Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 19 Bengkulu Selatan Nengsi, Veta Eva; Ansyah, Edi; Astuti, Dina Putri Juni
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1565

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini pertama bagaimana implementasi gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 19 Bengkulu Selatan. Kedua, apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 19 Bengkulu Selatan. Penelitian menggunakan jenis penelitian studi lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pertama implementasi program literasi sekolah di SMP Negeri 19 Bengkulu Selatan sudah berjalan sesuai dengan pedoman gerakan literasi sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mencakup 3 tahap yaitu pembiasaan membaca setiap hari selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, pengembangan melalui pembiasaan membaca buku yang diikuti dengan kegiatan tindak lanjut berupa jurnal literasi yang diisi setiap hari sebagai agenda kegiatan literasi dan pembelajaran yaitu peserta didik membaca buku tentang pengetahuan umum, kegemaran, minat khusus, dan dapat juga dikaitkan dengan mata pelajaran tertentu. Kedua, faktor pendukung dalam implementasi program literasi sekolah di SMP Negeri 19 Bengkulu Selatan diantaranya yaitu komitmen kepala sekolah yang tinggi, tenaga pendidik yang terlatih, keberadaan fasilitas yang memadai, program yang sudah terencana dan terstruktur dengan baik, dukungan orang tua dan Kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan literasi. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang literasi, keterbatasan waktu, kurangnya fasilitas dan akses ke sumber literasi dan keterbatasan anggaran.
Struktur Dan Fungsi Sosial Ungkapan Larangan Pada Masyarakat Suku Serawai Di Desa Air Umban Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan Azizmi Putra, Ego; Andra, Vebbi; Astuti, Dina Putri Juni
JPI : Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v1i2.772

Abstract

Ungkapan larangan merupakan sebuah ungkapan yang mengandung perintah melarang suatu perbuatan manusia, ungkapan larangan ini diungkapkan dengan berbagai bentuk misalnya bentuk imperatif jangan atau frasa ingkat tidak di benarkan. Ungkapan larangan ini memiliki struktur dan fungsi sosial di dalamnya berupa ungkapan larangan berstruktur dua bagian yakni sebab dan akibat dan ungkapan larangan yang berstruktur tiga bagian yakni tanda, perubahan dan hasil serta fungsi sosial sebagai penebal emosi keyakinan atau keagamaan, imajinasi atau khayalan, alat untuk mendidik, melarang, dan menyuruh atau mengingatkan. Oleh karena itu peneliti mengembangkan hasil temuan dengan lebih akurat dan lebih efisien. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan teknik mengumpulkan data dengan 3 langah yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di desa Air Umban Kecamatan Pino Kabupaten Bengkulu Selatan serta menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa ungkapan larangan ini sudah mulai hilang kerena sudah bergantikan dengan bahasa-bahasa anak gaul zaman sekarang serta tidak banyak anak-anak atau orang dewasa mengetahui tentang ungkapan larangan ini hanya sebagai dari mereka
Evaluasi Program Tahfidz Dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Siswa Di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu Astuti, Dina Putri Juni; Nurdiana, Aida; Rafflesia, Angelina Ayu; Pornomo, Luky; Taqiyah, Siti Barotut
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v5i4.1196

Abstract

Program Tahfidz Al-Qur’an memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan menghafal siswa di sekolah berbasis Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program Tahfidz di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Tahfidz memberikan dampak positif terhadap peningkatan hafalan siswa, baik dari aspek kualitas hafalan maupun motivasi belajar. Namun, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya waktu latihan yang memadai dan perbedaan kemampuan menghafal di antara siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program Tahfidz di MTs Nur Rahma efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan siswa dengan beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk hasil yang lebih optimal.
Kesalahan Ejaan Bahasa Indonesia Pada Karya Tulis Teks Dongeng Fantasi Siswa Kelas VII SMP Nurul Huda Kota Bengkulu Zinora, Indi; Astuti, Dina Putri Juni; Suradi, Ahmad
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i1.1261

Abstract

Kesalahan-kesalahan pada ejaan bahasa Indonesia dalam menuliskan teks dongeng fantasi pada pelajaran bahasa Indonesia banyak ditemui di SMP Nurul Huda Kota Bengkulu dalam bidang Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Dilihat dari masalah di atas, penulis akan mengkaji lebih dalam kesalahan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) pada teks dongeng fantasi. Penelitian ini bertujuan : mendeskripsikan bentuk kesalahan ejaan dalam teks dongeng fantasi siswa kelas VII SMP Nurul Huda Kota Bengkulu, dan mendeskripsikan faktor penyebab kesalahan ejaan dalam teks dongeng fantasi siswa kelas VII SMP Nurul Huda Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII SMP Nurul Huda Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi metode. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldan a yang terdiri dari tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini meliputi:N Bentuk kesalahan ejaan bahasa Indonesia pada teks dongeng siswa antara lain : penggunaan huruf kapital, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca; Faktor penyebab kesalahan ejaan antara lain kurangnya motivasi belajar, kurangnya pemahaman materi, sarana dan prasarana tidak memadai, metode pemelajaran yang tidak sesuai, dan media pembelajaran yang kurang memadai
Semiotika Pantun Minang pada Masyarakat Minangkabau Kota Bengkulu Astuti, Dina Putri Juni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i1.3122

Abstract

Semiotika sebagai salah satu metode analisis penelitian mengkaji tentang tanda, sangat menarik untuk di analisis pada sastra lisan berupa pantun. Penggunaan metode ini bertujuan untuk mendeskripsikananalisis teks semiotika pantun Minang pada masyarakat Minnagkabau Kota bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotik. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat Minang yang menggunakan pantun Minang dengan data penelitian adalah teks pantun Minang berjumlah 32 Pantun yang diperoleh dari kegiatan formal dan nonformal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Tanda Ikon lebih sering digunakan pada diksi kata benda dengan penempatannya berada di baris pertama dan kedua pantun Minang. Sedangkan tanda indeks ditandai dengan semua aktifitas kehidupan yang mana pada pantun Minang seringkali muncul di baris kedua atau ketiga pantun Minang. Serta tanda simbol memiliki makna tersurat dan tersirat di dalam pantun yang letaknya sering kali berada di isi pantun, atau pada baris ketiga dan keempat pantun Minang. Dengan demikian, semiotika pada pantun Minang terdapat disetiap unsur permainan kata pada diksi pantun Minang Masyarakat Minangkabau Kota Bengkulu.
Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Sandi, Andre Taulani; Siregar, Nelda Sari; Seles, Susi; Astuti, Dina Putri Juni
Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan memetakan wujud kesantunan berbahasa yang digunakan oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (TBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu selama proses pembelajaran. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan pendekatan pragmatik, berfokus pada analisis Maksim Kesantunan Leech pada tuturan verbal dan nonverbal. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Ditemukan total 444 tuturan kesantunan, terdiri dari 321 tuturan interaksi horizontal (mahasiswa-mahasiswa) dan 123 tuturan interaksi vertikal (mahasiswa-dosen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa didominasi oleh penerapan Maksim Kebijaksanaan dan Maksim Kerendahan Hati. Dominasi ini mengindikasikan adanya penggunaan strategi kesantunan negatif (menjaga jarak hormat) dalam interaksi vertikal, serta internalisasi nilai tawadhu (kerendahan hati) sebagai manifestasi etika keilmuan Islam. Inovasi yang ditemukan adalah bahwa Maksim Kebijaksanaan menjadi ciri khas yang menonjol dan signifikan dalam konteks institusi keagamaan, menunjukkan bahwa Maksim Kesantunan dimodifikasi oleh faktor sosio-religius.
Pengaruh Media Pembelajaran Kartu Bercerita Terhadap Kemampuan Menulis Fabel Siswa Kelas VII SMP 15 Kabupaten Bengkulu Utara, Fakultas Tarbiyah Dan Tadris, UINFAS Bengkulu. Novriyani, Neni; Satria, Irwan; Astuti, Dina Putri Juni
GHAITSA : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Yayasan Darusssalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/ghaitsa.v4i2.930

Abstract

Tujuannya penelitian ini adalah, Terhadap mendeskripsikan Pengaruh media pembelajaran kartu bercerita Terhadap kemampuan menulis fabel siswa kelas VII SMP 15 Kabupaten Bengkulu Utara. Jenis penelitian ini Kuantitatif quasi eksperimen bentuk nonequivalent pretest posttest design. Penelitian quasi eksperimen bertujuan Terhadap mencari tau antar variabel yang melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A dan VII B. Penelitian ini menggunakan 36 subjek yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dimana proses pengambilan sampel Terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi eksperimen. Penelitian ini mengunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact group) Terhadap diberikan perlakuan (treatmeant), bukan menggunakan subjek yang diambil secara acak. Teknik tes berupa tes tertulis menulis fabel, sedangkan teknik non tes meliputi lembar observasi dan dokumentasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument tes dan nontes. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 1) terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel pretes ke postes kelas eksperimen penerapan media pembelajaran kartu bercerita Terhadap meningkatkan kemampuan menulis fabel siswa kelas VII SMP 15 Kabupaten Bengkulu Utara dan 2) hasil Dua Sampel yang Tidak Saling Berpasangan Pengaruh Media Pembelajaran Kartu Bercerita Terhadap Meningkatkan Kemampuan Menulis Fabel Siswa Kelas VII SMP 15 Kabupaten Bengkulu Utara terdapat konstribusi media pembelajaran kartu bercerita Terhadap meningkatkan kemampuan menulis fabel siswa kelas VII.
ANALISIS PSIKOLOGI SASTRA TERHADAP ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH PADA NOVEL 7 SAYAP PENDOSA KARYA JIENARA Damayanti, Elsyie; Zasrianita, Fera; Astuti, Dina Putri Juni
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5530

Abstract

Abstract: This study is motivated by the importance of novels as a medium for characters to convey messages through writing. Novels are not only a medium for reading but also contain moral messages that authors wish to convey to readers. The main issue in this study is how authors describe psychological aspects of literature as reflected in the development of characters' personalities and what psychological factors influence changes in characters' personalities in Jienara's novel 7 Sayap Pendosa (Seven Wings of Sin). This novel presents the characters' complex inner conflicts due to life experiences, trauma, and social pressure. The approach used in this study is literary psychology with a qualitative descriptive method. The research data consists of narrative quotations and character dialogues in the novel that show aspects of the characters' personalities. Data collection techniques were carried out through reading and note-taking. The results of the study show that the characters' personalities are reflected through psychological aspects such as emotions, motivations, inner conflicts, and defense mechanisms. Factors that influence the characters' personalities include Id, Ego, Superego. The novel 7 Sayap Pendosa not only presents a fictional story, but also the psychology of characters that are realistic and relevant to social life. Keyword: Literary psychology, aspects of character personality, character personality factors, the novel "7 Wings of Sinners." Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya karya sastra novel sebagai media tokoh menyampaikan pesan melalui tulisan. Novel bukan hanya sebagai perantara bacaan tetapi mengandung pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penulis mendeskripsikan aspek psikologi sastra tercermin dalam perkembangan kepribadian tokoh dan faktor-faktor psikologi apa yang memengaruhi perubahan kepribadian tokoh didalam novel 7 sayap pendosa karya Jienara. Novel ini menyajikan konflik batin tokoh yang kompleks akibat pengalaman hidup, trauma, dan tekanan lingkungan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data peneltian berupa kutipan-kutipan naratif dan dialog tokoh dalam novel yang menunjukan aspek kepribadian tokoh. Tehnik penumpulan data dilakukan melalui studi tehnik baca-catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepribadian tokoh tercermin melalui aspek psikologi seperti emosi, motivasi, konflik batin dan mekanisme pertahanan diri. Faktor yang memengaruhi kepribadian tokoh meliputi faktor Id, Ego, dan Superego. Novel 7 sayap pendosa tidak hanya menghadirkan cerita fiksi, tetapi juga kejiwaan tokoh yang realitas dan relevan dengan kehidupan sosial. Kata kunci: Psikologi Sastra, Aspek Kepribadian Tokoh, Novel 7 Sayap Pendosa
Phonetic Reality of Plosive Consonants and Fricative Minangkabau Language in Bengkulu City Astuti, Dina Putri Juni; Seles, Susi; Siregar, Nelda Sari; Taulani, Andre
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2026): Maret 2026 in progress
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i2.1290

Abstract

The Minangkabau language is unique, having 19 consonant phonemes in the vocabulary used in daily communication. The existence of phonemes indirectly affects the meaning and shift of the original sound. This is due to the reduction of consonant phonemes when young Minangkabau speakers tend to absorb the consonant system of Indonesian or their local environmental language, rather than Minangkabau. Thus, this study aims to: 1) describe the phonetic reality of Minangkabau plosive consonants in Bengkulu City and 2) describe the phonetic reality of Minangkabau fricative consonants in Bengkulu City. The research method used is qualitative descriptive. The research data was in the form of native Minang speech in Bengkulu City with 50 samples based on 4 criteria: age > 60 years, 50-60 years, 25-50 years and < 24 years. Data collection techniques are in the form of interviews and recordings as well as documentation. The results of this study were obtained 6 plosive consonant phonemes, namely: p/, /b/, /t/, /d/, /k/, and /g/ and 3 fricative consonant phonemes, namely: phonemes /s/, /h/ and /f/ in the daily speech of the Minangkabau people which have similarities with the structure of the Malay language. The conclusion of this study is that the plosive consonants and fricative consonants of the Minangkabau language have been proven to appear productively in various word positions, with the phonological structure of Minangkabau still functioning consistently in daily speech practice. Illustrating that the Minangkabau community in Bengkulu City still maintains its strong phonological identity and pronunciation system with a relative, stable, conservative and consistent sound system.