Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Model Konseling Teman Sebaya untuk Mahasiswa dengan Menggunakan Aplikasi WhatsApp Romiaty, Romiaty; Apriatama, Dony; Pangestie, Esty Pan; Syaharani, Alfiana Fira; Hutajulu, Lois
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3065

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia, dibidang pendidikan banyak mahasiswa yang mengalami berbagai permasalahan yang berdampak pada penurunan hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa Prodi BK FKIP UPR didapatkan informasi bahwa mahasiswa enggan menceritakan permasalahnnya ke Dosen Pembimbing Akademik (PA) karena malu dan takut. Mahasiswa lebih menyukai menceritakan permasalahan ke teman sekelasnya dengan menggunakan aplikasi sosial media Whats app. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat model layanan konseling teman sebaya dengan menggunakan aplikasi Whats app untuk mahasiswa Prodi BK FKIP UPR. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yaitu R&D. subyek penelitian ini adalah mahasiswa BK Prodi BK FKIP UPR. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik Analisa data pada penelitian ini meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan verfikasi/penarikan kesimpulan. Kegiatan konseling teman sebaya pada masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti menggunakan aplikasi chatting whats app. Langkah-langkah pelaksanaan konseling teman sebaya yaitu 1) pendaftaran; 2) pemilihan konselor sebaya; 3) pelaksanaan konseling sebaya dan 4) pelaporan. Adapun metode yang digunakan dalam melakukan konseling sebaya menggunakan prinsip PFA yaitu (1) lihat, (2) dengar, (3) beri rasa nyaman, (4) hubungkan, (5) lindungi, (6) harapan. Keberhasilan seorang konselor sebaya dapat diamati dari perubahan sikap dan perilaku ke arah yang positif pada saat konseling dan sesudah konseling sebaya dilakukan.
Konseling Kelompok dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan Harga Diri Santri Apriatama, Dony; Romiaty, Romiaty; Idha, Sunaryo Al; Anisah, Wahidatun Nur; Maulida, Rini
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3229

Abstract

Layanan konseling kelompok dengan teknik restrukurisasi kognitif bertujuan untuk menghasilkan kebiasan baru dalam berpikir dengan mengintervensi atau menggantikan persepsi yang irasional menjadi rasional yang menjadi sumber masalah harga diri. Berdasarkan hasil wawancara, banyak santri yang mengalami masalah harga diri yang rendah seperti meremehkan kemampuannya, menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi pada dirinya, bersikaf defense atau pasif ketika mengungkapkan pendapat atau berbicara di depan orang banyak, serta merasa tidak berdaya (inferior). Adapun metode yang digunakan yaitu metode kuantitaif dengan desain pre-eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Selain teknik analisa datanya menggunakan uji wilcoxon yang bertujuan untuk melihat tingkat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik resstrukturisasi kognitif. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan Z hitung sebesar -1,022 dan sig sebesar 0,033. Hal ini menunjukkan bahwa sig 0.042 kurang dari 0,05 (taraf kesalahan 5%), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan harga diri sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan.  Adapun perubahan perilaku yang ditunjukkan santri setelah mengikuti konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif meliputi menghargai tanggapan orang lain, berani mengambil tantangan, tidak mudah menyerah, menerima masa lalu dan berusaha memperbaiki dan dapat memotivasi diri sendiri. 
Development Of Inventory Applications Via Web Media To Improve The Character Of Responsibility In Vocational School Students In The City Of Palangka Raya Romiaty, Romiaty; Suriatie, Mimi; Nonsihai, Nonsihai
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2023): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v9i1.5637

Abstract

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan Aplikasi Inventori melalui media web karakter tanggung jawab yang layak dan sesuai, serta mengetahui efektifitas media web untuk Aplikasi Inventori karakter tanggung jawab yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono (2018), penelitian R&D digunakan untuk menghasilkan produk atau inovasi tertentu serta menguji keberhasilan produk tersebut dalam mengentaskan permasalahan yang terjadi. Prosedur Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) terdiri dari dua tujuan  utama, yaitu : (1) mengembangkan produk, dan (2) menguji keefektifan produk dalam mencapai tujuan. Proses pengembangan biasa berhenti sampai pada tahap dihasilkan suatu produk melalui uji coba terbatas, hanya saja produk semacam itu tidak dapat digunakan secara luas, maka produk tersebut perlu divalidasi. Hasil penelitian dan pengembangan produk Aplikasi Inventori melalui media web karakter tanggung jawab telah memperoleh kategori kelayakan “Sangat Layak” dengan masing masing hasil penilaian sebagai berikut: 1) Hasil validasi ahli media memperoleh skor 86,50% dengan kategori “Sangat Layak”, 2) Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 93% dengan kategori “Sangat Layak”, 3) Hasil validasi ahli bahasa memperoleh skor 92,8% dengan kategori “Sangat Layak, 4) Hasil validasi ahi praktisi memperoleh skor 94% dengan kategori “Sangat Layak”, dan 5) Hasil validasi penilaian produk (respon) siswa memperoleh skor 90,80% dengan kategori “Sangat Layak”. Penilaian produk Aplikasi Inventori melalui media web karakter tanggung jawab yang telah dikembangkan telah mampu memberikan pengaruh terhadap pemahaman karakter tanggung jawab siswa dengan efektif dilihat dari perubahan tingkat pemahaman karakter tanggung jawab siswa yang semulanya 90% berada pada kategori “Rendah” berkurang menjadi 36,67%. Sehingga dengan hasil yang diperoleh, Aplikasi Inventori melalui media web karakter tanggung jawab yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan sebagai media Bimbingan dan Konseling. Luaran utama dari penelitian pada tahun 2023 ini adalah satu artikel ilmiah yang telah submitting di Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Koseling, ISSN: 2685-8045 (Online), ISSN: 2460-7274 (Cetak), serta satu panduan aplikasi inventori media web karakter tanggung jawab yang akan diproses untuk kepengurusan HAKI.
PROFIL KOMPETENSI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Romiaty, Romiaty; Suriatie, Mimi; Karuniaty Sangalang, Oktamia; Feronika, Nopi
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 8 No 4 (2023): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v8i4.2182

Abstract

The Independent Curriculum is an educational innovation that aims to give schools the freedom to adapt their curriculum to students' needs and preferences. The aim of this research is to obtain an overview of the competency profile of Guidance and Counseling Teachers in Palangka Raya in implementing the independent curriculum. This research method is quantitative research with a survey type. With data analysis techniques is percentages. The research sample was 50 Guidance and Counseling Teachers in Palangka Raya. The results of the research show that there are 37 or 74% of BK teachers who have in-depth knowledge of the independent curriculum; 39 BK teachers or 78% have the ability to map student potential; 33 guidance and counseling teachers or 66% have skills in designing individual guidance programs; 42 BK teachers or 84% have effective counseling and communication skills; 46 BK teachers or 92% have collaboration and partnership skills.
Model Konseling Teman Sebaya untuk Mahasiswa dengan Menggunakan Aplikasi WhatsApp Romiaty, Romiaty; Apriatama, Dony; Pangestie, Esty Pan; Syaharani, Alfiana Fira; Hutajulu, Lois
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.3065

Abstract

Pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia, dibidang pendidikan banyak mahasiswa yang mengalami berbagai permasalahan yang berdampak pada penurunan hasil belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa Prodi BK FKIP UPR didapatkan informasi bahwa mahasiswa enggan menceritakan permasalahnnya ke Dosen Pembimbing Akademik (PA) karena malu dan takut. Mahasiswa lebih menyukai menceritakan permasalahan ke teman sekelasnya dengan menggunakan aplikasi sosial media Whats app. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuat model layanan konseling teman sebaya dengan menggunakan aplikasi Whats app untuk mahasiswa Prodi BK FKIP UPR. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yaitu R&D. subyek penelitian ini adalah mahasiswa BK Prodi BK FKIP UPR. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik Analisa data pada penelitian ini meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan verfikasi/penarikan kesimpulan. Kegiatan konseling teman sebaya pada masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti menggunakan aplikasi chatting whats app. Langkah-langkah pelaksanaan konseling teman sebaya yaitu 1) pendaftaran; 2) pemilihan konselor sebaya; 3) pelaksanaan konseling sebaya dan 4) pelaporan. Adapun metode yang digunakan dalam melakukan konseling sebaya menggunakan prinsip PFA yaitu (1) lihat, (2) dengar, (3) beri rasa nyaman, (4) hubungkan, (5) lindungi, (6) harapan. Keberhasilan seorang konselor sebaya dapat diamati dari perubahan sikap dan perilaku ke arah yang positif pada saat konseling dan sesudah konseling sebaya dilakukan.
Konseling Kelompok dengan Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan Harga Diri Santri Apriatama, Dony; Romiaty, Romiaty; Idha, Sunaryo Al; Anisah, Wahidatun Nur; Maulida, Rini
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3229

Abstract

Layanan konseling kelompok dengan teknik restrukurisasi kognitif bertujuan untuk menghasilkan kebiasan baru dalam berpikir dengan mengintervensi atau menggantikan persepsi yang irasional menjadi rasional yang menjadi sumber masalah harga diri. Berdasarkan hasil wawancara, banyak santri yang mengalami masalah harga diri yang rendah seperti meremehkan kemampuannya, menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi pada dirinya, bersikaf defense atau pasif ketika mengungkapkan pendapat atau berbicara di depan orang banyak, serta merasa tidak berdaya (inferior). Adapun metode yang digunakan yaitu metode kuantitaif dengan desain pre-eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Selain teknik analisa datanya menggunakan uji wilcoxon yang bertujuan untuk melihat tingkat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik resstrukturisasi kognitif. Berdasarkan hasil uji wilcoxon didapatkan Z hitung sebesar -1,022 dan sig sebesar 0,033. Hal ini menunjukkan bahwa sig 0.042 kurang dari 0,05 (taraf kesalahan 5%), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan harga diri sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan.  Adapun perubahan perilaku yang ditunjukkan santri setelah mengikuti konseling kelompok dengan teknik restrukturisasi kognitif meliputi menghargai tanggapan orang lain, berani mengambil tantangan, tidak mudah menyerah, menerima masa lalu dan berusaha memperbaiki dan dapat memotivasi diri sendiri. 
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEHNIK SIMULATION GAME UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA DI SMP KRISTEN PALANGKA RAYA Romiaty, Romiaty; Sidauruk, Andri M R
JURNAL KOULUTUS Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah penerapan teknik simulation game dapatmeningkatkan kerjasama dalam kelompok belajar siswa sesudah pemberian bimbingan kelompok dengan teknik simulation game.Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII di SMP Kristen Palangka Raya dengan jumlah siswa sebanyak 5 siswa.Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang diambil dari populasi siswa yang berjumlah 44 siswa. Penelitian yang digunakan adalan penelitianpre-experimental design dengan one-group pretest-postest design. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan Uji-T berpasangan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa bimbingan kelompok dengan teknik simulation game sebelum diberi teatment hasil pretest 50,6% dengan kategori rendah, setelah diberi treatment berubah menjadi 67,6%dengan kategori sedang, dengan peningkatan dari hasil pretest dan posttest adalah 16%. Dari hasil angket pretest dan posttes mengenai kerjasama siswa dengan menggunakan bimbingan kelompok teknik simulation game menggunakan analisis statistic uji t dua sampel berpasangan diperoleh hasil (-16,209) sedangkan (2.776) dimana hal ini menunjukkan bahwa (-16,209) < (2.776) maka ditolak danditerima. Berdasarkan dari data diatas peneliti menyimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik simulation gamedapat meningkatkan kerjasama dalam kegiatan belajar kelompok siswa di SMP Kristen Palangka Raya. Kata Kunci: Kerja Sama, Simulation Game AbstractThe purpose of this study was to determine whether the application of simulation game techniques can increase collaboration in student learning groups after providing group guidance with simulation game techniques. This research was conducted on eighth grade students at Palangkaraya Christian Middle School with a total of 5 students who took samples using a purposive sampling technique taken from a student population of 44 students. The research used is a pre-experimental design research with one-group pretest-posttest design. Data collection techniquesare observation, questionnaires and documentation. Data analysis techniques is using paired T-Test. From the research results obtained, the results of the use of group guidance with simulation game techniques before being given a pretest result of 50.6% with a low category, after being given treatment changed to 67.6% with a moderate category, with an increase in the results of the pretest and posttest was 16 %. From the results of the pretest and posttest questionnaires regarding student collaboration using group guidance simulation game techniques using statisticalanalysis t test two paired samples obtained t-count results (-16,209) while t_ (table) (2,776) where this shows that t_ count (16,209) < t_table (2,776) then is rejected and is accepted. Based on the data obtained from the researcher who participated in the group guidance with simulation game technique is effectively use to increase collaboration in student learning activities at SMP Kristen Palangka Raya. Keywords: Cooperation, Simulation Game.
Resolusi dan Edukasi Guru Dalam Penanganan Tantrum Pada Anak Usia Sekolah Imanuella, Marsha; Helmidayanti, Septiana; Hawila; Romiaty, Romiaty
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i3.2177

Abstract

Tantrum pada anak usia Sekolah Dasar, terutama kelas 1, merupakan tantangan yang perlu ditangani dengan tepat. Perilaku ini muncul akibat berbagai faktor seperti pola asuh, kondisi fisik, psikologis, jenis kelamin, serta hubungan antar saudara. Artikel ini menggunakan metode Systematic Literature Review untuk mengkaji penyebab, jenis, dampak, dan strategi penanganan tantrum. Orang tua berperan dengan menenangkan anak, mendengarkan, memberi penjelasan, serta penguatan positif. Sementara itu, guru dapat menggunakan teknik pengalihan perhatian, pujian, pengarahan halus, dan strategi lain untuk mengelola perilaku. Penanganan yang konsisten dari orang tua dan guru sangat penting untuk membantu anak mengelola emosinya secara sehat.
PENGEMBANGAN PANDUAN ASESMEN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK DALAM MERENCANAKAN PROGRAM BK Romiaty, Romiaty; Apriatama, Dony; Pangestie, Esty Pan; Stevandy, Matias
Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5 No 1 (2023): Advice: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/advice.v5i1.3678

Abstract

Asesmen kebutuhan (need assesment) merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh konselor atau guru BK dalam merencanakan program BK tahunan atau semesteran di sekolah. Asesmen kebutuhan dilakukan agar program BK yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan konseli. Tujuan penelitian ini untuk membuat panduan analisa kebutuhan dalam merencanakan program BK pada di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode mixed method dengan pendekatan research and development (RnD). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menghasilkan panduan asesmen kebutuhan yang membantu memberikan panduan untuk para konselor atau guru BK disekolah dalam merencanakan program BK di kota Palangka Raya. Panduan Asesmen kebutuhan terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu a) identifikasi data yang dibutuhkan; b) Menentukan instrumen; c) Mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan mengintepretasikan data hasil asesmen. Seluruh perencanaan need assessment menggunakan bantuan aplikasi computer meliputi aplikasi browser, google formulir, dan google dokumen. Saran untuk guru BK atau Konselor disekolah diharapkan dapat terampil dalam memanfaatkan teknologi dalam merencanakan program BK di  sekolah. 
Perkembangan Kepribadian Pada Remaja : Membangun Identitas Simamora , Sartika Celsilya; Bima; Yuliani Saputri; Chintya Purba; Romiaty, Romiaty
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 2 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas secara mendalam tentang bagaimana identitas remaja terbentuk dalam konteks sosial budaya Indonesia, serta bagaimana kepribadian berkembang sebagai hasil interaksi antara berbagai faktor internal dan eksternal. Fokus utama penelitian adalah pada pentingnya peran lingkungan, keluarga, pendidikan, dan media digital dalam membentuk pola pikir, perilaku, serta karakter remaja. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas remaja sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan psikologis, emosi, dan pengalaman pribadi, serta faktor eksternal seperti nilai budaya, tekanan sosial, dan kemajuan teknologi. Konteks Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan nilai-nilai sosial yang kompleks, tantangan dalam pembentukan identitas menjadi semakin besar, terutama di era digital saat ini. Remaja cenderung mengalami kebingungan identitas akibat pengaruh media sosial yang membentuk persepsi tidak realistis tentang diri dan lingkungan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan strategis dalam membangun identitas yang sehat, seperti membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua, mengembangkan kecerdasan emosional, serta menyediakan ruang bagi remaja untuk bereksplorasi dan mengenali jati diri mereka. Rekomendasi yang diberikan menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang suportif guna membentuk kepribadian remaja yang kuat, mandiri, dan berkarakter. Melalui pemahaman dinamika ini, para pihak yang berkepentingan diharapkan mampu memberikan pendampingan yang sesuai bagi perkembangan remaja di Indonesia.