Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH SEDUHAN LEMON TERHADAP INTENSITAS EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PRAKTEK MANDIRI BIDAN (PMB) WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOTANIA Purba, Netty Herawaty; Julianawati, Tinta; Mariana
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v9i2.1329

Abstract

Background: Lemon is a source of vitamin C and antioxidants which are beneficial for health. The benefits of lemon are overcoming nausea and vomiting, controlling blood pressure, overcoming digestive disorders, overcoming constipation, increasing endurance, maintaining the bone health of pregnant women and fetuses, a source of antioxidants and others. Pregnancy is a natural process for every woman. One of the inconveniences experienced by pregnant women is nausea and vomiting / emesis gravidarum. This study aims to determine the effect of lemon infusion on the intensity of emesis gravidarum in first trimester pregnant women. Methods: Type of quantitative research with a quasi-experimental research design using a one group pretest-posttest design. The population in this study were all Trimester I Pregnant Women who experienced Emesis Gravidarum in April 2023 totaling 30 people in the PMB Working Area of the Botania Health Center. Sampling using total sampling. The time for the research was April – May 2023 which took place at the PMB working area of the Botania Health Center. The research instrument used the PUQE 24 assessment sheet and was analyzed using Wilcoxon. Results: The results showed that the average emesis gravidarum intensity before being given lemon infusion was 11.03 and the average emesis gravidarum intensity after being given lemon infusion was 7.47. The results of the analysis with a p-value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: there is an effect of steeping lemon on the intensity of emesis gravidarum in first trimester pregnant women
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training dengan Kesiapan Anak Usia 18-36 Bulan Melakukan Toilet Training di Wilayah Kerja PMB Bd.Veronica Sinaga Julianawati, Tinta; Gusti Maulani, Rici
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.614 KB) | DOI: 10.58794/jubida.v1i1.110

Abstract

Toilet training merupakan upaya melatih anak untuk mengontrol buang air besar dan kecil dengan menggunakan media toilet. Kegagalan dalam toilet training akan berdampak pada anak seperti anak menjadi ceroboh, emosional, bahkan anak menjadi kikir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang toilet training dengan kesiapan anak usia 18-36 bulan melakukan toilet training. Desain penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki anak usia 18-36 bulan berjumlah 141 ibu. Sampel penelitian adalah 43 responden yang ditentukan secara simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui kuesioner dan observasi. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 19 (44,19%) orang. Sebanyak 20 (46,51%) balita memiliki kesiapan yang memadai. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai sebesar 0,336 dibandingkan dengan tabel 0,301 sehingga nilai > tabel yang berarti ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang toilet training dengan kesiapan anak usia 18-36 bulan melakukan toilet training . Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang toilet training dengan kesiapan anak usia 18-36 bulan melakukan toilet training. Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi petugas kesehatan adalah memberikan penyuluhan tentang toilet training kepada masyarakat agar masyarakat dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
EFEKTIVITAS WORDWALL TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA Julianawati, Tinta; Husnah, Ridni; Maulani, Rici Gusti; Arnanda, Fitri
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.36795

Abstract

Anemia merupakan sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui oleh remaja putri. Dari data yang didapatkan 28,1% persen remaja putri di Indonesia mengalami anemia. Dampak remaja putri jika mengalami anemia dapat menurunkan kualitas kerja dalam kehidupan sehari-hari, mencegah terjadinya perdarahan dan penting dalam mempersiapkan kehamilan untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas. Media wordwall digunakan agar remaja putri lebih memahami tentang anemia dan dapat meningkatkan pengetahuan. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SMPN 40 Batam, dengan populasi siswi SMPN 40 Batam dan sampel sebanyak 64 orang. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan True Eksperimen Pretest-Posttest kepada 2 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing 32 orang. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji fisher didapatkan hasil thitung = 3,203 > ttabel = 2,309. Penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan adanya peningkatan pengetahuan bagi remaja yang di berikan media wordwall dan yang tidak diberikan perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa media wordwall sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi di SMPN 40 Batam.
Penerapan Yoga Pada Remaja Mengatasi Desminorea Maulani, Rici Gusti; Julianawati, Tinta; Laska, Yulinda; Susan, Lim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1102

Abstract

Kejadian disminore Periode remaja putri merupakan periode transisi dari periode anak dan periode dewasa yang biasayan akan mengalami perubahan fisik dan seksual serta remaja akan membangun identitas diri mereka. Yoga adalah cara hidup yang mengajarkan keseimbangan dalam hidup.  Yoga merupakan salah satu jenis tekhnik relaksasi yang dapat menurunkan intensitas nyeri dengan merilekskan otot- otot skelet yang mengalami spasme dan meningkatkan aliran darah ke daerah yang mengalami spasme  Tujuan Umum dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menerapkan kepada para remaja putri gerakan yoga pada saat mengalami nyeri disminorea.  Kegiatan ini dilaksanakan di PMB Bd. Veronicha, Amd. Keb Kota Batam dengan metode pemberian materi dan simulasi klinis dan diskusi interakitf. Hasil evaluasi remaja putri dapat mengaplikasikan gerakan – gerakan terapi yoga pada saat mengalami nyeri disminorea.
The Benefits of E-SAR (Adolescent Anemia Screening) in Efforts to Free Adolescents from Anemia Julianawati, Tinta; Fariningsih, Erika; Ayuandini, Ayuandini; Fransiska, Fransiska
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/a8cvzd63

Abstract

The problem of anemia among adolescent girls in Indonesia remains a significant challenge due to its high prevalence, primarily due to unbalanced nutritional intake, low consumption of iron-fortified tablets (TTD), and menstrual patterns that increase the risk of iron loss. Currently, in island regions, particularly at the Healthy Teenagers Integrated Health Post (Posyandu), anemia screening is not yet digitally based, so examinations, recording, and reporting of anemia status are still carried out manually without the use of digital technology. This process usually relies on simple examination tools, recording in a register, and reporting using conventional methods, making it prone to delays, errors, and data loss. Therefore, this community service program, which includes outreach on the importance of early anemia detection and the development of guidelines for using the anemia screening website for adolescents, and mentoring cadres and adolescents in website usage, can reduce the incidence of anemia in adolescents. Thus, this program is expected to increase the independence of Posyandu in monitoring adolescent health while strengthening sustainable anemia prevention efforts.