Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Model Intervensi Stunting (Misting) pada Balita dengan Kejadian Stunting Berbasis Transkultural Nursing Sri Astutik Andayani; Lestari, Yusri Dwi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1561

Abstract

Praktik pola makan dalam keluarga erat kaitannya dengan nilai-nilai budaya dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor demografi, sosial budaya dan praktik pemberian gizi terhadap stunting berbasis transkultural nursing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dengan jumlah sampel 155 yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis dengan confirmatory factor analysis menggunakan structural equation modeling (SEM) PLS. Hasil Menunjukkan ada pengaruh faktor demografi, sosial budaya dan praktik pemberian gizi terhadap stunting (T>1.96; R Square total bernilai 0,335 atau 33,5%. Hal ini dapat menunjukkan bahwa keragaman variabel stunting (Y2) mampu dijelaskan secara keseluruhan oleh Faktor demografi (X1), Faktor sosial budaya (X2), secara langsung maupun tidak langsung melalui , praktik pemberian gizi (Y1) sebesar 33,5%. Tidak ada hubungan secara langsung faktor demografi dengan kejadian stunting, namun secara tidak langsung mempunyai hubungan dengan praktik pemberian gizi. Ada hubungan sosial budaya dengan kejadian stunting baik secara langsung maupun tidak langsung melalui praktik pemberian gizi.  Petugas kesehatan dan tokoh masyarakat direkomendasikan untuk meningkatkan pendidikan kesehatan  kepada keluarga (orang tua) mengenai pemberian intervensi gizi dalam pencegahan stunting.
Kelas Ibu Hamil terhadap Kemampuan Self Control dan Self Efficacy Ibu primigravida pada Persalinan Kala 1 di Puskesmas Paiton Lestari, Yusri Dwi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v16i1.1925

Abstract

Self Control dan Self Efficacy pada ibu bersalin memiliki peranan penting dalam proses persalinan. Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya untuk menambah pengetahuan dan kesiapan ibu menghadapi persalinan, nifas dan perawatan bayi. Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelas ibu hamil terhadap self control dan self efficacy ibu primigravida pada persalinan kala 1. Dalam penelitian ini menerapkan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini ibu hamil sebanyak 30 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah General Self Efficacy Scale (GSES) dan Alat ukur Self-Control menggunakan Tangney Self-Control Scale (SCS). Analisis data menggunakan U Mann-Whitney. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang mengikuti kelas ibu hamil memiliki self control yang baik yaitu sebesar 80% dibandingkan ibu yang tidak mengikuti kelas ibu hamil yaitu 13,33%. Sebagian besar ibu bersalin yang mengikuti kelas ibu hamil memiliki self efficacy yang baik yaitu sebesar 93,33% dibandingkan ibu yang tidak mengikuti kelas ibu hamil yaitu 33,33%. Uji statistik Mann Whitney pada self control didapatkan p value (0.001) < (0.05) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kelas ibu hamil terhadap self control ibu primigravida pada persalinan kala 1, dan Uji statistik Mann Whitney pada self efficacy didapatkan p value (0.000) < (0.05) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kelas ibu primigravida pada persalinan kala 1.
SELF HYPNOSIS TERHADAP KECEMASAN IBU BERSALIN, LAMA PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DAN APGAR SKOR PADA BAYI BARU LAHIR Lestari, Yusri Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19731

Abstract

Komplikasi dalam persalinan merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB). Banyak faktor yang mempengaruhi kelancaran persalinan, diantaranya adalah factor psikologis yang dapat menyebabkan terganggunya fisiologis tubuh selama persalinan. Komplikasi persalinan yang sering terjadi adalah persalinan lama dan asfiksia pada bayi baru lahir. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah psikologi dalam persalinan adalah dengan metode self hypnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self hypnosis terhadap kecemasan ibu bersalin, lama persalinan kala 1 fase aktif dan apgar skor pada bayi baru lahir.  Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan posttest only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin primigravida di Polindes Karanganyar pada bulan Januari sampai Juli 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin primigravida sebanyak 26 pasien. Sampling menggunakan purposive sampling. Data yang digunakan berupa data primer. Instrument yang digunakan yaitu Hamilton anxiety Rating Scale (HARS), partograph, dan penilaian skor APGAR. Analisa data menggunakan uji U Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh self hypnosis terhadap kecemasan ibu bersalin dengan nilai 0,07< ? (0,05), terdapat pengaruh self hypnosis terhadap lama kala 1 persalinan dengan nilai 0,11< ? (0,05), dan terdapat pengaruh self hypnosis terhadap APGAR skor bayi baru lahir dengan nilai 0,09< ? (0,05). Self hypnosis memberikan pengaruh positif terhadap kecemasan yang dirasakan ibu bersalin, mencegah persalinan lama dan mengurangi resiko bayi lahir dengan skor APGAR yang rendah.
ANALISIS FAKTOR KECEMASAN PADA IBU BERSALIN KALA 1 DI RUANG BERSALIN PUSKESMAS PAITON Lestari, Yusri DwI; Kamila, Cholilatul; Hasanah, Rizky Maulidatul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20891

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi persalinan. Kecemasan berat yang tidak tertangani dengan baik dapat berakibat negatif pada persalinan diantaranya menyebabkan kontraksi lemah, dan persalinan lama yang menjadi penyumbang tingginya angka kematian ibu dan bayi. Banyak faktor yang menyebabkan kecemasan yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengatasi kecemasan pada ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu bersalin diantaranya usia ibu, paritas, pendidikan, pekerjaan, pendampingan suami, dan kepatuhan antenatal care. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala 1 di Puskesmas Paiton pada bulan September-Oktober 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin kala 1 di ruang bersalin Puskesmas Paiton sebanyak 28 pasien. Sampling menggunakan total sampling. Data yang digunakan berupa data primer. Instrument yang digunakan yaitu Pregnancy Related Anxiety Questionnaire-Revised2(PRAQ-R2). Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan usia dengan  kecemasan ibu bersalin dengan nilai 0,0274< ? (0,05), ada hubungan paritas dengan  kecemasan ibu bersalin kala 1 dengan nilai 0,008< ? (0,05), ada hubungan pendidikan dengan  kecemasan ibu bersalin kala 1 dengan nilai 0,0091< ? (0,05), ada hubungan pekerjaan dengan  kecemasan ibu bersalin kala 1 dengan nilai 0,011< ? (0,05), ada hubungan Pendampingan suami dengan  kecemasan ibu bersalin kala 1 dengan nilai 0,021< ? (0,05), ada hubungan Kepatuhan antenatal care dengan  kecemasan ibu bersalin kala 1 dengan nilai 0,018< ? (0,05). Penanganan yang sesuai dapat diberikan dengan mengenali faktor penyebab kecemasan pada ibu bersalin kala 1.
INDEKS MASSA TUBUH PRA HAMIL, PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DAN KADAR GULA DARAH IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR Lestari, Yusri Dwi; Maulidia, Nasinatul; Firdaus, Izzatil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35963

Abstract

Berat bayi baru lahir adalah indikator yang penting dan reliabel bagi kelangsungan hidup neonatus dan bayi, baik ditinjau dari segi pertumbuhan fisik dan perkembangan status mentalnya. Dalam hal ini, berat lahir yang tidak seimbang, baik kurang atau berlebih, dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayinya. Selain gangguan pertumbuhan dan nutrisi selama kehamilan, diabetes gestasional merupakan salah satu faktor menyebabkan bayi makrosomia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kohort retrospektif. Data diambil dari data sekunder rekam medis ibu yang melahirkan bayi hidup dengan usia kehamilan aterm (37 -42 minggu) pada tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Paiton pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin dan bayi baru lahir selama tahun 2023 diwilayah kerja puskesmas Paiton sebanyak 784 orang. Sampling menggunakan total sampling. Data yang digunakan berupa data sekunder dari data PWS KIA, kohort ibu, kohort bayi dan rekam medis ibu. Analisa data menggunakan koefisian korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Prahamil dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai 0,029< ? (0,05), ada hubungan Peningkatan dengan berat badan selama kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai 0,001< ? (0,05), ada hubungan Kadar gula darah ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai 0,013< ? (0,05). Deteksi dini dan kepatuhan melakukan antenatal. Berat badan bayi baru lahir dapat dipengaruhi oleh indeks massa tubuh ibu sebelum hamil, peningkatan berata badab selama hamil, dan kadar gula bdarah ibu.
PKM Edukasi dan Pendampingan Ibu Hamil untuk Meningkatkan Kepatuhan Konsumsi tablet Fe sebagai Upaya Pencegahan Anemia dalam Kehamilan Yusri Dwi Lestari; Khusnul Khotimah; Nurul Siti Aisyah
Health Care : Journal of Community Service Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/ty7ht274

Abstract

Kehamilan merupakan bagian dari siklus reproduksi Wanita yang dimulai sejak fertisisasi sampai sebelum dimulainya persalinan. Kehamilan merupakan fase yang dinantikan oleh pasangan calon orangtua yang menantikan buah hati mereka. Dalam prosesnya, berbagai faktor dapat mempengaruhi kehamilan dan tumbuh kembang janin yang juga berefek lanjutan pada persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu kondisi yang harus diwaspadai oleh ibu hamil adalah anemia. Anemia adalah suatu kondisi tubuh dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari standar yang seharusnya. Ibu hamil dikatakan anemia apabila kandungan Hb < 11 gr/dl.Anemia merupakan salah satu sebab kematian terjadinya abortus, gangguan pertumbuhan janin, dan perdarahan pada ibu yang dapat menyumbang angka kematian ibu dan bayi. Anemia pada ibu hamil disebabkan karena masih kurang dan rendahnya asupan gizi, dan ketidakpatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Zat besi (Fe) sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi diawal kelahirannya. Pada kenyataannya masih banyak ibu hamil yang tidak tahu pentingnya konsumsi tablet Fe selama kehamilan, masih banyak ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet Fe secara rutin dengan alasan lupa dan merasa kondisinya baik-baik saja sehingga tidak perlu minum tablet Fe. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe untuk mencegah terjadinya anemia dalam kehamilan. Dengan pendampingan dan edukasi yang dilakukan diharapkan pengetahuan ibu tentang pentingnya tablet Fe, meningkatkan kepatuhan ibu mengkonsi tablet Fe dan mencegah anemia serta komplikasi kehamilan dan persalinan yang diakibatkan oleh anemia pada ibu hamil
Peran Genetik dan Lingkungan dalam Diabetes Gestasional: Systematic Review Dwi Lestari, Yusri; Ayu Wulandari, Putri
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestational diabetes mellitus (GDM) is a condition that arises during pregnancy due to impaired glucose metabolism. Its development is influenced by a complex interaction between genetic and environmental factors. Genetic factors, such as insulin resistance and glucose metabolism, alongside environmental influences including diet, physical activity, air pollution, and stress, play significant roles in increasing GDM risk. This analysis is based on a literature review examining the relationship between genetic factors, environmental factors, and their interaction in GDM risk. The review includes data from studies on lifestyle, environmental exposures, and underlying genetic mechanisms contributing to GDM development. Research indicates that unhealthy lifestyles, such as high-fat diets and physical inactivity, significantly exacerbate GDM risk in individuals with a genetic predisposition. Environmental exposures, such as air pollution and stress, further deteriorate glucose metabolism through epigenetic changes. These interactions demonstrate that both genetic and environmental factors simultaneously contribute to the elevated risk of GDM. A deeper understanding of the interplay between genetic and environmental factors offers valuable insights for the prevention and management of GDM. Personalized strategies emphasizing healthy lifestyles and mitigating environmental exposures could be effective approaches, particularly for individuals with high genetic risk.
Pengaruh diabetes gestasional terhadap perkembangan otak janin: systematic review Dwi Lestari, Yusri; Zerlina Elysia, Naflah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gestational diabetes mellitus (GDM) has been identified as having a significant impact on fetal brain development. The underlying mechanisms involve a combination of biological, environmental, and lifestyle factors. This study aims to evaluate findings from ten journal articles related to GDM and its influence on fetal brain development. A systematic review was conducted on ten selected journal articles, focusing on the effects of GDM on cognitive and motor development, structural brain changes, and risk factors exacerbating the condition. The review revealed that GDM can lead to delays in cognitive and motor development in children and structural changes in fetal brain regions associated with executive and motor functions. Factors such as oxidative stress, inflammation, maternal obesity, and high-calorie diets were found to worsen the effects of GDM through insulin resistance and disrupted neurogenesis. Additionally, poor maternal sleep quality, psychological stress, and lack of social support were shown to increase the risk of fetal developmental disorders. Intervention studies highlighted the potential to mitigate these risks through balanced diets and effective glucose management. These findings underscore the importance of a holistic approach to mitigating the adverse effects of GDM on fetal brain development. This approach includes metabolic control, healthy lifestyles, stress management, and early interventions. Further research is necessary to explore preconception prevention strategies, long-term interventions, and multifactorial influences on fetal development risks.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN POSISI MIRING KIRI DAN SETENGAH DUDUK TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN KALA SATU FASE AKTIF DILATASI MAKSIMAL PADA PRIMIGRAVIDA Lestari, Yusri Dwi; Hasanah, Suhul
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 7, No 1 (2019): Pediatric Nursing
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v7i1.504

Abstract

Care for the mother dear has a strategic role to reduce stress and anxiety during labor. One of the implementations of the maternal love program is to recommend several positions during labor and delivery of the baby. This study was intended to determine the relationship between giving a sitting and half-sitting position to the progress of labor when the active phase is maximal dilated. The purpose of this study was to find out the effectiveness of giving a left and half sitting oblique position. The type of research used is correlational analytic research. Statistical analysis using Mann Withney. The results showed that the effectiveness of the left oblique position was more than 2 hours 1 respondent or 25%, while the progress of labor for 2 hours 3 respondents or 75%, while being positioned half sitting, getting progress of labor more than 2 hours 25%, while progress delivery for 2 hours is 75%. From the results of the study it was found that there was no difference between giving the left and half sitting oblique position. So that these two positions can be used to accelerate the progress of labor.Keywords: position, progress of labor
Frekuensi Hubungan Seksual dan KB Pil Kombinasi terhadap Terjadinya Erosi Portio pada Wanita Pasangan Usia Subur Yusri Dwi Lestari; Siti Nur Farida
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 7 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v7i2.290

Abstract

Portio erosion is a wound or inflammation of the cervix (portio). Inflammation can be caused by hormonal changes, during pregnancy, contraceptive pill use, installation and removal of IUDs, and lack of personal hygien. This erosion can bleed easily and cause bleeding or metrorrhagia. This study aims to determine the relationship between the frequency of sexual relations and the use of the combined oral contraceptive pill to erosion of portion in reproductive women. This research is an analytic study with a cross sectional design with accidental sampling. Data collection was carried out using interviews and direct observation. Data analysis by a cross tabulation with Spearman Rank test through SPSS software. The results obtained are severe portio erosion covering more than 2/3 of the total cervical area of ​​8 women (53%) based on the frequency of sexual intercourse, and mild portio erosion covers less than 1/3 of the total cervical area of ​​10 women (67%) based on the combined oral contraceptive pill. The study concludes that the frequency of sexual intercourse affected the incidence of portio erosion. The use of the combined oral contraceptive pill has affected the incidence of portio erosion in the POSKESDES Binor Paiton Probolinggo. The results of this study are input for women of childbearing age who are sexually active and use combined pill contraceptives to be more aware of the health of their reproductive organs by routinely performing an IVA or Pap smear at least once a year.