Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament terhadap Partisipasi Belajar PJOK Siswa VIII SMPN 1 Kandangan Haikal, Muhammad; Arifin, Ramadhan; Indah, Eka Purnama; Yadi, Januar Inggar
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6487

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas VIII SMPN 1 Kandangan, yang terlihat dari rendahnya keterlibatan dalam diskusi, kerja sama kelompok, aktivitas praktik, dan antusiasme selama pembelajaran. Penelitian terdahulu mengenai Teams Games Tournament (TGT) dalam PJOK lebih banyak mengkaji motivasi dan hasil belajar, sedangkan kajian yang secara khusus menelaah pengaruh TGT terhadap partisipasi belajar siswa SMP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap partisipasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri atas 31 siswa kelas VIII SMPN 1 Kandangan yang dipilih dengan purposive sampling. Data partisipasi dikumpulkan melalui lembar observasi pada pembelajaran passing bola basket yang meliputi chest pass, bounce pass, dan overhead pass. Analisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, paired-samples t-test, dan N-Gain. Rata-rata skor partisipasi meningkat dari 63,74 pada pretest menjadi 83,71 pada posttest. Uji paired-samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan, t(30) = -34,984, p < 0,001, sedangkan rata-rata N-Gain sebesar 55,47% berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan TGT diikuti oleh peningkatan partisipasi belajar siswa. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, pengaruh yang ditemukan perlu ditafsirkan secara hati-hati dan belum dapat dianggap sebagai bukti kausal yang sepenuhnya mengisolasi TGT dari faktor lain.s The Effect of the Teams Games Tournament Instructional Model on Physical Education Participation Among Eighth-Grade Students at SMPN 1 Kandangan Abstract This study was motivated by suboptimal student participation in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) classes among eighth-grade students at SMPN 1 Kandangan, as reflected in limited engagement in discussions, group work, practical activities, and enthusiasm during learning. Previous research on Teams Games Tournament (TGT) in physical education has focused mainly on motivation and learning outcomes, while studies specifically examining the effect of TGT on junior high school students' learning participation remain limited. This study aimed to determine the effect of the TGT cooperative learning model on student participation. A quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design was used. The sample comprised 31 eighth-grade students selected through purposive sampling. Participation data were collected using an observation sheet during basketball passing lessons covering the chest pass, bounce pass, and overhead pass. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, a paired-samples t-test, and N-Gain. The mean participation score increased from 63.74 at pretest to 83.71 at posttest. The paired-samples t-test showed a significant difference, t(30) = -34.984, p < 0.001, while the mean N-Gain was 55.47%, categorized as moderate. These findings indicate that TGT implementation was followed by increased student participation. However, because the study did not include a control group, the observed effect should be interpreted cautiously and does not establish TGT as the sole causal factor.
Program Edukasi Pencegahan Cedera Dan Self-Massage Olahraga Berbasis Lapangan Dalam Meningkatkan Kesiapan Pra-Kompetisi Atlet Sepak Bola Wanita Kota Banjarbaru Rachman, Aryadi; Arifin, Ramadhan; Mashud, Mashud; Warni, Herita; Nurdiansyah, Nurdiansyah; Amirudin, Akhamd; Candra, Hardyan; Putri, Meliyani; Haqqi, Muhammad Hafiz Ihsanul
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6278

Abstract

Atlet sepak bola wanita memiliki risiko cedera yang lebih tinggi dibandingkan atlet pria, khususnya pada fase pra-kompetisi akibat peningkatan intensitas latihan yang tidak diimbangi dengan program pemulihan terstruktur. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan fisik pra-kompetisi atlet sepak bola wanita Kota Banjarbaru melalui program edukasi pencegahan cedera berbasis stretching terstruktur dan self-myofascial release (SMR) menggunakan foam roller. Program dilaksanakan pada tanggal 4–31 Mei 2026, diawali tahap persiapan modul/SOP dan koordinasi mitra, dilanjutkan pelaksanaan lapangan dalam empat pertemuan (10, 17, 24, dan 31 Mei 2026) yang melibatkan 27 atlet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, sit and reach test, serta Visual Analog Scale (VAS), dianalisis dengan uji Paired Sample t-Test menggunakan desain one-group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman atlet dari rata-rata 9,74 menjadi 14,52 (p < 0,001), peningkatan fleksibilitas dari 9,59 cm menjadi 13,74 cm (p < 0,001), dan penurunan skor nyeri otot dari 5,70 menjadi 0,37 (p < 0,001). Seluruh variabel menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan besaran efek (Cohen's d) yang besar. Program edukasi pencegahan cedera berbasis stretching dan self-myofascial release menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pengetahuan, fleksibilitas, dan menurunkan nyeri otot atlet sepak bola wanita sebagai bagian dari kesiapan pra-kompetisi, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDG 3 dan konteks kesetaraan akses layanan olahraga (SDG 5). Stretching and Self-Myofascial Release Based Injury Prevention Education for Female Football Athletes in Banjarbaru City Abstract Female soccer athletes face a higher injury risk than male athletes, particularly during the pre-competition phase due to increased training intensity without a structured recovery program. This community service program aimed to improve the pre-competition physical readiness of female soccer athletes in Banjarbaru City through an injury prevention education program based on structured stretching and self-myofascial release (SMR) using a foam roller. The program was conducted from May 4 to 31, 2026, beginning with module/SOP preparation and partner coordination, followed by field implementation across four sessions (May 10, 17, 24, and 31, 2026) involving 27 athletes. Evaluation used pre-test and post-test questionnaires, a sit and reach test, and the Visual Analog Scale (VAS), analyzed using a one-group pretest-posttest design with a Paired Sample t-Test. Results showed an increase in athletes' understanding from 9.74 to 14.52 (p < .001), an increase in flexibility from 9.59 cm to 13.74 cm (p < .001), and a decrease in muscle pain scores from 5.70 to 0.37 (p < .001). All variables showed significant differences (p < .05) with large effect sizes (Cohen's d). The injury prevention education program based on stretching and self-myofascial release showed positive effects on improving knowledge, flexibility, and reducing muscle soreness in female soccer athletes as part of pre-competition readiness, while also contributing to the achievement of SDG 3 and the broader context of equitable access to sport-support services (SDG 5).
Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar PJOK di SDN 2 Bangkal Yulia, Rina; Basuki, Sunarno; Arifin, Ramadhan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6203

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang berkaitan dengan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PJOK. Penelitian terdahulu telah menunjukkan adanya hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar, tetapi bukti empiris pada siswa sekolah dasar dalam konteks pembelajaran PJOK di SDN 2 Bangkal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar PJOK siswa SDN 2 Bangkal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 28 siswa kelas IV dan V yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data motivasi belajar dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah divalidasi oleh ahli, sedangkan data hasil belajar PJOK diperoleh melalui dokumentasi nilai akhir PJOK siswa. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 83,68, sedangkan hasil belajar PJOK berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 83,86. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK dengan r = 0,680 dan p < 0,001. Koefisien determinasi (R²) sebesar 46,24% menunjukkan bahwa variasi hasil belajar PJOK yang berkaitan secara statistik dengan motivasi belajar sebesar 46,24%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar, semakin baik kecenderungan hasil belajar PJOK siswa. The Relationship Between Students' Learning Motivation and Physical Education Learning Outcomes at SDN 2 Bangkal Abstract Learning motivation is an internal factor related to students’ engagement in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning. Previous studies have reported a relationship between learning motivation and learning outcomes; however, empirical evidence among elementary school students in the context of PJOK learning at SDN 2 Bangkal remains limited. This study aimed to determine the relationship between learning motivation and PJOK learning outcomes among students at SDN 2 Bangkal. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 28 fourth- and fifth-grade students selected using purposive sampling. Learning motivation data were collected through an expert-validated Likert-scale questionnaire, while PJOK learning outcome data were obtained from students’ final PJOK scores documented by the school. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and Pearson Product Moment correlation analysis. The results showed that learning motivation was categorized as high, with a mean score of 83.68, while PJOK learning outcomes were categorized as good, with a mean score of 83.86. Pearson correlation analysis showed a positive and significant relationship between learning motivation and PJOK learning outcomes (r = 0.680; p < 0.001). The coefficient of determination (R²) of 46.24% indicates that 46.24% of the variation in PJOK learning outcomes was statistically associated with learning motivation. These findings indicate that higher learning motivation was associated with better PJOK learning outcomes.