Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGETAHUAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN JANTUNG FATIMAH KHOIRINI; DERISON MARSINOVA BAKARA; ALMAINI ALMAINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11484

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit jantung setiap tahunnya dapat dikontrol dari faktor resiko yang dapat dimodifikasi. Faktor pendorong melakukan perubahan prilaku salah satunya dengan pengetahuan dan merupakan kunci dalam meningkatkan kesadaran menjalankan prilaku hidup sehat. Ketakutan dan kecemasan dialami oleh keluarga jika ada anggota keluarganya yang masuk rumah sakit. Jika keluarga yang mengalami kecemasan tentunya tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat memberikan perawatan yang maksimal dan tidak dapat memberikan semangat bagi pasien jantung untuk menjalani perawatan Metode: Penelitian deskripsi korelasi dengan metode cross sectional untuk hubungan pengetahuan keluarga tentang resiko penyakit jantung dan tingkat kecemasan keluarga pasien jantung. Sampel merupakan keluarga pasien jantung yang mengantar berobat pasien ke Rumah Sakit. Sampel berjumlah 58 responden dengan tehnik accidental sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, sedangkan mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien jantung dengan menggunakan modifikasi lembar checklist cemas HARS. Analisis bivariat menggunakani uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kecemasan keluarga pasien jantung dengan jenis kelamin. Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung termasuk dalam kategori berpengetahuan baik. Sebagian kecil keluarga pasien jantung mengalami kecemasan. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Hendaknya pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan keperawatan misalnya pendidikan kesehatan tentang risiko penyakit jantung kepada keluarga pasien jantung terutama kepada keluarga yang tingkat pengetahuannya rendah serta dapat memberikan tindakan keperawatan pada keluarga pasien yang mengalami kecemasan.
PENERAPAN IMPLEMENTASI SENAM KAKI, AKUPRESUR DAN MASSAGE EFFLEURAGE PADA RISIKO DISFUNGSI NEUROVASKULER PERIFER PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG MELATI RSUD KABUPATEN REJANG LEBONG DWI OKTASARI; FATIMAH KHOIRINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8472

Abstract

Pendahuluan: Komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler merupakan penyebab dari Diabetes melitus. Hiperglikemik mengakibatkan kelainan metabolik, penurunan sensasi perifer dan kerusakan saraf ke otot pada kaki dan pengontrolan pembuluh darah pada sistem sirkulasi perifer. Pencegahan terjadinya gangguan vaskularisasi perifer dan gangguan sensasi dalam pilar pengelolaan diabetes melitus merupakan bentuk tindakan non farmakologis. Implementasi senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat menjadi solusi pada risiko disfungsi neurovaskuler perifer Metode : Studi kasus yaitu pasien diabetes mellitus yang menjalani perawatan rawat inap di Ruang Melati RSUD Kabupaten Rejang Lebong. Subjek studi kasus berjumlah 2 pasien. Intervensi yang diberikan berupa senam kaki, akupresur dan massage effleurage dilakukan selama 3 kali pertemuan. Setiap tindakan dilakukan selama 30 menit. Dilakukan pengukuran ABI dengan format tekanan tertinggi di pergelangan kaki dibagi dengan tekanan tertinggi dilengan kiri dan kanan. Hasil : hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan sirkulasi perifer pada kedua pasien, ditandai keadekuatan aliran darah pembuluh darah distal untuk menunjang fungsi jaringan membaik dengan ditunjukkan tanda-tanda dengan akral teraba hangat, CRT< 3 detik, turgor kulit baik, tidak ada pucat disekitar kulit area kaki, nyeri ektremitas menurun, nadi dorsalis pedis meningkat, nilai ABI meningkat. Pada Ny. M didapat nilai ABI sebelum diberikan intervensi 0.8 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 0,92. Sedangkan pada Tn. A sebelum diberikan intervensi 0.87 dan setelah diberikan tindakan senam kaki, akupresur dan massage effleurage didapat nilai ABI 1,1 Kesimpulan: Senam kaki, akupresur dan massage effleurage dapat dilakukan pada pasien dengan diagnosa risiko disfungsi neurovaskuler perifer pada diabetes melitus.
PENERAPAN THERAPI DZIKIR, ASMAUL HUSNA DAN TERAPI BENSON TERHADAP NYERI PADA PASIEN POST OP BPH DI RSUD SITI AISYAH KOTA LUBUKLINGGAU ETRIKA PURNAMA SARI; FATIMAH KHOIRINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8474

Abstract

Pendahuluan: Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan pembesaran jinak prostat pada pria dewasa. pembedahan direkomendasikan pada pasien bph yang tidak menunjukkan perbaikan setelah terapi medikamentosa. selama operasi, jaringan prostat mengalami luka insisi. proses ini dapat memicu respons inflamasi yang menyebabkan nyeri di area tersebut implementasi yang dapat mengurangi nyeri dengan menerapkan therapi dzikir,asmaul husna dan terapi benson. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan tindakan therapi dzikir, asmaul husna dan terapi benson pada pasien post op bph dengan nyeri akut. Metode: jenis penelitian ini adalah studi kasus menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan dan penelitian melakukan asuhan keperawatan pada 2 responden dilakukan pengukuran nyeri sebelum dan setelah implementasi yaitu menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil dan Pembahasan: setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 hari pada kedua responden yaitu manajemen nyeri dengan pemberian terapi Relaksasi Benson, terapi dzikir dan terapi mendengarkan Asmaul Husna, terdapat penurunan skala nyeri yang signifikan yang menunjukkan perbaikan dan penurunan nyeri, pada responden 1 hari pertama post op mengalami nyeri dengan skala 6 setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari turun menjadi skala nyeri 2 dan pada responden 2 hari pertama post op mengalami nyeri dengan skala nyeri 6 setelah diberikan intervensi keperawatan selama 3 hari turun menjadi skala 1. Kesimpulan: implementasi therapi dzikir,asmaul husna dan terapi benson efektif untuk mengatasi nyeri pasien post op bph dengan nyeri akut. Berdasarkan hasil pengkajian kedua responden menunjukkan adanya perubahan pada verbalisasi rasa nyeri dimana keluhan nyeri menurun, ekspresi meringis menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun, tanda-tanda vital membaik.