Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMANFAATAN SARI BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) PADA PEMBUATAN NATA DE COCO TERHADAP MUTU FISIK NATA Lubis, Adilah Wirdhani; Harahap, Dian Nirwana
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.304 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v2i2.903

Abstract

Salah satu pemanfaatan air kelapa adalah untuk pembuatan Nata De Coco dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum melalui jalur pentosa. Pembuatan Nata De Coco dengan penambahan sari buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan mutu fisik Nata De Coco yang meliputi rendemen, ketebalan, aroma, warna, rasa dan tekstur. Penelitian dilakukan di laboratorium teknologi bioproses PTKI Medan. Penelitian ini dilakukan 6 perlakuaan dengan 3 kali pengulangan di mana perlakukan yang diberikan adalah persentasi sari buah naga super merah yang meliputi 0%, 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Nata De Coco yang dihasilkan dianalisis secara kualitatif yaitu rendemen, ketebalan, aroma, warna, rasa dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari buah naga super merah berpengaruh terhadap mutu fisik Nata De Coco, dimana penambahan 50% sari buah naga super merah menghasilkan Nata De Coco dengan rendemen 86,3%, ketebalan 1,5 cm dan banyak disukai oleh para panelis dari segi aroma, warna, rasa dan tekstur.Kata kunci: Nata De Coco, sari buah naga super merah, mutu fisik Nata De Coco.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN DISCOVERY LEARNING BERBANTU EKSPERIMEN PADA MATERI REDOKS DI SMA SWASTA ADVENT MEDAN Br. Purba, Mei Retta; Siregar, Wilda Wani; Lubis, Adilah Wirdhani
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.751 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v4i2.3356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantu ekxperiment dan model pembelajaran Discovery Learning juga berbantu eksperiment pada materi redoks di SMA Swasta Advent Medan. Sampel Penelitian ini adalah kelas X SMA kelas X-1 (eksperiment-1) menggunakan model Discovery Learning  dan kelas X-2 (Eksperiment-2) menggunakan model Problem Based Learning. Hasil penelitian ini adalah hasil belajar siswa dengan model discovery learning berbantu eksperiment memiliki nilai 81,08 % lebih besar dari hasil belajar kimia siswa yang mengunakan model problem based learning berbantu eksperiment sebesar 70,25%. Hal ini dibuktikan melalui perhitungan uji-t dengan taraf  = 0,05 diperoleh thitung = 6,29 t tabel = 1,67, menunjukkan bahwa thitung berada di luar daerahpenerimaan H0, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, adanya perbandingan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas ekxperimen-1 dan kelas eksperimnt-2.Kata Kunci  : Problem Based Learning; Discovery Learning; Hasil Belajar; Redoks; Eksperimen.
PENGARUH MOVIE MAKER PADA METODE PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TEHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA ISTIQLAL PADA MATERI POKOK KOLOID Kandau, Ruri Ekasari; Lubis, Adilah Wirdhani
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.056 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v2i1.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode STAD dengan Movie Maker serta tanpa Movie Maker terhadap hasil belajar sis­wa pada pokok bahasan sistem koloid. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 (eksperimen) dan kelas XI IPA2 (kontrol). Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen pre-test nya 50 dengan standar deviasi 9,70 sedangkan post-test nya 76,21 dengan standar deviasi 8,57. Untuk nilai rata-rata kelas kontrol pre-test nya 49,39 dengan standar deviasi 8,02 sedangkan posttest nya 70,60 dengan standar deviasi 6,94. Uji normalitas kedua sampel berdistribusi normal, sedangkan untuk uji homogenitas kedua sampel homogen. Hasil uji t diperoleh thitung = 2,95 dengan ttabel = 1,998, kemudian diperoleh thitung ttabel, sehingga disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak yang menyatakan ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode STAD dengan Movie Maker dan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode STAD tanpa Movie Maker pada materi sistem koloid.Kata Kunci : Hasil Belajar, Student Teams Achievement Division, Movie Maker, sistem koloid.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA MENGGUNAKAN METODE PRATIKUM PENERAPAN Al2(SO4)3 TERHADAP MATERI KOLOID Tafonao, Yantonius; Lubis, Adilah Wirdhani; Harahap, Dian Nirwana
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 1 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i1.100–106

Abstract

The research aims to determine the increase in students' cognitive learning outcomes through a demonstration of the use of Al2(SO4)3 for dyeing fabric on colloidal materials. The method in this research is one group design, namely research is only carried out in one class. Data collection techniques used field observation, interviews, pretest and posttest as well as response questionnaires. The results of this research showed that the average pretest score before treatment was 53.68%, while after treatment there was an increase with an average posttest score of 81.04% with a pretest and posttest N-Gain index of 0.5 in the medium category and a percentage of 58%. Based on the results of this research, the application of Al2(SO4)3 for effective fabric coloring can increase students' cognitive learning outcomes.
KELAYAKAN MODUL PEMBELAJARAN ELEKTRONIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Tafonao, Enizatulo; Lubis, Adilah Wirdhani; Siregar, Wildawani
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 7, No 1 (2022): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v7i1.105-111

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada situasi pandemi COVID-19 dimana peserta didik melakukan pembelajaran secara daring dirumah maka dibutuhkannya sebuah modul pembelajaran elektronik audio visual berbasis Problem Based Learning (PBL) yang didesaindan dapat dijadikan sebagai alat pendukung pembelajaran jarak jauh atau daring.penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul elektronik yang berbasis Problem Based Learning pada materi sifat koligatif larutan dengan melakukan penilaian modul elektronik dari ahli materi dan ahli media dan juga melihat respon siswa pada e-modul, dengan melakukan penyebaran angket kepada dosen yang mengampu mata kuliah kimia dan guru mata pelajaran kimia khususnya materi sifat koligatif larutan.Uji kelayakan dengan masing-masing aspek, aspek materi sebesar 96,2% dengan kategori “sangat layak” dan pada aspek media sebesar 92,2% dengan kategori “sangat layak”.dan hasil rata-rata respon siswa 85%. Hal ini menunjukkan bahwa modul elektronik yang berbasis Problem Based Learning (PBL) secara keseluruhan “sangat layak” digunakan sebagai media pembelajaran
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS LIVEWORKSHEET MELALUI DESIGN THINKING FRAMEWORK : KAJIAN VALIDITAS PRODUK DAN RESPON SISWA PADA MATERI LAJU REAKSI Armayni Armayni; Adilah Wirdhani Lubis; Uswatun Hasanah S; Lisa Ariyanti Pohan
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 2 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas E-LKPD berbasis Liveworksheet yang dikembangkan melalui Design Thinking Framework serta mendeskripsikan respon peserta didik terhadap penggunaannya pada materi laju reaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR) yang diperkuat dengan lima tahap Design Thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Produk divalidasi oleh dua validator pada aspek bahasa, media, dan materi, sedangkan respon peserta didik diukur menggunakan angket skala Likert yang terdiri atas 12 pernyataan yang diberikan kepada 32 peserta didik kelas XI MAS Al Washliyah Petatal, Kabupaten Batubara. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan rumus persentase validitas dan respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD memperoleh validitas bahasa sebesar 91%, validitas media sebesar 91%, dan validitas materi sebesar 98%, dengan rata-rata validitas keseluruhan sebesar 94% yang termasuk kategori sangat valid. Sementara itu, respon peserta didik terhadap penggunaan E-LKPD mencapai 99% dengan kategori sangat setuju. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis Liveworksheet yang dikembangkan melalui Design Thinking Framework sangat layak digunakan sebagai bahan ajar interaktif dan mendapat tanggapan yang sangat baik dari peserta didik dalam pembelajaran materi laju reaksi
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI REDOKS DI SMAS NUSANTARA LUBUK PAKAM Dini Pratami; Lisa Ariyanti Pohan; Adilah Wirdhani Lubis
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 1 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i1.30-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan belajar siswa dalam memahami konsep dasar reaksi redoks serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan dalam menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam senyawa atau ion. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas XII Alumni SMAS Nusantara Lubuk Pakam. Instrumen yang digunakan meliputi tes tertulis, angket, dan wawancara kepada guru kimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami perpindahan elektron, penentuan bilangan oksidasi, membedakan reaksi oksidasi dan reduksi, serta mengidentifikasi zat sebagai oksidator atau reduktor. Faktor penyebab utama kesulitan tersebut adalah lemahnya penguasaan konsep dasar kimia, minimnya penggunaan media pembelajaran visual, serta metode pembelajaran yang belum mendorong keterlibatan aktif siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, pendekatan kontekstual dan penggunaan media interaktif sangat diperlukan agar konsep redoks lebih mudah dipahami. Diharapkan temuan ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif.
INOVASI PENGAWETAN IKAN DENGAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ALTERNATIF ALAMI Juan Napitupulu; Julia Maulina; Adilah Wirdhani Lubis
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.173-191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan antimikroba daun kelor (Moringa oleifera) dengan cara destruksi air kemudian dilakukan sedimentasi menggunakan centrifuge hingga diperoleh daun kelor (Moringa oleifera) murni. Penelitian ini ditujukan untuk pengawetan ikan laut dan air tawar dan biasanya menjadi antimikroba jika dibiarkan pada suhu ruangan. Melihat banyaknya kasus yang terjadi terkait ikan di pasaran, mereka menggunakan bahan pengawet dengan bahan berbahaya yaitu formalin. Oleh karena itu, perlu diciptakan sumber alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan pengawet agar lebih baik dan sehat. Untuk memperoleh daun kelor murni (Moringa oleifera) yang berkualitas baik, peneliti melakukan perbandingan yang tepat yaitu dengan 500 gram daun kelor (Moringa oleifera) yang bersih dan kering, kemudian ditambahkan 250 ml etanol dengan perbandingan yang sesuai, sehingga setelah dipisahkan dengan cara sentrifugasi, hasil yang diinginkan diperoleh. Dan karena kita belum mengetahui apakah benar daun kelor (Moringa oleifera) bersifat antimikroba, maka dilakukan uji salmonella dan e.coli pada ikan yang diuji. Penelitian antimikroba ini resmi karena dilakukan di Balai Standarisasi Dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Medan dan pengujian ini menyatakan penelitian berhasil.
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZIM SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DI SMA NEGERI 1 SEI RAMPAH Siregar, Rosliana; Pohan, Lisa Ariyanti; Lubis, Adilah Wirdhani
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v8i2.877

Abstract

This activity aims to analyze the effectiveness of eco-enzyme production training as an effort to manage organic waste at SMA Negeri 1 Sei Rampah, as well as to evaluate the improvement of participants' knowledge and skills in utilizing organic waste into environmentally friendly value-added products. The activity method employed active learning through socialization, demonstration, and hands-on practice (learning by doing) conducted over 7 hours involving 30 participants consisting of 15 teachers and 15 students. The activity was carried out in four main stages: socialization on organic waste management and eco-enzyme benefits, demonstration of eco-enzyme production with a material ratio of 1:3:10 (brown sugar: organic waste: water), hands-on practice of eco-enzyme production by 6 participant groups, and evaluation using pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in participants' understanding with an average increase of 60%, where the highest improvement was observed in eco-enzyme production skills reaching 66.6%. Participant satisfaction reached 92.6% in good to excellent categories, and all groups successfully produced eco-enzyme with good quality (average score of 3.4 out of 4.0) totaling 12 liters. The conclusion of this activity is that eco-enzyme production training proved effective in enhancing knowledge and skills in organic waste management, building environmental awareness, and has the potential to become a sustainable program that can be replicated in other schools to support zero waste movements based on school communities.