Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Relationship between Parents' Smoking Behaviour and the Incidence of Acute Respiratory Infections in Toddlers at the Southeast Sulawesi Police Primary Clinic Sitti Herliyanti Rambu; Mirasantika Mirasantika; Asmiana Saputri Ilyas
Global Health Practice Journal Vol. 1 No. 1 (2025): November
Publisher : CV. Global Health Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65280/ghpj.v1i1.46

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the most common diseases in toddlers and is the leading cause of morbidity and mortality worldwide. One of the factors that contributes to the high incidence of ISPA in toddlers is exposure to cigarette smoke from parents or family members who smoke in the house. Based on the report of the South Sulawesi Police Primary Clinic, cases of ISPA in toddlers have continued to increase in the last three years, so research is needed on factors related to this incident. Objective: To determine the relationship between parental smoking behaviour and the incidence rate of ISPA in toddlers at the South Sulawesi Police Primary Clinic in 2025. Methods: This study is an observational analytical research with a cross-sectional design. The sample amounted to 46 respondents who were selected using the simple random sampling technique. Data collection was conducted using questionnaires, and data analysis was carried out using univariate and bivariate methods using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Results: The results showed that out of 46 toddlers, as many as 41 toddlers (89.1%) experienced ISPA. Parental smoking behaviour was found in 29 people (63.0%). The results of the Chi-Square test showed a value of p = 0.035, which means that there is a significant relationship between parental smoking behaviour and the incidence of ISPA in toddlers. Conclusion: The results of this study confirm the importance of efforts to prevent exposure to secondhand smoke in toddlers through increasing parental awareness about the impact of smoking behaviour on children's health. These findings can be the basis for health workers to strengthen health education, smoking cessation counselling, and the implementation of smoke-free home policies to reduce the incidence of ISPA in children under five. In addition, the results of this study are expected to be considered in the planning of promotive and preventive programs in health service facilities, especially in the Southeast Sulawesi region.
Hubungan Pola Asuh Anak Usia 36-59 Bulan dengan Kejadian Stunting di Desa Galesong Baru Kabupaten Takalar: The Relationship between Parenting for Children Aged 36-59 Months with Stunting Incidents in Galesong Baru Village, Takalar Regency Asmiana Saputri Ilyas; Sitti Herliyanti Rambu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2960

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang terjadi karena asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang lama, sehingga menyebabkan terganggunya pertumbuhan yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur. Kejadian stunting pada juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dalam mengasuh anak, pola asuh yang kurang baik memiliki peluang yang lebuh besar anak terkena stunting dibandingkan dengan pola asuh yang baik. Tujuan: Untuk mengetahui kebiasaan pola asuh anak dengan dimensi Responsiveness dan pola asuh anak dengan dimensi Demandingness terhadap kejadian stunting di desa Galesong Baru, Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain Cross Sectional Study. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik non probality sampling melalui pendekatan total quota sampling. Data kemudian dianalis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 51,7% anak usia 36-59 bulan mengalami stunting. Dengan dimensi pola asuh Demandingness 43,1% kejadian stunting, dan dimensi pola asuh Responsiveness 8,6 % kejadian stunting. Analisa data menggunakan uji chi-square mengindetifikasi bawa ada hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (p=0.01 dan α=0.05). Kesimpulan: Bahwa Terdapat hubungan pola asuh anak usia 36-59 bulan dengan kejadian stunting di desa Galesong Baru
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah : Relationship between Mother's Clean and Healthy Behavior (PHBS) and Diarrhea in Toddlers in the Working Area of the Tobadak Health Center, Central Mamuju Regency Sitti Herliyanti Rambu; Asmiana Saputri ilyas
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3328

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada ibu kurang baik. Tujuan : untuk mengetahui hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah.. Metode: . Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional . Hasil: Data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan statistik berdasarkan skala ukur variabel dan penyajian dalam tabel disertai penjelasan. Kesimpulan: Ada hubungan antara Pengelolaan Air Minum dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Tidak ada hubungan antara Pengelolaan Sampah dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Tidak ada hubungan antara Kepemilikan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, Tidak ada hubungan antara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah.
Pengaruh Mobilisasi pada Klien Stroke yang Mengalami Gangguan Fungsi Motorik dengan Kejadian Dekubitus di RSUD Haji Makassar: The Effect of Mobilization on Stroke Clients Who Experience Impaired Motor Function with Decubitus Events at Haji Hospital Makassar Asmiana Saputri Ilyas; Sitti Herliyanti Rambu
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4191

Abstract

Latar Belakang: Tirah baring yang disebut Dekubitus adalah suatu daerah kerusakan seluler yang terlokalisasi langsung pada kulit, berdasarkan pengumpulan data pasien yang dirawat di RSUD Haji Makassar terdapat pada 30 orang klien stroke yang menderita kejadian dekubitus, selama rentang waktu penelitian. sehingga penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh mobilisasi pada klien stroke. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekwensi mobilisasi dan menganalisa hubungan mobilisasi dengan kejadian dekubitus. Metode: Penelitian ini eksperimen semu (quasi eksperimen). Jumlah sampel sebanyak 30 orang yang diambil mengunakan rumus Uji U Mann Whitney, besaran sampel dimana penentuan dengan mengunakan purposive random sampling. Berupaya untuk mengungkapkan dengan cara melibatkan kelompok kontrol di samping kelompok eksperimen. Hasil:Penelitian ini menunjukkan bahwa p value 0,525 pada kelompok kontrol penurunannya grade dekubitusnya 2,8% pada kelompok eksperimen penurunannya grade dekubitusnya 50 % (p value 0,000) mobilisasi 2-3 jam sekali dapat menurunkan grade. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok kontrol penurunannya grade dekubitusnya pada kelompok eksperimen penurunannya grade dekubitusnya mobilisasi 2-3 jam sekali dapat menurunkan grade.
Hubungan Pengetahuan dan Jarak Tempat Tinggal dengan Pemilihan Penolong Persalinan pada Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kab. Muna Sitti Herliyanti Rambu; Nanang Rahmadani; Sahdan Mustari
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.318

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Katobu Kab. Muna tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah Deskripsi Analitik dengan rancangan Cross Sectional, besar populasi adalah 43 orang, dengan tehnik penarikan sampel secara Total Sampling, dengan jumlah sampel 43 orang. Metode analisis menggunakan Uji Chi Square Test. Hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Katobu (p = 0,002 > α = 0,05), ada hubungan antara jarak tempat tinggal dengan pemilihan penolong persalinan pada ibu di wilayah kerja Puskesmas Katobu (p = 0,000 > α = 0,05). Disarankan bagi Puskesmas Kepada Puskesmas Katobu khusunya pada bagian KIA diharapkan agar meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan serta menempatkan tenaga kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakt agar mudah diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat agar tercapai pelayanan kesehatan secara paripurna.