Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA BERTIPE GAYA BELAJAR VISUAL Lidia Wati; Linda Tri Imtichani; Lia Budi Tristanti
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Conference on Research and Community Services)
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi matematika berdasarkan gaya belajar visual. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara dan dokumentasi.Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi data.Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Subjek penelitian diambil dari siswa kelas X yang dipilih berdasarkan gaya belajar visual , auditori dan kinestik tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes dan wawancara.Kemampuan komunikasi matematika subjek bergaya belajar visual meliputi menggunakan simbol/ notasi dan operasi matematika dengan tepat, subjek menuliskan apa yang diketahui dan ditanya dari soal, subjek mengambar pada penyelesaian soal, dan subjek menuliskan rumus pada penyelesaian soal..
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Covid-19 Omicron Melalui Penguatan Protokol Kesehatan dan Pelatihan Pembuatan Strap Masker Lia Budi Tristanti; Mohammad Roisul Umam; Dimas Dwi Andi Alfian; Dendys Cahya Ramadhani; Alviki Yustria Jainuri; Rika Dwi Anggreini; Putri Nur Anggraini; Zahra Salsabila; Desta Fitri Herawati; Laili Wulandari; Amalia Ilmi Rosidi; Dita Pristyaningsih; Sindy Damayanti; Ainun Hidayati; Ahmad Fuady; Tri Handono
Community Education Engagement Journal Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v3i02.9028

Abstract

Upaya patuh pada protokol kesehatan sebenarnya sudah dilakukan pemerintah melalui perangkat desa yaitu Kepala desa Rejoslamet Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang beserta jajarannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasang poster himbauan menggunakan masker. Namun kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan masih tergolong kurang. Hal tersebut dimungkinkan karena minimnya pegetahuan dan pemahaman masyarakat akan bahaya Covid-19 varian omicron. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang covid-19 omicron melalui penguatan patuh protokol kesehatan dan pelatihan pembuatan strap masker di desa Rejoslamet Mojowarno. Tujuan dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang covid-19 varian omicron, masyarakat lebih patuh pada protokol kesehatan dengan perilaku hidup sehat dan menggunakan masker serta masyarakat dapat membuat strap masker dengan bahan yang mudah didapat, ekonomis, ramah lingkungan dan mudah cara pembuatannya secara mandiri. Metode yang digunakan yaitu program edukasi dan pelatihan. Mitra dampingan adalah ibu-ibu PKK. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah program edukasi dan pelatihan (pre dan post test). Data pre dan post test digunakan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan mitra. Hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Rejoslamet tentang covid-19 omicron, dengan peningkatan sebesar 84%.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menggeneralisasi Pola Berdasarkan Taksonomi Generalisasi Eny Suryowati; Lia Budi Tristanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.11250

Abstract

Ketrampilan dalam belajar matematika salah satunya adalah generalisasi. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam generalisasi pola bilangan. Proses generalisasi pada penelitian ini berdasarkan taksonomi generalisasi yaitu aksi relating, searching dan extending serta generalisasi refleksi berupa pernyataan tertulis dan lisan dari subjek. Proses penentuan subjek penelitian dimulai dari pemberian soal tentang pola bilangan kepada semua siswa kelas VIIIC MTsN 4 Denanyar Jombang sebanyak 35 siswa. Ada 31 siswa yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal tentang pola. Terdapat 27 siswa melakukan kesalahan dalam menentukan banyaknya persegi pada model ke n, ini yang menjadi calon subjek dan dipilih 2 siswa untuk menjadi subjek penelitian berdasarkan strategi yang digunakan pada aksi relating dan searching. Empat siswa mengalami kesalahan dari awal menentukan banyaknya persegi pada model yang ditentukan, ini tidak menjadi subjek penelitian karena subjek tidak melakukan salah satu aksi generalisasi dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama melakukan kesalahan dalam aksi extending yaitu subjek tidak dapat memperluas jangkauan penerapan. Subjek kedua juga mengalami kesalahan dalam aksi extending yaitu subjek tidak memahami tentang pola ke n sehingga tidak dapat memperluas jangkauan penerapan. Kedua subjek melakukan kesalahan overspesialisasi, ini terjadi karena terbatasnya persepsi dari siswa tentang situasi pada masalah sehingga dapat menyebabkan siswa menggunakan strategi yang tidak efisien atau kesalahan generalisasi. Kata kunci: kesalahan, aksi generalisasi, pola bilangan Abstract: One of the skills in learning mathematics is generalization. The purpose of this study is to describe the errors made by students in generalizing number patterns. The generalization process in this study is based on the generalization taxonomy, namely relating, searching and extending actions and generalizing reflections in the form of written and oral statements from the subject. The process of determining the research subjects started from giving questions about number patterns to all students of class VIIIC MTsN 4 Denanyar Jombang as many as 35 students. There were 31 students who made mistakes in working on questions about patterns. There were 27 students who made an error in determining the number of squares in the nth model, these were the prospective subjects and 2 students were selected to be research subjects based on the strategies used in relating and searching. Four students experienced an error from the beginning in determining the number of squares in the specified model, this was not the subject of the study because the subject did not perform any of the generalization actions correctly. The results showed that the first subject made an error in the extending action, namely the subject could not expand the range of application. The second subject also experienced an error in the extending action, namely the subject did not understand the nth pattern so he could not expand the range of application. Both subjects made an overspecialization error, this happened because of the limited perception of students about the situation in the problem so that it could cause students to use inefficient strategies or generalization error Keywords: error, generalization action, number pattern
Penerapan Media Pungli (Kampung Prolin) Pada Kelas XI MAN 6 Jombang Lia Budi Tristanti; Jauhara Dian Nurul Iffah; Ichda Nur Fitria Fatmi
UN PENMAS (Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri) Vol 1 No 2 (2021): UN PENMAS Vol 1 No 2
Publisher : LPPM Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.943 KB) | DOI: 10.29138/un-penmas.v1i2.1585

Abstract

Setiap siswa memiliki karakteristik belajar yang berbeda-beda sehingga sekalipun menerima pelayanan pendidikan yang sama akan terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Salah satu ciri siswa yang mengalami kesulitan belajar adalah hasil belajar yang rendah. Hasil belajar rendah memiliki dampak negatif terhadap prestasi belajar. Oleh karena itu untuk mengatasi kesulitan siswa dalam mempelajari matematika yaitu menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan dalam proses pembelajaran matematika terutama pada pemecahan masalah matematika materi program linier. Salah satu alternatifnya yaitu menggunakan menggunakan media Pungli (Kampung Prolin). Metode pelaksanaan meliputi: 1.) Persiapan awal, 2.) Pelaksanaan, 3.) Evaluasi, 4.) Penulisan Laporan. Proses pengabdian media Pungli dilakukan pada siswa kelas XI MIPA 1 di MAN 6 Jombang. Pengabdian dilakukan pada saat proses pembelajaran. Proses pembelajaran siswa disajikan dengan masalah, siswa mendiskusikan masalah dalam kelompok, siswa terlibat dalam penyelidikan mandiri yang bersumber dari buku dan internet, siswa berbagi informasi, mengajar teman sekelompok dan menyelesaikan masalah bersama-sama di kelompok, siswa mempresentasikan penyelesaian masalah, serta siswa meninjau kembali tentang penyelesaian masalah. Selain itu, untuk keberlanjutan pengabdian ini maka menerapkan media Pungli pada kelas XI di MAN 6 Jombang pada tahun ajaran 2020/2021, menerapkan media Pungli pada kelas XI di MA/SMA/SMK sederajat Jombang selain MAN 6 Jombang dan membuat media pembelajaran untuk semua materi matematika kelas XI.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOMETRI RUANG BERBASIS ANDROID BERBANTUAN SMART APPS CREATOR DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN Lia Budi Tristanti; Jauhara Dian Nurul Iffah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.961 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5103

Abstract

Tujuan penelitian meliputi: a) menguji tingkat validitas media pembelajaran geometri ruang berbasis Android berbantuan SAC; b) menguji tingkat kepraktisan media pembelajaran geometri ruang berbasis Android berbantuan SAC. Subjek penelitian adalah mahasiswa STKIP PGRI Jombang semester dua yang mengambil matakuliah geometri ruang. intrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket tanggapan dosen dan mahasiswa serta tes. Jjenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Hasil uji kevalidan dari para validator menyatakan media pembelajaran matematika berbasis android berbantuan SAC termasuk pada kriteria sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Uji kepraktisan oleh mahasiswa dan dosen pengguna diperoleh bahwa media pembelajaran geometri ruang berbasis android berbantuan SAC termasuk dalam kriteria sangat praktis. Oleh karena itu Media pembelajaran geometri ruang berbasis android berbantuan SAC yang telah dikembangkan valid dan praktis sehingga layak  digunakan untuk meningkatkan kemampuan pembuktian mahasiswa.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN JENIS KELAMIN Lia Budi Tristanti; Nurul Aini; Siyono
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v5i2.7446

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal materi artimatika sosial berdasarkan jenis kelamin. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 2 siswa MTsN 4 Jombang kelas VII yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Instrumen pendukung dalam penelitian ini ada 2, yaitu: lembar tes kemampuan koneksi matematis dan pedoman wawancara. Lembar tes ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan koneksi matematis siswa berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa laki-laki memenuhi indikator mengembangkan ide matematika yang dihadapi dalam konteks kehidupan dan menggunakan hubungan antar konsep matematika. Sedangkan kemampuan koneksi matematis siswa perempuan memenuhi indikator mengembangkan ide matematika yang dihadapi dalam konteks kehidupan, menggunakan hubungan antar konsep matematika, dan merelasikan berbagai representasi konsep atau prosedur satu sama lainnya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGONTROL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Mokhamad Farid Hidayat; Nurwiani; Lia Budi Tristanti
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v5i2.7471

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam suatu pembelajaran. Berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dilakukan, berpikir kritis merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan dan berpikir kritis merupakan kemampuan kognitif yang sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa dengan mengontrol kemampuan berpikiri kritis siswa di SMK Darul Ulum Kepuhdoko. Karakteristik berpikir kritis adalah orang yang berpikir kritis idealnya memiliki beberapa kriteria atau elemen dasar yang disingkat FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity and Overview). Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah kelas X SMK Darul Ulum Kepuhdoko dengan sampel kelas X MM sebagai kelas eksperimen dan kelas X KI sebagai kelas kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model kooperatif sedangkan kelompok control menggunakan model konvensional. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar tes. Sebelum digunakan, instrumen ini diuji reliabilitas dan validitasnya. Teknik analisis data menggunakan anakova. Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis diperoleh output SPSS.25 yaitu nilai Sig 0,440. Hal ini berarti bahwa nilai sig (0,440) > α = (0,05) maka H0 diterima, sehingga dikatakan setelah dikontrol kemampuan berpikir kritis, tidak ada perbedaan hasil belajar siswa antara yang mengikuti pembelajaran kooperatif dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN JENIS KELAMIN Lia Budi Tristanti; Nurul Aini; Siyono
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.007 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v5i2.7446

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal materi artimatika sosial berdasarkan jenis kelamin. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah 2 siswa MTsN 4 Jombang kelas VII yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Instrumen pendukung dalam penelitian ini ada 2, yaitu: lembar tes kemampuan koneksi matematis dan pedoman wawancara. Lembar tes ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan koneksi matematis siswa berdasarkan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa laki-laki memenuhi indikator mengembangkan ide matematika yang dihadapi dalam konteks kehidupan dan menggunakan hubungan antar konsep matematika. Sedangkan kemampuan koneksi matematis siswa perempuan memenuhi indikator mengembangkan ide matematika yang dihadapi dalam konteks kehidupan, menggunakan hubungan antar konsep matematika, dan merelasikan berbagai representasi konsep atau prosedur satu sama lainnya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGONTROL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Mokhamad Farid Hidayat; Nurwiani; Lia Budi Tristanti
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.136 KB) | DOI: 10.21067/pmej.v5i2.7471

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam suatu pembelajaran. Berpikir kritis adalah berpikir logis dan reflektif yang difokuskan pada pengambilan keputusan yang akan dilakukan, berpikir kritis merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan dan berpikir kritis merupakan kemampuan kognitif yang sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar siswa dengan mengontrol kemampuan berpikiri kritis siswa di SMK Darul Ulum Kepuhdoko. Karakteristik berpikir kritis adalah orang yang berpikir kritis idealnya memiliki beberapa kriteria atau elemen dasar yang disingkat FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity and Overview). Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah kelas X SMK Darul Ulum Kepuhdoko dengan sampel kelas X MM sebagai kelas eksperimen dan kelas X KI sebagai kelas kontrol. Kelompok eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model kooperatif sedangkan kelompok control menggunakan model konvensional. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah lembar tes. Sebelum digunakan, instrumen ini diuji reliabilitas dan validitasnya. Teknik analisis data menggunakan anakova. Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis diperoleh output SPSS.25 yaitu nilai Sig 0,440. Hal ini berarti bahwa nilai sig (0,440) > α = (0,05) maka H0 diterima, sehingga dikatakan setelah dikontrol kemampuan berpikir kritis, tidak ada perbedaan hasil belajar siswa antara yang mengikuti pembelajaran kooperatif dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional.
PELATIHAN PENGUATAN KEMANDIRIAN KELUARGA UNTUK MENCEGAH STUNTING Heny Sulistyowati; Lia Budi Tristanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12209

Abstract

Abstrak: Rejoslamet merupakan salah satu desa di Jombang yang merupakan lokasi fokus (lokus) penanganan stunting. Balita stunting sebanyak 144 atau sebesar 15,7%. Berdasarkan permasalahan tersebut maka Desa Rejoslamet merupakan salah satu sasaran wilayah STKIP PGRI Jombang mengabdi 2022 dengan tema “Penguatan terhadap Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh bersama Cegah Stunting” sebagai salah satu bentuk intervensi pencegahan stunting di kabupaten Jombang yang dilaksanakan insan Perguruan Tinggi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk peningkatan pemahaman kemandirian keluarga untuk pencegahan dan penurunan angka stunting. Mitra pada kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Rejolamet, dengan jumlah partisipan sebanyak 30 peserta. Metode pelaksanaan pengabdian berbentuk pelatihan terkait kemandirian keluarga. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan, identifikasi masalah, pengadaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta umpan balik peserta. Pada saat pretest sebanyak 20% peserta paham terkait kemandirian keluarga, 30% peserta memahami pola asuh, dan 70% peserta yang paham terkait stunting. Sedangkan pada saat posttest sebanyak 90% peserta paham terkait kemandirian keluarga, 95% peserta memahami pola asuh, dan 100% peserta yang paham terkait stunting. Sehingga prosentase pemahaman peserta terhadap materi penguatan kemandirian keluarga kader PKK desa Rejoslamet kecamatan Mojowarno Jombang menunjukkan peningkatan dan dalam kriteri baik. Abstract: Rejoslamet is one of the villages in Jombang which is the location of the focus (locus) for handling stunting. There are 144 stunting toddlers or 15.7%. Based on these problems, Rejoslamet Village is one of the target areas of STKIP PGRI Jombang to serve 2022 with the theme "Strengthening the Healthy, Responsive and Resilient Family Movement with Preventing Stunting" as a form of stunting prevention intervention in Jombang district carried out by university personnel. The purpose of this service is to increase understanding of family independence for preventing and reducing stunting rates. The partners in this activity were PKK mothers in Rejolamet Village, with a total of 30 participants. The method of implementing community service is in the form of training related to family independence. The implementation of activities is carried out in several stages, namely preparation, problem identification, procurement, implementation, and participant evaluation and feedback. During the pretest, 20% of participants understood family independence, 30% of participants understood parenting, and 70% of participants understood stunting. Meanwhile, during the posttest, 90% of participants understood family independence, 95% of participants understood parenting, and 100% of participants understood stunting. So that the percentage of participants' understanding of the material for strengthening family independence of PKK cadres in Rejoslamet village, Mojowarno sub-district, Jombang showed an increase and was in good criteria.