Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PKM Maju UDA

PELATIHAN MEDIA BELAJAR BERBASIS TEKNOLOGI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR (SD) Alimin Purba; Rameyanti Tampubolon; Dede Parsaoran Damanik; Manahan Manullang; Marioga Pardede
PKM Maju UDA Vol 3 No 1 (2022): Edisi Bulan APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.867 KB) | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v3i1.1620

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa karena pendidikan merupakan suatu proses dalam usaha membentuk manusia yang cerdas dan terampil. Namun, kegiatan belajar mengajar pada saat ini masih saja kurang mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran, apalagi mulai masa pandemi covid 19 hingga sekarang pembelajara di sekolah masih ada yang belum terlaksana dengan baik artinya belum mengaktifkan pembelajaran diluar kelas. Hal ini sangat berdampak pada hasil belajar siswa, motivasi belajar siswa bahkan tingkat kesetresan siswa dan orang tua siswa dalam belajar daring (dalam jaringan). Tingkat kesetresan ini memicu akibat pemahaman guru, orang tua bahkan anak tidak mampu mengunakan media pembelajaran yang berbasis teknologi, istilah orang bijak berkata “JANGANKAN MENGGUNAKAN, MEMILIKI PUN BELUM”. Ini lah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tingkat kesetresan belajar dalam jaringan berbasis teknologi zaman sekarang ini. Kondisi ini memaksa seluruh siswa dan guru memasuki pembelajaran abad 21 YANG menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik serta harus memiliki 4 kecakapan yaitu kecakapan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kecakapan memecahkan masalah. Solusi yang diberikan mengadakan bimbingan belajar mengenal dan menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran bagi siswa SD dikelurahan Batang Beruh Sidikalang Dairi.
PERAN IDEOLOGI PANCASILA DAN MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN DI SMA-SMK SWASTA YAPIM TARUNA SEI ROTAN Dede Parsaoran Damanik; Rosma Nabanban; Ramayanti Tampubolon; Alvin Zonatan Sagala
PKM Maju UDA Vol 4 No 1 (2023): Edisi Bulan APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v4i1.3866

Abstract

Bendera, bahasa, serta lambang negara, dan lagu kebangsaan Indonesia ialah alat pemersatu, identitas, serta bentuk keberadaan bangsa yang jadi ikon independensi serta martabat negeri begitu juga diamanatkan dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ialah perwujudan kultur yang bersumber pada asal usul perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, serta kecocokan dalam menciptakan cita- cita bangsa serta Negeri Kesatuan Republik Indonesia. Pengaturan mengenai bendera, bahasa, serta ikon negeri, dan lagu kebangsaan Indonesia diatur di dalam wujud UU Republik Indonesia No 24 Tahun 2009 Mengenai Bendera, Bahasa, Serta Ikon Negeri, Dan Lagu Kebangsaan. Peraturan merupakan petunjuk mengenai aksi laris yang wajib dicoba ataupun tidak bisa dicoba. Sebaliknya Peraturan perundang- undangan merupakan peraturan tercatat yang dibangun oleh badan Negeri ataupun administratur yang berhak serta memiliki daya mengikat. Begitu pula dengan hukum ataupun peraturan negeri. Tujuan hukum serta peraturan negeri merupakan buat menata serta membenahi perikehidupan berbangsa serta bernegara. Tujuan dikeluarkannya hukum ini merupakan buat menata serta membenahi penerapan rezim wilayah. Peraturan perundang- undangan serta peraturan mempunyai daya yang mengikat, maksudnya wajib dilaksanakan. Dikala ini, hal peraturan perundang- undangan diatur bersumber pada UU Nomor. 12 Tahun 2011 mengenai Pembuatan Peraturan Perundang- undangan. Sebaliknya buat tipe produk hukum yang berupa Aksi Administrasi Rezim diatur bersumber pada UU Nomor. 30 Tahun 2014 mengenai Administrasi Rezim. Aman dalam kehidupan bisa mencaku aman dalam rumah tangga, aman dalam berkeyakinan, aman dalam mayarakat, serta aman dalam beradab. Indonesia yang amat besar ini terdiri dari bermacam berbagai kaum, suku bangsa, serta agama dan amat rawan hendak terbentuknya bentrokan bentrokan bila seandainya saja tiap individu tidak ingin silih bertoleransi. Oleh sebab itu, ayo mengawali dari kita mau berkomitmen buat ingin mengusahakan kehidupan bermasyarakat yang damai serta rukun.
PENYUSUNAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA GURU SMA SWASTA YAPIM TARUNA SEI ROTAN TAHUN 2023/2024 Damanik, Dede Parsaoran; Purba, Desmalia; Aruan, Rita Vinolia; Sitorus, Helen Vanhurk Sriwati Ningsih
PKM Maju UDA Vol 5 No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/pkmmajuuda.v5i3.5490

Abstract

Guru sekolah menengah atas menghadapi masalah karena mereka tidak menerima pembinaan yang cukup untuk menyusun rencana pembelajaran yang didasarkan pada kurikulum terbaru, Kurikulum Merdeka, di mana istilah "rencana pembelajaran" telah digantikan dengan "modul ajar". Tujuan pembinaan ini ialah untuk membantu guru sekolah menengah atas, khususnya guru YAPIM TARUNA Sei Rotan, dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Evaluasi dan refleksi, identifikasi dan sosialisasi kurikulum, dan diskusi dan praktik pembuatan modul ajar ialah semua pendekatan yang digunakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah meningkatkan kemampuan guru dalam membuat modul ajar yang efektif untuk Kurikulum Merdeka.