Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg Pada Karyawan Cuci Motor Ami Mempawah Ramadhan, Daeng Ayu Riski; Sari, Yuli Indah
Jurnal Studi Manajemen Bisnis Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Studi Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jsmb.v5i2.15569

Abstract

ABSTRACT Human Resources (HR) play a crucial role in every profession, particularly in corporate and public service environments. Employee motivation is significantly influenced by factors that affect job satisfaction and performance. Herzberg’s Two-Factor Theory, developed by Frederick Herzberg, categorizes motivation into two main groups: Hygiene Factors and Motivator Factors. The application of this theory to employees at Ami Mempawah Motorcycle Wash is essential to enhance their performance and job satisfaction. Currently, optimizing human resources is critical to ensuring the smooth operation of service-based businesses. By implementing this theory, the Ami Mempawah MSME can improve employee motivation through appropriate compensation and effective management of the work environment. This study aims to identify the key factors and develop a model supporting the implementation of Herzberg’s motivation theory to improve employee motivation and HR quality at Ami Mempawah Motorcycle Wash. A qualitative approach based on interviews was employed in this research. The identified hygiene factors include adequate salaries, comfortable working conditions, wise and effective management, good relationships with colleagues, and fair supervision. The identified motivator factors include salary distribution based on service pricing, flexible and non-restrictive working conditions, and policies that offer personal guidance to enhance employees’ skills and competencies.  ABSTRAK Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen yang sangat penting dalam setiap profesi, terutama saat bekerja di perusahaan atau pelayanan publik. Motivasi karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja dan kinerja. Teori Motivasi Herzberg yang dikembangkan oleh Frederick Herzberg, membagi motivasi karyawan menjadi dua kategori: Faktor Hygiene dan Faktor Motivasi. Penerapan teori motivasi dua faktor Herzberg pada karyawan Cuci Motor Ami Mempawah sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja. Saat ini, optimalisasi SDM menjadi sangat penting untuk menjamin kelancaran operasional suatu layanan. Dengan menerapkan teori tersebut, UMKM Cuci Motor Ami Mempawah dapat memotivasi karyawan mereka melalui pemberian kompensasi yang sesuai dan pengelolaan lingkungan kerja yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mencari faktor- faktor dan model yang mendukung penerapan teori motivasi Herzberg dapat meningkatkan motivasi dan kualitas SDM di Cuci Motor Ami Mempawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis wawancara. Dalam penelitian ini, faktor-faktor Hygiene yang ditemukan meliputi gaji yang memadai, kondisi kerja yang nyaman, kebijaksanaan dan manajemen yang baik, hubungan yang baik dengan rekan kerja, dan tingkat pengawasan yang adil. Faktor-faktor motivasi yang ditemukan meliputi penggunaan harga jasa sebagai dasar pembagian gaji, kondisi kerja yang memberikan kebebasan dan tidak dikekang, dan kebijakan yang memberikan bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan.  
Penerapan Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg Pada Karyawan Cuci Motor Ami Mempawah Ramadhan, Daeng Ayu Riski; Sari, Yuli Indah
Jurnal Studi Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Studi Manajemen Bisnis
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jsmb.v5i2.15569

Abstract

ABSTRACT Human Resources (HR) play a crucial role in every profession, particularly in corporate and public service environments. Employee motivation is significantly influenced by factors that affect job satisfaction and performance. Herzberg’s Two-Factor Theory, developed by Frederick Herzberg, categorizes motivation into two main groups: Hygiene Factors and Motivator Factors. The application of this theory to employees at Ami Mempawah Motorcycle Wash is essential to enhance their performance and job satisfaction. Currently, optimizing human resources is critical to ensuring the smooth operation of service-based businesses. By implementing this theory, the Ami Mempawah MSME can improve employee motivation through appropriate compensation and effective management of the work environment. This study aims to identify the key factors and develop a model supporting the implementation of Herzberg’s motivation theory to improve employee motivation and HR quality at Ami Mempawah Motorcycle Wash. A qualitative approach based on interviews was employed in this research. The identified hygiene factors include adequate salaries, comfortable working conditions, wise and effective management, good relationships with colleagues, and fair supervision. The identified motivator factors include salary distribution based on service pricing, flexible and non-restrictive working conditions, and policies that offer personal guidance to enhance employees’ skills and competencies.  ABSTRAK Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen yang sangat penting dalam setiap profesi, terutama saat bekerja di perusahaan atau pelayanan publik. Motivasi karyawan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja dan kinerja. Teori Motivasi Herzberg yang dikembangkan oleh Frederick Herzberg, membagi motivasi karyawan menjadi dua kategori: Faktor Hygiene dan Faktor Motivasi. Penerapan teori motivasi dua faktor Herzberg pada karyawan Cuci Motor Ami Mempawah sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja. Saat ini, optimalisasi SDM menjadi sangat penting untuk menjamin kelancaran operasional suatu layanan. Dengan menerapkan teori tersebut, UMKM Cuci Motor Ami Mempawah dapat memotivasi karyawan mereka melalui pemberian kompensasi yang sesuai dan pengelolaan lingkungan kerja yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mencari faktor- faktor dan model yang mendukung penerapan teori motivasi Herzberg dapat meningkatkan motivasi dan kualitas SDM di Cuci Motor Ami Mempawah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis wawancara. Dalam penelitian ini, faktor-faktor Hygiene yang ditemukan meliputi gaji yang memadai, kondisi kerja yang nyaman, kebijaksanaan dan manajemen yang baik, hubungan yang baik dengan rekan kerja, dan tingkat pengawasan yang adil. Faktor-faktor motivasi yang ditemukan meliputi penggunaan harga jasa sebagai dasar pembagian gaji, kondisi kerja yang memberikan kebebasan dan tidak dikekang, dan kebijakan yang memberikan bimbingan pribadi untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan.  
Synergy of Risk Handling: Shaping Financial Performance in Sharia Cooperatives Sari, Yuli Indah; Widhyasti, Sasti Anjana
Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 18, No 2 (2025): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v18i2.34087

Abstract

Sharia cooperatives in Indonesia remain vulnerable to various risks, particularly those that affect their financial performance. Therefore, this study aims to examine the influence of risk management in greater detail through the dimensions of identification, monitoring, and mitigation, as well as the role of Islamic governance in shaping the financial performance of sharia cooperatives. The sample was determined using purposive sampling and the Slovin method. Out of 118 cooperatives under Baitul Maal wat Tamwil Bina Ummat Sejahtera (BMT BUS), 105 met the eligibility criteria for analysis using Partial Least Squares (PLS). The findings reveal that risk identification, risk monitoring, risk mitigation, and Islamic governance have a significant positive impact on the financial performance of sharia cooperatives. These results provide valuable insights for cooperative managers, highlighting the importance of strengthening risk management systems—particularly in identification, monitoring, mitigation, and governance—to safeguard financial performance against potential losses arising from risks. This study offers original insights by providing a detailed exploration of risk management and Islamic governance within the context of sharia cooperatives in Indonesia.