Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENERAPAN IMPLEMENTASI SENAM KAKI, AKUPRESUR DAN MASSAGE EFFLEURAGE PADA RISIKO DISFUNGSI NEUROVASKULER PERIFER PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN REJANG LEBONG DWI OKTASARI; FATIMAH KHOIRINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8472

Abstract

Pendahuluan: Komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler merupakan penyebab dari Diabetes melitus. Hiperglikemik mengakibatkan kelainan metabolik, penurunan sensasi perifer dan kerusakan saraf ke otot pada kaki dan pengontrolan pembuluh darah pada sistem sirkulasi perifer. Pencegahan terjadinya gangguan vaskularisasi perifer dan gangguan sensasi dalam pilar pengelolaan diabetes melitus merupakan bentuk tindakan non farmakologis. Implementasi senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat menjadi solusi pada risiko disfungsi neurovaskuler perifer Metode : Studi kasus yaitu pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan rawat inap di Ruang Melati RSUD Kabupaten Rejang Lebong. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Intervensi yang diberikan berupa senam kaki, akupresur dan massage effleurage dilakukan selama 3 kali pertemuan. Setiap tindakan dilakukan selama 30 menit. Dilakukan pengukuran ABI dengan format tekanan tertinggi di pergelangan kaki dibagi dengan tekanan tertinggi dilengan kiri dan kanan. Hasil : hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan sirkulasi perifer pada kedua pasien, ditandai keadekuatan aliran darah pembuluh darah distal untuk menunjang fungsi jaringan membaik dengan ditunjukkan tanda-tanda dengan akral teraba hangat, CRT< 3 detik, turgor kulit baik, tidak ada pucat disekitar kulit area kaki, nyeri ektremitas menurun, nadi dorsalis pedis meningkat, nilai ABI meningkat. Pada Ny. M didapat nilai ABI sebelum diberikan intervensi 0.8 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 0,92. Sedangkan pada Tn. A sebelum diberikan intervensi 0.87 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 1,1 Kesimpulan: Senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat dilakukan pada pasien dengan diagnosa risiko disfungsi neurovaskuler perifer pada diabetes melitus.
PENERAPAN THERAPI DZIKIR, ASMAUL HUSNA DAN TERAPI BENSON TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST OP BPH DI RSUD SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU ETRIKA PURNAMA SARI; FATIMAH KHOIRINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8474

Abstract

Pendahuluan: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran jinak prostat pada pria dewasa. pembedahan direkomendasikan pada pasien bph yang tidak menunjukkan perbaikan setelah terapi medikamentosa. selama operasi, jaringan prostat mengalami luka insisi. proses ini dapat memicu respons inflamasi yang menyebabkan nyeri di area tersebut implementasi yang dapat mengurangi nyeri dengan menerapkan therapi dzikir,asmaul husna dan terapi benson. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan tindakan therapi dzikir, asmaul husna dan terapi benson pada pasien post op bph dengan nyeri akut. Metode: jenis penelitian ini adalah studi kasus menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan penelitian melakukan asuhan keperawatan pada 2 responden dilakukan pengukuran nyeri sebelum dan setelah implementasi yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dan Pembahasan: setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari pada kedua responden yaitu manajemen nyeri dengan pemberian terapi Relaksasi Benson, terapi dzikir dan terapi mendengarkan Asmaul Husna, terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan yang menunjukkan perbaikan dan penurunan nyeri, pada responden 1 hari pertama post op mengalami nyeri dengan skala 6 setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari turun menjadi skala nyeri 2 dan pada responden 2 hari pertama post op mengalami nyeri dengan skala nyeri 6 setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari turun menjadi skala 1. Kesimpulan: implementasi therapi dzikir,asmaul husna dan terapi benson efektif untuk mengatasi nyeri pasien post op bph dengan nyeri akut. Berdasarkan hasil pengkajian kedua responden menunjukkan adanya perubahan pada verbalisasi rasa nyeri dimana keluhan nyeri menurun, ekspresi meringis menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun, tanda-tanda vital membaik.
Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Cinnamomun Burmanni (Kayu Manis) Dan Cymbopogoncitratus (Serai) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Anita Ramadayani; Fatimah Khoirini; Almaini Almaini
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The symptoms experienced by individuals with Gout Arthritis include severe pain in the toes, impaired function at the base of the big toe, the occurrence of hyperuricaemia, and the accumulation of uric acid crystals in the fluids and tissues. Continuous increases in uric acid levels will result in the deposition of monosodium urate crystals accumulating in the blood, and if not managed promptly, it will adversely affect the joints and other organs. The accumulation of crystals in the joints can trigger pain and swelling in various body joints, leading to deformities in the joints. Furthermore, high levels of uric acid can cause nephrolithiasis. Objective: To determine the effectiveness of warm cinnamon compresses and lemongrass compresses on pain in patients with gout arthritis. Method: The study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest design with a control group. The sample consisted of 76 respondents divided into two groups, namely 38 respondents in the warm cinnamon compress group and 38 respondents in the warm lemongrass compress group. The warm compress intervention was administered for two consecutive days. The research instruments used included the Numeric Rating Scale (NRS), observation sheets, and a respondent characteristics questionnaire. Results: Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test with α ≤ 0.05 showed a p-value of 0.000, indicating a reduction and change in pain scale in both groups, and the Mann-Whitney test revealed that warm cinnamon compresses were more effective than warm lemongrass compresses in reducing pain from gout arthritis