Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DEVELOPMENT OF ONLINE SNAKE AND LADDER MEDIA THROUGH GENIALLY TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOMES OF IPAS STUDENTS OF GRADE V SDN HARGORETNO 2 KEREK DISTRICT Gita Lestari, Khuddrotin Sri Suluh; Agustin, Ina
Pedagogic Research-Applied Literacy Journal Vol. 2 No. 4 (2025): Volume 2 Number 4 August - October 2025
Publisher : Suluh Adiluhung Publisher (SAPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70574/034qpg97

Abstract

This research aims to develop online snake and ladder media through Genially to improve the learning outcomes of social studies of grade V students of SDN Hargoretno 2 Kerek District who meet valid, practical, and effective criteria. This type of research is Research and Development (R&D) with the ADDIE model. The test subjects included material experts, media experts, linguists, teachers, and 24 students of class V. Research instruments included validation sheets, observations, interviews, response questionnaires, and student tests. The validation results showed 94% subject matter experts, 88% media experts, and 84% linguists (all of which are very valid). The teacher's response questionnaire obtained 80% and the student 86% (practical), while the student's test results showed classical completeness of 88% (very effective). Thus, the online snake and ladder media through Genially is declared valid, practical, and effective to be used in social studies learning to improve student learning outcomes.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Siswa Tuna Rungu di SDN Inklusi Agustin, Ina
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i1.2460

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan  lembar kerja siswa (LKS) yang valid, efektif dan dapat diterapkan dalam pembelajaran bagi siswa tuna rungu; (2) meningkatkan keterampilan menulis anak tuna rungu. Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) ini menggunakan model pengembangan 4 D (four D model) oleh Thiagarajan dan Semmel (1974). Model rancangan ini terdiri dari empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Adapun subjek penelitian adalah satu orang siswa tunarungu kelas IV di SDN Pucangan 02 Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, tes, angket dan dokumentasi. Hasil rata-rata kevalidan dari validasi ahli mencapai 84,5%,  dengan kategori sangat valid. Hasil ujicoba lapangan pada pelaksanaan pembelajaran tahap 1 adalah  72% dan kriteria tinggi, tahap 2 yaitu diperoleh 84% dan kriteria tinggi. Selanjutnya mengalami peningkatan lagi pada tahap 3 yaitu 88% dan kriteria sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan memiliki keterterapan tinggi. Untuk hasil respon siswa adalah 84% dan kriteria sangat tinggi. Berdasarkan data di atas, lembar kerja siswa (LKS) dapat dikatakan valid, efektif dan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran pada siswa tuna rungu di kelas IV SDN Pucangan II Kecamatan Montong Kabupaten Tuban.Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Kemampuan Menulis, Tuna RunguAbstract: This study aims to (1) develop student worksheets (LKS) that are valid, effective and can be applied in learning for deaf students; (2) improve writing skills of deaf children. The development of student worksheets (LKS) uses a 4 D (four D model) development model by Thiagarajan and Semmel (1974). This design model consists of four stages, namely defining, planning, developing and distributing (disseminate). The research subjects were one fourth grade deaf student at Pucangan Elementary School 02 Montong District, Tuban Regency. Data collection techniques in this study used observation, interviews, tests, questionnaires and documentation techniques. The average validity results from expert validation reached 84.5%, with very valid categories. The results of field trials on the implementation of stage 1 learning were 72% and high criteria, stage 2 which was obtained 84% and high criteria. Furthermore, there was an increase in stage 3, which was 88% and the criteria were very high. This shows that the student worksheets (LKS) developed have high applicability. For the results of student responses is 84% and the criteria are very high. Based on the data above, student worksheets (LKS) can be said to be valid, effective and can be applied in learning activities in deaf students in class IV of Pucangan II Elementary School Montong District, Tuban Regency.Keywords: Student Worksheet (LKS), Writing Ability, Deaf
Permasalahan dalam Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi di SDN Se Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Agustin, Ina
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v3i2.3104

Abstract

Abstrak: Penerapan pendidikan inklusi di Indonesia bertujuan untuk memberikan fasilitas dan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Penyelenggaraan pendidikan inklusi sudah di terapkan di sekolah dasar seluruh Indonesia khususnya kota-kota besar, tetapi dalam pelaksanannya menemukan banyak permasalahan.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di SD Negeri Se Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Subjek dalam penelitian ini adalah: guru Pembimbing Khusus (GPK), guru Kelas, kepala Sekolah di SD Negeri inklusif se-Kecamatan Soko Kabupaten Tuban.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa data kualitatif yang kemudian dianalisis melalui kegiatan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada berbagai permasalahan yang di temukan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi, yaitu dari komponen guru, siswa, proses pembelajaran, manajemen sekolah, kurikulum, sarana prasarana, dan kerjasama. Permasalahan utama berkaitan dengan kurangnya kompetensi guru dalam menghadapi siswa ABK, minimnya kemampuan guru dalam proses pembelajaran, belum tersedianya ruang sumber untuk pemberian layanan khusus bagi ABK, belum adanya kurikulum plus,  dan berbagai jenis ABK yang memiliki keberagaman karakteristik. Permasalahan lainnya adalah berkaitan dengan kurangnya kepedulian orangtua terhadap ABK dan kurangnya kerjasama dari berbagai pihak seperti masyarakat, ahli professional dan pemerintah.Kata Kunci: Permasalahan, Pendidikan Inklusi, Anak Berkebutuhan KhususAbstract: The application of inclusive education in Indonesia aims to provide educational facilities and services for children with special needs (ABK). The implementation of inclusive education has been implemented in primary schools throughout Indonesia, especially in big cities, but in its implementation there have been many problems. This study aims to describe the problems experienced by schools providing inclusion education in the Public Elementary Schools in Soko Sub-District, Tuban Regency. Subjects in this study were: Special Advisors (GPK), Class teachers, headmaster all state Elementary Schools inclusive of Soko sub-district, in Tuban Regency. Data was collected through interview, observation, documentation techniques. The data obtained from this study are qualitative data which are then analyzed through data reduction activities, data presentation and conclusion drawing. The results showed that there were various problems found in the implementation of inclusive education, namely from the components of the teacher, students, the learning process, school management, curriculum, infrastructure, and collaboration. The main problem is related to the lack of competency of teachers in dealing with ABK students, the lack of teachers' ability in the learning process, the unavailability of source space for providing special services for ABK, the absence of a plus curriculum, and various types of crews who have diverse characteristics. Other problems are related to the lack of awareness of parents to ABK and the  lack of cooperation of various parties such as professional government and soceity.Keywords: Problems, Inclution Education, Children With Special Needs
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR PENYELENGGARA PENDIDIKAN INKLUSI Agustin, Ina; Wiratama, Novialita Angga
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/else.v5i2.8927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gerakan literasi sekolah bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, kendala yang dialami serta upaya dalam mengatasi kendala tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru dan satu orang siswa tunarungu kelas VI di SDN Dawung 2 Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Implementasi gerakan literasi sekolah dilakukan dengan mengutamakan lingkungan sosial yang afektif dan menciptakan kondisi lingkungan fisik yang nyaman dan ramah literasi. Implementasi diawali dengan tahap persiapan kemudian tahap pengembangan dan diakhiri dengan tahap pembelajaran. Kendala dalam implementasi kegiatan literasi sekolah berkaitan dengan terbatasnya jumlah buku non pembelajaran, kurangnya pengetahuan guru tentang gerakan literasi, sarana pojok baca yang masih kurang nyaman dan rendahnya motivasi siswa tunarungu dalam kegiatan literasi. Kendala tersebut diselesaikan dengan pengadaan buku bacaan tambahan, mengikutsertakan guru dalam pelatihan dan workshop tentang literasi sekolah, menghias pojok baca supaya lebih menarik dan nyaman serta bekerjasama dengan pihak orang tua untuk memotivasi dan membiasakan melakukan literasi baik di sekolah maupun di rumah
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK BERBASIS INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR (Studi pada Siswa Kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban) Agustin, Ina
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.924 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is (1) Produce teaching material thematically based guided inquiry (guided Inquiry) for the fourth grade students of elementary school, (2) Determine the level of validity, keterterapan, and the effectiveness of teaching materials thematically based guided inquiry (guided Inquiry) for graders IV Elementary School. The development model used in this study is a model developed by Borg & Gall. The thematic material in this reseach is able to solve the problems of the material used by the teacher of the class IV SDN Sokosari 1 Tuban, as the material relevant to students' characteristics, and in accordance with the living conditions of class IV SDN Sokosari 1 Tuban. Product material thematic form module thematic developed in compliance component as the material is good, so that the material this thematic can fill the availability and increasing the diversity of learning resources, particularly in the fourth grade SDN Sokosari 1 Tuban for use in the process of learning by teachers and students independent. Key words: thematic material, guided inquiry, elementary school Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Menghasilkan bahan ajar tematik berbasis inkuiri terbimbing (guided Inquiry) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar, (2) Mengetahui tingkat kevalidan, keterterapan, dan efektifitas bahan ajar tematik berbasis inkuiri terbimbing (guided Inquiry) untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Bahan ajar tematik mampu memecahkan permasalahan bahan ajar yang digunakan oleh guru kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban, sebagai bahan ajar yang relevan dengan karakteristik siswa, dan sesuai dengan kondisi tempat tinggal siswa kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban. Produk bahan ajar tematik yang berupa modul tematik yang dikembangkan telah memenuhi komponen sebagai bahan ajar yang baik, sehingga bahan ajar tematik ini dapat mengisi ketersediaan dan menambah keragaman sumber belajar khususnya di kelas IV SDN Sokosari 1 Tuban untuk digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru dan siswa secara mandiri. Kata kunci: bahan ajar tematik, inkuiri terbimbing, sekolah dasar
ANALYSIS WRITING SKILLS OF STUDENTS WITH HEARING DISABILITIES AT INCLUSIVE ELEMENTARY SCHOOL Pujiastuti, Arik Umi; Agustin, Ina; Mizan, Saeful
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.567 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v4i1.12198

Abstract

Kenyataan yang ada, terdapat manusia yang memiliki kekurangan sehingga tidak bisa menguasai empat keterampilan atau kemampuan bahasa (menulis, membaca, berbicara, dan menyimak). Salah satunya adalah anak tunarungu. Kekurangan tersebut, berdampak pada kemampuan bahasa lainnya khususnya kemampuan berbicara dan menulis. Pada dasarnya kemampuan bahasa tulis adalah kemampuan bahasa yang bisa dilakukan anak tunarungu untuk menggantikan kemampuan bahasa lisannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan menulis pada siswa tunarungu di SDN Inklusi se Kabupaten Tuban. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat diketahui dari data wawancara, pada indikator 1) tujuh siswa yang dapat menulis dengan persentase 100%, indikator 2) empat siswa yang dapat menunjukkan kemampuan tersebut dan tiga siswa tidak dapat menunjukkan kemampuan tersebut, persentase sebesar 57,1% siswa yang dapat dan 42,9% siswa yang tidak dapat. Pada indikator 3) tiga siswa yang dapat dan empat siswa yang tidak dapat, persentase sebesar, 42,9% untuk siswa yang dapat dan 57,1% siswa yang tidak dapat. Indikator 4) satu siswa yang dapat dan enam siswa yang tidak dapat, persentase sebesar 14,2% siswa yang dapat menunjukkan kemampuan dan 85,8% siswa yang tidak dapat menunjukkan kemampuan tersebut. Indikator 5) tiga yang dapat menunjukkan kemampuan sesuai indikator dan empat yang tidak dapat menunjukkan, dengan persentase 42,9% siswa yang dapat dan 57,1% siswa yang tidak dapat. Data hasil tes menggunakan indikator 2 sampai 5. Indikator 2) empat siswa dapat menunjukkan kemampuan dan tiga siswa tidak dapat, persentase sebesar 57,1% siswa yang dapat menunjukkan kemampuan 42,9% siswa yang tidak dapat. Indikator 3) lima siswa dapat dua siswa tidak dapat, persentase sebesar 71,4% siswa yang dapat dan 28,6%bagi siswa yang tidak dapat menunjukkan kemampuan. Indikator 4) satu siswa dapat menunjukkan kemampuan dan enam siswa tidak dapat menunjukkkan kemampuan, persentase sebesar 14,2% siswa yang dapat dan 85,8% siswa yang tidak dapat menunjukkan kemampuan. Indikator 5) enam siswa dapat menunjukkan kemampuan dan satu siswa tidak dapat menunjukkan kemampuan, persentase sebesar, 85,8% siswa yang dapat dan 14,2% siswa yang tidak dapat. Simpulan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa kemampuan menulis siswa kelas IV tunarungu di SDN Inklusi se Kabupaten tuban rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya kemampuan bahasa lisan yang dimiliki akibat tidak berfugsinya indera pendengaran yang dimiliki.
Pengembangan Modul Pembelajaran Tema Sistem Tata Surya Pada Siswa Kelas IV SDN Gedongombo 6 Kabupaten Tuban Agustin, Agustin; Wiratama, Novialita Angga; Agustin, Ina
Efektor Vol 8 No 1 (2021): Efektor Vol.8 No.1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v8i1.15882

Abstract

The curriculum is always changing according to developments in science and technology. Curriculum design in education needs to be done to answer the needs of society and the challenges of changing times. The curriculum is a guide in achieving the objectives of implementing the teaching process. The SD learning process in implementing the 2013 curriculum is carried out in an integrated manner with the theme of linking between subjects so that it is expected to provide meaningful learning experiences for students. Teachers determine student success in learning so that superior human resources are created through the educational process. The module is a printed teaching material that teachers can use to present learning material. This study developed a module with the theme of the solar system, sub-theme Change in the Appearance of Celestial Objects in SDN Gedongombo 6, Semanding District, Tuban Regency in fourth grade students. The research used is the development of the learning module. The research procedure uses the Four-D model according to Thiagarajan. The data collection instrument for this module development research consists of an assessment instrument for the subject matter expert learning module, an assessment instrument for the linguist learning module, an assessment instrument for the learning module for media experts, student questionnaires, and a teacher questionnaire. From the results of module development that have been validated by experts, it is obtained data that the module still needs reforms. Learning data and information results in the effectiveness of learning. Evidence of the final test data using the module shows the achievement of KKM 75 by 21 students out of 25 students.