Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analysis of Power Transformer Core Retaining Plate Damage During Ship Transportation Using Response Spectrum Method: Analisis Kerusakan Pelat Penahan Inti Transformator Daya Saat Transportasi Kapal Laut Menggunakan Metoda Response Spectrum Asep Dharmanto; Wilarso, Wilarso; Asep Saepudin; Djoko Wahyu K; Achmad Husen
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 10 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inti transformator daya diletakan di dalam tangki dengan kondisi pressfit 4 sisi di bagian dasar tangki dan 4 bagian sisi atas ditopang dari 4 arah terhadap gerakan longitudinal - transversal kemudian 2 pedestal atas inti transformer ditekan dengan tutup tangki di bagian bawahnya. Pada waktu transportasi di laut transformator ini mengalami impak yang terekam sebesar 4.1g, kemudian dengan penyidikan visual terlihat lepasnya pelat penahan dan inti transformator mengalami pergeseran dan kerusakan sehingga transformator harus dimanufaktur kembali di pabriknya. Analisa dinamika menggunakan metoda elemen hingga (finite element method) diperlukan untuk mengetahui apakah kegagalan penopang sudah terjadi di atas nilai percepatan 1g, sehingga nilai 4.1g adalah benturan inti transformator ke tangkinya. Pemodelan dibuat 3D shell wall modeling orisinil untuk penopang dan tangki, sedangkan model inti transformator bentuknya disederhanakan menjadi kotak shell untuk memudahkan meshing. Parameter input menggunakan High Required Response Spectrum 0.5g dari IEEE std 693-2005 sedangkan parameter dinamik yang diukur adalah besarnya ragam getar, fenomena resonansi dan tegangan (stress) pelat. Hasil data analisa dinamik dengan menggunakan metoda elemen hingga yaitu transformator mengalami resonansi dengan dek kapal, atau bila terjadi impak di badan kapal akibat goyangan ombak di percepatan di atas 1g maka pelat penahan telah mengalami tegangan di atas kekuatan tariknya (Tensile Strength).
Trafo daya menggunakan minyak isolasi yang dapat terurai secara biologis Indarto, Agus; Bohra, Arunkumar; Wahyudi, Slamet; Dharmanto, Asep
Hexatech: Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Hexatech: Jurnal Ilmiah Teknik
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/hexatech.v2i2.892

Abstract

Desain, proses manufaktur, dan teknologi material baru yang ramah lingkungan diadopsi oleh industri transmisi dan distribusi listrik karena meningkatnya permintaan untuk emisi karbon nol untuk mencapai praktik berkelanjutan dan melindungi lingkungan dengan lebih baik. Trafo daya memainkan peran penting dalam sistem transmisi dan distribusi. Meningkatkan dampak lingkungan dari transformator daya dimungkinkan karena sifat-sifatnya, seperti keamanan kebakaran yang lebih tinggi, bahan yang dapat terurai secara hayati atau dapat didaur ulang, dan pemanfaatan aset yang optimal. Studi yang lebih baru telah membantu produsen untuk lebih memahami sifat listrik, termal, dan kimiawi cairan ester. Studi ini meneliti desain transformator daya yang menggunakan minyak isolasi biodegradable (berbasis ester) dan membandingkan desainnya dengan yang menggunakan minyak mineral dengan peringkat yang sama. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus desain pendingin udara 60MVA 275/33 kV dan studi perbandingan dengan desain oli mineral. Perbandingan antara transformator dan transformator yang diisi dengan oli mineral konvensional didasarkan pada pendinginan, dielektrik, dan dimensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendinginan membutuhkan kapasitas yang lebih besar serta dimensi transformator daya. Desain dielektrik tidak memiliki perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
Analisis Biaya Oli Mesin Body Maker Dengan Metode Kualitatif Wilarso, Wilarso; Aris setiawan; Asep Saepudin; Asep Dharmanto; Hilman Sholih
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i2.12421

Abstract

Biaya penggunakan oli baru untuk proses mesin body maker tinggi, supaya bisa lebih efisiensi penggunakan oli tersebut akan menggunaan oli bekas menggunakan mesin filtrasi oli. Tujuan untuk mengurangi harga pemakaian oli pada mesin body maker yang mengalami kenaikan setiap per 6 bulan. Untuk mengurangi biaya dilakukan pemfilteran oli bekas sehingga dapat digunakan kembali. Pemakaian oli baru pada mesin body maker sebulan membutuhkan sekitar 160 0liter dimana harga per liternya Rp 35,718, -, maka total dibutuhkan harga Rp 57.148.800.-. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan konsep mengunakan mesin filterisasi oli untuk oli bekas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan filtrasi pada oli bekas dapat mengurangi pemakaian oli baru dari 1600 liter menjadi 800 liter per bulan dengan harga yang sebelumnya Rp 57,148,800,- menjadi Rp 28,574,400,- per bulan, dengan cara melakukan pencampuran pemakaian oli baru sebanyak 800 liter dan 800 liter oli bekas hasil filtrasi dalam satu bulan. Hasil pemakaian pencampuran antara oli baru dan oli bekas yang di filtrasi tersebut selama 6 bulan belum ditemukan masalah diperalatan atau spare part lainnya
Analisis Perpindahan Panas Terhadap Penurunan Suhu Air Panas Pada Gelas Dengan Material Yang Berbeda Ilman Nadif Filsafah; Wilarso, Wilarso; Asep Saepudin; Asep Dharmanto
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.14272

Abstract

Ketika mendiamkan air panas pada gelas kemudian mengalami perubahan suhu dari awalnya panas lalu beberapa jam atau sejam kemudian suhu tersebut akan dingin, perpindahan panas tersebut dikarenakan adanya perbedaan suhu yang terdapat pada material. Perpindahan panas berlangsung melalui dari tiga cara yaitu ada konduksi yang disebut hantaran, konveksi yang disebut aliran, dan radiasi yang disebut pancaran. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui laju penurunan suhu air panas pada gelas dengan material gelas yang berbeda diantaranya pada material kaca, plastik, keramik dan aluminium. Metode penelitian yang digunakan yaitu adalah menggunakan metode eksperimen yang menyiapkan gelas dengan material kaca, plastik, keramik dan aluminium. Kemudian mengisi gelas dengan air panas secara bersamaan dengan ukuran air sebanyak 180 ml. kemudian dicatat perubahan suhunya yang diukur dengan termometer digital setiap 5 menit sekali. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa setiap bahan memiliki penurunan suhu yang berbeda, dikarenakan adanya konduktivitas termal pada material gelas kaca, plastik, keramik, dan aluminium. perbedaan penurunan suhu pada masing-masing material berkisar 2-3℃. Ketika suhu pada gelas mendekati suhu ruangan laju penurunan suhunya melambat. Penurunan suhu gelas kaca lebih cepat dibandingkan pada gelas plastik yang lebih lambat. Dan pada gelas keramik, penurunan suhunya lebih lambat dibandingkan pada gelas, aluminium yang suhunya turun lebih cepat. Material dengan konduktivitas yang tinggi memiliki penurunan laju suhunya lebih lambat dari material dengan konduktivitas yang rendah namun penurunan suhunya lebih cepat
Menentukan Varian Arus Pengelasan Plat (A36) Las SMAW Dengan Elektroda E7018 Firman Gunawan; Wilarso, Wilarso; Hilman Sholih; Aswin Domodite; Awang Surya; Asep Dharmanto; Asep Saepudin
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16422

Abstract

Kekuatan hasil sambungan las dapat dipengaruhi oleh masukan panas, masukan panas yang baik akan mengakibatkan logam las berdifusi dengan baik atau tidak, sehingga akan berpengaruh terhadap kekuatan sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arus 100A, 120A, 140A Pengelasan Terhadap Kekuatan Uji Lengkung (Bending Test), Uji Kekerasan, dan Uji Makroskopik Las SMAW Dengan Elektroda E7018. Penelitian ini menggunakan bahan baja jenis A36 ketebalan 10 mm Bahan diberikan perlakuan pengelasan dengan variasi arus 100 Ampere, 120 Ampere, 140 Ampere dengan menggunakan las SMAW arus AC (Alternating Current) dengan elektroda E 7018 diameter 3,2 mm. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 70°. Spesimen dilakukan pengujian Lengkung (Bending Test), Uji Kekerasan, dan Uji Makroskopik. Pada hasil pengujian bending dengan metode face bending, Maka hasil uji bending yang dinyatakan memenuhi kriteria atau lulus kriteria adalah pada benda uji 100A, Sedangkan pada benda uji 120A dan 140A mengalami retak pada bagian weld metal, maka dinyatakan not good. Pada pengujian kekerasan vickers nilai kekerasan tertinggi pada daerah las terdapat pada arus 140A sebesar 202 Kg/mm2, dan nilai kekerasan tertinggi pada daerah HAZ terdapat pada arus 140A sebesar 142 Kg/mm2, sedangkan nilai kekerasan pada material semua sama yakni 175 Kg/mm2. Pada hasil pengujian macro maka dapat dilihat daerah weld metal, base metal, dan daerah HAZ. Pengujian macro pada arus 100A penetrasi antara weld metal dengan base metal terjadi cukup baik, sedangkan pada 120A dan 140A penetrasi yang terjadi kurang baik antara weld metal dengan base metal
Kontrol Sistem Water Loop Untuk Pendingin Showcase Makanan dan Minuman Wilarso, Wilarso; Fitriaji, Abdul Azis; Saepudin, Asep; Dharmanto, Asep
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 2 No. 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5734

Abstract

Dalam artikel ini, sistem pendingin pada bagian pengubah zat refrigerant berbentuk gas ke bentuk cair telah dimodifikasi yang dimana siklus tersebut terjadi pada unit PHE (Plate Heat Exchanger) dengan dilakukanya proses putaran air. Sistem water loop ini merupakan perubahan dari sistem pada umumnya. Dimana siklus air digabungkan dengan sistem pendingin menggunakan kompresor berkecepatan variabel. Untuk unit PHE (Plate Heat Exchanger) memiliki fungsi dimana fluida gas yang bertekanan tinggi akan mengalami proses pertukaran kalor oleh putaran air secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan terhadap 2 unit showcase yang berbeda tipe secara observasi, dengan mengamati pada saat uji coba tes running di PT.XYZ. Selanjutnya dilakukan perbandingan hasil dari penelitian yang menggunakan sistem water loop dengan sistem pendingin pada umumnya melalui data. Berdasarkan dari hasil penelitian bahwa penggunaan sistem water loop, unit menjadi lebih terdistribusi, penggunaan pipa tembaga lebih sederhana, menghemat zat refrigeran, dan mengurangi kebisingan. Lalu pada hasil uji tes running didapat hasil suhu mencapai target yaitu -0,1 dengan daya 1,0255 KW pada showcase pertama, dan nilai suhu mencapai -21dengan daya 1,3695 Kw pada showcase kedua, dengan waktu yang berbeda
Sweep Frequency Response Analysis for Assessment Deformation Core at Power Transformer Wilarso, Wilarso; Saepudin, Asep; Sholih, Hilman; Dharmanto, Asep
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jesr.v6i2.156

Abstract

SFRA (Sweep Frequency Response Analysis) is a transportation test where one of the purposes of this test is to ensure that the core of the power transformer does not shift due to the journey from the factory to the field. The SFRA testing is divided into 4 frequency range areas from 20 Hz to 20 MHz and this research is focused on the frequency range below 2 KHz, based on experience at this frequency to check transformer core problems and specific failures in shifting power transformer cores. Based on the comparison results of SFRA testing carried out at the power transformer factory during the FAT (Factory Assessment Test) with testing in the field during the first SAT (Site Assessment Test) and with the second SAT testing, there are differences in the frequency area below 2 KHz, this shows that there is a problem in the area power transformer core, before drawing a final conclusion that there is a problem or deformation in the transformer core, you must look at the results of other tests carried out in the field such as ratio test, winding resistance test, tangent delta test, excitation current test, insulation resistance (megger test). ) winding and core-frame as well as impact recorder data during the journey from the factory to the field. If all other field test results are good then the power transformer is still in good condition and ready to operate and the difference in the graph at a frequency of less than 2 KHz in the SFRA test during SAT compared to when FAT is likely to be caused by residual magnetism that is still on the core side due to testing. DC before or. Residual magnetism can occur due to static electrical phenomena due to the oil purification process or due to the induction effect of the network grounding system where the power transformer is placed
Pelatihan perangkat lunak Solidworks 3 dimensi modeling di SMK 2 Muhammadiyah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat Asep Dharmanto; Asep Saepudin; Hilman Sholih; Awang Surya; Aswin Domodite; M Ali Pahmi
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 6 No 2 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v6i2.1908

Abstract

Pelatihan penggunaan perangkat lunak modeling 3 dimensi SolidWorks di SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi bertujuan untuk meningkatkan keterampilan desain teknik siswa dalam bidang desain 3D. Seiring dengan perkembangan teknologi industri, keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design) seperti SolidWorks menjadi sangat penting untuk mempersiapkan siswa agar siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pelatihan yang melibatkan teori dasar 3D modeling SolidWorks dan aplikasi praktik di lab komputer. Selama pelatihan, siswa diajarkan pembuatan komponen, perakitan, serta pembuatan animasi desain. Evaluasi dilakukan melalui ujian praktik yang mengukur kemampuan siswa dalam mengoperasikan perangkat lunak tersebut. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan desain teknik siswa, serta meningkatkan pemahaman mereka tentang aplikasi perangkat lunak dalam dunia industri. Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkenalkan siswa pada tuntutan industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi desain berbasis teknologi terkini. Pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk memperkuat kesiapan kerja siswa di sektor teknik.
Analisis Penyebab Penurunan Intensitas Cahaya pada Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Pandu Adin Nugraha; Wilarso Wilarso; Aswin Domodite; Asep Dharmanto; Asep Saepudin; Hilman Sholih; Mujiarto Mujiarto
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 6 No. 01 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v6i01.11867

Abstract

PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya) yang terpasang di sepanjang Jalan Babakan yang menghubungkan Desa Dayeuh dengan Desa Cikahuripan terpantau redup. Hal ini menjadi perhatian khusus dimana PJUTS ini menjadi sumber penerangan bagi para pemotor yang melintas di malam hari dan juga akhir - akhir ini jumlah pemotor yang melintas mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga dibutuhkan penerangan ynag baik. Adapun metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan diagram fishbone sebagai alat untuk mengolah data yang di dapatkan. Data yang digunakan dalam penelitian kali ini didapat dari observasi lapangan, kajian referensi terkait dan pengumpulan data spesifikasi komponen yang digunakan. Data–data tersebut diolah dan hasilnya digunakan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan. Hasil dari perbaikan itu menunjukkan terjadi kenaikan kinerja PJUTS sebesar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab nyala lampu PJUTS ini redup dan melakukan perbaikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan penerangan jalan umum dengan energi terbarukan adalah sebagai alternative yang baik dimana kinerja PJUTS ini sangat bergantung dari kondisi cuaca dan kesesuaian komponen yang digunakan karena sumber tenaga PJUTS ini berasal dari sinar matahari yang mana jika kondisi berawan atau hujan akan mengurangi sinar matahari yang di dapatkan, selain itu pemilihan komponen yang tepat juga sangat penting untuk kinerja PJUTS
Design and Construction of Plastic Chair Armrest Cover Piercing Dies at PT. XYZ Wilarso; Asep Dharmanto; Giardyan Komara; Asep Saepudin; Mujiarto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 10 No. 1 (2026): June 2026 Edition
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v10i1.17412

Abstract

The armrest cover on the chair is produced using the vacuum forming method and so far the line cutting and hole making process is done manually using a hand grinder, thus potentially causing quality inconsistencies and low productivity. The armrest cover made of ABS plastic has a hole dimension of 37 mm × 22 mm, a thickness of 3 mm, and a circumference of 119.27 mm, with a shear strength value of 67 MPa based on Proto XYZ data. Calculations show that the minimum force required for the punching process is 8.46 tons. This study aims to design and manufacture piercing dies for the armrest cover punching process to obtain precise cutting results and increase production output. The dies were made using a CNC milling machine with the help of Autodesk Fusion 360 software, then the dies were tested using a 15-ton capacity press machine. The test results showed that the resulting holes met the specified dimensional standards. The implementation of these piercing dies significantly increased production capacity, from 90 sets per shift in the manual process to 1,920 sets per shift using piercing dies. Thus, the use of piercing dies has proven effective in increasing the precision and efficiency of the plastic armrest cover manufacturing process.