Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF HANDS-ONLY OFFLINE APPLICATION Fatimah Khoirini; Misniarti Misniarti
Proceeding B-ICON Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding of The 2nd Bengkulu International Conference on Health (B-ICON 2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/bicon.v1i1.8

Abstract

Cardiac arrest is an emergency that can occur inside or outside the hospital and has a high risk of death. However, the survival rate is higher if cardiopulmonary resuscitation (CPR) first aid is given immediately. The patient’s family can give first aid in the form of hands-only CPR if the cardiac arrest incident occurs at home. Nowadays, learning to use hands-only CPR offline application on a mobile phone is one way to increase knowledge and skills besides being easy to access, we can also take it with us wherever we go. This study aims to determine whether hands-only cardiac resuscitation offline applications can improve family skills. This study was quasi-experimental, using a control group with pre-test and post-test designs. The experimental group used independent learning through a hands-only CPR offline application, while the control group used a hands-only CPR simulation. The number of samples for each group was 17 people, with a total of 34 people for the two groups. Analysis was done using Wilcoxon and Mann-Whitney. P-value obtained was 0.000, so there is a significant difference in CPR skills before and after intervention in the offline application group and the simulation group. P-value obtained was 0.000, so there is a significant relationship between offline application and simulation in improving the skills of patients’ families in performing hands-only CPR. Learning through a CPR hand-only application improves the skills of the family of patients with heart disease to perform hands-only CPR. Meanwhile, learning with a simulation method has a higher rank in improving the skills of the family of patients with heart disease to perform hands-only CPR.
PENGETAHUAN FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG DAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN JANTUNG KHOIRINI, FATIMAH; BAKARA, DERISON MARSINOVA; ALMAINI, ALMAINI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5162

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan kasus penyakit jantung setiap tahunnya dapat dikontrol dari faktor resiko yang dapat dimodifikasi. Faktor pendorong melakukan perubahan prilaku salah satunya dengan pengetahuan dan merupakan kunci dalam meningkatkan kesadaran menjalankan prilaku hidup sehat. Ketakutan dan kecemasan dialami oleh keluarga jika ada anggota keluarganya yang masuk rumah sakit. Jika keluarga yang mengalami kecemasan tentunya tidak dapat berpikir jernih, tidak dapat memberikan perawatan yang maksimal dan tidak dapat memberikan semangat bagi pasien jantung untuk menjalani perawatan Metode: Penelitian deskripsi korelasi dengan metode cross sectional untuk hubungan pengetahuan keluarga tentang resiko penyakit jantung dan tingkat kecemasan keluarga pasien jantung. Sampel merupakan keluarga pasien jantung yang mengantar berobat pasien ke Rumah Sakit. Sampel berjumlah 58 responden dengan tehnik accidental sampling. Pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas, sedangkan mengukur tingkat kecemasan keluarga pasien jantung dengan menggunakan modifikasi lembar checklist cemas HARS. Analisis bivariat menggunakani uji chi square. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kecemasan keluarga pasien jantung dengan jenis kelamin. Sebagian besar pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung termasuk dalam kategori berpengetahuan baik. Sebagian kecil keluarga pasien jantung mengalami kecemasan. Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Tidak ada hubungan pengetahuan keluarga tentang risiko penyakit jantung dengan tingkat kecemasan. Hendaknya pihak rumah sakit dapat memberikan tindakan keperawatan misalnya pendidikan kesehatan tentang risiko penyakit jantung kepada keluarga pasien jantung terutama kepada keluarga yang tingkat pengetahuannya rendah serta dapat memberikan tindakan keperawatan pada keluarga pasien yang mengalami kecemasan.
The relationship of family support with the quality of life of hypertension in the elderly Almaini, Almaini; Sumarni, Titin; Khoirini, Fatimah; Hartoyo, Mugi
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v8i1.661

Abstract

Background: Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases among the elderly, significantly affecting their quality of life. In Rejang Lebong, the prevalence of hypertension is 30.71%, with over 60% of the elderly population affected. Health-Related Quality of Life (HRQoL) in elderly individuals with hypertension includes physical, psychological, and social aspects. Family support is a form of interpersonal relationship characterized by attitudes, actions, and acceptance among family members. Families in Rejang Lebong often exhibit a patriarchal structure. Purpose: To examine the relationship between family support and the quality of life of elderly individual swith hypertension. Method: A cross-sectional approach, specially focusing on observational study. The study took place from July-August 2024, in Rejang Lebong, Bengkulu. The independent variable was family support the dependent variables is quality of life. Using purposive sampling and Lemeshow formula, 87 respondent were selected, who met specific inclusion and exclusion criteria. The analysis proceeded with a univariate test to determine the frequency distribution of respondents characteristics, followed by bivariate analysis using spearman rank test. Results: Family support respondents were mostly categorized as high 43 (49.4%) and had a moderate quality of life 64 (73.6%) and significance value (Sig.) <0.05. Conclusion: Indicates most respondent had high family support and moderate quality of life. There is a significant relationship between family support and all domains of quality of life in the elderly with hypertension.
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Pertolongan Pertama Kecelakaan Daerah Wisata Khoirini, Fatimah; Bakara, Derison Marsinova; Almaini, Almaini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18859

Abstract

ABSTRAK Penyebab kecelakaan pada daerah wisata bisa disebabkan karena kondisi yang tidak aman dan tindakan yang tidak aman dari wisatawan. Kecelakaan dapat terjadi dimana pun dan pertolongan pertama yang tepat dan segera akan melindungi korban dari bahaya. Penanganan yang salah pada korban kecelakaan karena kurangnya pengetahuan penolong dapat memperburuk situasi dan keadaan korban. Sehingga pengetahuan tentang pertolongan pertama bagi masyarakat sekitar sangat penting. Pelatihan pertolongan pertama untuk mengatasi kecelakaan berbasis masyarakat memiliki dampak positif dalam mengurangi angka kesakitan dan kematian pada korban kecelakaan. Melalui pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan daerah wisata ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan karang taruna tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di daerah wisata. Kegiatan menggunakanmetode pelatihan dengan penyampaian materi dengan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi dilanjutkan dengan praktik dengan metode simulasi dan demontrasi. Pengetahuan karang taruna pada nilai pretest didapatkan hasil rata-rata yaitu 29,09 dan hasil post test didapatkan nilai pengetahuan rata-rata menjadi 60,89. Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama sebesar 31,8 poin. Keterampilan karang taruna sebelum dilakukan pelatihan pada katagori belum dapat melakukan sebanyak 82,86 % dan dapat melakukan dengan kurang baik sebanyak 17,14 %. Keterampilan sesudah dilakukan pelatihan berada pada katagori dapat melakukan dengan kurang baik sebanyak 41,14 % dan dapat melakukan dengan cukup baik sebanyak 58,86 %. Kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karang taruna dalam pertolongan pertama pada kecelakaan di daerah wisata. Kata Kunci: Daerah Wisata, Karang Taruna, Pertolongan Pertama  ABSTRACT The causes of accidents in touristm can be caused by unsafe conditions and unsafe actions by tourists. Accidents can happen anywhere and proper and immediate first aid will protect victims from harm. Incorrect handling of accident victims due to a lack of knowledge of the helper can worsen the situation and condition of the victim. So knowledge about first aid for the local community is very important. Community-based first aid training for accidents has a positive impact in reducing morbidity and mortality among accident victims. Through this first aid training for accidents in touristm, it is hoped that there will be an increase in the knowledge and skills of karang taruna regarding first aid for accidents in touristm. Activities use training methods by delivering material using lecture, question and answer and discussion methods followed by practice using simulation and demonstration methods. Karang Taruna's knowledge in the pretest value obtained an average result of 29.09 and post test results obtained an average knowledge value of 60.89. This shows an increase in knowledge about first aid of 31.8 points. The skills of the karang taruna before training in the category were 82.86% unable to perform and 17.14 % were able to perform poorly. Skills after training were in the category of being able to do not well as much as 41.14% and being able to do quite well as much as 58.86%. Training activities can increase the knowledge and skills of karang taruna in first aid for accidents in touristm. Keywords: Touristm, Karang Taruna, First Aid
Pengaruh Stimulasi Terapi Bermain Dirumah Terhadap Perkembangan Anak Usia Balita Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Talang Rimbo Lama Misniarti; Fatimah Khoirini; Yossy Utario
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dapat berdampak negatif pada perkembangan anak. Stimulasi bermain berbasis kunjungan rumah yang secara intensif bisa mengurangi masalah perkembangan pada anak seperti masalah sosial, emosional, komunikasi, bahasa dan kognitif serta meningkatkan perilaku responsif dan kehangatan ibu terhadap anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stimulasi terapi bermain di rumah terhadap perkembangan anak balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Talang Rimbo Lama. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi Eksperiment with one-grup pretest-posttest design. Tehnik sampel menggunakan accidental sampling, dan sampel pada penelitian ini berjumlah 24 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t dependent. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan terapi bermain di rumah, perkembangan anak sebagian besar (66,2%) memiliki perkembangan sesuai dan setelah dilakukan intervensi bermain di rumah hampir seluruh (83,8%) anak memiliki perkembangan sesuai umur. Rata-rata skor perkembangan anak dari nilai awal 7,96 menjadi 9,42 setelah dilakukan terapi bermain dirumah dengan nilai p value 0,00. Kesimpulan penelitian ini, terdapat perbedaan yang signifikan antara perkembangan anak sebelum dan setelah dilakukan intervensi stimulasi bermain di rumah.
PENGARUH DISCHARGE PLANNING MENGGUNAKAN MEDIA BOOKLET TERHADAP KETERAMPILAN RESUSITASI JANTUNG HANDS ONLY KELUARGA PASIEN JANTUNG: DISCHARGE PLANNING WITH BOOKLET ON HAND ONLY CARDIAC RESUSCITATION FAMILIES HEART DISEASES Khoirini, Fatimah; Utario, Yossy
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2023): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v17i1.897

Abstract

Discharge planning untuk pasien jantung diantaranya latihan resusitasi jantung bagi keluarga pasien. Keluarga perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan resusitasi jantung karena 70 % serangan henti jantung terjadi di rumah. Cara menolong pasien henti jantung oleh penolong yang belum pernah mendapat pelatihan Bantuan Hidup Dasar dengan memberikan kompresi Hands-Only.  Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan keterampilan resusitasi jantung hands only keluarga sebelum dan sesudah discharge planning menggunakan booklet. Metode yang digunakan Quasi eksperiment one grup pre test post test, dilakukan discharge planning menggunakan booklet resusitasi jantung hands only. Tehnik non probability sampling dengan accidental sampling yaitu keluarga pasien jantung yang ada saat penelitian berjumlah 18 orang. Di uji menggunakan t test independent dengan hasil mean nilai pre test keterampilan resusitasi hands only keluarga pasien jantung didapatkan 0,61 dan nilai mean post test 90,33 serta didapatkan nilai p 0,000. Kesimpulan penelitian ini didapatkan ada perbedaan keterampilan resusitasi jantung hands only keluarga pasien jantung sebelum dan sesudah diberikan pelatihan melalui kegiatan discharge planning menggunakan booklet resusitasi jantung hands only.
PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU DI DESA RIMBO RECAP Bakara, Derison Marsinova; Khoirini, Fatimah; Mulyadi, Mulyadi; Almaini, Almaini
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i1.2330

Abstract

Farmers can experience emergencies in their work, which expose a higher risk of experiencing acute work-related injuries, certain chronic diseases, and diseases caused by pesticides. Long working hours, exposure to adverse weather conditions, and the use of equipment and machinery that pose serious hazards create a dangerous work environment. This community service activity aimed to form a standby farmer group to handle accidents and emergencies among farmer groups in Rimbo Recap Village, working area of ​​the District. Curup Selatan District. Rejang Lebong. The method for implementing community service activities used a learning and training approach, in the form of a lecture method to provide knowledge and demonstrations to improve skills in handling accidents and emergencies in farmer groups. Increased knowledge and skills of farmer groups in providing emergency assistance to farmers in the form of first aid for wounds, bandaging and splinting, first aid for pesticide poisoning, first aid for insect bites, and first aid for snake bites. This training can be used as a method to increase farmers' knowledge and skills in dealing with accidents and emergency cases that occur to farmers.
Gaya Hidup Keluarga Pasien Jantung Fatimah Khoirini; Derison Marsinova Bakara; Almaini; Meigo Anugra Jaya
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i2.34420

Abstract

Kematian pada usia dini dinegara berkembang disebabkan penyakit kardiovasculer mencapai lebih dari 80 %, hal ini akibat dari terbatasnya tindakan pencegahan, gaya hidup yang tidak sehat serta peningkatan faktor risiko kardiovaskuler. Salah satu faktor resiko yang tidak dapat diubah dan berpengaruh terhadap penyakit jantung adalah faktor riwayat keluarga. Orang dengan riwayat keluarga penyakit jantung dapat mengalami penyakit jantung 3,19 kali dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran gaya hidup keluarga pasien jantung. Populasi  penelitian ini adalah semua keluarga pasien jantung (berhubungan darah langsung) yang mengantar berobat di ruang poli penyakit jantung, Poli penyakit dalam dan ruang rawat inap penyakit dalam. Responden berjumlah 50 orang keluarga pasien. Pemilihan sampel menggunakan accidental sampling dengan kriteria inklusi : keluarga pasien bersedia menjadi responden penelitian, responden merupakan salah satu anak/orang tua pasien jantung dan kooperatif dalam kegiatan penelitian. Pengumpulan data dengan mengisi kuesioner tentang gaya hidup. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan disajikan secara deskriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapat semua responden (100%) memiliki risiko penyakit jantung dari faktor riwayat penyakit keluarga, 36 % memiliki risiko dari faktor usia, 36 % mempunyai risiko dari faktor jenis kelamin, 50 % berisiko dari faktor olah raga teratur, dan 76 % mempunyai risiko dari faktor aktivitas. Sebagian besar berisiko terkena penyakit jantung dari faktor tidak melakukan pemeriksaan rutin kesehatan. Sebanyak 72-90 % berisiko dari faktor konsumsi makanan bersantan dan berlemak, 26-52 % berisiko terkena penyakit jantung dari faktor stres.
Adolescent Empowerment through Simulation-Based Household Emergency Response in Rimbo Recap Village Leli Mulyati; Fatimah Khoirini; Derison Marsinova
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.25230

Abstract

ABSTRACT Adolescents play an important role in assisting in the initial handling of emergencies. However, limited knowledge and skills in emergencies among adolescents remain a problem, especially in Rimbo Recap Village, Rejang Lebong Regency. Many adolescents do not yet have the basic knowledge and skills in handling emergencies such as fires, serious injuries, heart attacks, or other urgent medical situations. As a result, when an emergency occurs, treatment is often slow and inappropriate, which can be fatal for the victim and worsen the situation. Adolescent Knowledge and Skills are increased, at least 50% of adolescents in Rimbo Recap Village are expected to have basic knowledge and skills in handling emergencies at home, and are expected to reduce the rate of fatalities and serious injuries due to delays or errors in handling. The activity was conducted over 2 days (18-19 October 2025), with preparation, implementation, and evaluation stages. The first day focused on theory, and the second on practical activities for handling emergencies. Evaluation was conducted through pretests and posttests, participant skill observation, and follow-up monitoring, involving a total of 25 participants. There was a significant increase in adolescent knowledge after the training, with an average score increasing from 62.80 ± 11.00 in the pretest to 78.80 ± 4.10 in the posttest. The paired t-test showed a significant difference between the pretest and posttest scores (p-value 0.001). Emergency training is effective in improving adolescent knowledge and skills in handling emergencies at home. This activity has the potential to strengthen adolescents’ and village communities’ preparedness to face emergency conditions on an ongoing basis. Keywords: Emergency Nursing, Household Emergency, First Aid, Adolescents.
The effect of neuropathy exercises on decreasing the value of 10-gr monofilament in patients with Type 2 Diabetes Mellitus Derison Marsinova Bakara Bakara; Fatimah Khoirini; Kurniyati
Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Vol. 5 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : KHD-Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/nhsj.v5i2.504

Abstract

The most common chronic complication in people with type 2 diabetes mellitus is diabetic peripheral neuropathy (DPN). DPN can occur in one in five people with type 2 diabetes mellitus. This study aims to see the effect of neuropathy exercises on assessing symptoms of DPN using 10-gr monofilament. Methods: This research was quantitative research with a Pretest-Posttest one-group design approach, which aimed to see the effect of neuropathy exercises on reducing the assessment of symptoms of DPN using 10-gr monofilament. The intervention carried out for people with type 2 diabetes mellitus was neuropathy exercises. In the pretest, Type 2 diabetes mellitus patients were assessed for symptoms of DPN using 10-gr monofilament. Then, neuropathy exercise intervention was given to the left and right legs, carried out daily for 15 minutes for 6 weeks. In the posttest, symptoms of DPN were assessed on the left and right foot using 10-gr monofilament. Results: The study showed that neuropathy exercises reduced the value of DPN symptoms in the left and right legs using 10-gr monofilament. Before the neuropathy exercise intervention, the value of neuropathy symptoms using 10-gr monofilament was Mean ± SD 10.42 ± 12.877; after the neuropathy exercise intervention, the value of neuropathy symptoms using 10 gr monofilament was 9.88 ± 2.904 with a value of p=0.01. Neuropathy exercises can be done as an alternative measure for the treatment of symptoms of DPN using 10-gr monofilament in patients with type 2 diabetes mellitus. It is recommended that neuropathy exercises be one of the protocols for reducing hyperglycemia and reducing complications of type 2 diabetes mellitus, such as symptoms of DPN.