Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perbaikan Teknologi Produksi Umbi Benih Bawang Merah dengan Ukuran Umbi Benih, Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh, dan Unsur Hara Mikroelemen Ety Sumiati; Nani Sumarni; A Hidayat
Jurnal Hortikultura Vol 14, No 1 (2004): Maret 2004
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v14n1.2004.p1-2

Abstract

Bawang merah untuk benih umumnya diperbanyak dengan menggunakan umbi. Penelitian bertujuan untukmemperbaiki cara perbanyakan umbi untuk benih yang berkualitas. Penelitian dilakukan di Desa Tambakan, Cagak,Subang ± 600 m dpl. Rancangan percobaan menggunakan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama ada tiga,yaitu ukuran umbi benih <3 g, 3-5 g, dan >5 g per umbi. Anak petak ada lima buah yaitu zat pengatur tumbuh enzimkarbonil 0,2 ml/l+ppc mikroelemen metalik 1,0 ml/l, enzim karbonil 0,2 ml/l + metalik 1,5 ml/l, triakontanol 0,2 ml/l +metalik 1,0 ml/l, triakontanol 0,2 ml/l + metalik 1,5 ml/l, dan kontrol. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aplikasiukuran umbi benih >5 g per umbi yang diberi zat pengatur tumbuh triakontanol 0,2 ml/l + ppc mikroelemen metalik 1,5ml/l nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi bobot to tal umbi bawang merah untuk benih.Ame lio ra tion of seed production technology ofshal lot by ap pli ca tion of proper size of mother bulb, plant growth regulators, and microelement nutrient.Shal lot for seed generally are propagated by using the mother bulb. The aim of this experiment was to improve seedproduction technology to find out high quality and quantity of shallot mother bulbs. Research was conducted atTambakan, Cagak, Subang ± 600 m asl. A split plot design with three replication was set up in the field. Main plot wassize of mother bulbs, viz. : <3 g, 3-5 g, and >5 g per bulb, respectively. Subplot was plant growth regulators treatmentin combination with microelement nutrient, viz. : plant growth regulaor en zyme carbonyl 0.2 ml/l + microelementmetalic 1.0 ml/l, en zyme car bonyl 0.2 ml/l + metalic 1.5 ml/l, triakontanol 0.2 ml/l + metalic 1.0 ml/l, triakontanol 0.2ml/l + metalic 1.5 ml/l, and check. Research results revealed that application of size of mother bulb >5 g per bulb incombination with pgr triacontanol 0.2 ml/l + metalic 1.5 ml/l significantly increased growth and total production ofshallot bulbs for seed.
Pemupukan Fosfat Alam, Pupuk Kandang Domba, dan Inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun pada Tanah Masam Rini Rosliani; Yusdar Hilman; Nani Sumarni
Jurnal Hortikultura Vol 16, No 1 (2006): Maret 2006
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v16n1.2006.p%p

Abstract

Percobaan dilaksanakan di lahan petani Kabupaten Lebak, Banten, mulai bulan Juli sampai Oktober 2001.  Jenis tanah masam adalah ultisols yang mempunyai ketersediaan P rendah dan sifat fisik jelek. Tujuan percobaan adalah mempelajari pengaruh inokulasi cendawan mikoriza arbuskula, penyediaan bahan organik dari pupuk kandang domba dan dosis fosfat alam (P) terhadap pertumbuhan, serapan P, dan hasil mentimun. Perlakuan terdiri atas 3 dosis fosfat alam, pupuk kandang domba, dan inokulasi mikoriza. Kombinasi perlakuan seluruhnya ada 12 dengan 3 ulangan yang disusun dalam rancangan acak kelompok faktorial. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang domba meningkatkan efisiensi penggunaan fosfat alam, pertumbuhan, bobot buah, dan infeksi akar.  Pengaruh mikoriza tampak jelas jika disertai penggunaan pupuk kandang domba.  Tanpa  pupuk kandang domba maupun tanpa mikoriza, dosis P yang dibutuhkan untuk menghasilkan buah mentimun adalah 200 kg P2O5 /ha, sedangkan dengan pupuk kandang domba maupun dengan mikoriza dosis P yang dibutuhkan untuk menghasilkan buah mentimun yang sama hanya 100 kg  P2O5 /ha.  Tanpa pupuk kandang, mikoriza, dan pupuk P (kontrol), tanaman tidak menghasilkan buah mentimun. Teknologi yang diperoleh dari penelitian ini sangat berguna untuk pengembangan tanaman sayuran pada tanah-tanah masam atau lahan marginal seperti ultisols.The experiment was conducted at the farmer field in Lebak Distric of Banten Province, from July until October 2001. The soil type was ultisols with low P availability and poor physical property. The objectives of this experiment was to study the effect of application of rock phosphate, sheep manure, and arbuscular mycorrhiza fungi inoculation on the growth, P uptake, and yield of cucumber in acid soil.  The treatments consisted of three rates of rock phosphate, 2 rates of sheep manure and 2 rates of mycorrhiza inoculation. All treatment combinations were arranged in a factorial randomized block design with 3 replications. The results showed that sheep manure application increased the efficiency of rock phosphate application, growth, yield of cucumber, and root infection. The effect of mycorrhiza inoculation was distinct when accompanied with sheep manure supply. Without sheep manure supply and without mycorrhiza inoculation, 200 kg P2O5/ha of rock phosphate was needed to produce cucumber, while sheep manure supply and mycorrhiza inoculation, only 100 kg P2O5/ha of rock phosphate was needed to produce equivalence cucumber fruit. Without rock phosphate application, sheep manure supply, and mycorrhiza inoculation (control), the plant did not produce any cucumber fruit. The results of the experiment can be usefull for developing vegetables cultivation on acid soils or marginal land such as ultisols.
Pemanfaatan Mikoriza, Bahan Organik, dan Fosfat Alam terhadap Hasil, Serapan Hara Tanaman Mentimun, dan Sifat Kimia pada Tanah Masam Ultisol Rini Rosliani; Yusdar Hilman; Nani Sumarni
Jurnal Hortikultura Vol 19, No 1 (2009): Maret 2009
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v19n1.2009.p%p

Abstract

ABSTRAK. Penelitian dilakukan di lahan petani di daerah Kabupaten Lebak, Banten. Jenis tanah Ultisol dengankandungan P rendah dan karakteristik fisik yang buruk. Tujuan percobaan adalah mempelajari pengaruh inokulasicendawan mikoriza arbuskula, penyediaan bahan organik dari pupuk kandang domba, dan dosis fosfat alam terhadapserapan P oleh tanaman, hasil mentimun, dan kandungan hara tanah masam Ultisols. Penelitian dilaksanakan daribulan Juli sampai Oktober 2004. Perlakuan terdiri atas 3 dosis fosfat alam, pupuk kandang domba, dan inokulasimikoriza. Kombinasi perlakuan seluruhnya ada 12 dengan 3 ulangan yang disusun dalam rancangan acak kelompokfaktorial. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang domba meningkatkan efisiensi penggunaanfosfat alam, bobot buah, dan serapan hara. Interaksi antara mikoriza dengan pupuk P dan bahan organik denganpupuk P berpengaruh nyata terhadap serapan P. Tanpa pupuk kandang domba maupun tanpa mikoriza, dosis P yangdibutuhkan untuk menghasilkan buah mentimun adalah 200 kg P2O5 /ha, sedangkan dengan pupuk kandang dombamaupun dengan mikoriza dosis P yang dibutuhkan untuk menghasilkan buah mentimun yang sama hanya 100 kgP2O5 /ha dan kombinasi perlakuan tersebut meningkatkan ketersediaan P tanah. Inokulasi mikoriza tanpa bahanorganik menurunkan pH tanah. Penggunaan fosfat alam pada dosis tinggi dengan adanya bahan organik meningkatkansenyawa Ca-P pada tanah Ultisols. Teknologi yang diperoleh dari penelitian ini sangat berguna untuk pengembangantanaman sayuran pada tanah-tanah masam atau lahan marginal seperti Ultisols.ABSTRACT. Rosliani, R. , Y. Hilman, and N. Sumarni. 2009. The Effect of Rock Phosphate Fertilizer and SheepManure Application, and Arbuscular Mycorrhizae Fungi Inoculation on the Growth and Yield of Cucumberin Ultisol Acid Soil. The experiment was conducted at the farmer field in Lebak District of Banten Province. Thesoil was Ultisols with low available P and poor physical property. The objectives of this experiment was to study theeffect of rock phosphate and sheep manure application, and arbuscular mycorrhizae fungi inoculation on the growth,P uptake, and yield of cucumber in acid soil. The treatments consisted of 3 levels of rock phosphate, 2 levels of sheepmanure, and 2 levels of mycorrhizae inoculation. All treatment combinations were arranged in factorial randomizedblock design with 3 replications. The results showed that sheep manure supply could increased the efficiency ofrock phosphate application, growth, yield of cucumber, and nutrient uptake. The effect of mycorrhizae inoculationwas more clear when accompanied by sheep manure supply. Interaction of sheep manure and rock phosphate ormycorrhizae inoculation and rock phosphate significantly increased P uptake. Without sheep manure supply andwithout mycorrhizae inoculation, 200 kg P2O5/ha of rock phosphate was needed compare with sheep manure supplyand mycorrhizae inoculation, which only required 100 kg P2O5/ha of rock phosphate to reach the same productivity ofcucumber fruit, and these treatment combination P availability were also increased. Mycorrhizae inoculation withoutsheep manure could decrease the soil pH. Rock phosphate at high dosage with sheep manure could increase Ca-Pon Ultisols acid soil. The results of the experiment could be benefit for the development of vegetables on acid soilsor marginal land such as Ultisols.
Manajemen Kurikulum Tahfidz di Pondok Pesantren Ad Da’wah Lebak Banten Nani Sumarni; Andewi Suhartini; Nurwadjah
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.947 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v1i2.22

Abstract

Manajemen kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum. manajemen kurikulum merupakan suatu kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kurikulum. Terdapat lima prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum, yaitu produktivitas, demokratisasi, kooperatif, efektivitas, pencapaian visi misi dan tujuan melalui proses dan kegiatan pengelolaan kurikulum. Manajemen kurikulum tahfidz sendiri melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, implementasi kurikulum dan evaluasi kurikulum. Pondok pesantren Ad Da’wah adalah salah satu pondok yang mempunyai program unggulan tahfidz Alqur’an. Dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz, pondok pesantren Ad Da’wah melalui tahap perencanaan yaitu dengan menyusun visi, misi dan tujuan untuk menyusun program kegiatan. Adapun aspek Pengorganisasian Manajemen Tahfidz Pesantren Ad Da’wah dengan penggunaan metode dalam pelaksanaan kurikulum yaitu metode fardi (individu), metode wahdah, metode muroja’ah, metode sima’I dan metode takrir. Aspek Implementasi manajemen kurikulum di laksanakan sesuai program yang sudah disusun, santri dikelompokkan berdasarkan halaqoh dengan satu pembimbing ustadz atau ustadzah. Sedangkan aspek evaluasi manajemen kurikulum dilaksanakan dengan evaluasi atau penilaian hapalan yang tealah mencapai target tertentu, yang harus disetorkan oleh santri kepada ustad/ustadzah pembimbingnya. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan, Kurikulum Pesantren, Tahfidz Alqur’an
Strategi Pemberdayaan Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di SMA Muslimin Sindangkerta Nani Sumarni; Soleha, Lilis Karnita
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i4.2548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan guru dalam meningkatkan pendidikan di SMA Muslimin Sindangkerta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah tersebut masih kekurangan tenaga pengajar karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengajar di sekolah tersebut Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kuatatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih objektif dan terukur tentang strategi pemberdayaan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Muslimin Sindangkerta, dengan harapan dapat memberikan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan di bidang pendidikan. bahwa pelatihan guru juga merupakan faktor penting dalam upaya pemberdayaan guru di SMA Muslimin Sindangkerta. Pelatihan tersebut meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Selain itu, program khusus kewirausahaan dan public speaking juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan siswa secara holistik. Kerja sama dengan masyarakat setempat dan instansi sekolah sekitar juga menjadi faktor penting dalam memperkuat pendidikan di SMA Muslimin Sindangkerta
Kondisi Tenaga Kerja Di Provinsi Bengkulu Di Tengah Pandemi Covid-19 Nani Sumarni
Diophantine Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diophantine.v1i1.25854

Abstract

One of which its impact the Covid-19 is job availability. This study aims to analyze the unemployment rate in Bengkulu Province, especially during the Covid-19 pandemic. This research is quantitative with a descriptive statistical approach. The data source used is secondary data from the Central Bureau Statistics for 2017-2020. The results of this study state that the Covid-19 pandemic has an influence in a decrease in the number of businesses by 0,86 percent. Two sectors, which are trade and agriculture sectors, became the people's main choice to survive during the pandemic, compared to the industrial sector which has been most significantly affected by the pandemic. In line with that, the population working as family workers/unpaid workers increased to 3,71 percent. The results of the analysis of the data for the last four years show that in terms of education completed, the employment is still dominated by people with low education, that reached 78,27 percent. However, among the three graduates, high school graduates are the most not being absorbed in the world of work. Meanwhile, the number of unemployed people with diploma education has actually decreased.
Implementasi Penggunaan Jaringan Mitra Untuk Memperluas Distribusi Kacang Sangrai Ewooww Resya Dwi Marselina; Ikbal Saepul Ramdan; Naila Syafitri; Nani Sumarni; Surya Kurnia Alamsyah; Widi Aulia Lestari; Wilda Jamilah Suryaman; Wanda Fitriana
Student Research Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Februari : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srjyappi.v2i1.955

Abstract

Micro, small and medium enterprises can have an impact on economic growth and can also contribute greatly to increasing employment opportunities. It's just that there are many challenges that UMKM have to overcome, such as lack of capital; Difficulty in marketing; Tight business competition; Raw material difficulties; Lack of technical production and expertise; Lack of managerial skills; Lack of knowledge in management issues, including in finance and accounting. To help deal with existing challenges, one solution is to build a partnership network as is done by ewooww roasted peanuts. Partnership is cooperation between two or more people who have a business to achieve their goals. The method used in this research is descriptive analysis which collects data by observing and interviewing the owner and CEO of ewooww roasted peanuts. The partnerships undertaken by ewooww roasted peanuts include traditional markets, wholesalers, resellers, bazaars and events, gift shops. All partnerships have benefits, namely helping the ewooww roasted peanut business to expand the market.