Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Cholesterol Level In Injectable Contraception Acceptors Esty Puji Rahayu; Annif Munjidah
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.533

Abstract

This study used a cross sectional study. The population was DMPA and Cyclofem injection family planning acceptors, while the sampling technique used purposive sampling technique. Based on the results of data analysis with the Paired T test, it was found that DMPA acceptors had higher cholesterol levels (mean = -1.822; SD = 45.34; p <0.005) than cyclofem acceptors (mean = 1.722; SD = 35.51; P <0.005). Contraceptive injections cause changes in fat metabolism through changes in HDL and LDL levels. HDL is antiatherogenic, on the other hand, high levels of LDL and triglycerides cause cardiovascular disease in the periphery and coronary arteries which cause cardiovascular disease. Long-term use of hormonal contraceptives causes an increase in LDL, whereas HDL varies
Analisis Perilaku Safe Sex pada Wanita Pekerja Seks dengan Kejadian Infeksi menular Seksual di Lokalisasi Tangkis Porong Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Riski
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i2.ART.p112-119

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) menyebabkanangka kesakitan dan kematian terutama di negara berkembang, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam  mempermudah penularan infeksi seksual HIV. Kunjungan pasien dari kelompok beresiko IMS yang datang untuk memeriksakan dirinya  ke Puskesmas Porong pada bulan Maret 2016, hanya terdapat 5 orang. Penelitian  merupakan eksplanatory research dengan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan crossectional. Populasi sebanyak 40 orang wanita pekerja seks, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 36 orang WPS. Data perilaku safe sex diperoleh dengan  menggunakan kuesioner, sedangkan pemeriksaan IMS dilakukan degan swab vagina (pewarnaan gram dan gymse), dan pengambilan darah. Hasil analisa menggunakan chi Square didaptakan hasil safe seks, IMS (pewarnaan gram dan gymse ) dan kondiloma mempunyai hubungan yang signifikan dengan p value 0,008. Sedangkan HIV dan syphilis tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku safe sex dengan p value 0,932 dan 0,76.  Perilaku safe sex yang buruk akan meningkatkan 4,47 kali kejadian IMS. Gejala Syphilis jarang disadari oleh WPS karena gejalanya cukup ringan. Pemeriksaan HIV menggunakann Tes Cepat dimana hasil tes keluar dalam 20-30 menit dan tidak dilanjutkan dengan pemeriksaan lengkap dengan metode ELISA (enzyme-linked immunosorbent assays). Faktor faktor tersebutlah yang mungkin bisa menjadi penyebab tidak adanya hubungan safe sex dengan HIV dan syphilis. Dari penelitian ini diharapkanPuskesmas Porong khususnya tenaga kesehatan lebih giat lagi dalam melakukan upaya promotif, prefentif dan kuratif untuk menekan kejadian IMS terutama pada kelompok rentan seperti WPS.
Perbedaan Pemberian MP-ASI Menu Tunggal dan 4 (Empat) Kwadran terhadap Status Pertumbuhan Anak Annif Munjidah; Esty Puji Rahayu
Journal of Ners and Midwifery Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v7i1.ART.p059-064

Abstract

Upaya menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas dimulai sejak kehamilan sampai setelah kelahiran. Periode emas pada anak dapat diwujudkan apabila masa ini anak memperoleh asupan gizi yang sesuai dan optimal. Namun sayangnya masih banyak masalah gizi dialami oleh golongan anak bawah lima tahun (balita) dan anak bawah dua tahun (baduta) ini, sehingga golongan ini disebut juga dengan golongan rawan gizi. Rekomendasi IDAI tentang praktik pemberian makan berbasis bukti pada bayi dan balita di Indonesia menyebutkan bahwa MP-ASI yang terbaik adalah menu lengkap/seimbang dengan tetap memberikan ASI, namun dalam praktiknya di Kelurahan Wonokromo Surabaya masih didapatkan orang tua yang memberikan anaknya MP-ASI menu tunggal berupa pure buah dan bubur tepung beras. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan MP-ASI menu tunggal dan 4 (empat) kwadran terhadap status pertumbuhan anak. Desain penelitian ini analitik cross sectional. Populasi adalah seluruh bayi yang berusia 6-12 bulan di Kelurahan Wonokromo sebesar 94 bayi. Sampel diambil menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel 74 bayi. Pengumpulan data secara langsung menggunakan lembar kuisioner dan secara tidak langsung menggunakan kartu menuju sehat (KMS) Hasil uji statistik menunjukkan nilai p= 0,003 maka p < 0,05 berarti ada perbedaan antara MP-ASI menu tunggal dan menu 4 (empat) kwadran terhadap status pertumbuhan anak. Berdasarkan hal tersebut diharapkan anak mendapatkan menu lengkap atau 4 (empat) kwadran sejak pertama kali mendapatkan MP-ASI yakni saat berusia 6 bulan. Efforts to create good and quality human resources begin from pregnancy until after birth. The golden period in children can be realized if this time the child gets an appropriate and optimal nutritional intake. But unfortunately there are still many nutritional problems experienced by the group of children under five years old (toddlers) and children under two years (baduta), so this group is also called the vulnerable nutrition group. The practice of giving MP-ASI in a diverse society, MP-ASI with a single menu, and a combined menu containing 4 (four) quadrants. In the MP-ASI single menu mother gives MP-ASI with content of one or 2 types of food. While the 4 (four) quadrant menu contains carbohydrates, minerals and vitamins, protein and fat. This research is to find out the differences of MP-ASI single menu and 4 (four) quadrants on the growth status of children. The design of this research was comparative analytic cross sectional The population was all infants aged 6-12 months in the Wonokromo village of 94 babies. Samples were taken using simple random sampling. The number of samples was 74 babies. Direct data collection using questionnaire sheets and indirectly using cards to health (KMS). Statistical test results show the value of p = 0,003 then p <0.05, its meaning that there is a difference between the MP-ASI single menu menu and 4 (four) quadrants to the child's growth status. Based on this, children are expected to get a complete menu or 4 (four) quadrants since first getting MP-ASI ie at the age of 6 months.
The Relationship of Feeding Complementary Foods with Complete Menu on Babies Weight Annif Munjidah; Elisa Eka Rukmana; Fauziyatun Nisa; Esty Puji Rahayu; Aida Husnil Khotimah
Journal of Ners and Midwifery Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v10i2.ART.p202-209

Abstract

Most children who experience failure to thrive are due to the practice of giving complementary food to breast milk with an incomplete menu, so one way to overcome this is to provide complementary food to complete menus of breast milk. This study aims to analyze the relationship between the provision of complete menus of complementary feeding to changes in the weight of infants aged 6-12 months. This type of study was analytical research used a cross sectional study design. This research has been conducted to 40 infants aged 6-12 months.  The sample size is 37 respondents. Probability sampling method with simple random sampling technique has been use as the sampling technique. This study has conducted in midwifery independent practice in Surabaya.  Data collection was obtained from weighing the baby's weight, filling in the previous weight by looking at the KMS and using a complete menu complementary feeding pattern questionnaire.  Data analysis used the chi square statistical test. Statistical test of chi square found that the value of p = 0.039. There is a relationship between the provision of complete menu complementary foods with infant weight gain. It is hoped that health workers can increase information related to the provision of appropriate complementary food according to the needs of infants
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Terapi Herbal Dalam Penanganan Gejala Premenstrual Syndrome Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Esty Puji Rahayu; Pratiwi Hariyani Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2732

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti nyeri haid, kelelahan, mudah marah, serta gangguan konsentrasi. Di Kelurahan Kemasan, Krian, Sidoarjo, hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami gejala PMS namun belum mengetahui cara penanganan yang tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai penanganan PMS melalui terapi herbal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif tentang PMS dan terapi herbal, praktik langsung pembuatan ramuan jamu kunyit asam dan wedang jahe, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 12% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Seluruh peserta mampu mengikuti praktik pembuatan ramuan herbal dan menyatakan minat untuk menerapkannya secara mandiri. Kegiatan ini mendapat dukungan kader PKK dan perangkat kelurahan yang berencana mengintegrasikan program ke dalam agenda pembinaan remaja. Edukasi terapi herbal efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menangani PMS secara alami. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan dengan cakupan lebih luas serta pemantauan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya.
Asuhan Komplementer Komprehensif dalam Mengatasi Dysmenorrhea Remaja di Maahad Darul Falah, Selangor, Malaysia Esty Puji Rahayu; Lalilatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Tiyas Saputri
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2: Juli 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i2.779

Abstract

Prevalensi dysmenorrhea di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Salah satu pesantren di Malaysia adalah Maahad Darul Falah dengan 56 siswa Perempuan yang terletak di dekat pantai, tepatnya di Sungai Besar, Selangor, Malaysia dengan masalah kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, dysmenorrhea dan cara mengelolanya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan asuhan komplementer secara komprehensif dalam mengatasi dysmenorrhea. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dengan evaluasi pre-post dan ukuran sampel eksplisit 56 santriwati dan 15 santriwati mendapat terapi TENS. Alat ukur nyeri menggunakan NRS yang merupakan instrumen terstandar, lokasi kegiatan di Maahad Darul Falah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari pendidikan kesehatan reproduksi, mengelola dysmenorrhea dengan teknik akupresur dan penggunaan TENS serta memberikan terapi komplementer yang komprehensif bagi remaja yang mengalami dysmenorrhea. Hasil penelitian menyatakan terdapat peningkatan pengetahuan tentang fisiologi menstruasi dan permasalahannya dari 17,86% ke 87,5%. Ada juga peningkatan pengetahuan tentang cara mengelola nyeri haid dengan terapi komplementer yaitu akupresur dan TENS dari 44,64% menjadi 89,29%. Sebanyak 15 siswa telah datang ke Posko dan mendapatkan terapi TENS, akupresure dan musik. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan akupresur; kombinasi terapi komplementer berpotensi menurunkan nyeri, namun diperlukan data kuantitatif dan studi dengan kontrol untuk memastikan efektivitas.
Dapur Sehat ke Pasar Mandiri: Pemberdayaan Ibu Balita Pra-Stunting dengan Flossroll Lele dan Minuman Telang Yati Isnaini Safitri; Esty Puji Rahayu; Rachma Rizqina Mardhotillah; Elvinda Aulia Putri Ma'ruf; Intan Azkiya'ul Qolbiyah
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1: Januari 2026
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v6i1.846

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan ibu balita pra-stunting melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu edukasi kesehatan reproduksi yang berhubungan dengan stunting dan pelatihan peningkatan ekonomi melalui pelatihan pembuatan flossroll lele yang tinggi protein sehingga bisa menekan angka stunting. Selain itu, minuman telang yang tinggi antioksidan diberikan sebagai upaya meningkatkan day atahan tubuh balita terhadap paparan penyakit. Metode kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan kepada 20 ibu balita pra-stunting pada bulan Oktober 2025, yang dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi sampai bulan Desember 2025. Indikator keberhasilan dalam kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan terjualnya flossroll lele dan minuman telang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang berpengaruh ke stunting dari 25% ke 90%. Sedangkan pada edukasi manajemen pemasaran terdapat peningkatan pengetahuan  dari 15% ke 90%. Selain edukasi, peserta juga dilatih untuk membuat floshroll dan abon lele serta memasarkan produk secara online. Hasil penjualan flossroll dapat menjadi modal untuk produksi selanjutnya sehingga bisa meningkatkan ekonomi. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, stunting dan peningkatan keterampilan dalam membuat flossroll dan minuman telang. Keberlanjutan program dengan memantau proses pemasaran dan penjualan flossroll dan minuman telang.
The Differences of Cholesterol Level in DMPA (Depo Medroxy Progesteron Acetat) and Cyclofem Injection Acceptors Esty Puji Rahayu; Annif Munjidah
Journal of Global Research in Public Health Vol. 5 No. 2 (2020): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v5i2.276

Abstract

The latest data on the coverage of active FP participants Contraceptive Prevalence Rate (CPR) in Indonesia reaches 61.4%, and this figure is quite a high achievement rate among ASEAN countries. However, the methods used are mostly short-term methods such as pills and injections. According to data from Indonesian health resources, family planning acceptors who use injections are 30.8%, pills 13.2%, IUDs 4.8%, implants 2.8%, tubectomy 3.1%, and condoms 1.3%. One of the methods of injection KB that is widely used is Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) and Cyclofem. Unlike the contraceptive Cyclofem which does not interfere with the menstrual cycle because of the presence of estrogen in cyclofem, DMPA injectable contraception has side effects, namely causing the hormone estrogen to be imbalanced because DMPA only contains progesterone, causing a decrease in HDL (High Density Lipoprotein) and an increase in LDL (Low Density Lipoprotein). ) this will result in an increase in total cholesterol. In this study, the research design used was a comparative analysis, namely comparing cholesterol levels in DMPA and Cyclofem acceptors. This study used a cross sectional study. The population was DMPA and Cyclofem injection family planning acceptors, while the sampling technique used purposive sampling technique. Based on the results of data analysis with the Paired T test, it was found that DMPA acceptors had higher cholesterol levels (mean = -1.822; SD = 45.34; p <0.005) than cyclofem acceptors (mean = 1.722; SD = 35.51; P <0.005). Contraceptive injections cause changes in fat metabolism through changes in HDL and LDL levels. HDL is antiatherogenic, on the other hand, high levels of LDL and triglycerides cause cardiovascular disease in the periphery and coronary arteries which cause cardiovascular disease. Long-term use of hormonal contraceptives causes an increase in LDL, whereas HDL varies
Upaya promosi Langgam jawa dan terapi komplementer Indonesia di Thailand untuk mengurangi kecemasan dan nyeri menstruasi (Dysminorea) pada Remaja Esty Puji Rahayu; Lailatul Khusnul Rizki; Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.460

Abstract

Prevalensi kejadian dismenore di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Sementara itu, di Indonesia kejadian dismenore sebesar 64,25% dari remaja putri yang mengalami menstruasi terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36 % dismenore sekunder. Prevalensi dismenore pada remaja di Jakarta Pusat sebanyak 87,5% dimana sebanyak 20% mengalami nyeri ringan, 64,76% nyeri sedang, dan 14.76% nyeri berat. Permasalahan nyeri menstruasi masih  cenderung  kurang  mendapatkan perhatian  yang  serius  di  kalangan  remaja  dan  wanita  usia  subur.  Hal  ini  karena masih  ada  persepsi  yang  menganggap  bahwa  masalah  seperti  reproduksi  masih tabu  untuk  didiskusikan  dan  harus  diselesaikan  secara  individu. Metode yang digunakan dalam pengabdian masayarakat ini adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang akupresure untuk mengurangi nyeri menstruasi (dysminorhea). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan dari hanya 25% sasaran yang tahu cara mengurangi dysminorea menjadi 85% sasaran tahu tentang cara mengurangi dysminorea. Selain itu setelah dilakukan pelatihan akupresur sebanyak 95% sasaran terampil melakukan akupresure pada titik LI4,SP6 dan SP8, titik-titik tersebut dapat digunakan untuk meringankan keparahan gejala sistemik yang menyertai dismenore.  Tim juga mengenalkan jamu kunyit asam dan langgam Jawa Yen Ing Tawang untuk mengurangi dysminorea, setelah mendengarkan langgam Jawa sasarn merasa nyaman dan lebih tenang. Langgam Jawa mempunyai tempo 60 byte per menit dan dapat membantu menjaga homeostatis tubuh melalui jalur sumbu HPA yang dapat merangsang hormon endorfin dan enkephalin yang merupakan opiat endogen atau analgetik alami dari dalam tubuh. Kandungan kurkumin dan antosianin pada kunyit asam mampu menghambat reaksi siklooksigenase (COX) sehingga dapat menghambat dan mengurangi peradangan yang kemudian akan mengurangi dan menghambat kontraksi rahim yang menyebabkan nyeri haid.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) di Masyarakat melalui Penguatan Kemampuan Kader Surabaya Hebat Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Lailatul Khusnul Rizki; Esty Puji Rahayu; Rizki Amalia; Mohammad Nasir
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i3.130

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB) di masyarakat melalui kader kesehatan di Surabaya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta KB baru, membimbing peserta KB aktif, serta pemahaman tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan isu kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui program “Penguatan Kader Surabaya Hebat”. Sebanyak 34 Kader Surabaya Hebat (KSH) berpartisipasi dalam pelatihan yang berfokus pada pemahaman metode kontrasepsi dan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum pelatihan terdapat 15 KSH (44,1%) dengan pengetahuan rendah, namun setelah pelatihan menurun menjadi 3 KSH (8,8%), sebaliknya, kategori pengetahuan tinggi meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan KSH, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, program ini memberdayakan kader agar lebih aktif dalam edukasi masyarakat serta mendorong partisipasi dalam program KB. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan program KB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kedung Sroko RW II Kelurahan Pacarkembang, Surabaya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi KSH untuk menghadapi tantangan kesehatan reproduksi, serta menjadi dasar pengembangan program serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesehatan reproduksi di Indonesia secara berkelanjutan.