Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Cangkang Telur Ayam Ras pada Proses Roasting Biji Kopi Robusta Terhadap Kadar Kalsium, Aktivitas Antioksidan, Serta Kadar Kafein Kopi Muh Taufiq Mahfudh; Yan El Rizal Unzilatirrizqi D; Melly Fera
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5353

Abstract

Kopi merupakan minuman yang sangat terkenal dan memiliki manfaat bagi kesehatan seperti mengandung antioksidan dan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, kopi memiliki kekurangan jika dikonsumsi secara berlebihan karena dapat menyerap kalsium pada tulang, dapat membuat denyut jantung lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Cangkang telur ayam ras mengandung kalsium karbonat sebesar 97% dari keseluruhan total cangkang yang berguna untuk kesehatan tulang pada tubuh manusia. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi limbah cangkang telur ayam yang dapat mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penambahan cangkang telur ayam ras pada proses roasting biji kopi terhadap kadar kalsium, aktivitas antioksidan serta kadar kafein kopi. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu rasio penambahan cangkang telur ayam dan dilakukan 4 perlakuan dengan 2 kali ulangan. Hasil analisis menunjukan bahwa penambahan cangkang telur ayam ras dapat berpengaruh yang nyata (p < 0,05) terhadap kadar kalsium, aktivitas antioksidan serta kadar kafein kopi.
TEKNOLOGI PIROLISIS BERBAHAN KEMASAN BISKUIT DAN AIR MINERAL UNTUK PEMBUATAN BAHAN BAKAR CAIR Unzilatirrizqi, Yan El Rizal
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 5 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v5i01.1697

Abstract

Limbah pangan merupakan masalah yang tidak bisa lepas dari produksi dan hasil teknologi pangan. Pemanfaatan limbah pangan berupa kemasan kaleng menjadi reaktor pirolisis menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan limbah pangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pirolisis berbahan kemasan biskuit untuk menghasilkan bahan bakar cair. Penelitian ini menggunakan Kaleng biskuit sebagai reaktor pirolisis dan plastik kemasan minuman jenis polypropylene (PP) sebagai bahan pembuat bahan bakar cair (bbm), pipa besi untuk mengalirkan fluida, dan gas Liquid Petroleum Gas (LPG) sebagai sumber panas. Hasil bahan bakar cair yang dihasilkan memiliki densitas sebesar 0,741 g/mL dan cukup efektif secara waktu untuk mendidihkan air. Hasil penelitian ini penting untuk pijakan dalam pembuatan energi alternatif berbasis sampah untuk keelangsungan energi dan lingkungan berkelanjutan
Analysis of Indoor Air Pollutants in the Simulator Building at Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang El Husna, Iksiroh; Unzilatirrizqi Dewantoro, Yan El Rizal; Azise Wijinurhayati, Anissofiah; Idayatma, Widya Putri
Jurnal Penelitian Transportasi Laut Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Laut
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/transla.v26i2.2379

Abstract

Polusi Udara Dalam Ruang saat ini menjadi suatu permasalahan yang serius, karena telah menjadi penyebab 4,5 juta kematian setiap tahunnya. Ruang simulator kapal merupakan salah satu ruangan tertutup yang memungkinkan terpapar polusi udara dalam ruang. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur dan menganalisis kualitas udara dalam ruangan di beberapa lokasi terpilih diruang simulator kapal. Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan perpaduan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif dengan pendekatan case control dan bersifat observasional analitik dengan objek ruang simulator. Kualitas parameter fisik suhu, intensitas cahaya, dan jumlah mikroorganisme masih dibawah baku mutu yang dipersyaratkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1077 Tahun 2011. Sedangkan parameter kelembaban tidak memenuhi baku mutu kelembaban udara dalam ruang yaitu sebesar 40% Rh – 60% Rh.
FLAVONOID (QUERCETIN) CONTENT, YEAST AND MOLD CONTAMINATION IN DUCK MEAT SOAKED IN SHALLOT (ALLIUM ASCALONICUM) SKIN WASTE Unzilatirrizqi D, Yan El Rizal; Sri Mukodiningsih; Bambang Cahyono
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 20 No. 2 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v20i2.2025.379-390

Abstract

Introduction:  The flavonoid content in shallot skin is 2–10 g/kg higher than that in the edible portion, with < 0.03 to 1 g/kg. Aims: To determine flavonoid (quercetin) content and yeast and mold contamination in duck meat soaked in shallot (Allium ascalonicum) skin waste. Methods: The sample was shallot skin waste from 14 districts in Brebes Regency, Indonesia. Analysis was performed in several steps, including the production of shallot skin flour and measurement of flavonoid (quercetin) levels using a UV-Vis spectrophotometer. This study analyzed the amount of yeast mold growth on duck meat after soaking in shallot skin waste extract and the test data obtained will be analyzed descriptively and presented in the form of a table. Results: The average flavonoid (quercetin) content in the shallot skin waste was 4.33% w/w. The lowest flavonoid (quercetin) content in the Sirampog district was 4.29% w/w and the highest quercetin content was 4.40% w/w in the Wanasari district. The mold and yeast contamination levels varied among treatments, with treatment 1 having the highest contamination rate of 96 colonies/g, followed by treatments 2 and 3 with contamination rates of 20 and 15 colonies/g, respectively, and treatment 4 having contamination rates of 3 colonies per gram. Conclusion: The flavonoid content of shallot skin waste varied across the districts. Mold and yeast contamination levels were significantly different among the treatments, with treatment 1 showing the highest contamination rate. Treatment 4 resulted in a very rapid reduction in the number of molds and yeast (3 colonies).
MITOS KEHAMILAN: IKAN, CUMI-CUMI DAN UDANG PENYEBAB MASALAH KESEHATAN PADA JANIN DI PUSKESMAS TEGAL BARAT KOTA TEGAL Arsita Harnawati, Riska; Dewantoro, Yan El Rizal Unzilatirrizqi
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v11i2.1920

Abstract

Myths are traditions that are widely spread throughout society. One myth that often arises and spreads quickly is related to health issues. West Tegal is a region in Indonesia located on the north coast of Java, with easy access to sources of protein or seafood. However, there is a myth that makes pregnant women reluctant to consume seafood because it is considered dangerous for the fetus. This study aims to examine myths related to pregnancy from the cultural perspective of the West Tegal community, Tegal City, using a qualitative approach with pregnant women as respondents. Respondents were selected using purposive sampling and accidental sampling techniques, namely pregnant women who underwent antenatal care (ANC) at the West Tegal Community Health Center and were willing to be informants. Data collection was carried out through in-depth interviews to explore the experiences, views, and beliefs of four pregnant women regarding food myths during pregnancy. The results showed that pregnant women in the working area of the Tegal Barat Community Health Center, Tegal City, still practiced pregnancy care that was not in accordance with health theory. During pregnancy, they believed in myths about food restrictions, such as not eating fish because it causes itching/allergies in the fetus, squid because it causes the fetus's skin to turn black, and shrimp because it causes the fetus's skin to become scaly.
Pemetaan Emisi Co 2 Hasil Kontribusi Kegiatan Transportasi Di Kota Tegal Jawa Tengah Hendratmoko, Pungkas; Dewantoro, Yan El Rizal Unzilatirrizqi
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v5i2.46

Abstract

Emisi kendaraan bermotor merupakan sumber pencemaran utama di kota-kota besar di Indonesia. Hal inisangat berdampak pada sektor transportasi yang muaranya jelas berpengaruh pada kontribusi CO2 yangdiprediksi meningkat secara drastis. Karbondioksida adalah hasil dari pembakaran senyawa organic jikacukup jumlah oksigen yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah emisi CO2 yangdihasilkan dari kegiatan transportasi di wilayah Kota Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah pendekatan kuantitatif yang bersandar pada pengumpulan dan analisis data kuantitatif (numerik),menggunakan strategi survei dan eksperimen, mengadakan pengukuran dan observasi, melaksanakanpengujian teori dengan uji statistik. Survei pada penelitian ini menggunakan survei lapangan terkaitpersebaran kendaraan di Kota Tegal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diketahui jumlah emisikarbon yang dihasilkan di ruas jalan Kota Tegal berkisar antara 80.096.924 g/jam.km sampai dengan1.520.271.695 g/jam.km.
Evaluasi Fasilitas Halte Dan Penentuan Kebutuhan Halte Di Kota Tegal Rusmandani, Pipit; Sholeh Setiawan, Riandy; El Rizal Unzilatirrizqi D, Yan
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v7i1.74

Abstract

Tempat perhentian angkutan atau halte atau shelter adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, biasanya ditempatkan pada jaringan pelayanan angkutan. Penelitian tantang halte telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya baik dilihat dari sis teknis maupun dari sisi persepsi pengguna. Karena pada dasarnaya penyediaan halte ini selain keandalan dan kinerja, salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum adalah kenyamanan dan estetikadari fasilitas pendukungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fasilitas halte dan keberaan halte serta menentukan kebutuhan halte baik dari sisi teknis aksesibilitas maupun persepsi masyarakat. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan Kebutuhan penyediaan halte mengedepankan pelayanan dari angkutan umum itu sendiri dan kebutuhan dari masyarakat baik dari tata letaknya maupun desain halte agar tercapai pelayanan yang optimal serta dapat menguruangi penggunaan angkutan pribadi dan meningkatkan penggunaan angkutan umum. Dari 27 halte eksisting terdapat 4 unit halte harus dibongkar/pindah, sedangkan 23 unit masih dapat melayani pelayanan angkutan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan diperoleh kebutuhan halte tambahan sebanyak 24 unit.
UJI FITOKIMIA DAN KLT DARI LIMBAH DAUN BAWANG MERAH KERING DAN DAUN BAWANG MERAH SEGAR BREBES (Allium cepa L. var. aggregatum): Uji Fitokimia dan KLT Dari Limbah Daun Bawang Merah Kering dan Daun Bawang Merah Segar Brebes (Allium Cepa L. Var. Aggregatum) Febriani, Alik Kandhita; Dewantoro, Yan El Rizal Unzilatirrizqi; Rahmawati, Yuniarti Dewi
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 6 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v6i2.1769

Abstract

Bawang merah adalah komoditas utama kabupaten Brebes. Limbah bawang merah pun semakin meningkat seperti limbah daun bawang merah kering. Limbah ini biasa digunakan untuk makan ternak ataupun pupuk organik. Bawang merah secara tradisional banyak dimanfaatkan Masyarakat untuk mengobati demam, pusing dan influensa. Bawang merah juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler, diabetes dan mampu menurunkan resiko terjadinya kanker. Untuk itu, penelitian tentang kandungan senyawa dilakukan terhadap limbah daun bawang merah kering dan daun bawang merah segar untuk mengetahui dan membandingkan potensinya. Metode penelitian dilakukan dengan skrining fitokimia dan KLT untuk mengetahui adanya senyawa golongan alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin. Untuk KLT dilakukan untuk mengetahui adanya senyawa kuersetin. Hasilnya, alkaloid tidak terdapat dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar. Kandungan saponin, flavonoid, dan tanin memiliki hasil positif untuk kedua sampel. Senyawa kuersetin juga diidentifikasi ada dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar. Namun intensitas noda KLT lebih terlihat pada daun bawang merah segar. Kesimpulannya, limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Alkaloid tidak terdapat dalam limbah daun bawang merah kering maupun daun bawang merah segar.