Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH WAKTU FORTIFIKASI VITAMIN B12 (SIANOKOBALAMIN) DAN VITAMIN D3 (KALSIFEROL) TERHADAP MUTU GIZI KEFIR SUSU KAMBING Mumpuni, Ocka Febrian; Maulana, Reza Achmad; Ayustaningwarno, Fitriyono; Panunggal, Binar; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.88 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.27514

Abstract

Latar belakang: Kefir menjadi media fortifikasi zat gizi yang tepat karena memiliki zat enkapsulasi alami yaitu kefiran. Penambahan vitamin B12 dan vitamin D3 untuk mencegah kekurangan vitamin B12 dan D3 pada keadaan resistensi insulin serta meningkatkan mutu gizi kefir susu kambing.Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh waktu fortifikasi vitamin B12, vitamin D3 pada mutu gizi kefir susu kambing.Metode: Penelitian ini menggunakan fortifikan vitamin B12 dan D3 dengan penambahan fortifikan pada jam ke-0, ke-6, ke-12, ke-18 dan ke-24.Hasil:Fortifikasi vitamin B12 dan D3 pada kefir susu kambing antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan signifikan beda nyata pada kadar vitamin D3 (p=0,000) kadar protein (p=0,030), dan kadar serat (p=0,000), diikuti hasil konsentrasi pH (p=0,008), diikuti oleh kadar konsentrasi vitamin B12 (p=0,165), viskositas (p=0,646) dan lemak (p=0,265)Simpulan: Fortifikasi vitamin B12 dan D3 pada kefir susu kambing mendapatkan tingkat kadar optimum terjadi pada fortifikasi vitamin B12 dan D3 pada kelompok perlakuan jam ke-12.
ANALISIS MIKROBIOLOGI DAN MUTU GIZI KEFIR SUSU KAMBING BERDASARKAN WAKTU FORTIFIKASI VITAMIN B12 Rahayu, Gita Riski; Maulana, Reza Achmad; Ayustaningwarno, Fitriyono; Panunggal, Binar; Anjani, Gemala
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.27515

Abstract

Latar belakang: Susu kambing mempunyai kandungan vitamin B12 rendah dibandingkan susu sapi yaitu 0,065 mg/100 gr. Salah satu cara untuk meningkatkan kandungan vitamin B12 pada susu kambing dengan membuat produk olahan kefir yang difortifikasi vitamin B12. Penambahan vitamin B12 pada kefir didasarkan pada kurfa pertumbuhan bakteri pada kefir.Tujuan: Menganalisis karakteristik mikrobiologi dan mutu gizi kefir susu kambing pada berbagai waktu fortifikasi vitamin B12Metode: Penelitian ini merupakan true experimental dengan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu dengan fortifikasi vitamin B12 pada jam ke-0,6,12,18,34 fermentasi kefir susu kambing. Kandungan vitamin B12 dan protein diuji menggunakan metode spektrofotometri, serat diuji menggunakan metode grafimetri, lemak diuji menggunakan metode babcock, total bakteri asam laktat (BAL) dihitung menggunakan metode Total Plate Count, viskositas diuji menggunakan metode viskometer ostwald, dan derajat keasaman (pH) di ukur menggunakan pH meter.Hasil: Waktu fortifikasi vitamin B12 tidak berdampak signifikan pada kandungan vitamin B12 (p=0,169), kandungan protein (p= 0,343), total BAL (p=0,442). Kandungan vitamin B12 dan total BAL tertinggi pada waktu fortifikasi jam ke-6, kandungan protein tertinggi pada waktu fortifikasi jam ke-6 dan jam ke-12. Selain itu terdapat pengaruh waktu fortifikasi vitamin B12 terhadap kandungan serat (p=0,028), kandungan lemak (p=0,000), viskositas (p=0,007), pH (p=0,045). Kandungan serat tertinggi pada waktu fortifikasi jam ke-24, dan kandungan lemak, viskositas, pH tertinggi pada faktu fortifikasi jam ke-18Simpulan: Waktu fortifikasi vitamin B12 mempengaruhi kandungan serat, lemak, viskositas, dan pH pada kefir susu kambing. Kandungan vitamin B12, protein, dan total bakteri asam laktat tidak dipengaruhi oleh waktu fortifikasi vitamin B12.
The Effect of Liprotide-Encapsulated Vitamin D3 on MDA and SOD in Rats Deficient Vitamin D and Calcium Untari Untari; Gemala Anjani; Faizah Fulyani; Adriyan Pramono; Endang Mahati; Sylvia Rahmi Putri; Reza Achmad Maulana
Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jbtr.v9i1.16289

Abstract

Background: Vitamin D deficiency is frequently correlated with elevated malondialdehyde (MDA) levels and decreased superoxide dismutase (SOD) activity. Several studies have demonstrated that vitamin D3 can reverse intracellular oxidative stress. However, vitamin D is prone to deterioration and instability. Liprotides contain lipids and proteins that can prevent vitamin D from oxidating.Objective: This study aims to investigate the effects of liprotide-encapsulated vitamin D3 on MDA concentrations and SOD activity in calcium and vitamin D-deficient rat models.Methods: The experimental post-test-only control group study used 24 Wistar rats randomly in 4 groups. Groups K(-), K(+), and P were fed a vitamin D and calcium-depleted AIN-93M diet for 14 days. Standard feed AIN-93M was received by normal groups (KN). Groups K- were deficient rats in vitamin D and calcium without intervention. The groups of  K+ and P were given vitamin D3 (180 IU) which was non-encapsulated and liprotide-encapsulated for 28 days.The SOD activity was quantified with Superoxide Dismutase (SOD) Activity Assay Kit, while MDA levels were determined using Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS) method. The statistical analysis used One-way ANOVA test with Least Significant Difference follow-up test.Results: The MDA levels and SOD activity in the K+ and P groups had significant differences (p<0.05) against the control group. Liprotides-encapsulated vitamin D3 significantly reduced MDA levels and enhanced SOD activity compared to non-encapsulated in rats with a deficiency in vitamin D and calcium.Conclusion: Liprotide-encapsulated vitamin D3 has the potential to increase SOD activity and decrease MDA levels. 
Kadar MDA (Malondialdehyde) dan Aktivitas SOD (Superoxide Dismutase) pada Tikus Defisiensi Vitamin D dan Kalsium: Malondialdehyde (MDA) Levels and SOD (Superoxide Dismutase) Activity in Vitamin D and Calcium Deficiency Rat Untari; Gemala Anjani; Faizah Fulyani; Reza Achmad Maulana
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v17i1.732

Abstract

Vitamin D and calcium deficiencies are often associated with increased oxidative stress. Oxidative stress conditions can cause cell damage and metabolic stress and induce degenerative diseases. Several parameters that are often used to measure oxidative stress are MDA (malondialdehyde) and SOD (superoxide dismutase) which can be found in blood or body tissue. This study aims to determine MDA levels and SOD activity in the livers of mice with vitamin D and calcium deficiency. This research used a pre-experimental design with a static group comparison design. A total of 12 male Wistar white rats (Rattus novergicus) were divided into two groups. The first group (K+) is a healthy control group without any treatment and the second group (K-) is a deficiency group given feed without vitamin D and calcium content (Modified AIN-93M (vitamin D and calcium depleted)). After 14 days of treatment, the MDA levels and SOD activity in the liver tissue were seen. MDA levels were measured using TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substances) and SOD activity was measured using the Superoxide Dismutase (SOD) Activity Assay Kit. The results showed that MDA levels in the deficiency group (K-) were higher than in the control group (p<0.001) and SOD activity was lower than in the control group (p<0.001). MDA levels were higher and SOD activity was lower in the group of deficient mice (K-) compared to the group of healthy control mice (K+). Vitamin D and calcium deficiency conditions increase oxidative stress conditions in the liver of rat.   ABSTRAK Defisiensi vitamin D dan kalsium sering dihubungkan dengan peningkatan stress oksidatif. Kondisi stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan sel dan stress metabolik dapat menginduksi penyakit degenerative. Beberapa parameter yang sering digunakan untuk mengukur stres oksidatif yaitu MDA (malondialdehyde) dan SOD (superoxide dismutase) yang bisa ditemukan di darah atau jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar MDA dan aktivitas SOD pada organ hati tikus dengan defisiensi vitamin D dan kalsium. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimental (pre-experimental) dengan design static group comparison. Sebanyak 12 ekor tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Wistar dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama (K+) yaitu kelompok kontrol sehat tanpa diberikan perlakuan apapun dan kelompok kedua (K-) yaitu kelompok defisiensi dengan diberikan pakan tanpa kandungan vitamin D dan kalsium (AIN-93M Termodifikasi (vitamin D and calcium depleted)). Setelah 14 hari perlakuan, dilihat kadar MDA dan aktivitas SOD di jaringan organ hati. Pengukuran kadar MDA menggunakan TBARS (Thiobarbituric acid reactive substances) dan pengukuran aktivitas SOD dengan menggunakan Superoxide Dismutase (SOD) Activity Assay Kit. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA pada kelompok defisiensi (K-) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p< 0.001) dan aktivitas SOD lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (p<0.001). Kadar MDA lebih tinggi dan aktivitas SOD lebih rendah pada kelompok tikus defisieni (K-) dibandingkan kelompok tikus kontrol sehat (K+). Kondisi defisiensi vitamin D dan kalsium meningkatkan kondisi stres oksidatif pada organ hati tikus.
Liprotide-encapsulated vitamin D3 modulates circulated PTH levels and improved bone microstructure Shauma, Claradhita Ayu; Fulyani, Faizah; Pramono, Adriyan; Mahati, Endang; Putri, Sylvia Rahmi; Maulana, Reza Achmad; Anjani, Gemala
Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition) Vol 12, No 1 (2023): December
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgi.12.1.44-52

Abstract

Background: vitamin D (25(OH)D) is a fat-soluble vitamin that is unstable in the gastrointestinal environment and has low bioavailability. A protein-lipid complex (liprotide) can be used as a shell to increase vitamin D stability and bioavailability. Liprotide can also serve as a delivery system for transporting vitamin D to its intended site. Little attention has been paid to utilizing liprotide as a delivery system for vitamin D and evaluating its functional activity.Objective: to investigate the effect of liprotide-encapsulated vitamin D3 on PTH levels and bone microstructure in vitamin D and calcium (VD-Ca) deficient rats.Materials and Methods: an overall of 24 Wistar rats had been divided into four groups, a normal control group (K), a VD-Ca group without treatment (K-), a VD-Ca group with 180 IU/200 gBW/day free vitamin D3 (FVD3), and a VD-Ca group with 180 IU/200 gBW/day liprotide-encapsulated vitamin D3 (LVD3). Before and after 28 days of vitamin D intervention, blood samples were taken and analysed for serum PTH levels. The microstructure of the bone was analyzed using the Scanning Electron Microscope (SEM).Results: the VD-Ca rats supplemented with vitamin D3 (FVD3 and LVD3) had a significant decrease in serum PTH levels (p<0.001) and improved bone microstructure (p<0.05) compared to the (K-) group. The reduction of PTH in the LVD3 group was higher compared to the FVD3 group. The bone microstructure between the FVD3 and LVD3 groups is significantly different, as seen in the Ct.Wi parameter, with the LVD3 group having a higher Ct.Wi than the FVD3 group.Conclusion: liprotide-encapsulated vitamin D3 improves the serum PTH level and bone microstructure in a rat model of vitamin D and calcium deficiency.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGELOLA DESA WISATA SRIKEMINUT TERKAIT PENERAPAN CHSE Firman, Firman; Rifai, Muchamad; Maulana, Reza Achmad; Suryani, Dyah; Wulandari, Ira Pebri; Saffanah, Amadini Maisun; Zafirah, Kamilah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32213

Abstract

Dalam upaya menjaga dan mengembangkan potensi pariwisata di desa wisata, penting untuk memiliki manajemen wisata yang efisien dan berkelanjutan, perlu adanya upaya untuk mengembangkan manajemen wisata Srikeminut yang berbasis pada prinsip-prinsip Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) untuk memastikan keberlanjutan industri pariwisata dan perlindungan terhadap pengunjung wisata dan warga lokal. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk menciptakan kawasan wisata yang aman, sehat dan lestari (CHSE) di Srikeminut. Sehingga dapat menarik wisatawan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Solusi permasalahan yang ditawarkan adalah penguatan manajemen/tata kelola wisata berbasis CHSE kepada pengelola/paguyuban Srikeminut. Tata Kelola yang dimaksud mencakup kebijakan/SOP, ketersediaan informasi, sarana prasarana kebersihan, kesehatan, dan keselamatan. Metode yang digunakan berupa pendampingan kepada kelompok sasaran seperti edukasi dan pelatihan tentang CHSE, manajemen standar kesehatan dan keselamatan wisata, dan pemenuhan sarana wisata berupa safety sign dan kotak P3K berbasis partisipatif. Hasil pelaksanaan kegiatan yakni meningkatnya pengetahuan (70%), tata kelola (75%) dan praktik pengelolaan/manajemen organisasi terkait standar penerapan CHSE (75%). Dengan adanya kegiatan pendampingan CHSE dapat terimplementasi dengan baik dan benar mencakup aspek tata kelola, kebersihan, kesehatan, dan lingkungan.