Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Panjang Jaringan Terhadap Drop Tegangan Pada Penyulang Duku dan Kurma PT. PLN (Persero) ULP Rumbia Afrida, Yenni; Jeckson
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n1.2606

Abstract

Voltage drops in distribution systems can occur in medium voltage networks (JTM), distribution transformers, low voltage networks (JTR) and house lines. Voltage drops in the network cause suboptimal distribution and increase power losses. PT. PLN (Persero) ULP Rumbia has two feeders with pure radial network characteristics sourced from the Seputih Banyak Main Substation. The length of the Duku Feeder network has a voltage of 96.8 KMS with a load of 150 A while the length of the Kurma Feeder network is 207.21 kV with a load of 155 A. The network reconfiguration of the Dente Teladas Substation was carried out to shorten the network length. This research aims to calculate the voltage drop that occurs at the Duku and Kurma feeders before and after network configuration. This research uses the quantity method to compare the calculation results with the voltage drop standards set by PT. PLN (Persero). After reconfiguring the Duku and Kurma feeders, there was an increase in tip voltage which indicated improvement. From the calculation results before adding the network to the Duku feeder, the voltage at the receiving end was 19.5 kV with a voltage drop of 7.1%, and at the Kurma feeder the voltage at the end of the line was 17 kV with a voltage drop of 19%. This is clearly no longer in accordance with the local TMP, and requires further study to overcome this problem. The voltage on the two feeders goes through a step up process using a Medium Voltage OLTC (On Load Tap Changer) so that the voltage on each feeder becomes between 19.86 kV to 20.16 kV.
Analisis Setting Over Current Relay Satu Fasa Ke Tanah Sistem 20 Kv Pada Recloser B 21 Penyulang Salju Gardu Induk Teluk Betung Berbasis Etap Son, Jeckson; Yenni Afrida; Sri Suryani
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n2.2683

Abstract

Gangguan jaringan sistem 20 kV selalu berpotensi terjadi dan penyebab yang paling sering menyebabkan gangguan adalah gangguan hubung singkat 3 fasa, 2 fasa, 2 fasa ke tanah dan 1 fasa ketanah. Dalam mengamankan jaringan dari gangguan-gangguan tersebut maka dibutuhkan peralatan proteksi pada jaringan sistem 20 kV yang sensitif, selektif, cepat, andal dan sederhana. Relai yang paling sering bekerja pada recloser B 21 adalah Over Current Relay (OCR) satu fasa ke tanah. Perhitungan dan Analisa waktu kerja OCR satu fasa ke tanah pada recloser B 21 penyulang Salju dilakukan pada outgoing dan incoming serta waktu kerja recloser. Setelah data-data tersebut didapatkan, dilanjutkan dengan menganalisa koordinasi setting OCR satu fasa ketanah antara recloser B 21 dengan outgoing penyulang Salju mengguankan software Etap. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode studi pustaka, literatur, wawancara, dan pemodelan sistem. Hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat satu fasa tanah pada 1% jaringan atau 1.88 km sebesar 288.396 A, sedangkan arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah yang mempunyai nilai minimum terletak pada 100% jaringan atau 18.8 km sebesar 202.65 A. Hasil perhitungan pada OCR satu fasa ke tanah incoming tms = 0.26, t = 0.7 detik, outgoing tms = 0.1, t = 0.3 detik dan recloser tms = 0.062, t = 0.2 detik dan setting eksisting dari PLN adalah incoming tms = 0.37, t = 1 detik, outgoing tms = 0.047, t = 0.15 detik dan recloser tms = 0.03, t = 0.09 detik. Dari hasil pengamatan data yang diperoleh, direkomendasikan untuk mempertimbangkan resetting pada recloser B 21, outgoing penyulang Salju dan incoming agar menaikkan setting relai sehingga ketika merasakan arus pick up relai tidak langsung trip.
Analisis Hasil Pengujian Isolasi Transformator Daya 20 kV (Step-Up) di PT PLN (Persero) PLTD Tegineneng: Analisis Hasil Pengujian Isolasi Transformator Daya 20 kV (Step-Up) di PT PLN (Persero) PLTD Tegineneng SON, JECKSON; Suryani, Sri
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n1.2771

Abstract

Transformator step-up pada PT PLN (Persero) PLTD Tegineneng merupakan salah satu peralatan utama yang digunakan secara kontinu. Dalam sebuah jaringan sistem tenaga listrik yang kompleks, penurunan atau penuaan kekuatan isolasi peralatan listrik merupakan masalah serius yang dapat menimbulkan kerugian besar, seperti kerusakan transformator, meledaknya pemutus sirkuit (circuit breaker), dan lain-lain. Untuk menghindari kerusakan peralatan yang tidak terduga serta ketidakstabilan distribusi energi listrik, sangat penting untuk mengetahui kondisi isolasi peralatan tersebut dan memantau secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pengujian isolasi transformator tersebut berdasarkan empat parameter utama: Indeks Polarisasi (PI), tan delta, analisis gas terlarut (DGA), dan breakdown voltage. Hasil pengujian Indeks Polarisasi menunjukkan indikasi kontaminasi belitan trafo oleh kotoran, air, dan debu. Disarankan untuk melakukan uji kadar air dan tan delta guna mendalami temuan ini. Pengujian tan delta pada kumparan primer menunjukkan hasil yang tidak baik, dengan nilai sebesar 1,2%, yang menurut standar ANSI C57.12.90 tergolong buruk. Oleh karena itu, pengujian kadar air minyak isolasi dan furan direkomendasikan. Hasil DGA menunjukkan total gas terlarut (TDCG) sebesar 1169 ppm, masuk dalam kondisi 2 yang menandakan gejala awal kegagalan. Laju pertumbuhan gas yang signifikan (>30 ppm) pada pengujian-pengujian berikutnya mengindikasikan perlunya pengambilan sampel gas secara bulanan. Analisis key gas mengidentifikasi jenis kegagalan sebagai pemanasan minyak (overheating of oil) dengan dominasi kandungan gas etilen (63%) dan etana (20%). Pengujian breakdown voltage menunjukkan hasil awal yang baik, namun cenderung menurun dari 55 kV ke 46 kV, kemungkinan akibat penambahan oli saat proses purifikasi. Berdasarkan analisis menyeluruh, transformator unit 3 PLTD Tegineneng masih layak dioperasikan dengan catatan beban tidak melebihi kapasitas. Namun, tanda-tanda kegagalan isolasi, khususnya pada minyak, mulai muncul. Oleh karena itu, diperlukan pengujian rutin, seperti pengujian kadar air dan furan, untuk memastikan kondisi transformator tetap stabil dan andal.
Penerapan Teknologi Penggulungan Benang Mas dan Implementasi Digital Marketing Pengrajin Tapis Lampung Huwaina, Mashdaria; Sari, Mutiara; Jeckson, Jeckson; Warsiyah, Warsiyah; Saputeri, Noorikha Pandayahesti
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.294-301

Abstract

UMKM Ari Anggraini Tapis Lampung menghadapi tantangan dalam efisiensi produksi dan keterbatasan pemasaran digital, meskipun memiliki potensi budaya dan ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing UMKM melalui penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan digital marketing. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan mesin penggulung benang emas dan bordir digital, pelatihan pencatatan keuangan, serta pendampingan pemasaran digital. Hasil menunjukkan peningkatan efisiensi waktu produksi hingga 66%, penurunan biaya bordir 50%, dan peningkatan omzet hingga 30%. Mitra juga mulai menggunakan aplikasi keuangan dan aktif di marketplace. Kegiatan ini berhasil mentransformasi proses produksi manual menjadi lebih modern, meningkatkan keterampilan pengrajin, serta memperluas jangkauan pasar. Kesimpulannya, intervensi teknologi dan digitalisasi manajerial terbukti efektif dalam memperkuat keberlanjutan dan daya saing UMKM berbasis budaya lokal.
Analisa Data Hasil Pengukuran Beban Motor Listrik 1 Fasa pada kWh Analog dan kWh Digital SON, JECKSON
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 3 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n3.2219

Abstract

Penggunaan Energi Listrik telah menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Untuk mengetahui besaran energi listrik yang digunakan, PLN membutuhkan sebuah alat yang disebut kWh Meter. Terdapat dua macam kWh Meter yang digunakan, yaitu kWh meter Analog (paskabayar) dan kWh Meter Digital (prabayar). Setelah beralih ke kWh meter Digital, hampir di semua rumah sudah menggunakannya, akan tetapi ternyata masih banyak juga keluhan dari masyarakat dan kurang setuju dengan kWh meter Digital. Hal ini disebabkan karena adanya anggapan, pemikiran dan informasi dari masyarakat bahwa kWh meter Digital tersebut membuat perhitungan yang salah sehingga banyak merasa perhitungan energi listrik yang dipakai lebih besar dari pada kWh meter Analog. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai data hasil pengukuran beban motor listrik 1 fasa pada kWh meter Digital dan Analog. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil pembacaan oleh kWh meter analog dan kWh meter digital yang dipasangkan pada motor listrik 1 fasa. Proses penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur langsung beban motor listrik 1 fasa pada kWh Analog dan kWh Digital sebanyak sepuluh kali dengan jangka waktu berbeda. Hasil penelitian ini adalah kWh Digital menunjukkan pengukuran yang lebih teliti dan akurat karena digit angka yang ditampilkan dua desimal (0,00). Dari hasil pembulatan satu desimal (0.0), maka hasil pengukuran adalah sama.
Analisis Gangguan Earth Fault pada Penyulang Hujan Gardu Induk Teluk Betung Afrida, Yenni; Jeckson, Jeckson; A, Ancolo; Fajar Rhomadon
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 3 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n3.2239

Abstract

Simulasi Perbaikan Tegangan menggunakan Aplikasi ETAP pada Mobile Substation 150/20 KV Sistem Kelistrikan PLN (Persero) Rayon Menggala Son, Jeckson; Afrida, Yenni; U, Ubaidah; A, Ali Ahmad
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 17 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v17n1.2411

Abstract

Studi Penentuan State Of Charge (SOC) pada Baterai Valve Regulated Lead Acid NP7-12 Menggunakan MATLAB Afrida, Yenni; J, Jeckson; U, Ubaidah
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v17n2.2481

Abstract

Pengaruh Panjang Jaringan Terhadap Drop Tegangan Pada Penyulang Duku dan Kurma PT. PLN (Persero) ULP Rumbia Afrida, Yenni; Jeckson
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n1.2606

Abstract

Voltage drops in distribution systems can occur in medium voltage networks (JTM), distribution transformers, low voltage networks (JTR) and house lines. Voltage drops in the network cause suboptimal distribution and increase power losses. PT. PLN (Persero) ULP Rumbia has two feeders with pure radial network characteristics sourced from the Seputih Banyak Main Substation. The length of the Duku Feeder network has a voltage of 96.8 KMS with a load of 150 A while the length of the Kurma Feeder network is 207.21 kV with a load of 155 A. The network reconfiguration of the Dente Teladas Substation was carried out to shorten the network length. This research aims to calculate the voltage drop that occurs at the Duku and Kurma feeders before and after network configuration. This research uses the quantity method to compare the calculation results with the voltage drop standards set by PT. PLN (Persero). After reconfiguring the Duku and Kurma feeders, there was an increase in tip voltage which indicated improvement. From the calculation results before adding the network to the Duku feeder, the voltage at the receiving end was 19.5 kV with a voltage drop of 7.1%, and at the Kurma feeder the voltage at the end of the line was 17 kV with a voltage drop of 19%. This is clearly no longer in accordance with the local TMP, and requires further study to overcome this problem. The voltage on the two feeders goes through a step up process using a Medium Voltage OLTC (On Load Tap Changer) so that the voltage on each feeder becomes between 19.86 kV to 20.16 kV.
Analisis Setting Over Current Relay Satu Fasa Ke Tanah Sistem 20 Kv Pada Recloser B 21 Penyulang Salju Gardu Induk Teluk Betung Berbasis Etap Son, Jeckson; Yenni Afrida; Sri Suryani
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v18n2.2683

Abstract

Gangguan jaringan sistem 20 kV selalu berpotensi terjadi dan penyebab yang paling sering menyebabkan gangguan adalah gangguan hubung singkat 3 fasa, 2 fasa, 2 fasa ke tanah dan 1 fasa ketanah. Dalam mengamankan jaringan dari gangguan-gangguan tersebut maka dibutuhkan peralatan proteksi pada jaringan sistem 20 kV yang sensitif, selektif, cepat, andal dan sederhana. Relai yang paling sering bekerja pada recloser B 21 adalah Over Current Relay (OCR) satu fasa ke tanah. Perhitungan dan Analisa waktu kerja OCR satu fasa ke tanah pada recloser B 21 penyulang Salju dilakukan pada outgoing dan incoming serta waktu kerja recloser. Setelah data-data tersebut didapatkan, dilanjutkan dengan menganalisa koordinasi setting OCR satu fasa ketanah antara recloser B 21 dengan outgoing penyulang Salju mengguankan software Etap. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode studi pustaka, literatur, wawancara, dan pemodelan sistem. Hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat satu fasa tanah pada 1% jaringan atau 1.88 km sebesar 288.396 A, sedangkan arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah yang mempunyai nilai minimum terletak pada 100% jaringan atau 18.8 km sebesar 202.65 A. Hasil perhitungan pada OCR satu fasa ke tanah incoming tms = 0.26, t = 0.7 detik, outgoing tms = 0.1, t = 0.3 detik dan recloser tms = 0.062, t = 0.2 detik dan setting eksisting dari PLN adalah incoming tms = 0.37, t = 1 detik, outgoing tms = 0.047, t = 0.15 detik dan recloser tms = 0.03, t = 0.09 detik. Dari hasil pengamatan data yang diperoleh, direkomendasikan untuk mempertimbangkan resetting pada recloser B 21, outgoing penyulang Salju dan incoming agar menaikkan setting relai sehingga ketika merasakan arus pick up relai tidak langsung trip.