Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Gambaran Hasil Pemeriksaan Sedimen Urine pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Harapan Baru Syahraeni, Aliya; Irwadi, Didi; Anggrieni, Nurul
Borneo Journal of Science and Mathematics Education Vol 4 No 3 (2024): Vol 4 No 3 (2024): Borneo Journal of Science and Mathematics Education, October 2
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bjsme.v4i2.8988

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Pada tahun 2019, International Diabetes Federation memperkirakan ada 463 juta orang berusia 20-79 tahun di seluruh dunia menderita DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien DM di Puskesmas Harapan Baru dan melihat profil sedimen urine leukosit, eritrosit, bakteri, sel epitel dan silinder pada pasien DM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Melibatkan 30 sampel pasien DM yang dipilih secara accidental sampling. Analisis dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukan persentase karakteristik terbanyak pada pasien DM berdasarkan jenis kelamin Perempuan 20 orang (66,7%), lama menderita durasi 1-5 tahun 14 orang (46,7%), dan memiliki riwayat keluarga dengan DM sebanyak 19 orang (63,3%), Hasil sedimen eritrosit dalam jumlah normal 26 orang (86,7%), leukosit dalam jumlah normal 18 orang (60%), bakteri dalam jumlah normal 25 orang (83,3%) dan silinder dalam jumlah normal 29 orang (96,7%) dan sel epitel diatas jumlah normal 17 orang (56,7%). Kesimpulan dalam penelitian ini sebagian besar sedimen urine responden berada dalam jumlah normal, dan tidak ditemukan permasalahan-permasalahan yang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal dan saluran kemih.
Pemeriksaan Anti-HIV Menggunakan Metode Imunokromatografi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Susanto, Zaenal Adi; Marsudi, La Ode; Harianja, Edison; Irwadi, Didi; Maulida, Nur
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i1.1870

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus RNA yang menyerang sistem imun melalui replikasi di limfosit CD4, menyebabkan AIDS. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, sehingga deteksi laboratorium yang akurat sangat penting untuk diagnosis, terapi, dan pengendalian infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pemeriksaan Anti-HIV menggunakan metode Imunokromatografi di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, mengetahui penerapan pemantapan mutu internal pada pemeriksaan Anti-HIV, mengetahui penerapan Good Laboratory Practice (GLP), dan mengetahui penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) laboratorium. Pelaksanaan penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada tanggal 3 Januari sampai dengan 10 Febuari 2023. Hasil penelitian dari 50 sampel yang dilakukan pemeriksaan Anti-HIV, didapatkan 10 sampel (20%) reaktif yang terdiri dari 4 responden laki laki dan 6 responden perempuan, berada direntang umur 20-40 tahun. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pemantapan mutu internal pemeriksaan Anti-HIV, Good Laboratory Prictice (GLP) terdiri dari Sumber Daya Manusia, Ruangan, Peralatan, Reagen, Spesimen dan Metode, dan K3 terdiri dari APD, Pengolahan Limbah, APAR dan Spill Kit telah diselenggarakan secara baik sesuai SOP. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat 20% responden positif HIV, Penerapan pemantapan mutu internal, Good Laboratory Prictice (GLP), dan K3 laboratorium telah di laksanakan dengan baik sesuai SOP di Laboratorium Patologi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Peduli Kesehatan Lansia: Pemeriksaan Kolesterol Gratis di Panti Joint Adulam Ministry Irwadi, Didi; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Utami, Rinda Aulia; Woga, Idriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abdmlt.v5i1.1958

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes mellitus merupakan penyebab kematian utama secara global dan terus meningkat, terutama di negara berkembang. Salah satu faktor risiko utama PTM adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah, yang sering terjadi pada kelompok lansia akibat penurunan aktivitas fisik dan pola hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, deteksi dini kolesterol menjadi langkah penting dalam pencegahan komplikasi kardiovaskular. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kadar kolesterol dalam batas normal melalui edukasi dan pemeriksaan kolesterol gratis di Yayasan Joint Adulam Ministry Samarinda. Metode kegiatan meliputi perumusan masalah, survei lapangan, penyusunan proposal, serta pelaksanaan edukasi dan pemeriksaan kolesterol darah. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Oktober 2024 dan diikuti oleh 31 peserta lansia. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 71% peserta memiliki kadar kolesterol normal, sedangkan 29% memiliki kadar kolesterol tinggi (>200 mg/dL). Mayoritas peserta yang mengalami kolesterol tinggi adalah perempuan. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari peserta dan menunjukkan pentingnya pemeriksaan kolesterol rutin sebagai langkah preventif terhadap penyakit kardiovaskular. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masih terdapat lansia dengan kadar kolesterol tinggi yang berisiko mengalami komplikasi PTM. Pemeriksaan kolesterol secara rutin dan edukasi gaya hidup sehat sangat diperlukan. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor, termasuk puskesmas dan dinas kesehatan, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat berisiko.
PERBANDINGAN NILAI HEMATOKRIT SPESIMEN SEGERA DAN DISIMPAN 3 JAM PADA SUHU RUANGAN Juliansyah, Muhammad Arie; Irwadi, Didi; Hartini, Supri
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 9 No 2 (2024): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v9i2.5353

Abstract

Pemeriksaan Hematokrit merupakan salah satu pemeriksaan bidang hematologi yang banyak dilakukan, Hematokrit memiliki makna diagnostik untuk mendeteksi kasus anemia, demam berdarah dengue, ataupun luka bakar. Terkadang pemeriksaan Hematokrit sering sekali mengalami penundaan, Spesimen darah yang sudah diambil maka pemeriksaan dikerjakan paling lama 2 jam setelah pengambilan sampel, apabila melebihi 2 jam makan sampel harus disimpan pada suhu 40C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbandingan nilai Hematokrit pemeriksaan segera dan disimpan 3 Jam pada suhu ruangan (28oC). Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design menggunakan 40 sampel yang diambil dengan teknik Total Sampling. Sampel berupa darah kapiler yang diambil menggunakan lanset/autoklik dan disimpan di dalam tabung microtube EDTA. Setelah pengambilan darah dilakukan pengukuran segera dan spesimen disimpan pada suhu ruang selama 3 Jam. Data diolah secara univariat dan  bivariat dengan metode Paired Sample T-test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai Hematokrit yang diperiksa segera 40% dengan interpretasi normal dan didapatkan  Hematokrit rendah (36%) dan Hematokrit normal yang didapatkan (37-48%), Nilai Hematokrit yang disimpan selama 3 jam pada suhu ruangan (28OC) didapatkan nilai rata-rata 41% dengan Hematokrit normal yang didapatkan (37-48%). Hasil uji paired sample T-test diperoleh nilai p-value sebesar 0.001 yang menyatakan nilai nya <0,05 dengan Kesimpulan ada perbedaan hasil nilai Hematokrit yang dilakukan segera dan disimpan selama 3 Jam pada Suhu ruangan (28oC).
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN METODE POCT (POINT OF CARE TEST) Rahman, Ristia; Irwadi, Didi; Rudi Hartono, Agus
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i12.11825

Abstract

Abstrak: Gambaran Kadar Glukosa Darah Pada Penderita HipertensiDengan Metode Poct (Point Of Care Test). Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun seperti penyakit hipertensi. Hipertensi didefinisikan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama (kronik) dapat menimbulkan resisten insulin. Ketika orang memiliki resistensi insulin, glukosa menumpuk dalam darah karena tidak diserap oleh sel-sel, dan dapat mengarah ke diabetes mellitus. Kadar gula darah adalah suatu gula monosa-karida, karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga utama dalam tubuh. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah pada penderita hipertensi dengan menggunakan metode POCT. Jenis penelitian ini  deskriptif dengan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan metode POCT. Jumlah responden sebanyak 56 orang. Hasil Penelitian berdasarkan karakteristik didapatkan jumlah lebih banyak responden hipertensi dengan rentang usia dewasa (20-59 tahun) : 37 orang, jenis kelamin perempuan : 44 orang, dan riwayat hipertensi pendek (1-5 tahun) : 39 orang dengan kadar glukosa darah normal dan tinggi. Kesimpulan Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah pada 56 responden menunjukan 25 orang kadar glukosa darah tinggi dan 31 orang kadar glukosa darah normal.
Pemeriksaan Golongan Darah Pada Siswa SMA Negeri 2 Tenggarong Susanto, Zaenal Adi; Utami, Rinda Aulia; Irwadi, Didi; Erni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golongan darah merupakan bentuk klasifikasi darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah yang disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membrane sel darah merah. Golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B di permukaan eritrositnya serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun antigen B dalam serum darahnya. Sedangkan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tetapi dalam serumnya terdapat antibodi terhadap antigen A dan B. Golongan darah secara umum terbagi menjadi empat golongan darah yaitu A,B,O dan AB, selain itu darah juga dikelompokkan menjadi golongan darah Rh positif (rh+) dan Rh negatif (rh-). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini membantu meningkatkan pengetahuan dan pentingnya golongan darah serta untuk mengetahui jumlah persentase siswa yang memiliki golongan darah A, B, AB, O. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah persiapan, dan pelaksanaan dengan mengambil sampel darah dari setiap siswa sehingga diperoleh hasil dari setiap golongan darah siswa. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa ada semua golongan darah yaitu A, B, AB dan O. Presentase hasil pemeriksaan yaitu siswa dengan golongan darah A dan B sebanyak 29%, golongan darah B sebesar 39%, dan golongan darah O 27%. Semua siswa (100%) memiliki rhesus positif (Rh +).
Hubungan Tekanan Darah terhadap Kadar Kreatinin pada Perokok Aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Haryanti, Wahyu; Hartini, Supri; Hendriani, Dwi; Irwadi, Didi
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10281

Abstract

Kebiasaan merokok berperan dalam meningkatkan risiko gangguan pada sistem kardiovaskular dan fungsi ginjal. Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan vasokonstriksi dan memicu peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi dapat berdampak terhadap kadar kreatinin serum, yang sering digunakan sebagai indikator fungsi filtrasi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin pada perokok aktif di wilayah kerja Puskesmas Palaran. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 41 laki-laki perokok aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan tekanan darah serta kadar kreatinin serum. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis hubungan dilakukan dengan uji Pearson dan Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara tekanan darah dan kadar kreatinin serum (r = 0,511; p < 0,001) dengan kekuatan hubungan sedang. Selain itu, jumlah rokok yang dikonsumsi per hari juga memiliki hubungan signifikan dengan tekanan darah (r = 0,443; p = 0,004) serta kadar kreatinin (r = 0,492; p = 0,001). Disimpulkan bahwa peningkatan tekanan darah memiliki keterkaitan dengan peningkatan kadar kreatinin pada perokok aktif. Upaya edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin penting dilakukan guna mengantisipasi risiko Hipertensi dan gangguan ginjal sedini mungkin.