Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH RESEARCH STATISTICS DI JURUSAN PENDIDKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Hamid, Hariaty; Aras, Irianto
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.882 KB) | DOI: 10.35334/edu.v6i1.900

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis blended learning yang berkualitas, melalui tujuan tersebut maka penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Pengembangan dilakukan mengikuti alur pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Adapun kriteria kualitas yang digunakan merujuk pada kualitas suatu produk oleh Nieveen (2007) yang terdiri dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan. Kevalidan dilihat dari hasil validasi ahli, kepraktisan dilihat dari kelayakan dan keterlaksanaan pembelajaran, dan keefektifan dilihat dari lembar observasi aktivitas mahasiswa, angket respon mahasiswa, dan tes hasil belajar.? Dari hasil ujicoba diperoleh bahwa rancangan dan perangkat pembelajaran telah layak digunakan, respon mahasiswa positif terhadap pembelajaran, aktivitas mahasiswa berada pada kategori cukup aktif, kemampuan dosen mengelola pembelajaran berada pada kategori cukup baik, dan hasil belajar telah tuntas secara klasikal dengan nilai rata-rata 79,37. Dengan demikian, pembelajaran berbasis blended learning telah valid, praktis dan efektif berdasarkan kriteria yang ditentukan dalam penelitian ini.
PENDEKATAN OPEN-ENDED DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Aras, Irianto
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Edukasia : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.967 KB) | DOI: 10.35334/edu.v5i2.1005

Abstract

Penggunaan soal terbuka dalam pembelajaran matematika telah banyak digunakan? sebagai ?assesmen? dalam? penilaian? hasil ?belajar.? Hal ?ini ?dilakukan karena melalui pertanyaan terbuka guru dapat mengeksplorasi kemampuan berpikir dan tingkat pemahaman? siswa yang beragam. Seiring perkembangan inovasi dalam pembelajaran, soal terbuka tidak lagi hanya sebagai alat untuk melakukan evaluasi, namun dikembangkan menjadi ?sebuah ?pendekatan ?pembelajaran dengan istilah pendekatan open-ended. untuk itu perlu kiranya dilakukan penelitian pustaka untuk mengkaji hal-hal yang bersifat teoritis terkait dengan pendekatan ini untuk digunakan pada pembelajaran matematika. Berdasarkan penelusuran pustaka tersebut disusunlah paparan mengenai mengapa pendekatan open-ended perlu diterapkan, langkah penerapannya, dan cara penilaiannya. Dengan harapan dapat menambah khazanah pengetahuan tentang pendekatan open-ended.
In House Training Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar melalui Basic Literacy dan Literasi Matematika Model Pisa Kusnadi, Dedi; Nanna, A. Wilda Indra; Bua, Mety Toding; Saputra, Ady; Aras, Irianto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.791 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i1.377

Abstract

Penerapan literasi selama proses pembelajaran tidak hanya fokus pada peran para peserta didik semata. Akan tetapi, guru juga memiliki kapasitas sebagai fasilitator yang memiliki tugas penting dalam membantu dan mendorong meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran, Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah untuk menerapkan inovasi dalam pembelajaran berupa pembelajaran yang berbasis literasi dasar dan literasi matematika model PISA ke dalam perangkat pembelajaran dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas. Target dan luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan pengalaman guru dalam menciptakan pembelajaran yang berbasis literasi dan menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPP dan media pembelajaran berbasis literasi dalam bentuk big book. Pelaksanaan kegiatan in house training pengembangan kompetensi guru melalui pemaanfaatan literasi ini melalui tahapan 1) pemberian informasi dalam bentuk workshop, 2) pendampingan penyusunan RPP, media big book dan penilaian dan 3) implementasi perangkat pembelajaran yang telah disusun.
Pendampingan Mahasiswa PGSD dalam Menemukan Ide Menulis: Bidang Minat Matematika SD Nanna, Andi Wilda Indra; Pratiwi, Enditiyas; Kusnadi, Dedi; Aras, Irianto; Barumbun, Mardyanto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.13502

Abstract

Karya tulis ilmiah baik berupa artikel jurnal maupun skripsi merupakan syarat wajib bagi setiap mahasiswa untuk menjadi sarjana. Menemukan ide dalam menyusun karya ilmiah terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi banyak mahasiswa, oleh karena itu pendampingan bagi mereka tentunya sangat dibutuhkan. Ilmu yang didapat terkait karya ilmiah dalam perkuliahan idealnya didukung melalui kegiatan pendampingan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengadakan acara pendampingan dalam membantu siswa menggali potensi ide yang pada akhirnya dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah. Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara online dan diikuti oleh 42 mahasiswa S1 semester VI Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Borneo Tarakan yang memiliki minat penelitian di bidang matematika. Kegiatan pendampingan menunjukkan hasil yang baik dengan adanya feedback dan penugasan berupa penulisan kerangka berpikir diakhir kegiatan. Adanya penugasan tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa setelah adanya feedback yang dilakukan. 
The Effectiveness of The Mathematics in Context Approach on Students’ Problem-Solving Ability Aras, Irianto; Turmudi, Turmudi; Herman, Tatang; Mutaqin, Ejen Jenal
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3615

Abstract

Pembelajaran matematika memerlukan pendekatan relevan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan Mathematics in Context (MiC) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V di tiga sekolah dasar Kabupaten Pinrang. Penelitian dilakukan sebanyak 17 pertemuan menggunakan bahan ajar dan panduan guru yang telah divalidasi ahli. Data dikumpulkan melalui instrumen pretes dan postes yang mengukur lima aspek pemecahan masalah: analisis, desain, eksplorasi, implementasi, dan verifikasi. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan rata-rata kemampuan siswa yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan di ketiga sekolah. Berdasarkan skor N-Gain, pendekatan MiC terbukti cukup efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa; aspek analisis, desain, dan eksplorasi berada pada kategori sedang, sementara aspek implementasi dan verifikasi berada pada kategori rendah. Temuan ini menyimpulkan bahwa pendekatan MiC efektif dalam membantu siswa memahami dan merancang strategi penyelesaian, namun kurang optimal dalam meningkatkan kemampuan prosedur penyelesaian (implementasi) dan verifikasi jawaban. Mathematics education aims to cultivate students' ability to solve complex mathematical problems, necessitating the use of relevant pedagogical approaches. This study evaluates the effectiveness of the Mathematics in Context (MiC) approach on the mathematical problem-solving skills of fifth-grade students across three elementary schools in Pinrang Regency. The intervention was conducted over seventeen sessions using MiC-based instructional materials and teacher guides validated by experts. Data were collected via pre-test and post-test instruments measuring five dimensions of problem-solving: analysis, design, exploration, implementation, and verification. Analysis revealed a significant difference in mean problem-solving scores before and after the MiC intervention across all schools. N-Gain analysis results indicate that the MiC approach is moderately effective in enhancing student performance; specifically, the analysis, design, and exploration aspects reached the "medium" category, while implementation and verification remained in the "low" category. These findings suggest that while the MiC approach effectively supports students in understanding and designing problem-solving strategies, it is less optimal in improving procedural execution and solution verification.
Enhancing digital resilience through scratch-based mathematics in context learning among elementary students Fahrudin, Fahrudin; Turmudi, Turmudi; Prabawanto, Sufiyani; Aras, Irianto
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 17 No 2 (2026): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v17i2.31282

Abstract

Purpose: This study aimed to examine the effectiveness of Scratch-based Mathematics in Context (MiC) learning compared to conventional mathematics instruction in enhancing the digital resilience of fifth-grade elementary school students in East Lampung Regency. Method: A quasi-experimental design with a pretest–posttest control group was employed. The participants consisted of 52 fifth-grade students from two private Islamic elementary schools, with 26 students assigned to the experimental group and 26 students to the control group. The experimental group received Scratch-based MiC learning over six instructional sessions, while the control group received conventional mathematics instruction. Digital resilience was measured using the Digital Resilience Scale for Children (DRSC), and the data were analyzed using ANCOVA with pretest scores as the covariate. Findings: The results revealed that, after controlling for pretest scores, students in the experimental group achieved significantly higher posttest digital resilience scores than those in the control group (F(1,49) = 28.46, p < 0.001, η² = 0.37). The experimental group demonstrated a mean increase of 0.98 points (from 2.33 to 3.31), whereas the control group improved by only 0.30 points (from 2.34 to 2.64). The largest improvements were observed in the dimensions of technical problem-solving and digital logical thinking. Furthermore, no significant differences were found based on gender, indicating that the intervention was equally beneficial for male and female students. Significance: This study provides empirical evidence that integrating Scratch-based visual programming with Mathematics in Context learning can support the development of elementary students’ digital resilience. The findings contribute to mathematics education by demonstrating how contextual mathematical learning combined with programming activities can strengthen students’ ability to solve digital problems, think logically, adapt to technology, and respond constructively to digital challenges.