION OF MCH BOOKS BY FAMILIES IN MONITORING THE NUTRITIONAL STATUS OF TODDLERS Lestari, Sri; Yusita, Intan; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Sugiharti, Ina; Hayati, Ning; Sarbini, Amida
Operations Research: International Conference Series Vol. 4 No. 1 (2023): Operations Research International Conference Series (ORICS), March 2023
Publisher : Indonesian Operations Research Association (IORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47194/orics.v4i1.212

Abstract

The low nutritional status of toddlers indicates a non-optimal level of health. Family empowerment is the key to toddler care to improve nutritional status. Kia books are an excellent medium for monitoring nutritional status (Susilo et al., 2021). Cibeet Village is the village with the highest cases of malnutrition in the Ibun health center area of Bandung regency with toddler visits to posyandu only 50%. MCH books were used in this study to monitor the nutritional status of toddlers. The study was designed using an analytical crossectional study, with a sample of 57 mothers under five and family. Samples from each of these villages were randomly selected and re-selected from each posyandu. Data related to the use of Kia books by families are carried out through observation of family members and direct measurement of nutritional status. The results showed that mothers of toddlers who used MCH books periodically were 42.1%, mothers were family members who used MCH books 89.5%, nutritional status of toddlers 84.2% were bai k nutrition. Based on the analysis of the relationship between the use of MCH books and the nutritional status of toddlers, a p-value (0.00 0) was obtained, < with an alpha value (0.05). Thus there is a relationship between the use of MCH books and the nutritional status of toddlers. There is a relationship between the use of kia books and toddler caregivers obtained p-value (0.00 4) < alpha value (0.05). Kurang from half of the families of toddlers have not used the MCH book as a medium for determining the nutritional status of toddlers and there are still toddlers with malnutrition, in Cibeet village, the working area of the Ibun Health Center. Efforts are needed to empower families in utilizing Kia books so that family participation increases in maintaining family health.
MARI ENTASKAN RESIKO STUNTING PADA MASA PANDEMI COVID-19 (MI KRITING DEVI-19) Sari, Dewi Nurlaela; Oktafiani, Hani; Wirawati, Karlina; Lestari K, Sri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.5699

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 memiliki dampak terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Bandung Nomor 443/SE.036-Dinkes tertanggal 27 Maret 2020 dinyatakan bahwa diantaranya menutup sementara area publik termasuk diantaranya posyandu. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan dan kondisi kesehatan anak tidak dapat diketahui dengan baik. Istilah Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi yang bersifat kronis dan ditunjukkan dengan hasil pengukuran tinggi badan menurut umur yang kurang dari 2SD berdasarkan standar pertumbuhan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kelurahan Pasirjati merupakan salah satu kelurahan dari 15 kelurahan di Kota Bandung yang menjadi Lokasi Khusus (Lokus) Stunting. Berbagai program telah dilaksanakan oleh Kota Bandung dalam upaya menangani stunting. Harapannya terjadi penurunan prevalensi stunting dengan targe 11,64% di tahun 2023. Berdasarkan hal tersebut diatas Inovasi kegiatan yang di kembangkan yaitu mari entaskan faktor resiko sunting pada masa covid-19 melalui pemberian edukasi, Pemeriksaan screening pada kelompok sasaran dan pemberian makanan padat gizi selama 1 bulan. Terjadi peningkatan pengetahuan, dan indikator lainnya setelah dilakukan intervensi. Harapannya pengabdian masyarakat ini dapat dijadikan bekal pemahaman dalam mencegah terjadinya stunting sehingga dapat merubah pola pikir masyarakat kea rah yang lebih positif dengan konsep pemberdayaan dan memandirikan masyarakat dalam pencegahan stunting.Abstract:  The Covid-19 pandemic has an impact on various sectors of public life, both education, economy, and health. Based on the Circular Letter (SE) of the Mayor of Bandung Number 443 / SE.036-Dinkes dated March 27, 2020, it is stated that among them are temporarily closing public areas including posyandu. This condition can cause the child's growth and health condition not to be known properly. The term stunting is a condition of chronic malnutrition and is indicated by the measurement of height for an age that is less than 2SD based on the growth standards issued by the World Health Organization (WHO). Pasirjati Village is one of the 15 sub-districts in Bandung City which is a Special Location (Locus) for Stunting. Various programs have been implemented by the City of Bandung in an effort to deal with stunting. The hope is that there will be a reduction in the prevalence of stunting with a target of 11.64% in 2023. Based on the above, the innovation of activities that have been developed is to define the risk factors for editing during the Covid-19 period through providing education, screening checks in target groups, and providing nutrient dense foods during 1 month. There was an increase in knowledge and other indicators after the intervention. The hope is that this community service can be used as a provision for understanding in preventing stunting so that it can change the mindset of the community towards a more positive direction with the concept of empowerment and community independence in preventing stunting.
Hemoglobin Levels of Female Students Based On Fe Consumption and Breakfast Habits Yuliani, Meda; Asri; Oktafiani, Hani; Hayati, Ning
Journal of Global Research in Public Health Vol. 5 No. 2 (2020): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v5i2.280

Abstract

Background : Breakfast is the most important activity in fulfilling energy consumption and nutritional needs in a day, but there are still many adolescents who skip this habit. This problem causes reduced iron in the blood which results in anemia. Purpose : This study aims to analyze Hb levels in female students based on Fe consumption and breakfast habit. Method : This study used a descriptive analysis with 253 females as the respondents. The data was collected from March - July 2019. As much as 72 data respondents were analyzed by using simple random sampling technique. This study measured Hb and usied a checklist tool to determine HB levels based on consumption and breakfast habits. Results : The results from 72 respondents showed that almost 63 people (87%) have Hb content ≥12 g / dL, 47 people (65%) consumed Fe, and also 45 people (62%) have breakfast habits. In conclusion, most of 47 girls (65%) consumed Fe with an hb level of ≥12 g / dL, 45 people (62%) had the habit of having breakfast with Hb levels ≥12 gr / dL. Conclusion : The school and Public Health Center need to work together in dealing with female students who have low Hb levels. The role of parents is also important in fostering the students to consume iron and have breakfast habit.
The Relationship Between Motivation Toward Vaginal Discharge Prevention Behavior In Adolescents Stellata, Alyxia Gita; Oktafiani, Hani; Aprilia, Berliana Ayu
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20431

Abstract

Latar Belakang: Semua wanita termasuk remaja mengalami keputihan fisiologis tapi tidak semua wanita mengalami keputihan patologis. Apabila motivasi remaja kurang maka bisa menyebabkan keputihan fisiologis tidak ditangani dan dicegah dengan benar sehingga akan beresiko menjadi keputihan patologis yang bisa berakibat fatal seperti kemandulan, kehamilan ektopik, dan infeksi saluran kemih (ISK) dan Infeksi saluran reproduksi (ISR).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan motivasi remaja terhadap perilaku pencegahan keputihan pada remaja.Metode: Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh Remaja Putri di Desa Cileunyi Kulon 2023 dengan total populasi 773 remaja putri. Jumlah samplenya sebanyak 52 orang yang diambil secara proportionate random sampling. Penelitian berlangsung ditanggal 7 September – 19 Oktober 2023. Analisis penelitian menggunakan uji univariat dan bivariat.Hasil: Hasil penelitian secara univariat diperoleh bahwa sebagian besar 42 (80.8%) responden memiliki perilaku sedang dan 28 (53.8%) responden memiliki motivasi kurang. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi terhadap perilaku pencegahan keputihan pada remaja dengan p-value= 0,007.Kesimpulan:  Berdasarkan hasil penelitian, dinyatakan bahwa terdapat signifikansi secara statistik antara motivasi dan perilaku, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima dengan interpretasi bahwa terdapat hubungan antara motivasi dengan perilaku pencegahan keputihan.Saran: Diharapkan agar motivasi tinggi pada remaja untuk menjaga organ reproduksi selalu ditingkatkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pembelajaran di kelas, ekstrakulikuler di sekolah, dan kerjasama pihak sekolah dengan fasilitas kesehatan setempat agar perilaku baik dalam mencegah keputihan dapat terlaksana dengan benar sesuai dengan standar operasional prosedur kesehatan. Kata Kunci: Motivasi; Pencegahan Keputihan; Perilaku; Remaja ABSTRACT Background: All women include adolescents experience physiological vaginal discharge but not all women experience pathological discharge. If the motivation of adolescents is lacking, it can cause physiological vaginal discharge to not be treated and prevented properly so that it will risk becoming pathological vaginal discharge which can have fatal consequences such as infertility, ectopic pregnancy, and urinary tract infections (UTI) and reproductive tract infections (RTI).Objectives: This study aims to assess the relationship between adolescent motivation and vaginal discharge prevention behavior in adolescents.Methods: The research method was conducted with a cross sectional approach. The population of this study were all adolescent girls in Cileunyi Kulon Village 2023 with a total population of 773 adolescent girls. The number of samples was 52 people taken by proportionate random sampling. The research took place on September 7 - October 19, 2023. The research analysis used univariate and bivariate tests.Results: The results of univariate research obtained that most of the 42 (80.8%) respondents had moderate behavior and 28 (53.8%) respondents had less motivation. The results of bivariate analysis using the Spearman test showed that there was a relationship between motivation and vaginal discharge prevention behavior in adolescents with a p-value = 0.007.Conclusion : Based on the results, it was stated that there was statistical significance between motivation and behavior, which meant that Ho was rejected and Ha was accepted with the interpretation that there was a relationship between motivation and vaginal discharge prevention behavior.Suggestion: It is expected that high motivation in adolescents to maintain reproductive organs is always improved in daily life through classroom learning, extracurricular activities at school, and cooperation between schools and local health facilities so that good behavior in preventing vaginal discharge can be carried out properly in accordance with standard operating health procedures. Keywords: Motivation; Vaginal Discharge Prevention; Behavior; Adolescents 
Pemanfaatan Hidroponik untuk Tanaman Herbal yang Berkhasiat Meningkatkan Imunitas Tubuh dalam Mencegah Covid-19 Andriansyah, Ivan; Suhadirman, Aris; Maulana, Mamay; Yuliantini, Anne; Oktafiani, Hani
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.779 KB) | DOI: 10.26874/jakw.v2i1.85

Abstract

Abstrak: Saat ini, sangat sulit untuk mendeteksi pandemik dan masa inkubasinya pun lama, sekitar 14 hari, yang membuat orang terjangkit tidak mendapatkan gejala spesifik sehingga penularan akan terjadi dengan cepat. Oleh karena itu, kita perlu memelihara imunitas tubuh dengan cara mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas adalah dengan mengonsumsi tanaman herbal. Pada masa ini, banyak perumahan yang memiliki lahan terbatas sehingga memiliki kesulitan untuk menanam. Penggunaan hidroponik akan mengatasi masalah lahan tersebut sehingga akan sesuai dengan daerah yang sedikit lahan. Dalam hal ini, tanaman obat dapat ditanam dengan cara hidroponik. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan edukasi tentang tanaman herbal dan pembuatan sistem hidroponik. Pengabdian dimulai dengan cara memberikan penjelasan tentang manfaat tanaman herbal terhadap masyarakat. Lalu, dilanjutkan dengan pemberian penjelasan kelebihan sistem hidroponik. Pembuatan sistem hidroponik dilakukan bersama masyarakat sekitar, menggunakan sistem Nutrient Film System. Dari hasil post tes, masyarakat paham mengenai kelebihan hidroponik dan tanaman herbal. Kata kunci: Covid, Hidroponik NFT, Tanaman Herbal
SPINNING EXERCISE INTENSITAS SEDANG MENURUNKAN GEJALA DISMENORE PRIMER MAHASISWI DIII KEBIDANAN Oktafiani, Hani; Susiarno, Hadi; Murniarti, Vita
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2020): EDITION MARCH 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.452 KB) | DOI: 10.33366/jc.v8i1.1403

Abstract

Some young women including female students in Indonesia are still not free from complaints of dysmenorrhea syndrome. One of the effects of dysmenorrhea is a decrease in learning concentration and daily productivity. Activity that can be pursued is to change lifestyles to be more active in physical exercise, one of which is exercise training. The purpose of this study was to analyze the effect of moderate-intensity spinning exercise on reducing the symptoms of primary dysmenorrhea pain in female college students. This quantitative research uses a quasi-experimental design pre-test post-test design. Studies subjects numbered 32 where the control and intervention groups each consisted of 16 respondents. The intervention that will be given to the intervention group is a moderate intensity spinning exercise for 3 weeks with the FITT principle. The research data were analyzed by Mann Whitney and Wilcoxon statistical tests. The results of the analysis showed a decrease in dysmenorrhea pain symptoms before the intervention there was no significant difference (p> 0.05), whereas after the administration of the intervention showed there were significant differences in the intervention and control groups with a value of p = 0.001. The influence of moderate-intensity spinning exercise can reduce the symptoms of dysmenorrhea pain by 66%. Educational institutions can implement policies on the use of spinning tools in the environment of students and educate these tools to adolescents in the target area given their effective use to reduce menstrual pain.
Efektivitas Mobile Health “Nifas Sehat” terhadap Selfcare Agency pada Ibu Nifas Primigravida Ariani, Antri; Mulyani, Yanyan; Oktafiani, Hani
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4682

Abstract

The World Health Organization (WHO) reported that in 2019, there were 303,000 maternal deaths worldwide, with 99% of them occurring in developing countries. According to the Ministry of Health, the maternal mortality rate in Indonesia was 305 per 100,000 live births in 2012-2015, dropping to 240 per 100,000 live births in 2019. However, this figure is still high compared to developed countries which have a maternal mortality rate of 14 per 100,000 live births.The postpartum period is a critical period for mothers, where 60% of maternal deaths occur after delivery and 50% of these deaths occur in the first 24 hours of the postpartum period. Complications during the postpartum period occur in 73% of cases, but not all of them result in maternal death. Primigravida is a term used to describe a woman who is pregnant for the first time. According to WHO data, the maternal mortality rate for primigravida women is higher than for multigravida women. The most common causes of maternal death in Indonesia are bleeding, hypertension during pregnancy, and infection. The Ministry of Health is working to improve the health service system to reduce maternal and infant mortality rates, including during the Covid-19 pandemic. The aim of this study was to measure the level of self-care agency in primigravida postpartum mothers before and after using mobile health "Sehat Postpartum".
PELAYANAN SAFARI KB DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI IBU Yuliani, Meda; Ariani, Antri; Mulyani, Yanyan; Rofiasari, Linda; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Margaretha, Putri; Salsabila, Dilla C; Yusrin, Fhani Rahmani; Maulidya, Syaira F
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29402

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode medis teknis keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah dalam perencanaan Keluarga Berencana yang sudah dapat diterima oleh hampir seluruh masyarakat. Strategi program KB yang digunakan dalam mengembangkan kebijakan pemerintah yaitu MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) melalui kegiatan Safari KB sesuai dengan kebutuhan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kesuburan yaitu AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) dan kontrasepsi mantap. Program Pengabdian Masyarakat merupakan bentuk wujud penerapan Ipteks bagi Masyarakat terutama bertujuan tercapainya cakupan akseptor KB dan menjadi salah satu pelayanan dalam rangka wujud bhakti bidan bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasam dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Bandung diberbagai Lokasi pelayanan bidan mandiri yang berada di wilayah kabupaten Bandung.Safari KB yang dilakukan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu dengan memberikan pelayanan kontasepsi AKDR (IUD) dan AKBK (Implan). Luaran yang dicapai dalam pengabdian masyarakat melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat akseptor KB khususnya dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sehingga cakupannya bisa meningkat.
LATIHAN OLAH NAFAS DAN PENGUATAN KADER POSBINDU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA Wahyudi, Fikri Mourly; Yuliani, Meda; Mulyan, Yanyan; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Wahdana, Wahyu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39665

Abstract

Kota Cimahi merupakan kota terpadat di Jawa Barat. Per tahun 2024, jumlah lansia di Cimahi mencapai 58.509 jiwa atau sekitar 10% dari total penduduk. Persentase yang besar ini tentu membutuhkan pengelolaan program agar kesehatannya tetap terjaga. Upaya kesehatan lansia dan pra lansia oleh masyarakat disebut dengan Posbindu. RW 14 Kelurahan Baros, Kota cimahi memiliki Posbindu Flamboyan yang terbentuk sejak bulan Mei 2024. Sebelum terbentuk, lansia dan pra lansia di wilayah tersebut belum memiliki kegiatan rutin dalam rangka peningkatan derajat kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular. Kader yang menjadi pengurus posbindu belum mendapatkan pelatihan, sehingga masih dalam tahap mengidentifikasi kebutuhan program dan bagaimana program bisa tepat dilaksanakan. Padahal, kader posbindu merupakan agen terdepan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada lansia, sehingga penguatan peran kader posbindu menjadi urgensi yang tidak terelakan lagi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mencakup kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan konsep 5 meja posbindu dan pembekalan kader melalui penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan konsep organisasional posbindu yang disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Cigugur Tengah. Sebagai bentuk upaya keberlanjutan program, tim pengmas menyiapkan kader kit berisi buku saku kader yang berisi materi-materi yang dapat digunakan kader saat kegiatan posbindu, alat-alat pemeriksaan kesehatan (tensimeter, timbangan badan digital, set alat pemeriksaan gula darah, alat ukur tinggi badan, dll.), dan KMS lansia sebagai media pencatatan dan pemantauan perubahan kesehatan lansia serta pemberian edukasi terkait olah nafas pada lansia dalam penurunan tekanan darah serta kesimbangan gula dalam darah. Salah satu perubahan yang terjadi setelah kegiatan pengmas adalah adanya peningkatan signifikan dari kunjungan masyarakat ke kegiatan posbindu, yaitu 17 orang di bulan September, menjadi 52 orang di bulan Desember 2024, diharapkan dengan penguatan posbindu ini dapat meningkatkan kepesertaan Lansia dalam kunjungan serta dengan hal tersebut dapat meningkatkan derajat Kesehatan lansia