Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dysmenorrhea and Seborrheic Dermatitis due to Occupational Stress Among Female Bank Workers Badri, Putri Rizki Amalia; Febriani, Ratika; Saraswati, Nia Ayu; Artanto, Ardi; Febrianti, Yuni; Apriyani, Selvy; Najwa, Annisya Nur
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 13 No. 1 (2024): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v13i1.2024.4-12

Abstract

Introduction: Bank workers who provide services to customers are required to have an optimal performance. They are vulnerable to stress that can interfere with their performance. Stress causes an increase in sebaceous glands, resulting in seborrheic dermatitis and an increase in hormones. This can cause contraction of the uterine muscles which can lead to dysmenorrhea. This study aims to determine the relationship between occupational stress and dysmenorrhea and seborrheic dermatitis among female bank workers. Methods: This research followed an analytic observational cross-sectional design using primary data from female workers at SumSel Babel Bank A. Rivai Branch. The sample consisted of 75 female bank workers, who met the inclusion and exclusion criteria and were selected using consecutive sampling. The independent variable in this study was occupational stress, while the dependent variables were dysmenorrhea and seborrheic dermatitis. Data were collected from primary data, the workplace stress scale questionnaire for occupational stress, the WaLIDD score for dysmenorrhea, and seborrheic dermatitis examination by a dermatologist. After obtaining the data, bivariate analysis was performed using the Chi-square test. Results: Sixty respondents (80%) had occupational stress, 47 respondents (62.7%) experienced dysmenorrhea, and 69 respondents (92%) did not experience seborrheic dermatitis. The results of statistical tests showed that there was a relationship between occupational stress and dysmenorrhea in female bank workers with a p-value 0.000 and no significant relationship between stress and the incidence of seborrheic dermatitis with p-value 0.202. Conclusion: Occupational stress can cause health problems including dysmenorrhea in female workers.
Pengaruh Senam jantung Sehat terhadap Tekanan Darah Febriani, Ratika; Kesuma, Putri Zalika Laila Mardiah; Badri, Putri Rizki Amalia; Chairani, Liza; Fitriani, Deska; Wulandari, Riska Ayu
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9511

Abstract

Lansia merupakan individu yang rentan mengalami penurunan kesehatan, membutuhkan kegiatan olahraga yang dapat meningkatkan derajat sehat, agar fungsi jantung, paru maupun pembuluh darah serta denyut nadi dapat terjaga pada waktu istirahat. Aktifitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh dalam bentuk apapun yang dihasilkan oleh otot rangka mengakibatkan pengeluaran energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lanjut usia yang menderita hipertensi. Penelitian kuantitatif ini merupakan penelitian quasi eksperimen pre – posttest design. Dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember tahun 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta senam jantung sehat yang menderita hipertensi di Klinik Dokter Keluarga Kecamatan Seberang Ulu II. Hasil penelitian ini didapatkan semua berjenis kelamin perempuan dengan rentan usia 60-74 tahun (97,1%). Berdasarkan IMT paling banyak responden dalam kategori BB lebih dengan resiko (35,3%). Nilai rata-rata tekanan darah sebelum senam jantung sehat terhadap lansia yang menderita hipertensi dengan nilai tekanan darah sistolik 147,35 mmHg ± 6,65, dan tekanan darah diastolic 97,35 mmHg ± 6,56. Nilai rata-rata tekanan darah sesudah senam jantung sehat terhadap lansia yang menderita hipertensi dengan nilai tekanan darah sistolik 125,88 mmHg ± 7,01, dan tekanan darah diastolik 82,06 mmHg ± 8,08. Terdapat pengaruh yang signifikan senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi (p=0,000). Terdapat pengaruh yang signifikan senam jantung sehat terhadap tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi.
ANALISIS PERUBAHAN BERAT BADAN PADA PEMAKAIAN KB SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) Febriani, Ratika; Rahmayanti, Indri
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.1017

Abstract

Latar belakang: Masalah kependudukan merupakan masalah yang dihadapi oleh semua negara baik negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk dunia yang semakin pesat dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi.Untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, pemerintah melakukan Program Keluarga Berencana Nasional. Salah satu program keluarga berencana nasional yaitu dengan penggunaan alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat). Namun, ternyata terjadi penghentian atau perubahan penggunaan alat kontrasepsi tersebut karena efek samping yang sering dirasakan yaitu penambahan berat badan.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perubahan berat badan pada pemakaian alat Keluarga Berencana (KB) suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan September-November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta KB suntik DMPA. Sampel penelitian ini berjumlah 90 peserta KB suntik DMPA di Puskesmas Pembina Palembang dengan menggunakan metode systematic sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: Pada penelitian diperoleh hasil sebanyak 77,8% responden mengalami kenaikan berat badan pada pemakaian KB suntik DMPA >12 bulan. Saran: Diharapkan pihak puskesmas dapat memberikan penyuluhan terkait upaya-upaya yang dapat dilakukan peserta KB suntik DMPA dalam menjaga kestabilan berat badan. Kata kunci: KB suntik DMPA, perubahan berat badan.
Hubungan Tipe Kepribadian Ekstrover dan Introver dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Kedokteran: Penelitian Kesuma, Putri Zalika Laila Mardiah; Febriani, Ratika; Mundijo , Trisnawati; Ramadhani, Adelia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 53 No 01 (2026): Kedokteran Umum
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v53i01.1702

Abstract

Background: Academic procrastination refers to the act of postponing the completion of crucial and scheduled tasks. This research seeks the relationship between personality types (introvert and extrovert) and academic procrastination. Methods: A quantitative descriptive approach with a cross-sectional design. The participants include students from the Faculty of Medicine (FK) at Muhammadiyah University (UM) in Palembang, from the 2020 and 2021 cohorts; 127 individuals fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique was a total sampling. The tools used in this study were the Eysenck personality questionnaire (EPQ) and the active procrastination scale (APS). Results: A sum of 83 respondents (65.4%) displayed an extrovert personality, while 44 respondents (34.6%) showed an introvert personality; 114 respondents (89.8%) demonstrated low levels of academic procrastination behavior, whereas 13 respondents (10.2%) reported high levels of academic procrastination. A bivariate analysis showed that the relationship between personality type and academic procrastination had a p-value of 0.765 (p > 0.05). Conclusion: No significant correlation between personality type and academic procrastination among medical students from the 2020 and 2021 cohorts at FK UM Palembang. Additional research is required to investigate other factors that may lead to academic procrastination in medical students.
Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Mencit Mus musculus dengan Hiperurisemia Hartanti, Miranti Dwi; Febriani, Ratika; Fitriani, Nyayu; Tanzila, Raden Ayu; Khairani, Lilis; Arthamevia, Mitha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat enzim xanthine oxidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Mengetahui efektivitas ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan (Mus musculus) model hiperurisemia. Penelitian eksperimental dengan desain pre- and post-test control group. Sebanyak 30 mencit jantan galur Swiss Webster diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat (250 mg/kgBB) dan homogenat hepatik ayam, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun salam (200, 300, dan 400 mg/kgBB). Kadar asam urat diukur pada hari ke-0, ke-7, ke-9, ke-12, dan ke-15. Analisis data menggunakan Pair T-Test, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc. Terdapat penurunan kadar asam urat yang bermakna (p<0,05) pada kelompok allopurinol dan ekstrak daun salam (semua dosis), sedangkan kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan penurunan terbesar (5,2 mg/dl). Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan bermakna antara allopurinol dengan ekstrak daun salam dosis 200 dan 300 mg/kgBB (p>0,05). Ekstrak daun salam efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek optimal.
Penyuluhan tatap muka dan pemeriksaan PCR feses dalam meningkatkan pemahaman tentang koinfeksi kecacingan pada penderita HIV-AIDS kota Palembang Ghiffari, Ahmad; Anwar, Chairil; Prameswarie, Thia; Asmalia, Resy; Febriani, Ratika; Yolanda, Nadhea; Faradila, Faradila; Qamariah, Nurul; Dalila, Dalila; Risti, Sanely
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V7I1.211

Abstract

The co-infection of HIV with helminthiasis might accelerate the progression of HIV to AIDS, making a thorough comprehension of this condition essential for patients. This counseling session was conducted in the Ilir Timur 2 District (Dobu Coffee) with 30 HIV patients, employing a face-to-face methodology that included presentations by speakers and laboratory analyses of fecal materials. The comprehension was evaluated using a pre-test and post-test involving 34 participants, yielding an average pre-test score of 51.42 (standard deviation: 16.75) and a post-test score of 71.39 (standard deviation: 16.96), demonstrating a significant improvement. A PCR study indicated that 24 patients were positive for helminth infections. The results suggested a beneficial effect on participants' knowledge, but with score discrepancies. The detection of helminth infections in patients demands further investigation, including investigations on the correlation between helminth infections and the immune function of HIV patients. Additionally, routine examinations must be conducted as an integral part of patient health surveillance to guarantee beneficial early detection.